SIDOARJO – KEMPALAN: Di balik pembawaannya yang tenang, Wakil Bupati Sidoarjo sekaligus Ketua DPC Gerindra Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, ternyata menyimpan standar kerja yang luar biasa ketat. Bukan sekadar bekerja, Mimik membuktikan dedikasinya melalui disiplin administrasi tingkat tinggi yang jarang dilakukan pejabat daerah lainnya.
Dalam acara buka puasa bersama awak media di Sidoarjo, Jumat (13/3/2026), terungkap sebuah fakta mengejutkan: selama setahun menjabat, Mimik Idayana secara konsisten menyusun laporan kinerja tertulis setiap tiga bulan sekali. Laporan “rapor” kerja ini ia serahkan langsung kepada Bupati, Sekda, hingga Gubernur Jawa Timur.
“Saya ingin semua ada jejak digital dan dokumentasinya. Administrasi yang rapi adalah bentuk tanggung jawab saya kepada rakyat dan pimpinan,” tegas Mimik dengan nada lugas.
Lobi Maut ke Pusat: Anggaran APBN Mengucur ke Sidoarjo

Langkah tertib administrasi ini bukan sekadar formalitas. Berbekal data yang akurat, Mimik berhasil “menjemput bola” anggaran dari Pemerintah Pusat untuk membangun Sidoarjo tanpa hanya mengandalkan APBD.
Beberapa capaian konkret dalam satu tahun terakhir meliputi:
Infrastruktur Masif: Pengecoran jalan Lingkar Timur tahap pertama sukses dijalankan, dan kini dipastikan berlanjut ke tahap ketiga berkat dukungan penuh APBN.
Bedah Rumah Rakyat: Sebanyak 1.040 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah didata secara presisi dan diajukan ke pusat untuk mendapatkan bantuan renovasi.
Solusi Kemacetan: Mimik berhasil mengamankan anggaran pusat untuk perbaikan jembatan di lima titik krusial yang selama ini menjadi biang kemacetan di Sidoarjo.
Pendidikan & Nelayan: Pembangunan sekolah serta bantuan perumahan khusus nelayan juga sukses ditarik dari komitmen kementerian terkait.
Menepis Isu Disharmoni dengan Profesionalisme

Menanggapi isu keretakan hubungan dengan pimpinan daerah, Mimik Idayana menjawab dengan fakta. Ia mengaku telah tiga kali berupaya membuka ruang dialog secara profesional, bahkan hingga ke Jakarta, demi sinergi pembangunan Sidoarjo.
“Ada saksi-saksinya. Sebagai Wakil Bupati, saya selalu siap bekerja sama dengan baik demi kepentingan warga. Namun, komunikasi itu harus dua arah,” ungkapnya jujur.
Catatan Khusus: Setahun Mengabdi dengan Hati

Selama satu tahun menjabat, Mimik Idayana telah bertransformasi menjadi “Jembatan Sidoarjo ke Pusat”. Di tengah dinamika politik, ia memilih fokus pada kerja-kerja teknis yang berdampak langsung. Konsistensinya melaporkan giat kerja setiap triwulan menunjukkan bahwa ia adalah pejabat yang transparan, akuntabel, dan anti-mainstream.
Ia membuktikan bahwa seorang pemimpin tidak hanya butuh popularitas, tapi juga ketertiban dokumen agar setiap janji politik bisa dipertanggungjawabkan secara sah di mata hukum dan negara.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi