KEMPALAN: PERSETERUAN Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dengan keluarga almarhum Abdurrahman Wahid sudah lama menjadi rahasia umum. Cak Imin dianggap telah melakukan kudeta jongkok, creeping coup d’etat, dan merebut PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dari kepemimpinan K.H Abdurrahman Wahis alias Gus Dur.
Perseteruan keponakan dengan paman itu sudah terjadi 15 tahun yang silam. Sekarang muncul kembali ke permukaan dan menjadi ramai. Perseteruan seolah hidup kembali setelah Siti Zanubah Arrifah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny berbaku-komentar di media sosial dengan Imin perihal kepemilikan sah PKB.
Yenny Wahid yang sebelumnya mengungkapkan dirinya adalah kader PKB Gus Dur bukan PKB Cak Imin. PKB Gus Dur dan PKB Cak Imin adalah terminologi untuk menyebut kelompok politik pendukung Gus Dur dan Muhaimin Iskandar. Istilah itu juga mengindikasikan bahwa rekonsiliasi antara keluarga Gus Dur dengan Cak Imin belum sepenuhnya terwujud.
BACA JUGA: Boy
Publik sudah lupa ternyata masih ada ‘’PKB Gus Dur’’ seperti yang diklaim Yenny. Selama ini Imin dianggap sebagai penguasa sah, setidaknya dalam 10 tahun terakhir Imin bisa menjadikan PKB sebagai salah satu ‘’trusted ally’’ mitra koalisi terpercaya Jokowi. Imin bisa membawa PKB menjadi partai yang stabil di klasmen tengah sehingga aman dari ancaman degradasi.
Setelah Gus Dur kalah dan PKB Imin dinyatakan sebagai sah maka perseteruan mereda. Perseteruan ikut tertelan bumi setelah wafatnya Gus Dur. Gerakan para pengikut setia Gus Dur melakukan ‘’retreat’’ menarik diri dan lebih fokus pada gerakan budaya ketimbang politik. Kelompok Gusdurian yang tersebar di banyak daerah lebih banyak berkiprah di isu-isu agama, toleransi, dan pluralisme ketimbang berfokus pada politik.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi