Setelah virus menyebar, Gates akan menemukan vaksin dan kemudian menjualnya ke seluruh dunia. Gates akan kaya raya dengan bisnis virus dan vaksin itu. Kira-kira lima tahun yang lalu Bill Gates sudah berteriak-teriak mengingatkan kemungkinan datangnya bencana kesehatan akibat pandemi. Gates melakukan perjalanan ke seluruh dunia dan tidak lelah mengingatkan akan datangnya bahaya itu. Gates mengingatkan supaya para pemimpin dunia bersiap-siap dengan melakukan investasi kesehatan untuk menemukan vaksin anti-pandemi.
Alih-alih didengar, Bill Gates malah dianggap sebagai orang gila. Nasihatnya dianggap tidak masuk akal. Malah, ketika pandemi benar-benar terjadi Bill Gates disalahkan sebagai manusia yang menyebabkan munculnya pandemi.
Bill Gates dituduh menciptakan virus dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Bersamaan dengan itu Gates dituduh telah menyiapkan chip super-micro yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia melalui vaksinasi. Tujuannya adalah mengontrol pergerakan manusia dan memonitor kondisi kesehatan manusia di seluruh dunia.
Namanya juga teori konspirasi. Semakin tidak masuk akal akan makin banyak yang percaya. Kebohongan sudah mengelilingi separoh dunia, tapi kebenaran baru memasang tali sepatu. Begitu kata pepatah untuk menggambarkan cepatnya kebohongan menyebar.
Sekarang, ketika teori konspirasi itu tidak bisa membuktikan keterlibatan Bill Gates, orang pun menjadi lupa. Sekarang orang sudah pada menikmati euforia karena vaksin telah ditemukan dan virus bisa dikalahkan. Bill Gates pun kembali ditepikan.
Indonesia boleh berbangga karena dinilai sukses menangani pandemi Covid 19. Setidaknya sekarang, ketika banyak negara di dunia mulai kalang kabut diserang gelombang penularan ketiga, Indonesia justru sedang menikmati ketenangan karena penularan sudah sangat melandai.
Mungkin tidak lama lagi kita sudah akan melupakan pandemi. Tahun depan mungkin sudah diumumkan sebagai tahun kemerdekaan dari pandemi dan mulai masuk tahun-tahun normal baru.
Ancaman penyakit boleh saja sudah dianggap lewat. Tapi, jangan lengah dulu. Jangan melupakan peringatan Bill Gates yang terbaru. Ia mengungatkan ada ancaman yang jauh lebih besar sedang mengintai kita. Gates mengingatkan kita akan munculnya ancaman bencana lingkungan yang disebutnya jauh lebih dahsyat dibanding bahaya ancaman pandemi.
Pasti banyak yang tidak percaya. Para pemimpin dunia pekan lalu berkumpul di Glasgow, Skotlandia. Presiden Jokowi juga ada disana. Para pemimpin dunia itu berkonferensi membahas perubahan iklim dunia. Harus ada tindakan tegas dank eras supaya perubahan iklim tidak memburuk dari tahun ke tahun, karena akibatnya akan fatal sebagaimana diperingatkan oleh Gates.
Seperti biasanya, Jokowi berbicara dengan meyakinkan. Meskipun berbicara dengan Bahasa Indonesia Jokowi terlihat cukup pede. Ia mengatakan bahwa pemerintahannya sudah berkomitmen untuk berperan aktif menjaga lingkungan dunia. Indonesia juga ikut komit untuk menghentikan penebangan hutan sampai nol pada 2030.
Jokowi belum selesai bicara, tapi menteri-menterinya sudah buru-buru meralat. Penghentian penebangan hutan pada 2030 tidak fair dan Indonesia tidak akan menghentikan penebangan hutan hanya untuk menuruti keinginan Eropa dan negara-negara maju.
Next: Bill Gates pasti prihatin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi