Kemudian perampok, diduga empat orang, membongkar brankas. Uang diperkirakan puluhan juta, diambil. Kerugian masih dihitung penyidik.
Empat perampok diduga masuk dari pintu depan, meloncat pagar, membobol pintu. Haryadi yang paling banyak berkomunikasi dengan perampok, mengatakan: “Logatnya seperti orang Jawa. Tapi wajah mereka tertutup masker semua.”
BACA JUGA: Deskripsi Pembunuhan di Hotel Hasma Jaya
Orang pertama yang lepas dari ikatan perampok, Iin di lantai dua. “Saya karena dekat dapur, akhirnya saya bisa meraih gunting dengan kaki. Lalu saya gesek-gesekkan dengan ikatan lakban di tangan,” katanya.
Iin lepas sekitar pukul 04.00. Atau lebih dari dua jam dalam kondisi terikat. Sebab, ia takut karena perampoknya masih di situ, proses membobol brankas di lantai satu. Setelah Iin bebas, ia menolong dua temannya di bawah.
Semua korban tidak melawan, sehingga tidak terluka. Ini pelajaran buat masyarakat, jika suatu saat mengalami hal serupa. Tapi, secara instinktif, orang yang takut dalam ancaman senjata perampok, pasti tidak melawan.
Emily Patterson, pakar keamanan rumah ASecureLife di Amerika Serikat, dalam wawancara dengan Reader’s Digest mengatakan, setelah perampok bersenjata sudah masuk rumah, jangan pernah melawan. Kecuali Anda sudah siap senjata api dan sudah ahli menggunakannya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi