Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 11 Apr 2022 18:05 WIB ·

Demo Mbah Nun


					Cak Nun saat memberikan ceramah di Gedung Utama Sekolah Partai PDIP. (Foto:Tangkapan layar) Perbesar

Cak Nun saat memberikan ceramah di Gedung Utama Sekolah Partai PDIP. (Foto:Tangkapan layar)

KEMPALAN: Hanya seorang Cak Nun yang bisa melakukannya. Diundang untuk memberi tausiyah Ramadhan di kantor pusat PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun malah menjadikan tuan rumah sebagai sasaran kritik pedas.

Dari seorang kiai mbeling yang masih muda dan tidak mengenal takut Emha sekarang bertransformasi menjadi Mbah Nun sesuai dengan perkembangan usianya yang menyentuh kepada 7. Tapi, gaya pidatonya tidak berubah dibanding ketika masih muda, malah sekarang Mbah Nun lebih minandita dan ucapannya lebih mak jleb.

Mbah Nun diundang langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memberi tausiyah di depan peserta sekolah PDIP di markas besar Lenteng Agung, Ahad (10/4). Tapi, alih-alih memberi puja puji Cak Nun malah menampol dengan menyebut Presiden Jokowi sebagai presiden yang bener tapi belum pener.

Sepanjang akhir pekan ini perbincangan publik banyak diwarnai oleh rencana demonstrasi besar mahasiswa yang dikoordinasikan BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia). Kabar beredar bahwa aka nada tuntutan agar Jokowi mundur. Kabar beredar bahwa demo mahasiswa kemungkinan disusupi dan ditunggangi oleh kepentingan politik.

Ratusan sampai ribuan mahasiswa berkumpul dan berorasi di depan Gedung DPR RI Senayan. Riuh rendah dengan enam tuntutan mendesak Presiden Jokowi supaya bertindak tegas mengatasi berbagai krisis politik dan ekonomi yang terjadi belakangan ini. Mahasiswa mendesak Jokowi menyelesaikan krisis minyak goreng, mahasiswa mendesak Jokowi tegas menolak perpanjangan tiga periode kepresidenan.

BACA JUGA: Anies 4 President

Tapi demontrasi yang paling menohok Jokowi sebenarnya sudah dilakukan Cak Nun di jantung pusat PDIP di Lenteng Agung. Pada satu kesempatan Cak Nun mengatakan bahwa Indonesia negara besar yang berpotensi besar, tapi sayang presidennya belum tepat.

Audiense bersorak riuh. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua PDIP Puan Maharani yang mengapit Cak Nun di panggung hanya bisa tersenyum kecut. Untung wajahnya terlindungi oleh masker, sehingga perubahan ekspresi tidak terlalu kelihatan.

Mbah Nun kemudian menjelaskan konsep Jawa mengenai ‘’bener’’ dan ‘’pener’’. Bener adalah benar, tapi belum tentu ‘’pener’’ alias tepat. Memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur mungkin saja bener. Tapi, dalam kondisi sekarang keputusan itu tidak ‘’pener’’, tidak tepat.

BACA JUGA: Dialektika Digital

Mbah Nun tidak memakai contoh itu untuk menjelaskan konsep bener dan pener. Tapi, kira-kira begitulah yang dimaksud oleh Mbah Nun. Ia geregetan melihat potensi Indonesia yang masif sebagai negara besar, tapi sampai sekarang belum bisa mewujud. Salah satu faktornya adalah presiden yang belum ‘’pener’’.

Artikel ini telah dibaca 269 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Upacara Baijiu

17 Mei 2022 - 08:00 WIB

Jokowi, Biden, dan Elon

16 Mei 2022 - 16:11 WIB

一百二十

16 Mei 2022 - 08:00 WIB

Shireen

15 Mei 2022 - 10:17 WIB

Stereo Adharta

15 Mei 2022 - 08:00 WIB

Lockdown Sapi

14 Mei 2022 - 17:05 WIB

Trending di Kempalpagi