Selama menjadi duta besar tidak diketahui apakah Tommy juga ditugasi untuk memasarkan Esemka di Singapura. Tidak diketahui juga apakah Tommy sudah inden mobil Esemka setelah melakukan wawancara dengan Jokowi. Yang jelas, Tommy sudah menjadi dubes tapi mobil Esemka belum juga kelihatan muncul di jalan.
Proyek mobil Esemka menjadi utang politik Jokowi yang paling sering ditagih oleh publik yang kritis terhadap Jokowi. Ketika kondisi ekonomi Indonesia goyah oleh antaman pandemi selama dua tahun, proyek Esemka pun tidak terdengar lagi gaungnya. Sekarang, ketika pandemi pelan-pelan sudah mulai menghilang Jokowi tidak berbicara mengenai Esemka, alih-alih berbicara mobil listrik kepada Elon Musk.
Sangat mungkin proyek Esemka menjadi utang politik Jokowi yang tidak bakal tertunaikan. Umur pemerintahan Jokowi hanya tersisa dua tahun, terlalu sempit untuk merealisasikan program mobil Esemka sebagai mobil nasional. Prioritas Jokowi sudah beralih kepada proyek IKN untuk memboyong ibukota Jakarta ke Kalimantan Timur, sebuah proyek mercusuar yang sangat ambisius.
BACA JUGA: UAS
Wacana mengenai perpanjangan masa jabatan kepresidenan Jokowi sudah layu sebelum berkembang dan nyaris tidak terdengar lagi. Dalam sisa waktu yang sangat terbatas ini Jokowi berburu dengan waktu untuk merealisasikan janji-janjinya. Melihat kondisi ini, mobil Esemka menjadi nyaris mustahil untuk direalisasikan.
Proyek mobil nasional sudah pernah dilaunching besar-besaran semasa Orde Baru di bawah Presiden Soeharto. Ketika itu diproduksi besar-besaran mobil ‘’Timor’’ yang disebut-sebut sebagai mobil nasional. Disebut sebagai mobil nasional tetapi bukan produk dalam negeri. Timor diimpor dari Korea dan Indonesia hanya kebagian untuk merakit saja.
Kendati begitu proyek ini diekspos besar-besar sebagai proyek mobil nasional. Proyek besar ini menjadi proyek nepotisme karena melibatkan Tommy Soeharto, anak Soeharto, sebagai produser utama Timor. Proyek ini berjalan beberapa tahun tapi akhirnya mangkrak berbarengan dengan berakhirnya masa kekuasaan Presiden Soeharto.
Proyek mobil nasional Timor menjadi proyek gagal. Meski begitu setidaknya ribuan unit mobil Timor sudah beredar di Indonesia dan terlihat cukup banyak di jalanan. Jokowi—yang sering disebut sebagai peniru Soeharto—gagal meniru proyek mobnas. Kegagalannya bisa lebih buruk lagi dibanding Timor karena Esemka tidak sempat diproduksi sebagai prototipe mobnas.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi