Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 13 Mei 2022 16:48 WIB ·

Poltak


					Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul. (Foto: Ricardo/JPNN.com) Perbesar

Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul. (Foto: Ricardo/JPNN.com)

KEMPALAN: RUHUT Sitompul dianggap menghina Anies Baswedan dengan mengunggah foto editan menggambarkan Anies memakai atribut tradisional Papua. Ruhut dilaporkan ke polisi, tetapi ia berkilah tidak tahu bahwa foto itu palsu dan dia mengaku mendapatkannya dari orang lain.

Belum berselang lama, beberapa waktu yang lalu seorang pemuda viral di media sosial karena menyebut Anies sebagai ‘’orang Yaman’’. Kali ini unggahan Ruhut juga menjadi viral. Dua unggahan itu berbeda, tapi ada unsur kesamaannya, yaitu mempermasalahkan etnisitas Anies.

Ruhut Sitompul, sering disebut sebagai si Poltak, sudah sangat dikenal sebagai bagian dari kubu yang berseberangan dengan Anies. Pada pilkada 2017 Ruhut menjadi jurubicara pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat yang dikalahkan oleh pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Ruhut dikenal terampil dalam berakting di televisi. Perannya sebagai Poltak si Raja Minyak dalam sinetron televisi membuat namanya dikenal publik. Penikmat sinetron senang dengan gaya si Poltak yang kental dengan logat Batak lengkap dengan gayanya yang alot dan kenyal.

Keterampilannya dalam dunia akting menjadi modal yang penting bagi Ruhut ketika terjun ke dunia politik. Ia pintar berganti-ganti peran ketika bermain di panggung politik. Ruhut dikenal sebagai salah satu politisi yang lincah, bisa bergerak lincah kesana kemari.

Ia pernah menjadi anggota Golkar semasa Orde Baru dan sempat menjadi salah satu pengacara Soeharto.  Di era reformasi ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden pada 2004 Ruhut meloncat ke Partai Demokrat. Setelah SBY lengser, Ruhut pun meloncat ke partai penguasa, PDIP.

BACA JUGA: People Power

Sebagai etnis Batak Ruhut punya pengalaman terhadap kebhinekaan. Ia pernah menikah dengan perempuan Jawa sehingga punya pengalaman langsung mengenai budaya Jawa. Ruhut tentu paham bahwa etnisitas yang beragam di Indonesia menjadi ingredient utama kebhinekaan yang menjadi tulang panggung NKRI.

Bangsa Indonesia sudah menyepakati konsensus nasional dengan melepas latar belakang etnis dan semua hal yang berbau feodalisme, untuk bersama-sama membangun negara bangsa pada momen kemerdekaan 17 Agustus 1945. Negara bangsa dan demokrasi dipilih oleh bangsa Indonesia sebagai entitas dan sistem pemerintahan baru untuk memutus rantai feodalisme penjajahan di masa lalu.

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Cacar Monyet

21 Mei 2022 - 17:24 WIB

Reputasi Segalanya

21 Mei 2022 - 08:00 WIB

Laut Bercerita

20 Mei 2022 - 16:15 WIB

Monas Lokal

20 Mei 2022 - 08:00 WIB

Tesla dan Esemka

19 Mei 2022 - 17:15 WIB

PKB Daun Salam

19 Mei 2022 - 08:00 WIB

Trending di Kempalpagi