
SURABAYA-KEMPALAN: Menyambut Idul Adha 1446 Hijriah, Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya kembali melayani penyembelihan hewan kurban untuk masyarakat umum, lembaga, dan panitia kurban.
Sebagai salah satu fasilitas pemotongan hewan terbesar dan tersertifikasi di Jawa Timur, RPH Surabaya menawarkan layanan pemotongan yang sesuai syar’i.
“Untuk penyembelihan hewan kurban ini kami menyiapkan juru sembelih halal (juleha) yang profesional dalam jumlah cukup, serta fasilitas higienis dan ramah lingkungan,” kata
Direktur Utama RPH Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho, Rabu (4/6) sore.
Menurut Fajar, layanan ini merupakan bagian dari program rutin tahunan RPH Surabaya yang dikemas dalam kegiatan “Bulan Bakti RPH”.
“Setiap tahun, kami memfasilitasi masyarakat yang ingin memotongkan hewan kurban, baik yang membeli sapi di RPH maupun membawa sapi dari luar. Ini sudah menjadi agenda rutin kami setiap Idul Adha,” ujar Fajar yang mantan wartawan ini.
Pada Idul Adha tahun ini, lanjut Fajar, RPH Surabaya menyediakan dua jenis paket layanan penyembelihan hewan kurban. Paket pertama dibanderol Rp2,5 juta per ekor. Layanan ini mencakup pemotongan, pengemasan daging minimal 1 kilogram, serta pengiriman langsung ke tempat tujuan.
Sedang paket kedua dinamakan Sontor, ditawarkan dengan harga Rp1,8 juta per ekor. Paket ini meliputi layanan pemotongan dan pelepasan tulang, namun tanpa pengemasan. Sehingga panitia kurban bisa mengolah dan membungkus sendiri sesuai kebutuhan.
Penyembelihan hewan kurban ini akan dilayani selama empat hari, mulai Jumat (6/6) hingga Senin (9/6). Proses pemotongan dilakukan sejak pagi sampai Ashar atau pukul 15.00 WIB.
Selain itu, Fajar menyebut bahwa RPH Surabaya juga menyediakan berbagai pilihan sapi kurban yang sehat dan telah melewati pemeriksaan ketat, termasuk bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Jenis sapi yang tersedia meliputi sapi Madura, Simental, Limousin, dan lainnya, dengan bobot mulai dari 250 kilogram hingga lebih dari satu ton. Harga sapi bervariasi, mulai Rp18 juta hingga di atas Rp80 juta, tergantung jenis dan berat sapi.
“Banyak masyarakat yang menyukai sapi Madura, tapi ada juga yang memesan sapi berukuran besar seperti Limousin, terutama dari instansi-instansi,” terang Fajar.
RPH juga menyediakan layanan kalkulasi jumlah kemasan daging berdasarkan bobot sapi.
Sebagai contoh, sapi berbobot 250 kilogram dapat menghasilkan sekitar 120-125 bungkus daging ukuran 1 kilogram, sehingga memudahkan masyarakat dalam proses distribusi.
“Kalau beli sapi di sini dan potong di sini, masyarakat tinggal terima bersih di rumah. Daging sudah dikemas, tinggal dibagikan,” jelasnya.
Untuk menjamin kebersihan dan kelestarian lingkungan, RPH Surabaya juga dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mengolah limbah darah, kotoran, dan lainnya sebelum dibuang.
Fajar mengimbau masyarakat agar mempertimbangkan untuk melakukan penyembelihan di RPH, terutama bagi yang memiliki keterbatasan lahan dan air bersih.
“Pemotongan di RPH jauh lebih aman, higienis, tidak menimbulkan bau, dan tidak mengganggu lingkungan. Kalau di lingkungan seperti masjid yang lahannya sempit dan airnya terbatas, lebih baik dipotong di RPH saja agar semuanya terjamin, aman, sehat, utuh, dan halal,” tuturnya.
Tidak hanya itu. RPH Surabaya juga menyediakan juru sembelih halal (juleha) dan tenaga pengemasan yang cukup, sehingga pelayanan bisa lebih cepat. Dalam sehari misalnya, RPH Surabaya tahun ini bisa melayani penyembelihan hingga 70 ekor sapi.
“Untuk hari H, penyembelihan hewan kurban dilakukan usai sholat Idul Adha atau sekitar pukul 07.00 WIB hingga Ashar atau pukul 15.00 WIB . Tapi untuk tiga hari berikutnya atau hari tasyrik, dimulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB,” jelasnya.
Fajar menyampaikan bahwa pada Idul Adha tahun ini, RPH Surabaya sudah menerima pesanan penyembelihan sapi kurban sebanyak 174 ekor. Jumlah ini meningkat dibanding Idul Adha tahun tahun lalu yang hanya 172 ekor.
“Jumlah 174 ekor sapi itu sampai Selasa (3/6) kemarin. Untuk hari ini belum direkap,” acap Fajar.
Dia juga mengungkapkan bahwa pada Idul Adha tahun lalu jumlah sapi kurban yang terjual sebanyak 137 ekor. Untuk tahun ini ia belum tahu berapa ekor yang akan terjual.
“Sampai hari ini, Rabu (4/6), baru 70 ekor sapi yang terjual. Saya targetkan tahun ini jumlahnya sama dengan tahun lalu. Mudah-mudahan tercapai,” pungkas Fajar. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi