Jokowi tak perlu terjebak dalam perangkap oligarki dan para penjilat serta pengkhianat bangsa yang mencoba memanfaatkan dan menjerumuskanya.
Sebagai presiden dua periode, Jokowi tentu paham betul makna demokrasi dan rambu etik yang ada. Hanya saja apakah Jokowi kebal terhadap bisikan bisikan sekitar yang akan menjerumuskannya. Sebagai bisikan tentu indah dan membuai, tapi tentu itu hanya kepentingan para pembisik saja, bukan kepentingan Jokowi dan kepentingan bangsa.
BACA JUGA: Pemilu 2024, Anies Mengusung Demokrasi, yang Lain Perebutan Kekuasaan
Jokowi pasti paham, siapa diantara calon terbaik bangsa yang akan meneruskan kepemimpinannya, sebagai presiden yang tentu diharapkan menjadi negarawan sebagaimana para presiden pendahulunya, Jokowi cukup meletakkan dasar rambu rambutnya, jangan terjebak menjadi pemain atau dukung mendukung terhadap calon yang ada, cukup Jokowi menjadi wasit dan pengawas yang baik dalam pilpres 2024.
Sebagai orang Jawa, Jokowi tentu paham betul filosofi “Mendem jeruh, Mikul dhuwur” dan “Menang tanpo ngasorake“. Jokowi tak usah terlibat memobilisasi massa, mendikte parpol untuk mendukung calon tertentu, biarlah rakyat merdeka menentukan siapa pilihannya, tak perlu Jokowi harus terlibat dalam kepentingan kepentingan kelompok dan golongan, Jadilah sebagai orang tua yang bijak, itulah sejatinya negarawan dalam filosofi kalimat tersebut.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi