SURABAYA-KEMPALAN: Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Muhammad Sarmuji menyatakan hingga saat ini tidak ada isu Munaslub di Golkar Jatim.
“Dari mana kabar itu? Tidak ada angin tidak ada hujan tiba tiba terhembus isu Munaslub,” kata M. Sarmuji menanggapi isu Munaslub untuk mengganti Airlangga Hartarto, Kamis (12/5) malam.
Menurut Sarmuji, saat ini DPD Provinsi, DPD kabupaten/kota, PK (kecamatan) dan desa/kelurahan, tengah konsentrasi dua moment penting, yakni sukses Pemilu Presiden dan Pemilu Legisltif.
Sebaliknya Airlangga Hartarto selaku Menko Ekonomi tengah konsentrasi melakukan pemulihan ekonomi nasional. Mall sudah buka lagi, pasar sudah ramai, selama lebaran 1443 H situasi di desa sangat longgar sehingga masyarakat bisa silaturahmi ke keluarga tanpa dibayang-bayangi Covid-19.
Ditemui usai hajatan mengkhitankan dua putranya Prabu Linuwih M. A’dhom dan Narendra Mukti M. Aqeel, Wakil Ketua Komisi Vl DPR RI ini menyatakan, situasi DPD l Golkar Provinsi dan 38 DPD ll Golkar Kabupaten/Kota se-Jawa Timur sangat solid bekerja. “Bisa dicek sendiri. Mungkin para ketua DPD malah kaget mendengar isu itu,” tegas Sarmuji.
Teman teman di DPD ll, lanjut dia, saat ini lagi sibuk mengampanyekan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden 2024, juga mempersiapkan Pileg baik secara administrasi maupun elektoral.
Menurut Sarmuji, musyawarah Luar Biasa (Munaslub) itu tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Munaslub bisa dilakukan dengan ketentuan harus ada usulan 2/3 dari jumlah DPD sesuai AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) Partai.
Lalu, Ketua Umum berhalangan tetap, melanggar AD/ART, atau mengundurkan diri. Semua yang ditentukan oleh AD/ART tidak terjadi.
Karena itu, ia berharap isu itu tidak mempengaruhi kerja DPD Kab/Kota untuk mempersiapkan Pilpres dan Pileg.
“Insya Allah kita akan tetap bekerja sebagaimana biasa. Soliditas Golkar Provinsi dan 38 Golkar kabupaten/Kota di Jawa Timur sangat terjaga,” pungkas Sarmuji. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi