Mensos RI Saifullah Yusuf menyerahkan cinderamata kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai acara dialog, Sabtu (9/5).
SURABAYA-KEMPALAN: Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan pentingnya akurasi data dan kredibilitas dalam pengelolaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) atau panti asuhan agar pelayanan sosial yang diberikan dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam dialog bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa dengan Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) se-Provinsi Jawa Timur di Ruang Rapat Hayam Wuruk, Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (9/5).
Menurut Gus Ipul, salah satu kunci penguatan pelayanan sosial adalah pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai basis data seluruh program kesejahteraan sosial, termasuk program yang dijalankan oleh LKS.
“Jadi salah satu tugas saya bersama Ibu Gubernur, bersama bupati dan wali kota melalui Dinas Sosial masing-masing adalah melakukan pemutakhiran data. Ini instruksi Bapak Presiden, semua bisa ikut berpartisipasi,” kata Gus Ipul.

Mensos Gus Ipul dan Gubernur Khofifah foto bersama dengan siswa Sekolah Rakyat.
Ia menjelaskan, proses pemutakhiran data dilakukan melalui dua jalur. Pertama, jalur formal yang dimulai dari tingkat RT/RW hingga kelurahan atau desa, kemudian diteruskan ke Dinas Sosial kabupaten/kota dan provinsi sebelum ditetapkan kepala daerah.
Untuk mendukung proses tersebut, pemerintah menggunakan aplikasi SIKS-NG sebagai penghubung antara operator desa, operator Dinas Sosial, dan operator di Kementerian Sosial.
Selain jalur formal, masyarakat juga dapat berpartisipasi melalui jalur mandiri lewat aplikasi Cek Bansos, call center, maupun layanan WhatsApp Center.
Tak hanya soal data, Gus Ipul juga mendorong seluruh pengelola LKS untuk meningkatkan kredibilitas lembaganya melalui proses akreditasi.
Menurutnya, akreditasi penting agar LKS mampu membangun kepercayaan publik serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga filantropi.
“Dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh pengelola LKS, mari kita buat lembaga kita kredibel,” ujarnya.
Ke depan, ia berharap pertemuan dengan pengelola LKS dapat melahirkan rencana aksi bersama melalui revitalisasi lembaga, penguatan akreditasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pelayanan sosial semakin optimal.
“Sehingga LKS benar-benar bisa melayani dengan baik mereka yang memerlukan pelayanan sosial,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengapresiasi perhatian Kementerian Sosial terhadap penguatan LKS melalui Permensos Nomor 5 Tahun 2024 tentang Lembaga Kesejahteraan Sosial.
Menurut Adhy, regulasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam menghidupkan kembali peran LKS sebagai mitra strategis pemerintah dalam pelayanan sosial.
“Setelah terakreditasi dengan baik, tentu kita harus memastikan bahwa pelayanan yang dilakukan LKS memenuhi standar pelaksanaan kegiatan sosial,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 21 Surabaya turut memeriahkan acara dengan penampilan hadrah dan tari tradisional Tari Remo. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi