Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 06:23 WIB
Surabaya
--°C

Masinton dan Brutus

Itulah gambaran kisah ‘’The Emperor’s New Clothes’’. Para penjilat di sekitar sang kaisar memuja-muji setiap hari sehingga sang kaisar tidak menyadari ada api dalam sekam yang setiap saat siap meledak.

Akhirnya sekam benar-benar terbakar, dan sang emperor terlambat menyadari, sampai akhirnya para penjilat di sekitarnya meninggalkannya sendirian. Para pembantu yang selama ini dianggapm sebagai orang-orang yang setia, satu persatu menjadi Brutus yang mengkhianati Soeharto.

Episode Soeharto tidak mustahil akan berulang. L’histoire se Repete, sejarah selalu mengulangi dirinya karena manusia tidak pintar belajar dari sejarah. Satu-satunya yang kita pelajari dari sejarah adalah bahwa kita tidak pernah belajar dari sejarah. Begitu kata Hegel.

BACA JUGA: Voltaire

Jokowi tidak tegas menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan tiga periode. Karena itu ia berhadap-hadapan secara diametral dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sudah memberinya tiket kepresidenan dua periode. PDIP tegas menolak wacana perpanjangan jabatan kepresidenan.

Sementara ini pertarungan masih terjadi dalam bentuk perang dingin. PDIP tidak meyerang Jokowi secara langsung. Yang menjadi sasaran tembak sekarang adalah Luhut The Prime Minister. Tetapi, cepat atau lambat, eskalasi akan makin meningkat, dan perang terbuka tidak terhindarkan.

The show down, perang terbuka, antara Jokowi melawan PDIP tidak terhindarkan. Siapa mengkhianati siapa. Itulah pertanyaannya. Pada saatnya, kedua kubu harus memilih dan membuat keputusan. To be or not to be, that’s the question, kata Shakespeare.

BACA JUGA: Demo Mbah Nun

Dalam setiap episode politik selalu ada Brutus. Pun dalam sejarah politik Indonesia di era Jokowi sekarang, banyak Brutus bermunculan, datang dan pergi. Siapa yang menjadi Brutus sulit diterka sebelum cerita berakhir.

Nanti di akhir episode akan terungkap. Ketika Caesar meregang nyawa dan baru menyadari bahwa Brutus telah bersekongkol dengan beberapa senator dan menikamnya dari belakang puluhan kali.  Ketika sekarat dan menarik nafas terakhir Caesar kaget melihat Brutus, lalu berkata, “Et tu, Brute?”, Bahkan, engkau juga, Brutus? (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.