Jumat, 22 Mei 2026, pukul : 16:12 WIB
Surabaya
--°C

Serangan Gelombang 47 Iran Bersandi “Ya Rasulullah” Mengguncang Israel

Jika perang ini berlanjut dalam tempo tinggi, maka yang diuji bukan hanya kekuatan militer – melainkan ketahanan logistik, industri pertahanan, dan ekonomi.

Oleh: Agus M Maksum

KEMPALAN: Langit Timur Tengah kembali memerah. Malam kemarin, militer Iran meluncurkan serangan gelombang ke-47 ke wilayah Israel dengan sandi operasi “Ya Rasulullah”, sebuah kode yang menandai fase lanjutan dari operasi balasan Iran terhadap Israel dan sekutunya.

Menurut berbagai laporan militer regional dan pemantauan radar pertahanan, puluhan rudal balistik dan drone kamikaze diluncurkan hampir bersamaan menuju sejumlah target strategis di wilayah Israel.

Sirene peringatan kembali meraung di berbagai kota. Langit Tel Aviv dan wilayah selatan Israel dipenuhi kilatan rudal pencegat yang berusaha menahan hujan proyektil dari Iran.

Serangan ini merupakan bagian dari pola serangan bergelombang yang dilakukan Iran selama beberapa hari terakhir. Strateginya jelas: menekan sistem pertahanan udara Israel secara bertahap.

Target Serangan Gelombang 47

Berdasarkan laporan militer yang beredar di berbagai media regional, beberapa target utama serangan kali ini meliputi:

1. Pangkalan Udara Nevatim. Basis penting Angkatan Udara Israel di wilayah Negev yang menjadi rumah bagi pesawat tempur F-35.

2. Infrastruktur militer di wilayah Beersheba dan Negev. Termasuk fasilitas logistik dan komunikasi militer.

3. Area strategis di sekitar Tel Aviv. Beberapa rudal dilaporkan diarahkan ke kawasan militer dan fasilitas intelijen.

Sejumlah rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan ledakan besar dan aktivitas pencegatan rudal di langit Israel.

Hasil Awal Serangan

Versi laporan yang beredar masih berbeda antara pihak Iran dan Israel.

Versi Iran: Militer Iran menyatakan beberapa rudal berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan mengenai target militer.

Versi Israel: Militer Israel menyatakan sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara berlapis.

BACA JUGA  Waspadalah, Tabungan Energi Negatif (TEN) Penyebab Derita

Namun sejumlah laporan menyebut beberapa rudal tetap lolos dan menimbulkan kerusakan terbatas.

Seperti biasa dalam konflik modern, kebenaran penuh sering baru terungkap beberapa hari kemudian.

Sistem Pertahanan Udara Israel di Bawah Tekanan

Serangan gelombang demi gelombang seperti ini menimbulkan satu pertanyaan besar di kalangan analis militer dunia: Apakah Israel mulai kehabisan interceptor Iron Dome?

Jawabannya tidak sederhana. Tetapi beberapa fakta strategis mulai terlihat.

Cara Kerja Iron Dome

Iron Dome adalah sistem pertahanan udara Israel yang dirancang untuk mencegat roket dan rudal jarak pendek hingga menengah.

Satu baterai Iron Dome terdiri dari: radar pelacak, pusat komando control, dan peluncur rudal Tamir interceptor.

Ketika radar mendeteksi rudal masuk, sistem menghitung trajektorinya. Jika diprediksi jatuh di area penting, sistem akan meluncurkan 1 hingga 2 rudal pencegat Tamir.

Efektivitas Iron Dome selama ini diklaim mencapai 85% hingga 90%, tetapi angka ini berlaku jika volume serangan tidak terlalu besar.

Masalah Utama: Saturation Attack

Strategi yang digunakan Iran saat ini dikenal dalam doktrin militer sebagai: saturation attack (serangan membanjiri pertahanan).

Artinya: rudal ditembakkan puluhan bahkan ratusan sekaligus, sistem pertahanan dipaksa menembakkan banyak interceptor stok interceptor cepat terkuras.

Jika satu rudal Iran membutuhkan dua interceptor untuk dicegat, maka: 30 rudal Iran → membutuhkan sekitar 60 interceptor.

Jika serangan berlangsung puluhan gelombang seperti sekarang, stok interceptor akan terkuras sangat cepat.

Perang Biaya yang Asimetris

Masalah lain adalah biaya. Perkiraan biaya sistem ini menunjukkan ketimpangan besar:

Rudal Iran ± US$ 20.000 – 100.000

Tamir interceptor Iron Dome ± US$ 50.000 – 80.000

Artinya Iran dapat menembakkan rudal relatif murah, sementara Israel harus menembakkan pencegat yang jauh lebih mahal.

BACA JUGA  Partai Politik

Dalam doktrin militer modern, ini disebut: asymmetric cost warfare (perang biaya asimetris).

Stok Interceptor Israel

Jumlah sebenarnya dirahasiakan, tetapi sejumlah analis memperkirakan Israel memiliki sekitar: 10.000 – 15.000 interceptor Tamir.

Masalahnya adalah kecepatan konsumsi dalam perang jauh lebih cepat daripada produksi. Dalam satu malam serangan intensif, ratusan interceptor bisa digunakan sekaligus.

Jika konflik terus berlangsung dalam tempo tinggi seperti sekarang, stok tersebut dapat menipis dalam hitungan minggu.

Sistem Pertahanan Berlapis Israel

Iron Dome bukan satu-satunya sistem yang dimiliki Israel. Negara ini memiliki empat lapis pertahanan udara:

1. Iron Dome – roket jarak pendek; 2. David’s Sling – rudal jarak menengah; 3. Arrow-2 / Arrow-3 – rudal balistik; 4. Patriot dan sistem Amerika.

Namun jika serangan datang dalam jumlah besar dan terus-menerus, bahkan sistem berlapis pun bisa kewalahan.

Taktik Baru Iran

Strategi Iran tampaknya sangat jelas: rudal balistik, drone kamikaze, rudal jelajah, serangan bergelombang.

Tujuannya adalah menguras sistem pertahanan Israel sedikit demi sedikit.

Risiko Besar: Perang Kelelahan

Jika interceptor mulai menipis, konsekuensinya serius. Lebih banyak rudal dapat lolos. Kerusakan infrastruktur meningkat. Tekanan psikologis pada masyarakat bertambah.

Para analis menyebut kondisi ini sebagai: war of exhaustion – perang kelelahan.

Kesimpulan Strategis

Apakah Israel sudah kehabisan interceptor? Belum. Tetapi tren serangan Iran menunjukkan strategi jangka panjang untuk menguras pertahanan udara Israel.

Jika perang ini berlanjut dalam tempo tinggi, maka yang diuji bukan hanya kekuatan militer – melainkan ketahanan logistik, industri pertahanan, dan ekonomi.

Dalam perang modern, seringkali yang kalah bukan yang pertama diserang… melainkan yang lebih dulu kehabisan amunisi.

*) Agus M Maksum, Pengamat Teknologi dan Politik Digital

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.