Gampangnya, ortu harus menanamkan sesuatu berupa “kontrol tidak langsung” ke memori otak anak. Sebab, ortu tidak mungkin selalu berada di samping anak (24 jam sehari, konstan sampai puluhan tahun) untuk mengajari anak berperilaku, menghadapi stresor (peristiwa penyebab stres).
Hirschi dan Gottfredson dalam teorinya berpendapat “kontrol langsung” adalah kunci pengasuhan ortu terhadap anak yang paling efektif. Di saat anak berada di dekat ortu (face to face). Sedangkan, “kontrol tidak langsung” adalah bekal ortu kepada anak, di mana pun dan kapan pun, anak berada.
General Theory: “Ini adalah masalah pengendalian diri. Yang berbeda-beda antar satu individu dengan individu lain. Berbekal pengendalian diri yang baik, seorang individu terhindar jadi pelaku tindak kejahatan.”
BACA JUGA: KPK vs Enembe Asyik Main Anggar
Hirschi dan Gottfredson membedakan dua situasi: Potensial kejahatan dengan kejahatan. Potensial kejahatan adalah seuatu kondisi yang memicu seseorang berbuat jahat. Sedangkan, kejahatan adalah peristiwa jahat yang sudah terjadi.
Semua orang dalam hidup mereka selalu menghadapi potensial kejahatan.Tapi, tidak semua orang bertindak jahat. Karena, ada faktor pengendali.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi