Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 11:22 WIB
Surabaya
--°C

Demo Mbah Nun

Para ahli evolusi menemukan bukti-bukti perkembangan ras manusia yang disebut mempunyai kesamaan nenek-moyang dengan simpanse. Charles Darwin menemukan bukti-bukti itu di Pulau Galapagos, dalam ekspedisi ke Amerika Selatan pada 1831.

Di Pulau Galapagos Darwin menemukan bahwa beberapa jenis burung gelatik mempunyai bentuk paruh yang berbeda-beda sesuai dengan jenis makanan yang tersedia. Gelatik yang memakan biji-bijian yang keras mempunyai paruh yang tebal dan kokoh, gelatik yang makan hewan-hewan kecil punya paruh yang tajam. Dari situ Darwin menyimpulkan dalam buku masyhur “The Origin of Species” (1859) bahwa spesies itu muncul karena seleksi alam dan hanya spesies yang paling cocok dengan alam yang bisa bertahan dan berkembang.

BACA JUGA  Mundur Selangkah, Maju Seribu Langkah
Cak Nun saat memberikan ceramah di Gedung Utama Sekolah Partai PDIP. (Foto:Tangkapan layar)

Dari situ lahirlah teori “survival of the fittest” yang kontroversial. Temuan Darwin dianggap sebagai temuan yang paling penting dan revolusioner di seluruh dunia dan tidak ada bandingnya sampai sekarang.

BACA JUGA: Pak Bill dan Pak Amien

Tapi, peneliti lain, Alfred Rusel Wallace menembus hutan-hutan Kalimantan dan Sumatera untuk melihat ribuan jenis kupu, burung, mamalia, dan bunga-bungaan. Temuan Wallace yang dituangkan dalam buku “The Malay Archipelago” pada 1839 mencengangkan masyarakat ilmiah seluruh dunia. Meskipun terbitnya lebih belakangan dibanding buku Darwin tapi Wallace sudah terlebih dahulu terjun ke lapangan dibanding Darwin.

Wallace juga sempat bersurat kepada Darwin menceritakan hasil penemuannya di Nusantara. Darwin kaget dan tercengang membaca laporan Wallace. Seharusnya penemu teori evolusi pertama adalah Alfred Russel Wallace bukan Charles Darwin. Dan pusat dunia, punjer dunia, center of the universe, adalah Indonesia, bukan Amerika Selatan, apalagi Amerika Serikat atau Rusia.

BACA JUGA  Tragis!, Kericuhan Pecah di Jalan Sehat Tahun Baru Islam Pemprov Jatim, Kotak Undian Ditumpahkan Massa

BACA JUGA: Malioboro

Itulah kira-kira yang membuat Mbah Nun geregatan, mengapa Indonesia tidak bisa memaksimalkan potensi besarnya. Mbah Nun menyimpulkan presidennya ‘’ora pener’’.

Karena itu Mbah Nun mengusulkan ‘’revolusi’’. Bukan revolusi bakar-bakar, tapi revolusi mindset, pemikiran, supaya Indonesia yang besar bisa menemukan tempatnya sebagai punjer dunia. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.