Sabtu, 18 April 2026, pukul : 23:06 WIB
Surabaya
--°C

Menunggu Backward Bending Datang, tapi Kapan?

KEMPALAN: Maksud hati duduk dengan baik di depan komputer, buka youtube terus klik info terkini Partai Demokrat yang lagi seru. Apa daya, belum klik apapun yang muncul tawaran video klip Band Armada, pergi pagi pulang pagi yang pernah nge-hitz beberapa tahun lalu.

Dilantunkan Rizal Ari Pradana sang vokalis dengan intonasi yang pas. “kurela pergi pagi pulang pagi, hanya untuk mengais rezeki, doakan saja aku pergi semoga pulang dompetku terisi.”

Kata demi kata penggalan lagu ini benar-benar menggambarkan situasi yang sangat berat dari seseorang dalam kesehariannya. Pergi pagi pulang lagi, seakan tidak ada waktu lagi baginya untuk sekadar menarik nafas menikmati hasil jerih payahnya.

Gambaran atau pesan dari lirik lagu ini sepertinya begitu tepat dengan kondisi saat sekarang ini. Indonesia dalam bayang-bayang pandemi Covid-19 dengan jumlah penduduk lebih dari 271 juta jiwa rasanya menjadi berat bebannya atas masalah ketenagakerjaan ini.

Dengan jumlah pengangguran mendekati 10 juta orang yang merupakan akumulasi pengangguran yang terjadi karena pandemi Covid-19 dan tambahan angkatan kerja baru, tentu ini adalah masalah serius tersendiri.

Dengan catatan kependudukan kita yang 3,48% dari 7,8 miliar penduduk dunia dan memperhatikan besaran jumlah penduduk dan lapangan kerja  yang tidak seimbang, beberapa ide cerdas terus dimunculkan.

Mulai dari keberadaan SMK yang terus didukung sebagai penyedia lulusan sekolah siap kerja sampai inovasi bisnis star-up yang sangat kreatif juga agenda dalam Program Kartu Pra-Kerja, dan pemberian kemudahan berusaha sampai pada pendampingan unit-unit kegiatan ekonomi dalam semua tingkatan. Upaya-upaya ini adalah yang sudah dan sedang  dilakukan dari sisi pemerintah.

Dari sisi masyarakat sebagai penyedia tenaga kerja, tentu saja tidak ada hentinya untuk terus mendapatkan pekerjaan, dan akan bekerja dengan sebaik baiknya. Tentu saja dengan satu tujuan, pendapatan berujung pada kesejahteraan, untuk yang bersangkutan dan keluarganya. Begitulah, hari demi hari, bulan demi bulan, sampai tahun demi tahun.

Pekerja seakan tidak ada waktu untuk berhenti sejenak menikmati hasil jerih payahnya. Hari harinya dihabiskan hanya untuk bekerja dan bekerja demi mengejar pendapatan untuk sampai pada titik kesejahteraan.

Dalam tataran teori situasi yang demikian menunjukkan bahwa penawaran tenaga kerja masih terus ber-gradien positif. Menawarkan tenaga kerjanya terus dan menyerahkan waktunya terus, sampai pada tujuan didapatkannya pendapatan dan tambahan pendapatan. Seakan tidak ada waktu untuk menikmati hasil kerjanya, tidak ada waktu menikmati kebersamaan bersama keluarga.

Backward Bending Supply Curve, kurva penawaran tenaga kerja yang pada titik tertentu tidak lagi lurus ber-gradien positif tapi berbalik arah memiliki kemiringan negatif. Ini sebenarnya dapat dikatakan sebagai salah satu indikator kesejahteraan seseorang.

Gampang dan sederhananya, situasi di mana seorang tenaga kerja mulai berani menolak tawaran pemberi kerja untuk bekerja lembur. Berani mengambil cuti yang dimanfaatkan benar-benar untuk liburan. Tidak masuk kerja karena ingin menikmati hasil kerjanya dengan senyaman-nyamannya. Di rumah nonton home theatre atau jalan-jalan dengan motor dan mobil barunya.

Hal-hal itulah yang dapat dikatakan sebagai indikator bahwa kurva penawaran tenaga kerja sudah mulai berbalik arah. Begitulah perilaku backward bending, seseorang  yang mulai mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dengan jumlah jam kerja yang ditawarkan semakin berkurang pada saat pendapatan meningkat.

Cukup sederhana konsep dasarnya, ketika seseorang berani menolak tawaran tambahan pendapatan dan ingin menikmati hasil-hasil kerjanya. Jadi garis besarnya adalah berani menolak tawaran pendapatan karena ingin menikmati hasil kerjanya.

Selanjutnya, kapankah situasi  yang demikian dapat terjadi pada pekerja-pekerja di negeri ini? Kita tunggu, sambil klik rencana semula, info terkini Partai Demokrat. Salam. (Bambang Budiarto – Pengamat Ekonomi ISEI Surabaya)                 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.