AKBP Sajarod: “Tersangka mengaku, ia membaca berita pembunuhan Munir dan pembunuhan Kopi Sianida.”
Penegak hak asasi manusia, Munir Said Thalib, dibunuh dengan racun arsenik ketika di pesawat terbang perjalanan Jakarta ke Amsterdam, Belanda. 7 September 2004.
Ketika itu, Dhio baru umur 4 tahun. Tidak mungkin baca berita koran. Tapi, kasus Munir sangat terkenal. Diberita media massa sampai bertahun-tahun. Pun data di internet terpampang jelas.
BACA JUGA: Pasal Selingkuh di RKUHP Bikin Galau
Kasus Kopi Sianida terjadi 6 Januari 2016, atau Dhio usia 16. Wayan Mirna Salihin tewas akibat kopi sianida. Pelakunya Jessica Kumala Wongso. Oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada 28 Oktober 2016 divonis hukuman penjara 20 tahun.
Dari kronologi itu, dan ekspresi itu, kelihatan Dhio lihai. Sangat detil merancang proses. Yang spesifik, mimiknya tenang. Bahkan, kata penyidik, Dhio tidak pernah sedih atau menyesal selama di tahanan.
Ekspresi wajah Dhio, berdasar foto yang dipublikasi pers, memang tampak datar. Tenang. Tanpa ekspresi. Mirip ekspresi pembunuh terkenal di Amerika Serikat, Jeffrey Dahmer (1960-1994).
Christopher Berry-Dee dalam bukunya bertajuk, “Inside the Mind of Jeffrey Dahmer: The Cannibal Killer. (London, 2022) menggambarkan ekspresi wajah Jefferey Dahmer yang selalu tenang, datar, tanpa ekspresi, seperti tak terjadi apa-apa.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi