Menu

Mode Gelap

Kempalanda · 17 Apr 2022 07:18 WIB ·

Kenikmatan dan Keutamaan Sabar serta Balasannya


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Renungan Ramadhan 16 

Oleh Ferry Is Mirza

Wartawan Utama, Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim

KEMPALAN: Bulan suci Ramadhan diturunkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala penuh barakah, rahmat dan maghfirah. Segala ibadah kita di bulan turunnya Al Qur’an dan didalamnya ada Laitul Qadar –lebih baik dari 1000 bulan– ini, Lillahi Ta’ala, hanya untuk Allah.

Kemarin, kita merenungkan bahwa bulan Ramadhan Menempa Kesabaran. Di hari ke 16 puasa ini, mari kita merenung atas Kenikmatan dan Keutamaan Sabar serta balasannya.

Sabar adalah perisai dan senjata ampuh bagi orang yang beriman.
Dalam surat Al-Imran (3) : 42, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
“Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata bagi orang yang sabar”

Masih banyak lagi ayat-ayat yang menjadi petuah bagi ummat manusia untuk mematrikan diri dalam kesabaran. Hidup adalah sebuah perjalanan dan sabar merupakan landasan dalam berpijak. Orang yang tidak sanggup bersabar akan mudah terpuruk ketika diterpa masalah dalam hidupnya.

Imam Al-Ghazali pernah mengatakan, orang yang tidak sabar dengan musibah akan lebih menderita dari pada musibah itu sendiri. Orang yang tidak sabar tidak akan mencapai kematangan jiwa dan tidak mampu menyerap ketenangan batin. Bahkan dalam banyak kisah menunjukkan bahwa sabar telah mengantarkan pada kewalian seseorang.

BACA JUGA: Ramadhan Menempa Kesabaran

Apalagi dalam konteks kehidupan yang sesungguhnya, semakin tinggi pohon menjulang, makin kencang angin yang menerpa, makin kukuh iman seseorang, makin besar badai ujian yang menerjang. Itulah secercah ungkapan yang sejatinya yang merangsang ruang kesadaran setiap orang, bahwa ketika mendapatkan kesulitan, musibah atau sesuatu yang tidak diinginkan, tidak disukai dan tidak diharapkan dalam hidupnya, untuk tetap bersabar, tidak berkeluh kesah, marah, mengumpat, mengutuk dan bahkan yang paling tragis mendoakan keburukan kepada orang lain yang dianggap bersalah.

Untuk meneguhkan kesabaran ke dalam hakekat yang sesungguhnya sebenarnya bertumpu pada kesadaran kolektif ummat terhadap keberadaannya sebagai “Makhluk Membaca”, yakni membaca realitas hidup, menghayati dan meresapi berbagai peristiwa dan dinamika dalam hidupnya, ke dalam keimanan dan ketauhidan yang sungguh-sungguh.

Ouputnya, yakni senantiasa bersyukur dan bertawakal. Oleh karena itu, konsep dasarnya adalah membaca manusia, membaca alam dan membaca seluruh ciptaanNya.

Dalam konteks yang lebih spesifik, tentu tulisan ini bermaksud hendak mengetuk hati, menggugah nurani siapapun, bahwa dalam merajut kehidupan ke arah yang lebih baik, kita perlu meneguhkan sikap sabar sebagai perisai untuk terus maju. Ketika seseorang yang tengah merintis usaha memperbaiki kondisi kehidupan ekonomi keluarga misalnya, sudah pasti tidak terlepas dari berbagai rintangan, tantangan dan kendala yang menghadang, maka sabar adalah sikap yang harus terpateri sembari kita terus berikhtiar untuk mengatasi berbagai rintangan itu dengan penuh keteguhan iman.

Demikian juga, berbagai konflik, perseteruan, kebencian, dendam dan berbagai penyakit hati lainnya tidak akan pernah menggejala, jika kita mampu berdialog dengan diri sendiri. Yakni dialog yang bertumpu pada keimanan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu menguji hambaNya untuk meraih kebaikan.

Setiap tetes keringat kesusahpayahan dari seorang hamba merupakan butir-butir permata yang akan dituai di suatu masa yang telah dijanjikan.

Bagi orang yang beriman semua kenyataan entah sukses atau gagal selalu terlihat menakjubkan karena sikap sabar yang ia hadirkan ketika mendapatkan masalah dan bersyukur ketika mendapatkan nikmat.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhamad Shalallahu Alayhi Wasallam :
“Memang sangat menakjubkan keadaan orang yang beriman. Segala urusan sangat baik baginya. Hal itu tidak akan terjadi kecuali apabila seseorang beriman mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, suatu hal yang sangat baik baginya. Dan apabila tertimpa kesusahan, dia bersabar, suatu hal yang juga sangat baik baginya”.
(HR Muslim)

Salah satu nama Ramadhan adalah ‘syahrush shabr’, yaitu bulan kesabaran. Sabar diartikan sebagai tahan menghadapi cobaan, tidak mudah marah, dan tidak lekas putus asa. Sabar juga berarti tenang dan dapat mengendalikan emosi dan diri saat diterpa banyak godaan dan ujian.

Keutamaan dan janji Allah untuk orang yang sabar banyak terdapat di dalam Alquran. Berikut keutamaan dan balasan bagi orang yang sabar.

1. Kesudahan yang baik

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjanjikan orang-orang yang sabar menuai kesudahan yang baik setelah melewati cobaan dan ujian yang diberikan.
Janji Allah ini terdapat dalam surat Hud ayat 49 dan Ar-ra’d ayat 22.
“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),”

2. Keberuntungan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga bakal memberikan keberuntungan bagi orang-orang yang sabar, sesuai dengan surat Ali Imran ayat 200.
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung,”

3. Disukai Allah

Sesuai surat Ali Imran ayat 146, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman Allah menyukai orang-orang yang sabar.

Dalam surat Al-Anfal ayat 46 dan Al-Baqarah 249 disebutkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala bersama orang-orang yang sabar.

4. Diberi petunjuk

Allah bakal memberikan kabar gembira, petunjuk, berkah, dan rahmatNya kepada orang-orang yang sabar. Hal ini sesuai dengan surat Al-Baqarah ayat 155-157.
“… Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk,”

5. Martabat yang tinggi di surga

Di akhirat, Allah menjanjikan martabat yang tinggi bagi setiap orang yang menjalani kehidupan di dunia dengan sabar.
“Mereka itulah orang yang dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,” Alquran surat Al-Furqan ayat 75.

Semoga di bulan suci Ramadhan ini kita mampu melatih kesabaran diri dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganugerahkan keutamaan sabar dan pahalaNya.

InsyaAllah dengan kebesaran jiwa dan kelapangan hati, kita menjadi insan dan pribadi yang tangguh. Karena sesungguhnya, sabar itu indah.

fimdalimunthe55@gmail.com

Artikel ini telah dibaca 168 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Oligarki Digital dan Zombie Metaverse

18 Mei 2022 - 06:44 WIB

Untung Ada Vina Panduwinata & Reza Artamevia Menemani Keliling Melbourne

17 Mei 2022 - 20:06 WIB

Kunci Ketenangan

17 Mei 2022 - 07:50 WIB

Demo Mahasiswa dan Reproklamasi Republik

15 Mei 2022 - 07:43 WIB

Oligarki Merampas Masa Depan Mahasiswa

14 Mei 2022 - 09:38 WIB

Melbourne Kota Ternyaman Dunia namun Kejam bagi Perokok

12 Mei 2022 - 10:46 WIB

Trending di kempalanalisis