Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 17:17 WIB
Surabaya
--°C

Bukan Klarifikasi Malah Komdigi Sakit Gigi

Solusi terbaik adalah jauhkan Teddy dari Prabowo. Andai memang tidak bisa, maka pandangan publik menjadi benar nantinya: “Jika cinta sudah mekekat, tai kucing pun terasa coklat”.

Oleh: M Rizal Fadillah

KEMPALAN: Setelah Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Prof. Dr. Amien Rais menyampaikan pandangannya soal Seskab Teddy Indra Wijaya pada Kamis 30 April 2026, lalu Menteri Komdigi Meutya Hafid melakukan Konpers dan membuat pernyataan resmi tertulis yang isinya menyatakan bahwa pandangan Amien Rais itu hoaks, fitnah, dan mengandung unsur kebencian.

Kemkomdigi menyatakan akan mengambil langkah hukum berdasarkan dugaan pelanggaran undang-undang ITE. Meutya Hafid menambahkan bahwa Amien Rais dinilai menyerang personal Kepala Negara, Prabowo Subianto.

Reaksi Komdigi ini bukannya klarifikasi malah sakit gigi. Main ancam Komdigi itu dapat memanaskan situasi atas kasus yang dinilai sensitif ini. Komdigi pun patut dikritisi.

Pertama, jika menyatakan hoaks, bagian mana yang berkonten hoaks tersebut. Jangan asbun dan menjillat Bu Menteri. Komdigi ternyata tak bisa berkomunikasi dengan jelas. Bermain di narasi abu-abu. Jadinya ya tuduhan palsu.

Kedua, Komdigi telah menuduh fitnah atas suatu peristiwa yang belum terbukti sebaliknya. Jika Amien Rais disebut memfitnah Teddy itu gay, buktikan dulu bahwa Teddy tidak gay, normal, dan berjiwa laki-laki. Bahwa Teddy itu Letkol Kopassus bukanlah bukti.

Ketiga, tidak terlihat ada nuansa kabencian justru sebaliknya yang ada rasa sayang untuk menjaga agar Istana tidak kotor dan Prabowo Subianto bisa selamat. Perlu dengarkan utuh, bu dan simpulkan dengan jernih bukan dengan prasangka atau benci.

Keempat, pak Amien Rais tidak sedang menyerang personal Kepala Negara, tapi mengingatkan akan bahaya Teddy bagi Kepala Negara. Teddy ini tentara (yang) kontroversial, lompat-lompat, bahkan terkesan kurang ajar.

Kelima, aspek moral yang menjadi concern. Pak Amin Rais mantan Ketum PP Muhammadiyah, mantan Ketua MPR, dan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat. Ia bertausiyah atas dasar panggilan keagamaan. Hancur negara dan bangsa ini jika dipimpin oleh orang yang memiliki nilai moral atau keagamaan menyimpang.

Menkomdigi semestinya membantu dan membuka jalan bagi klarifikasi. Fitnah publik atas hubungan Prabowo – Teddy telah lama terjadi. Jadi mari kita sama-sama hentikan.

Solusi terbaik adalah jauhkan Teddy dari Prabowo. Andai memang tidak bisa, maka pandangan publik menjadi benar nantinya: “Jika cinta sudah mekekat, tai kucing pun terasa coklat”.

Indonesia jangan menjadi negara serba palsu. Sudah ijazah palsu, pangkat palsu, wapres palsu, masa harus ditambah lagi dengan kelamin palsu.

*) Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.