Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 06:28 WIB
Surabaya
--°C

Tsamara

Tidak gampang membuat partai yang bisa menarik anak-anak milenial yang umumnya dianggap alergi terhadap politik. Tetapi PSI dengan dukungan modal yang cukup dan strategi marketing yang tajam bisa menjadi daya tarik bagi anak-anak muda.

Puluhan partai politik yang muncul pasca reformasi tidak ada satu pun yang segmentasinya fokus kepada anak muda seperti PSI. Politisi senior Din Syamsudin sekarang membidani partai anak-anak muda bernama Partai Pelita. Masih harus dilihat apakah ‘’partai anak muda yang didirikan orang tua’’ ini bisa berbicara pada perhelatan politik 2024.

BACA JUGA: Bapak Tiga Periode

Partai Pelita memperebutkan ceruk kecil yang selama ini sudah padat dan sesak oleh banyak partai yang berorientasi Islam. Meskipun partai ini dipimpin oleh anak-anak muda dan  ceruk yang dibidik adalah ceruk milenial, tapi partai ini tetap akan dilihat sebagai partai yang dikendalikan oleh orang tua, terutama karena peran Din Syamsudin sebagai ketua Majelis Permusyawaratan Partai.

BACA JUGA  Lompati Batas Negara: Labschool UNESA Resmi "Kawinkan" Kurikilum dengan Taiwan Cetak 'Global Citizens'

Partai Pelita akan membidik kelas milenial muslim perkotaan. Pangsa ini sudah menjadi bidikan ‘’partai-partai tua’’ seperti PAN dan PKS. Kemudian muncul juga Partai Ummat bentukan Amien Rais, dan partai-partai lain yang berebut suara di kanan seperti Partai Masjumi dan lainnya.

Selain berebut kue yang sama persis dengan PAN, Partai Ummat juga terlihat ingin merebut pemilih muda muslim perkotaan. Pengangkatan Ridho Rahmadi, menantu Amien Rais, sebagai ketua umum menunjukkan upaya Partai Ummat untuk memperluas konstituennya pada pemilih muda. Ini berarti akan terjadi perebutan head to head dengan Partai Pelita. Persaingan lama antara Din Syamsudin vs Amien Rais berlanjut dalam bentuk perang proxy dua partai baru itu.

BACA JUGA  Konsistensi Tanpa Henti: Gribin Volleyball Club Kembali Pasok Talenta ke Skuad Porprov Surabaya

BACA JUGA: Cak Imin

Fokus Partai Ummat adalah bersaing memperebutkan pemilih kelas menangah kota yang umumnya berafiliasi dengan gerakan Islam modernis, terutama Muhammadiyah. Pangsa ini sudah lama menjadi lahan garapan PAN yang tidak mudah ditembus partai lain, termasuk oleh PKS. Karena fokus bersaing dengan PAN, Partai Ummat tetap terlihat sebagai ‘’old party’’ meskipun dipimpin oleh anak muda.

Dengan peta persaingan seperti ini posisi PSI sebagai partai milenial sampai sekarang masih belum mempunyai pesaing yang riil. Masih harus dilihat apakah Partai Pelita punya kapasitas untuk menyaingi PSI. Tampaknya Partai Pelita masih akan sibuk berebut ceruk tengah dengan PAN, PKS, dan Partai Ummat, sehingga belum akan fokus menjadi pesaing PSI.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.