sinung nugroho
Ternyata polarisasi itu masih terjadi, bahwa yg bukan kelompoknya “pasti salah” itulah doktrin yg masih dipegang erat2 oleh 2 kubu. Semoga kubu “diam” jumlahnya jauh lebih banyak
Pedro Patran
Aneh..! Gara² artikel Disway hari ini (yg jelas² bukan kàrya Abah), dan itu sebagai upaya “cover both side”, eh.. malah Abah di kadrun-kadrun kan. Sabaar.. Abah..
Pryadi Satriana
Skrg ini sdh ada yg nggak mau lagi baca tulisan Abah krn dianggap gak objektif, ada jg yg bilang Abah itu kadrun berbaju nasionalis, saya sendiri menganggap Abah “meh kadrun” krn gampang dipengaruhi hal2 yg berbau kadrun, yg – kalau mengingat usia, latar belakang, dan pengalaman Abah – rasanya agak naif juga. Atau, mungkin juga Abah “sengaja kumat” supaya lapaknya rame. Siapa tahu? Maaf kalau ada yg kurang berkenan. Salam.
Pryadi Satriana
Maunya Pak DI sih membuat “penyeimbang” tulisan ttg AA. Dimuatlah tulisan “orang asing” ttg AA, yg memasalahkan AA: kok H- index Scopus “cuma” = 1? Pak DI “gumun”: kok dosen senior di UI H-Index Scopus-nya = 1? Pak DI lupa 3 hal:
1. Harus hati2 menyikapi orang asing.
2. Harus hati2 menulis atau berkomentar di forum publik: YM dibilang ustad paling sabar, ternyata … Anda sudah tahu.
3. Ojo gumunan. Ojo kagetan. Dikirimi berita “heboh” langsung dimuat atau dijadikan bahan tulisan: ttg Taliban, ttg Dirut Garuda, ttg Terawan vs IDI, dan ttg yg dimuat hari ini.
Harus hati2, Bah. Pembaca Abah semakin banyak, saya “promokan” ke bbrp teman juga. Jangan sampai nanti teman2 saya itu berkomentar ke saya,” Pry, tulisan Dahlan Iskan memang enak dibaca walaupun lebih baik gak baca.”
Sehat selalu ya, Abah. Tetap semangat menulis. Salam. Rahayu.
Anto Jr
Apapun isinya tulisan yang ada di disway tak baca, sing bosen biarin rak sah diurusi, isi tulisan mau kadrun, cebong, kampret, asu, luwak, kadal, kucing, banteng tak woco kabeh,
teruskan abah menulis yang bosen baca biarin, hidup adalah pilihan toh semua pada akhirnya pada milih mati ngono ae
Otong Sutisna
Saya terpana liat komen sampai 336, luar biasa….bikin sariawan, semuanya serius, malah yerempet pada hal-hal pribadi….moga-moga komennya hanya di pikiran ga sampai ke hati….
#damai Indonesia ku
amar and family
AA ini sudah jadi tersangka sejak tahun 2017. Namun kenapa aparat tidak juga memprosesnya? Bahkan pengadilan sudah memutuskan agar status tersangka AA diproses. Mau bilang apa coba? Masih adakah keadilan di negeri ini? AA
Jimmy Marta
Biasanya kalau baca disway ada yg bikin saya senyum2 kecil , banyak komentar yg bikin tertawa. Tapi hari ini artikelnya bikin senyum kecut dan komentarnya ….ahhh…
Ayo bli LP dan ko Liam panggil pawang hujan. Panas sekali cuaca hari ini…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi