Jokowi berambisi untuk menjadi presiden terbaik sepanjang zaman. Hal itu dimaklumi. Semua presiden pasti ingin meninggalkan legasi besar yang bakal dikenang sepanjang masa. Jokowi ingin dikenang sebagai bapak infrastruktur yang menyambungkan wilayah geografis Indonesia yang terpisah-pisah menjadi satu kesatuan yang tersambung.
Proyek infrstruktur menjadi prioritas yang dikebut dengan sungguh-sungguh. Tidak semuanya bisa dimanfaatkan secara optimal, tetapi yang paling penting adalah infrstruktur sudah terbangun. Apapun keadaannya, proyek-proyek infrastruktur inilah yang akan menjadi kebanggaan legasi Jokowi.
Jokowi ingin menasbihkan diri sebagai presiden yang berhasil memindahkan ibukota negara. Presiden Sukarno pernah punya gagasan untuk memindahan ibukota negara ke Kalimantan tetap tidak terealisasi. Presiden Soeharto pernah punya proyek untuk memindahkan ibukota negara ke Jonggol, Jawa Barat, tapi gagal.
BACA JUGA: Jokowi, Biden, dan Elon
Jokowi berambisi untuk melewati kebesaran dua presiden itu dengan memindahkan ibukota negara ke Penajem Paser Utara. Proyek besar dalam waktu yang sangat sempit laksana membangun seribu candi dalam tempo satu malam seperti kisah legenda Bandung Bondowoso. Nyaris mustahil dan penuh dengan jebakan-jebakan yang membahayakan.
Berbagai kritik dan serangan bermunculan, tapi Jokowi tetap jalan terus. Sampai sekarang masih banyak pertanyaan yang tidak terjawab mengenai sumber pendanaan proyek IKN. Beban anggaran negara yang sangat besar akan semakin berat kalau harus menanggung biaya proyek IKN. Sumber-sumber pendanaan dari investasi asing sampai sekarang belum ada yang terealisasi.
Proyek mobil Esemka hampir pasti tinggal kenangan. Proyek investasi Tesla masih meragukan. Daftar proyek gagal Jokowi bisa saja menjadi semakin panjang kalau proyek IKN sampai mangkrak di tengah jalan.
The show must go on, pertunjukan harus terus berjalan. Maju terus pantang mundur. Itulah tekad Jokowi yang mengusung semangat Bandung Bondowoso, sambil berharap ada keajaiban di tengah perjalanan.
Tetapi, harus diingat bahwa sekarang sudah menjelang pagi. Masa kepresidenan Jokowi sudah mendekati fajar. Sebentar lagi ayam berkokok, dan Jokowi—seperti Bandung Bondowoso—kehabisan waktu memenuhi janji-janji besarnya. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi