Kalau di Amerika mengenakan sepatu karet, perampok di kantor Disdik Tasik, nyeker alias tanpa alas kaki. Tujuannya sama: Mereka bergerak dalam senyap.
Hasil riset Patterson, jalan masuk perampok rumah di Amerika, mayoritas dari pintu depan. Karena itulah paling gampang. Dan, sebagian besar rumah di sana (juga di Indonesia) samping kiri dan kanan, juga belakang, berdempetan dengan orang orang lain.
Rincian pintu masuk perampok: 34 persen melalui pintu depan. 22 persen pintu belakang. 23 persen lewat jendela lantai pertama.
BACA JUGA: Jemput Paksa Nikita Mirzani Ternyata Batal
Perampok lebih suka masuk lewat garasi mobil. Sebab, pintu garasi lebih gampang dibobol dibanding pintu utama. Dan, setelah perampok berada di dalam garasi, maka mereka leluasa membobol pintu penghubung ke dalam rumah. Karena, gerakan mereka tak terlihat dari arah depan rumah.
Setelah proses perampokan berakhir, kata Patterson, jangan sentuh apa pun barang atau lokasi yang sudah disentuh perampok. Karena polisi akan melacak jejak sidik jari, atau berbagai benda, di sekitar titik perampokan.
Perampokan di kantor Disdik Tasikmalaya kini masih disidik polisi. AKP Dian mengatakan: “Percayakan kepada Polri melacak ini. Beri kesempatan kami bekerja.” (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi