KEMPALAN :
Pernahkah melihat NPD (narcissistic personality disorder) terluka egonya? Rasanya seperti melihat topeng mahal jatuh ke lantai. Di luar mungkin masih senyum, tapi di dalam sarat badai. Karena hidup mereka dibangun di atas : validasi, kontrol, dan citra sempurna.
Begitu tiga tiang itu goyang, dunia mereka runtuh pelan-pelan.
Pesan kuat di atas disampaikan oleh akun TikTok ‘Ratuhapis’, yang VT-nya mampir di beranda akun TikTok saya.
Yang paling menusuk bagi NPD, tulis ‘Ratuhapis’ di caption, bukan teriakan, tapi sikap yang sudah dingin dari (mantan) korban NPD.
Deskripsi ‘Ratuhapis’ mempersonifikasi dengan ‘kamu’. Begini poin-poinnya.
Yang paling bikin panas:
- Diabaikan total.
Tidak dikejar, tidak ditanya kabar, story kamu tidak lagi tentang dia. Bagi NPD, diabaikan = tidak ada. Itu hukuman paling kejam buat ego yang lapar panggung.
- Nggak dapat reaksi.
Dia mancing marah, sedih, cemburu, tapi kamu balas datar. Tanpa suplai emosional, dia kelaparan.
- Kamu bahagia tanpa dia.
Ini tamparan paling telak. Dia mau kamu hancur setelah ditinggal. Begitu kamu justru glow up, sehat, dikelilingi orang-orang tulus, ilusi “aku paling penting” pecah.
- Topengnya kebongkar.
Dibuktikan bohong di depan orang, dikritik tanpa bisa membela, atau kehilangan image “si paling baik”. Reputasi itu oksigennya. Sekali tercemar, dia panik.
Kenapa ketidakpedulian lebih sakit dari amarah?
Karena marah berarti kamu masih peduli. Masih terikat. Masih bisa diputar.
Tapi saat kamu sudah netral, tidak benci tapi juga tidak berharap, game selesai. Dia tidak punya tombol lagi untuk ditekan. Kamu sudah keluar dari panggung yang dia sutradarai. Dan NPD paling takut ditinggal sendirian tanpa penonton.
Jadi kalau kamu di fase ini, bertahanlah di sikap tenang itu. Jangan kasih klarifikasi, jangan ladeni debat, jangan buka celah. Sembuhkan dirimu diam-diam. Biar dia sibuk cari suplai baru, kamu sibuk bangun hidup baru.
Ego yang terluka itu bukan urusanmu lagi. Urusanmu sekarang cuma satu: memastikan kamu tidak pernah balik ke tangan yang sama.
Bagaimana sikap orang-orang yang pernah bersinggungan dengan “pasien” NPD?
Begini pendapat mereka di kolom komentar.
Akun ‘ayamnya queen’ menulis : “self love. Keep mental healty lebih penting”.
Lantas disusul komen akun ‘alifa’ : “Aamiin. Saat ini aqu ada di fase ini. Sedang berupaya bangkit tanpa sakit”.
Akun ‘kontak anda’ menulis menyusul: “Sudah cut off.”
Sedangkan ‘niehadri’ berkomentar: “Alhamdulillah sudah gak respek. Sayang diri sendiri.”
Begitulah pendapat mereka yang pernah hidup dekat dengan NPD.
O ya, ada lagi yang menarik.
“Sikapi dengan santay ajah… Jangan pernah ngejar….dia bakal bingung sendri nanti…” sebagaimana ditulis oleh akun ‘edelweiss’. (AM).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi