Minggu, 19 April 2026, pukul : 16:08 WIB
Surabaya
--°C

IOC Desak Wimbledon Sudahi Larangan Bagi Petenis Rusia-Belarus

LONDON-KEMPALAN: Sebagai petenis yang berkebangsaan Rusia, Daniil Medvedev bisa melaju sampai Putaran Keempat turnamen tenis French Open 2022, 31 Mei lalu. French Open jadi ajang Grand Slam pertama pada tahun ini yang diikuti Medvedev pasca larangan tampil bagi petenis Rusia-Belarus.

Akan tetapi, petenis nomor dua dunia itu belum tentu bisa tampil di dalam ajang Wimbledon, 27 Juni nanti. Komite Olahraga Internasional melalui Presiden Thomas Bach mendesak Wimbledon supaya menyudahi keputusannya melarang petenis Rusia dan Belarus tampil.

’’Lihatlah teman-teman kita semua dari tenis, di Paris para petenis Rusia masih bisa bertanding sebagai atlet netral. Sedangkan, di London, di Wimbledon, pemerintah (Inggris) malah berkata: “Tidak”. Jika kami mengikuti apa yang mereka minta, maka kami akan kalah,’’ sebut Bach.

BACA JUGA: Gara-Gara Invasi Rusia, Status Peringkat Satu Dunia Medvedev Terancam Hilang

Harusnya, lanjut Bach, pihak penyelenggara Wimbledon dapat berkaca dengan turnamen lainnya di Eropa. Termasuk dalam ajang French Open. Menurutnya, pemerintah Inggris dan Wimbledon harusnya tidak mencampur adukkan di antara politik dan olahraga.

’’Ini bertentangan dengan semua prinsip yang kami perjuangkan saat ini. Jika diserahkan kepada pemerintah maka kita hanya akan jadi alat politik dan tidak akan bisa menjamin persaingan yang sehat lagi,’’ tegas Bach.

Dia menyebut, olahraga seharusnya bisa menjadi alat pemersatu antarbangsa yang ada di dunia. Di luar dunia politik tentunya. Bukannya malah terkotak-kotakkan karena pandangan politik negara bersangkutan yang berbeda.

BACA JUGA: Jadi Petenis Nomor Satu Dunia, Ini Kata-Kata Pertama Medvedev

’’Kita hanya bisa mengharap, (dengan olah raga) maka perdamaianlah yang menang,’’ harapnya. Di sisi lain, Medvedev seperti dikutip dari laman Sport, masih mengharap pintu masuk ke Inggris bisa terbuka bagi petenis Rusia dan Belarus seperti dirinya.

’’Jika aku bisa bermain maka aku akan dengan gembira pergi ke Wimbledon. Jika tidak, ya, aku akan pergi ke turnamen lain di hari itu dan bersiap-siap jika musim depan aku sudah bisa kembali ke sana (Wimbledon),’’ tutur petenis juara US Open tahun lalu itu. (Daily Telegraph, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.