Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 17 Apr 2022 13:20 WIB ·

Masinton dan Brutus


					ILUSTRSI: Kolase: Kempalan.com Perbesar

ILUSTRSI: Kolase: Kempalan.com

KEMPALAN: DALAM setiap situasi genting selalu muncul ‘’unlikely hero’’, pahlawan yang tidak terduga. Dalam situasi kritis di sebuah titik sejarah muncul seorang Naga Bonar, pencopet yang menjadi pemimpin perlawanan melawan Belanda di Sumatera Utara. Masyarakat Inggris mengenal Robin Hood, begal budiman yang membagi-bagikan hasil rampokannya untuk rakyat miskin.

Naga Bonar adalah tokoh fiktif hasil rekaan sutradara Asrul Sani yang membuat film layar lebar pada 1987. Kisah itu diilhami oleh cerita nyata seorang preman bernama Timur Pane di Medan, yang kemudian menjadi pemimpin perjuangan yang sangat gigih melawan Belanda. Timur Pane kemudian dikenang sebagai pahlawan budiman ketimbang preman tukang begal.

Lanskap politik Indonesia beberapa waktu belakangan ini ramai oleh munculnya dua aktor politik dari Sumatera Utara. Luhut Binsar Panjaitan, tidak pelak, telah muncul sebagai lakon dalam drama politik wacana perpanjangan masa jabatan kepresidenan. Luhut ‘’the prime minister’’ atau setidaknya perdana menteri bayangan, telah menjadi ‘’villain’’ penjahat dalam lakon ini, karena dianggap berbohong dengan big data yang dicurigai sebagai bodong.

Aktor lainnya juga muncul dari Sumatera Utara. Dialah Masinton Pasaribu, salah satu anggota DPR dari PDIP, yang dengan lantang menuntut Luhut supaya mengundurkan diri. Masinton menganggap Luhut berbohong dengan big data yang menyatakan bahwa 110 juta pemilih Indonesia menghendaki pemilu 2024 ditunda.

BACA JUGA: Face Recognition

Selain Masinton ada juga ‘’the unlikely hero’’ lainnya, yaitu Ketua DPD (Dewan Perwakilan Daerah) La Nyalla Mahmud Mattalitti. Ia  juga dengan tegas menyebut big data Luhut bodong dan bohong. Beberapa waktu terakhir La Nyalla menjadi salah satu tokoh yang paling gencar menolak wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjang masa kepresidenan menjadi 3 periode.

Posisi La Nyalla sebagai Ketua Pemuda Pancasila (PP) Jawa Timur menjadikannya sebagai ‘’unlikely hero’’. Selama ini La Nyalla sering disalahpahami sebagai ‘’ketua organisasi preman’’ karena aktivitasnya di PP. Tetapi, di tangan La Nyalla PP Jawa Timur bertransformasi menjadi organisasi yang aktif di berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan keagamaan.

La Nyalla secara resmi tidak berparpol meskipun ia sempat aktif di Partai Patriot bentukan ketua PP Pusat Japto Soerjosoemarno. Meski begitu, dengan posisinya sebagai ketua DPD ia mempunyai legitimasi yang kuat untuk menunjukkan keberpihakan politiknya menentang wacana penundaan pemilu.

BACA JUGA: Harvey

La Nyalla tegas menyebut big data Luhut bohong. Tapi La Nyalla tidak meminta Luhut mundur karena, menurutnya, urusan resafel adalah prerogratif presiden. Beda dengan La Nyalla, Masinton dengan tegas menuntut Luhut supaya mundur dari kabinet.

Masinton bahkan tegas menyebut Luhut sebagai Brutus yang berpotensi mengkhianati kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Isu Brutus di Istana Kepresidenan sudah sering kali muncul. Kali ini isu Brutus muncul lagi seiring dengan menghangatnya temperatur politik. Muncul kecurigaan bahwa di sekitar Jokowi ada Brutus.

Artikel ini telah dibaca 282 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Upacara Baijiu

17 Mei 2022 - 08:00 WIB

Jokowi, Biden, dan Elon

16 Mei 2022 - 16:11 WIB

一百二十

16 Mei 2022 - 08:00 WIB

Shireen

15 Mei 2022 - 10:17 WIB

Stereo Adharta

15 Mei 2022 - 08:00 WIB

Lockdown Sapi

14 Mei 2022 - 17:05 WIB

Trending di Kempalpagi