Sabtu, 20 Juni 2026, pukul : 22:50 WIB
Surabaya
--°C

Bawang Yawuyoko

Meski kerja di ladang kulitnya tidak lebih hitam dan rambutnya tidak lebih lurus. Wajahnya tetap wajah cendekia seperti umumnya orang Papua dari Wamena.

Bicaranya lirih, tutur katanya lembut, tangannya terus seperti ngapurancang dan sesekali tersenyum.

Ia lebih lembut dari orang Jawa masa kini.

BACA JUGA: Kongres Dawet

Tanah 1 hektare itu digarap sendirian tanpa alat mekanis seperti traktor. Ups, tidak sendirian. Ia dibantu sejumlah orang di kampungnya. Dibantu. Bantu tenaga. Untuk mencangkul.

Bentuk cangkul di Wamena seperti skop. Gagangnya panjang sekali. Mereka mencangkul sambil berdiri tegak. Skopnya yang dihunjamkan ke tanah. Lalu diungkit.

Setiap tiba saatnya mengolah tanah pemuda Disway ini keliling ke rumah-rumah tetangga. Ia minta bantuan tenaga untuk mencangkul. Saat itu juga tetangga menjawab: bisa atau tidak. Umumnya bisa.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Kalau sudah mendapat 10 kesanggupan ia tidak minta yang lain lagi. Cukup. Keesokan harinya 10 orang itu turun ke ladang milik pemuda Disway itu. Mereka ramai-ramai mencangkul. Sampai tuntas. Kalau hari itu tidak selesai dilanjutkan keesokan harinya. Tidak lebih dua hari.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.