Perbedaan ideologi politik di Amerika sangat tegas antara kiri dan kanan. Kelangan Demokrat juga demikian. Ada yang moderat tapi ada juga yang sangat ekstrem berada di kiri sehingga dituduh sebagai sosialis dan bahkan sering dituding sebagai komunis. Joe Biden presiden Amerika sekarang adalah kelompok demokrat yang moderat. Biden disebut punya ideologi politik campuran karena dia beragama Katolik tetapi mendukung kebijakan politik liberal seperti hak aborsi bagi perempuan dan pernikahan sejenis bagi LGBT. Gereka Katolik Vatikan tegas melarang aborsi dan pernikahan sejenis, tapi Biden ‘’membangkang’’ terhadap garis politik Vatikan.
Karena tajamnya perbedaan politik dua partai itu maka tidak pernah terjadi fenomena kutu loncat di level politisi senior. Elon Musk bukan anggota resmi Partai Demokrat, melainkan hanya pendukung fanatik. Meski demikian, ketika ia mengumumkan secara terbuka bahwa ia meloncat ke kubu Republik hal itu bisa membawa dampak signifikan, mengingat Musk adalah infuencer yang sangat berpengaruh. Musk semakin berpangruh karena sekarang menjadi pemilik Twitter. Ia akan menggunakan platform berpengaruh itu untuk memperjuangkan ideologi politiknya.
BACA JUGA: Imin vs Yenny
Persaingan Partai Republik vs Partai Demokrat itu mirip dengan persaingan kadrun vs cebong di Indonesia. Bedanya, di Amerika persaingan itu berjalan dalam koridor demokrasi liberal yang sudah mempunyai pondasi konstitusi yang kokoh, sedangkan di Indonesia polarisasinya terjadi dengan saling hujat dan serang sampai tidak mengindahkan etika dan tatakrama.
Fenomena di Indonesia sudah mengarah kepada fenomena dua partai seperti yang terjadi di Amerika. Sejak masa kemderdekaan sampai sekarang, Indonesia menerapkan sistem multi-partai dengan jumlah partai puluhan dan ratusan dalam setiap kontestasi pemilu. Sejak pemilu demokratis pertama pada 1955 sampai pemilu mutakhir 2019 puluhan partai yang berkontestasi itu mempunyai muatra yang sama, yaitu nasionalis dan religius.
Dua aliran utama itu menjadi ideologi semua partai yang ada di Indonesia. Perbedaan ideologi yang terjadi hanya sekadar varian atau faksionalisasi belaka. Perbedaan antara Partai Golkar, Nasdem, Demokrat, Hanura, dan partai-partai sejenis hampir tidak ada kecuali varian-varian saja. Partai-partai yang berazaskan Islam juga tidak banyak bedanya, seperti PKB dengan PPP, atau PAN dengan Partai Umat. PKS pun yang sering disebut sebagai partai konservatif sekarang berusaha bergeser ke tengah menjadi partai yang lebih moderat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi