SURABAYA-KEMPALAN: Persebaya Surabaya akhirnya tersingkir dari turnamen Piala Presiden 2022 setelah dalam laga terakhir babak penyisihan Grup C, tim yang ditangani pelatih Aji Santoso ini dikalahkan Bali United dengan skor tipis 0-1.
Sebelumnya, Alwi Alamat dkk hanga bermain imbang 1-1 lawan Bhayangkara FC dan menyerah 1-3 melawan Persib Bandung. Hasil tersebut menempatkan Persebaya finis di posisi juru kunci di Grup C Piala Presiden 2022.
Kendati gagal melaju ke babak berikutnya, tetapi mantan pemain Niac Mitra Surabaya Mohammad Zein Alhadad menilai penampilan Persebaya di Piala Presiden 2022 sudah cukup bagus dan tidak mengecewakan.
Apalagi, lanjut Mamak –panggilan akrab Mohammad Zein Alhahad–, tim Persebaya berisikan banyak pemain baru setelah materi pemain lama banyak yang hijrah ke klub lain.
“Saya lihat tim ini punya prospek bagus ke depan. Secara permainan sudah cukup bagus. Bahkan, semangat juangnya patut diacungi jempol. Bayangkan, melawan Bhayangkara FC yang banyak diperkuat pemain bintang yang sudah padu, mampu ditahan imbang 1-1, bahkan nyaris menang,” kata Mamak, Selasa (21/6).
Demikian pula lawan Bali United, Persebaya hanya kalah tipis 0-1. Hanya saja, menurut Mamak, kekurangan tim ini adalah pada kekompakan tim atau teamwork.
“Saya kira ini wajar karena tim ini banyak berisikan pemain baru. Persiapannya belum maksimal, sehingga belum begitu kompak. Tapi saya yakin Aji Santoso bisa mengatasi kekurangan ini sebelum terjun di kompetisi Liga 1,” ujarnya.
Legenda Niac Mitra dan Timnas Indonesia ini juga menyebut bahwa Piala Presiden 2022 hanyalah turnamen pra-musim. Apapun hasilnya, tidak perlu terlalu dirisaukan. Sebab, tujuan digelarnya turnmen ini adalah untuk melihat dan mengukur kekuatan, baik kekuatan sendiri atau kekuatan lawan.
“Tujuannya apa? Ya untuk menghadapi kompetisi Liga 1 2022/2023. Kecewa itu wajar, tapi yang penting jangan sampai gagal di kompetisi resmi. Dan saya yakin, Persebaya akan bisa memanfaatkan kegagalan di Piala Presiden 2022 untuk berbenah sebelum terjun di Liga 1,” pungkas Mamak Alhadad. (Dwi Arifin)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi