Memperingati Pertempuran Hastings, Kemenangan Normandia atas Inggris

waktu baca 2 menit
Bagian dari Bayeux Tapestry yang menunjukkan Adipati William melepas helmnya. (Castle Studies Trust)

KEMPALAN: Abad Pertengahan mungkin adalah salah satu abad dengan jumlah pertempuran maupun peperangan yang cukup banyak di Eropa, salah satunya adalah The Battle of Hastings yang dimulai pada 14 Oktober 1066 dalam memperebutkan takhta Kerajaan Inggris.

Pertempuran ini adalah hasil perebutan antara Harold the Saxon dengan William, Adipati Normandia. Sang adipati rela menyeberangi Selat Inggris guna mendapatkan takhta yang ia anggap merupakan haknya. Ia meninggalkan kerajaannya di bawah kendali istrinya, Matilda dari Flanders.

Bangsa Normandia sendiri sebenarnya adalah keturunan dari Bangsa Viking yang menempati wilayah Normandia di Prancis, maka dari itu mereka suka berpetualang, tidak hanya William yang pergi ke Inggris, namun juga Bohemond yang berangkat untuk Perang Salib pertama dan menjadi Pangeran Antiokhia, serta penaklukan Italia Selatan di bawah panji Robert Guiscard.

Pertempuran Hastings ini berakhir dengan kemenangan William atas Harold dan menjadikannya Raja Inggris sekaligus Adipati Normandia. Kemenangan William ini mengubah gelarnya “the Bastard” menjadi “the Conqueror” dan kemenangannya diabadikan dalam Bayeux Tapestry.

Konon kabarnya, dalam pertempuran itu, telah tersebar isu bahwa William mati terbunuh. Isu ini merusak moral para pasukan Normandia yang bersiap-siap melarikan diri dari medan perang, namun William melaju dengan kudanya sambil melepas helmnya agar semua pasukannya bisa melihat bahwa dirinya masih hidup, sehingga kemenanganpun tercapai, seperti yang digambarkan dalam Bayeux Tapestry.

Momen tersebut…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *