KEMPALAN: Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) pada Senin (4/5) mengatakan bahwa kapal-kapal yang sedang beroperasi di dekat Selat Hormuz harus terus menerapkan “kewaspadaan maksimum,” menyusul laporan tentang operasi Amerika Serikat (AS) untuk “memandu” kapal-kapal yang terjebak keluar dari wilayah tersebut.
Dalam sebuah respons tertulis kepada Xinhua, seorang juru bicara IMO mengatakan: “Kami mengetahui laporan itu tetapi tidak memiliki rincian lebih lanjut. Kami terus mendesak kapal-kapal agar menerapkan kewaspadaan maksimum di wilayah tersebut.”
Presiden AS Donald Trump pada Minggu (3/5) mengatakan bahwa AS akan memulai operasi fasilitasi transit pada Senin untuk “memandu” kapal-kapal yang terjebak melewati Selat Hormuz.
Sebagai respons, komando militer Iran pada Senin memperingatkan bahwa pasukan bersenjata asing mana pun, khususnya AS, akan diserang jika mereka mencoba mendekati atau memasuki selat itu.
Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UK Maritime Trade Operations/UKMTO) pada Senin mengonfirmasi bahwa AS telah menetapkan area keamanan yang ditingkatkan di selatan Skema Pemisahan Lalu Lintas di Selat Hormuz guna mendukung perlintasan kapal.
Namun demikian, UKMTO memperingatkan bahwa tingkat ancaman keamanan maritim di wilayah tersebut tetap “kritis” karena aktivitas militer regional yang sedang terjadi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi