Senin, 20 April 2026, pukul : 01:19 WIB
Surabaya
--°C

Kecewa kepada Zulhas, Anggota Dewan Pakar PAN Jatim Mengundurkan Diri

SURABAYA-KEMPALAN: Anggota Dewan Pakar DPW PAN Jawa Timur, Ferry Is Mirza mengundurkan diri dari kepengurusan PAN dan sekaligus mundur dari keanggotaan PAN. Hal ini dilakukan oleh Ferry sebagai protes terhadap Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang mendukung pengunduran jadwal pemilu.

Dalam pernyataannya Ferry menegaskan kekecewaannya terhadap manuver Zulhas. ”Saya mundur dari Dewan Pakar dan sekaligus mundur dari keanggotaan PAN,” kata Fim, sapaan akrab Ferry.

Berikut pernytaan pengunduran diri Fim:

Kepada Yth
Saudara Ahmad Rizki Sadiq, Ketua DPW PAN Jawa Timur
Di Surabaya.

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Karena Saudara Zulkifli Hasan (Zulhas) Ketum DPP PAN telah menyatakan mendukung penundaan Pemilu 2024.

Yang mana hal ini menunjukkan sikap PAN mendukung rezim Presiden Jokowi menambah masa kekuasaannya dan dukungan ini untuk kepentingan pribadi Saudara Zulhas.

Dimana pernyataan mendukung penundaan Pemilu itu mencederai UU dan justru menjatuhkan marwah serta martabat PAN.

Maka, saya Ferry Is Mirza yang dalam DPW PAN Jawa Timur sebagai Dewan Pakar, menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan dan keluar dari keanggotaan PAN.

Demikian,  pengunduran diri saya ini terhitung sejak surat dibuat tanggal 28 Rajab 1443 H
01 Maret 2022

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Ferry Is Mirza)

 

Berikut ini pernyataan Fim: 

Ketika di periode pertama Zulhas jadi Ketua DPP PAN, saya melihat masih konsisten menjalankan partai sesuai AD ART.

Saya pun, kemudian, pada Pemilu 2019 menerima pinangan PAN untuk dicaleg-kan. Saat itu saya caleg untuk DPRD Jatim, sedangkan dua sahabat saya, Dhimam Abror dan Ana Luthfie juga caleg  untuk DPR RI.

Diawal berdirinya PAN dipandegani MAR, saya tidak masuk dalam struktur kepengurusan. Namun, maaf tidak bermaksud umuk dan ujub, saya adalah pemrakarsa berdirinya BM PAN. Khususnya di wilayah eks Karisidenan Besuki. Bahkan, di rumah saya dijadikan Mako/Sekber DPD PAN-BM PAN Jember.

Saya masih ingat memberikan pembekalan tentang ilmu komunikasi, media pers kepada para BM PAN. Antara lain, adinda Basuki Babussalam, adinda Charles Mekiyansah, adinda Rendra, adinda Win, dan Agus W serta yang lain lupa namanya.

Di antara generasi awal BM PAN itu yang  terpilih jadi anggota Legislator adalah adinda Charles Mekiansyah, adinda Basuku Babussalam dan Rendra. Istri saya Hj Fatimah Petty Sumarni gagal jadi caleg wanita pertama.

Kini, di periode kedua  hasil Kongres Kendari,  Zulhas sebagai Ketum PAN bukan hanya bermanuver dengan mendukung Pemilu 2024 ditunda dengan tujuan melanggengkan kekuasaan rezim Jokowi, tapi Zulhas menjalankan partai seenaknya sendiri.

Faktanya, Zulhas melontarkan statmen penundaan Pemilu 2024 itu tidak melalui mekanisme keputusan partai. Dianggap PAN milik pribadinya.

Karena itu, saya mengambil sikap, mundur dari kepengurusan DPW PAN Jatim sebagai Dewan Pakar sekaligus keluar dari keanggotaan PAN. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.