SURABAYA-KEMPALAN: Kontradiksi prestasi melanda Pengprov Hapkido Indonesia Jawa Timur. Kendati digdaya pada nomor tarung (daeryun), provinsi ini justru mandul prestasi pada nomor seni (hyung). Menjawab evaluasi krusial dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, otoritas Hapkido Jatim langsung mengambil langkah taktis guna memutus tren minor tersebut.
Bertempat di Surabaya pada Minggu (17/5), Hapkido Jatim mengumpulkan 20 pelatih terpilih dalam seminar intensif Mugihyung—nomor seni jurus bersenjata yang mencakup manipulasi tongkat ganda, pedang, dan tongkat panjang. Langkah ini merupakan strategi akselerasi untuk membedah kelemahan teknik sekaligus mendongkrak perolehan medali Jatim di panggung nasional.
Ketua Hapkido Jatim, Ivan Risvianto, tanpa tedeng aling-aling mengakui adanya ketimpangan performa yang mencolok pada anak asuhnya.
“Kami lemah di nomor seni. Saya ingin Jawa Timur setara, bahkan melampaui dominasi provinsi lain. Peningkatan kompetensi pelatih ini menjadi fondasi absolut karena nomor seni, baik tangan kosong maupun bersenjata (Mugihyung), menuntut pemahaman filosofis dan presisi teknik yang sangat spesifik,” ujar Ivan.
Evaluasi Menohok KONI Jatim

Ketimpangan ini rupanya menjadi catatan merah dalam radar evaluasi KONI Jawa Timur. Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa profesionalisme pelatih adalah variabel utama yang tidak bisa ditawar jika Jatim ingin keluar dari zona keterpurukan nomor seni.
“Pelatih harus profesional. Bagaimana mungkin melahirkan atlet profesional jika arsitek taktiknya sendiri belum maksimal?” kritik Nabil tajam.
Nabil mengapresiasi respons cepat Hapkido Jatim, namun ia mengingatkan agar standardisasi kepelatihan ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. Pelatih wajib mentransformasikan keterampilan, sekaligus merestorasi mentalitas bertanding para atlet nomor seni yang selama ini terpuruk.
Demi memutus kebuntuan tersebut, Hapkido Jatim mendatangkan Grandmaster Vincentius Yoyok Suryadi untuk menggembleng langsung para pelatih. Melalui transfer ilmu berbasis sains olahraga dan pendalaman seni Mugihyung ini, Jatim menargetkan regenerasi atlet seni yang siap merebut hegemoni medali emas pada kejuaraan nasional mendatang.
(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi