Menu

Mode Gelap

Kempalanbis · 11 Apr 2021 10:36 WIB ·

Andini Kharisma Putri dan Konsumen Irasional


					Andini Kharisma Putri dan Konsumen Irasional Perbesar

KEMPALAN: “Aku masih ada disini, masih dengan perasaanku yang dahulu, tak berubah dan tak pernah berbeda, aku masih yakin nanti milikmu”. Kalau kita sangat familiar dengan bait-bait ‘tanpa batas waktu’ ini, percayalah bahwa kita sedang berada di zona mimpi tingkat tinggi sebagai “pemburu” pasangan idola emak-emak seluruh Indonesia, Andin-Aldebaran.

Tokoh fiksi pasangan ikatan cinta yang kehadirannya terus ditunggu di jam prime time ini cukup   menguras emosi dalam menggiring opini bagaimana seharusnya sebuah keluarga dibangun atas nama cinta. Akibatnya bisa ditebak, apapun yang ada dalam diri sosok Andini Kharisma Putri akan selalu menjadi perhatian tersendiri; mulai gaya bicara, bersikap, berperilaku, sampai keseluruhan asesoris yang dipakai akan diburu dan ditiru.

Konsekuensi logis dari ini semua adalah para peng-idola akan berusaha keras untuk mendapatkan asesoris-asesoris serupa yang dikenakan. Pada gilirannya terjadilah seperti yang ada sekarang ini, meroketnya permintaan Tas Andin, Baju Andin, Sepatu Andin, Anting Andin, dan lain-lain. Masyarakat seakan sudah tidak berpikir lagi atas peruntukan dan dasar kebutuhan dari barang-barang yang harus dimilikinya. Orientasinya adalah memiliki persis yang dimiliki oleh seorang Andin Kharisma Putri.

Sesuai konsep dasar perilaku konsumen, memang dikenal adanya konsumen rasional dan konsumen irasional. Sesuai namanya, konsumen rasional berarti hanya akan membeli produk berdasar kebutuhannya dan bukan keinginan semata. Produk yang dibelipun harus mampu memberikan kegunaan optimal dan tentu saja terjamin kualitas dan mutunya.

Catatan pentingnya, konsumen rasional hanya akan membeli barang yang harganya sesuai dengan kemampuan finansialnya. Sebaliknya konsumen irasional, sangat mudah dipengaruhi oleh iklan atau promosi berbagai bentuk media. Konsumen jenis ini memilih barang berdasar popularitas merk dan bukan atas dasar kegunaan. Pertimbangannya lebih pada prestise.

Memahami keberadaan dua pola perilaku konsumen tersebut, tentunya yang terjadi pada pemburu Andin tersebut adalah konsumen-konsumen irasional. Sejatinya ada faktor-faktor yang bersifat internal dan eksternal yang pada akhirnya membentuk perilaku konsumen tersebut, apakah akan menjadi rasional atau irasional. Faktor eksternal dapat berupa kebudayaan, keberadaan kelompok sosial, dan keluarga, sementara faktor internal lebih berasal dari motivasi diri, kondisi ekonomi, dan sikap.

Kajiannya bisa dari dua sisi; sisi penjual dan sisi pembeli. Dari sisi penjual tentu saja akan memunculkan tantangan untuk sampai pada ketersediaan barang-barang yang dibutuhkan oleh para konsumen irasional. Dari sisi pembeli, konsumen irasional tentu akan belanja tanpa mempertimbangkan faktor-faktor ekonomi tapi lebih pada faktor-faktor  non ekonomi.

Apakah konsumen irasional dalam kategori salah? Belum tentu. Jika konsumen irasional keberadaannya dibarengi dengan kemampuan finansial dalam memenuhi keinginan-keinginannya tentu sah-sah saja. Dalam tataran teori yang dikhawatirkan adalah munculnya affluenza,  ketidakmampuan seseorang untuk memahami konsekuensi dari tindakannya atas status sosial dan/hak finansialnya.

Lebih sederhana dapat dipahami sebagai konsumen yang membeli barang namun pada tahapan berikutnya ternyata barang yang dibeli tersebut kurang memberikan manfaat. Fakta inilah yang tidak sedikit dan tidak jarang terjadi di masyarakat kita, apalagi pada situasi menjelang ramadhan dan Idul Fitri, di mana jumlah uang beredar mengalami peningkatan dan  daya beli masyarakat juga meningkat.

Akhirnya, bolehlah tetap mencintai Andini Kharisma Putri namun dengan tetap menjadi konsumen yang rasional. Salam. (Bambang Budiarto– Pengamat Ekonomi ISEI Surabaya)

Artikel ini telah dibaca 151 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Ketua DPD: Pasal 33 Harus Dikoreksi Agar Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila

27 Oktober 2021 - 11:33 WIB

Perkuat Konektivitas Indonesia Timur, Khofifah Resmikan Dermaga MB IV Pelabuhan Ketapang

26 Oktober 2021 - 19:50 WIB

Ketua DPD RI: Kecakapan Literasi Digital Salah Satu Solusi Kebutuhan Pencari Kerja

26 Oktober 2021 - 19:42 WIB

Lantik Pengurus BAZNAS Surabaya, Wali Kota Eri: Ini Jihad Melawan Kemiskinan

26 Oktober 2021 - 07:35 WIB

Tingkatkan Perekonomian Umat, Wagub Emil Apresiasi Program PCNU Situbondo

26 Oktober 2021 - 00:22 WIB

Jauhkan Masyarakat dari Jerat Pinjol, LaNyalla Minta Akses Kredit Perbankan Dipermudah

25 Oktober 2021 - 05:46 WIB

Trending di Kempalanbis