Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 22:49 WIB
Surabaya
--°C

Simone Inzaghi Tinggalkan Inter Milan, Begini Kata-Kata Terakhirnya

Allenatore Inter Milan Simone Inzaghi yang mengucapkan perpisahan dengan klubnya akhir musim ini. (Foto: La Gazzetta dello Sport)

MILAN-KEMPALAN: Kegagalan Inter Milan memenangi Liga Champions ternyata sudah  berimbas dengan jabatan pelatih di klub tersebut. Selasa (4/6), Simone Inzaghi memilih angkat kaki dari Inter setelah empat musim di klub tersebut.

Simo (sapaan akrab Inzaghi) meninggalkan Inter setelah memberikan enam trofi untuk klub yang berjuluk Nerazzurri tersebut. Keenam trofi itu antara lain sekali scudetto Liga Italia (2023—2024), dua kali jawara Coppa Italia (2021—2022 dan 2022—2023), plus tiga kali juara Supercoppa Italiana.

Bukan hanya gagal membawa pulang Si Kuping Besar (sebutan trofi Liga Champions), di musim ini Simo juga gagal memenangi semua ajang yang diikuti bersama Inter. Seperti di Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

Media-media di Eropa menyebutkan, mantan tactician SS Lazio tersebut akan hengkang ke salah satu klub kontestan Saudi Pro League (SPL), Al Hilal Saudi FC. Dia disebut bakal meneken kontraknya di Paris hari ini.

BACA JUGA: Dikalahkan AC Milan, Inter Milan Gagal Treble Winners

Selasa malam WIB (4/6), Simo sudah mengumumkan kata-kata perpisahannya kepada pendukung Inter. Dia mengucapkan terima kasih kepada Inter yang sudah memercayai dirinya sebagai pelatih klub tersebut.

Diakuinya, tidak mudah meninggalkan Inter setelah membesarkannya di empat musim terakhir. ’’Setiap hari aku mendedikasikan pikiranku, yang pertama dan terakhir hanya untuk Inter. Pemain, staf pelatih, staf klub, dan karyawan klub membalas dengan sangat profesional,’’ ucap Simo.

Bukan hanya enam trofi juara yang sudah dia berikan kepada Inter. Mengantarkan Inter ke final Liga Champions dua kali dalam tiga musim juga jadi capaian bersejarah klub itu sepanjang partisipasinya di Liga Champions.

Dua-duanya terjadi di era Simo. Meski, Simo gagal memenangi dua final yang sudah ada di hadapannya itu. Sebelum dikalahkan Paris Saint-Germain (PSG) musim ini, Inter keok di tangan Manchester City dalam final dua musim lalu.

’’Aku ingin mendedikasikan kata-kata terakhirku kepada jutaan pendukung Inter, yang selalu menyemangatiku, menangis dan menderita di saat-saat sulitku. Serta tertawa dan merayakan enam kemenangan ini bersama-sama,’’ tegas Simo. (YMP)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.