Hentig dalam studinya fokus ke victimology. Cabang ilmu kriminologi. Tapi, banyak ahli menyatakan kriminologi dan viktimologibagai kakak-beradik. Tak dapat dipisahkan. Jika mempelajari kejahatan, wajib mempelajari korban kejahatan.
Viktimologi berasal dari Bahasa Latin: Victima, berarti korban. Logos, berarti ilmu.
Tujuan viktimologi, mengajarkan kepada masyarakat, jangan sampai jadi korban pembunuhan. Pelajari, sebelum dibunuh. Karena hipotesis kriminologi: Mayoritas pembunuhan akibat kesalahan korban.
BACA JUGA: Aneh, Pembunuh di Apartemen Pramuka Ini Mrenges ke CCTV
Teori Hentig kemudian dilanjutkan Martin F. Wolfgang, dalam bukunya,
“Victim Precipitated Criminal Homicide” (1957) yang menganalisis pembunuhan lebih detil.
Wolfgang kriminolog spesialis pembunuhan. Ia mantan polisi Amerika di Divisi Pembunuhan.
Menurutnya, seperti dalam bukunya, suatu pembunuhan bakal terjadi, jika memenuhi empat syarat, sebagai berikut:

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi