Variabel morphologi ini juga membangun keberdayaan seseorang berhadapan dengan hukum. Semakin seseorang dekat atau punya hubungan khusus dengan pusat kekuasaan (center of social power), penegakan hukum akan semakin sulit menyentuhnya, dibanding yang tidak punya relasi dengan pusat kekuasaan.
Kalau anda anak presiden dan naik mobil tanpa SIM atau STNK, muskil rasanya anda akan ditilang polantas. Bandingkan kalau anda anak orang kebanyakan.
Variabel lainnya adalah keikutsertaan seseorang dalam organisasi sosial. Mereka yang jadi pimpinan suatu organisasi yang besar, akan lebih memiliki keberdayaan untuk susah disentuh hukum dibanding orang yang tidak punya organisasi atau tidak menjadi anggota organisasi apa pun (less organization).
Variabel selanjutnya adalah kultur, atau tingkat kepandaian atau intelektualitas seseorang. Semakin dia pandai maka dia akan lebih berdaya menghadapi perkara hukum dibanding yang bodoh atau tidak berpendidikan. Anda yang berpendidikan akan paham hak-hak anda ketika berurusan dengan hukum, dibanding mereka yang tidak berpendidikan (less cultural).
Variabel terakhir dan yang juga sangat penting adalah variabel kontrol sosial. Black mengatakan bila hukum ditegakkan secara lemah, maka untuk menjaga ketertiban di masyarakat, kontrol sosial harus kuat. Juga sebaliknya, bila kontrol sosial lemah, masyarakat apatis, penegakan hukum harus berdaya. Idealnya, hukum dan kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus kuat. Saling mengisi. Bila keduanya lemah, yang terjadi adalah masyarakat dan bangsa yang chaos. Kacau.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi