KEMPALAN: Seorang juru bicara (jubir) Komisi Eropa pada Senin (1/6) menyerukan Israel untuk menghentikan eskalasi militernya di Lebanon dan menghormati kedaulatan serta integritas wilayah Lebanon.
Jubir Urusan Luar Negeri Uni Eropa Anouar El Anouni mengatakan dalam konferensi pers bahwa UE juga mendorong keterlibatan berkelanjutan dalam upaya-upaya diplomatik yang sedang berjalan, yang bertujuan untuk mengamankan jalur yang dinegosiasikan menuju stabilitas dan keamanan jangka panjang bagi Lebanon maupun Israel.
Dia mengatakan bahwa rakyat Lebanon telah mengalami penderitaan yang sangat besar. “Mereka tidak memilih perang ini, dan perang ini bukan perang mereka,” katanya, seraya menambahkan bahwa rakyat Lebanon dan Israel memiliki hak untuk hidup dalam kedamaian, keamanan, dan martabat, bebas dari ancaman konflik yang berulang.
Ketika ditanya mengenai mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk misi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL), yang akan berakhir pada akhir 2026, serta apakah UE sedang mempertimbangkan untuk memainkan peran yang lebih proaktif dalam pengaturan keamanan di Lebanon selatan, El Anouni mengatakan bahwa UE saat ini sedang mengkaji misi baru UE untuk membantu memperkuat kontrol negara di Lebanon.
Menurut Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat (Public Health Emergency Operations Center) Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret lalu telah menewaskan lebih dari 3.400 orang dan melukai lebih dari 10.200 lainnya di Lebanon.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi