Satresnarkoba Polresta Sidoarjo Ringkus 3 Orang Budak Narkoba

waktu baca 2 menit
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro mengorek keterangan dari salah seorang budak narkoba saat ekspos kasus di Mapolresta Sidoarjo, Senin (21/11).

SIDOARJO-KEMPALAN: Satresnarkoba Polresta Sidoarjo berhasil mengamankan tiga orang budak narkoba berinisial TWA (26 Tahun), MNR (20 Tahun) dan AS alias WAHMIL (35 Tahun). Mereka diringkus polisi setelah terbukti sebagai pemakai dan pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi.

Ketiga pria Sidoarjo tersebut ditangkap di tempat yang berbeda di wilayah Sidoarjo pada Senin, 14 November 2022.

Tersangka TWA ditangkap di rumahnya di Ngaglik, Desa Sedenganmijen, Kecamatan Krian, sekira pukul 20.30 WIB.

Saat penangkapan di rumah TWA, polisi menemukan 1 pocket/bungkusan narkotika jenis sabu seberat 0,95 gram dan pipet kaca isi narkotika jenis sabu sisa pakai dengan berat 1,92 gram dan seperangkat alat hisap sabu.

Setelah itu, polisi juga mengamankan tersangka MNR dan menyita barang bukti berupa 8 pocket narkotika jenis sabu berat total lebih kurang 9,12 gram. Polisi juga menyita handphone yang dipakai sebagai alat komunikasi pembelian.

Barang bukti narkoba yang disita polisi.

Saat diinterogasi polisi, warga Desa Jabaran, Kecamatan Balonbendo tersebut mengaku bahwa barang berupa narkotika jenis sabu tersebut adalah hasil membeli dari AS.

Selanjutnya dilakukan pengembangan penyidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka AS alias WAHWIL di dalam rumah di Dusun Sirapan, Desa Kemangsen Balongbendo.

“Polisi menemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu berat 200,88 gram, 36 pocket narkotika jenis sabu berat total 24,80 gram, 41 butir pil ekstasi seberat 14,53 gram, ” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro saat ekspos kasus di Mapolresta Sidoarjo, Senin (21/11/2022).

Adapun terhadap barang bukti tersebut, tersangka AS mengaku adalah miliknya untuk dijual/diedarkan.

Polisi kemudian membawa ketiga tersangka berikut barang bukti ke Polresta Sidoarjo guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda maksimum sepuluh miliar rupiah,” jelas Kusumo. (Muhammad Tanreha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *