Senin, 22 Juni 2026, pukul : 20:49 WIB
Surabaya
--°C

Gara-Gara Invasi Rusia, Status Peringkat Satu Dunia Medvedev Terancam Hilang

ACAPULCO-KEMPALAN: Belum juga menikmati statusnya sebagai petenis nomor satu dunia, Daniil Medvedev sekarang harus mulai waswas kehilangan status yang baru dia sandang pada awal pekan ini.

Bukan karena dia disinyalir melakukan hal-hal yang melanggar sportivitas. Melainkan karena ulah pemimpin negaranya, Vladimir Putin. Sebagai atlet dari Rusia, Medvedev terancam terkena imbas dari invasi Rusia ke Ukraina.

Federasi Tenis Ukraina (UTF) yang sudah mendesak kepada Federasi Tenis Internasional (ITF) supaya melarang petenis Rusia dan Belarus untuk berkompetisi dalam rangkaian grand slam. Seperti yang diungkapkan Dewan Petinggi UTF Seva Kevlych.

BACA JUGA: Jadi Petenis Nomor Satu Dunia, Ini Kata-Kata Pertama Medvedev

“Silahkan jika dia (Medvedev) bermain di ajang ATP Tour, tetapi grand slam adalah agenda ITF jika dia kehilangan kesempatan bermain di grand slam, maka dia takkan pernah jadi petenis nomor satu dunia,” kecam Kevlych.

“Dia seharusnya tak dibolehkan bermain di ajang grand slam French Open, US Open atau Wimbledon. Aku tak peduli mereka (Rusia) juara bertahan Davis Cup dan Billie Jean King Cup. Akan jadi hal yang memalukan jika juara bertahan ditendang dari ajang ini (Davis Cup dan Billid Jean King Cup),” sambungnya.

BACA JUGA  Unesa dan Anjasmara Cetak Rekor Dunia MURI, Satukan 3.000 Jiwa dalam Deklarasi Yoga Inklusif Terbesar

Petenis wanita Ukraina peringkat 15 dunia Elina Svitolina salah satu yang sudah menyatakan sikapnya terhadap Rusia. Svitolina menyatakan dia menolak bertanding dengan petenis Rusia dan Belarus siapapun dalam semua ajang sampai WTA, ATP, dan ITF hanya menerima mereka sebagai atlet dari negara netral.

BACA JUGA: Maaf Djokovic, Berikan Ucapan Selamat Kepada Daniil Medvedev Saat Ini Juga

Komite Olimpiade Internasional (IOC) juga sudah memberikan rekomendasi kepada semua federasi cabang olahraga dan penyelenggara event olahraga termasuk WTA dan ATP supaya tidak membolehkan atlet dari Rusia dan Belarus berpatisipasi dalam ajang mereka.

Dari koleksi poinnya, memang hanya Novak Djokovic pesaing terdekat Medvedev dalam perburuan peringkat satu dunia. Tapi, Djokovic juga belum diterima semua penyelenggara turnamen karena dia menolak vaksin Covid-19. Alexander Zverev dan Rafael Nadal yang bisa diuntungkan jika sanksi benar-benar dijatuhkan kepada Medvedev.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Zverev yang berkebangsaan Jerman itu koleksi poinnya terpaut 1.100 poin dari Medvedev. Sedangkan Nadal masih berjarak 2.100 poin dari Medvedev. Catat, akhir pekan kemarin (26/2) Nadal baru saja menyingkirkan Medvedev dalam semifinal Mexican Open 2022 di Acapulco, Meksiko.

Nadal bahkan yang jadi juaranya. Karena itu, Nadal yang pernah menduduki posisi tersebut akan digadang-gadang bisa menggeser status Medvedev sebagai petenis nomor wahid dunia pada 2022 ini.

Sebenarnya, Medvedev sudah menunjukkan kepada dunia tentang sikapnya terhadap serangan Rusia ke Ukraina. Dia juga menyayangkan keputusan Putin untuk berperang melawan Ukraina. (Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.