Senin, 18 Mei 2026, pukul : 21:45 WIB
Surabaya
--°C

Jalan Tasawuf KH. Syaiful Ulum Nawawi (6)

KEMPALAN: Pada tulisan sebelum ini dibahas tentang ‘kisah seorang maling yang tewas digebuki massa’, yang lantas dihubungkan dengan kehidupan di dunia, dimana tidak ada yang benar-benar “putih” dan yang sungguh-sungguh “hitam”.

Dikatakan KH. Syaiful Ulum Nawawi bahwa yang putih itu senantiasa ada titik hitam — banyak atau sedikit. Sementara yang hitam tak ada yang benar-benar hitam legam. Selalu ada titik-titik putih yang berbaur dengan warna hitam.

Nah, itulah gambaran watak dan perilaku manusia. Yang dominan warna putih, bisa saja kelak berubah mayoritas hitam. Sebaliknya yang hitam ‘bulak’ suatu saat akan berubah jadi putih krem.

Lho, kenapa kok putih krem ? “Ya, karena yang benar-benar putih tidak ada. Kalau kita melihat tembok setelah sekian lama dicat, perhatikan pasti ada bagian-bagian yang ‘mangkak’. Atau ada kita temukan noda-noda hitam, misalnya –maaf– kena ‘kotoran’ cicak,” tutur Pak Kyai disusul senyumnya.

Lantas beliau mencoba bertanya tentang massa penggebuk maling itu : “Pernahkah mereka tidak mencuri?”

Saya jawab, “Ya pernah lah Pak Kyai…”

“Kok Pak Amang tahu?”

“Setidaknya pernah nyolong buah mangga di pohon tetangga seperti saya kecil dulu ha-ha-ha. Atau waktu saya sekolah di STM, ada teman yang njajan di kantin — makan ote-ote dua, bilangnya ke Pak Man (pengelola kantin) cuma satu…”

(Pak Kyai tertawa).

Begitulah asumsi saya tentang kisah para penggebuk yang menewaskan maling sepeda.

KH. Syaiful Ulum Nawawi melanjutkan:

Tasawuf itu hakikatnya ‘mbeningno ati’, menjernihkan hati.

Oleh sebab itu, Sufi tidak akan menempatkan persoalan pada domain ‘salah’ atau ‘benar’, ‘hitam’ atau ‘putih’.

Hakikatnya, orang Sufi tidak memandang sebagaimana hal tersebut di atas. Namun, melihat persoalan dari perspektif yang “tak berwarna.”

Kalau yang menyangkut ‘benar atau salah’, “putih atau hitam”, itu sudah justifikasi “kamu melanggar hukum !” Dan itu wilayah “rupa”.

Jelas, itu bukan wilayah Sufi. Itu bukan jalan tasawuf. Tasawuf itu, seperti yang saya katakan tadi : mbeningno ati.

Hukum itu memang panglima. Hukum positif yang dibuat negara. Dan itu tidak salah, berdasarkan azas-azas hukum sebagaimana umumnya yang berlaku di sebuah negara. Hukum positif memberlakukan, “Kamu kena sanksi, kena hukum, jika kamu melanggar aturan, hukum, dan undang-undang.”

Namun, orang Sufi tidak begitu. Tasawuf itu, sekali lagi : mbeningno ati .

Lanjut Pak Kyai, mungkin gambaran ‘hitam & putih’ dengan ‘bening’ begini :

Kita tidak bisa melihat benar-benar di dalam gelas yang berisi tinta hitam, ada apanya. Bisa saja di dalamnya terselip beling.

Kita pun tidak bisa melihat di dalam gelas sungguh-sungguh berisi cuma susu. Tapi, siapa tahu dalam susu itu ada pecahan kaca.

Namun, kita bisa melihat hitamnya tinta dan putihnya susu dari gelas bening yang menampung dua zat tersebut.

Nah, yang kita minum dari botol air mineral, misalnya — itu kan bening. Atau dari air sumur yang kita masak, warnanya bukan putih, tapi jernih.
Dan siapapun tahu, manfaat air yang luar biasa ini bagi kehidupan manusia. Apalagi yang jernih yang kita konsumsi setiap hari.

Perspektif di atas, masuk wilayah “rasa”. Wilayahnya tasawuf.

Dengan hati yang bening, kita diharapkan bisa melihat setiap persoalan dengan jernih. Tidak grusa-grusu. (Amang Mawardi – Bersambung).

Sersan Munir Persembahkan Hadiah Umrah Jalan Sehat PWI Jatim  untuk  Ibunda

SURABAYA-KEMPALAN: Ada dua momen haru yang terjadi di tengah suasana gegap gempita dan keceriaan ‘Jalan Sehat Bersama Wartawan’ PWI Jawa Timur di Surabaya,  Minggu (16/2) pagi.

Kedua momen terjadi pada acara pengundian ratusan hadiah yang disediakan panitia, yakni ketika proses pengundian lemari es dan umroh gratis.

Momen mengharukan yang mengubah suasana riang gembira even pembuka rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 PWI itu terjadi pada acara puncak.

Yakni, pengundian hadiah utama umroh gratis yang dipersembahkan CHATour Travel, salah satu kolega PWI Jatim.

Hadiah umroh yang didamba seluruh peserta jalan sehat itu diraih Misbahul Munir, seorang sersan dua TNI yang pada even itu tengah menjalankan tugas pengamanan.

Rejeki Munir terengkuh setelah pemilik kupon yang pertama terpilih dibatalkan panitia, karena tidak hadir ke panggung hingga tiga kali panggilan.

Sambil berlari dari tempatnya melaksanakan tugas pengamanan, di ujung batas kumpulan peserta menanti undian hadiah, prajurit dari Kodim 0830/17 Wonokromo itu terharu saat menyerahkan potongan kupon miliknya ke master of ceremony (MC) Djodi Galajapo di panggung.

Air mata Munir nyaris menetes meski berusaha keras tidak menampakkannya saat di panggung.

“Bahkan seorang TNI pun bisa terharu dan menetes air matanya saat menerima hadiah umroh. Semoga hadiah ini bermanfaat bagi Serda Misbahul Munir,” kata Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim yang mengambil kupon pemenang hadiah umroh  saat menyalami dan memberi selamat di atas panggung.

Munir  sendiri tidak menyangka, akhirnya meraih hadiah utama umroh gratis. Sebab, dia hanya memegang dua kupon hasil pemberian panitia.

Senin (17/2), Munir mendatangi Kantor PWI Jatim di Jl Taman Apsari untuk memberitahukan, jika paket umrah yang diterimanya akan dipersembahkan untuk ibunda tercintanya Siti Chusaimah (64).  Bagi Munir, orang tua, khususnya ibu adalah segalanya.

“Hadiah umrah yang  saya terima akan saya persembahkan untuk ibu saya. Semoga ibu saya diberi kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan umrah hadiah dari PWI Jatim,” ujar Munir kepada Ita Siti Nasyiah, pengurus PWI Jatim yang menemuinya.

Hadiah Buat Jual Es

Sebelum Munir, momen haru yang membuat hening suasana gegap gempita terjadi ketika pengundian hadiah kulkas (lemari es) satu pintu. Seorang gadis kecil yang sejak awal pengundian duduk di sebelah dan senantiasa mengelus kardus lemari es tersebut, ternyata benar-benar mendapatkannya.

Suasana seketika berubah saat gadis kecil bernama Salwa langsung naik ke panggung ketika Sokip, penanggung jawab even pembuka rangkaian peringatan HPN 2025 dan HUT ke-79 PWI, mengumumkan kupon yang terpilih meraih lemari es itu.

Sembari menangis menutupi wajah dengan kedua tangannya setelah sebelumnya berjingkrak-jingkrak di atas panggung, warga Keputran Kejambon menyerahkan potongan kupon yang dipegangnya saat MC Djadi Galajapo mengumumkan nomor undian yang dipilih Sokip, penanggung jawab even ‘Jalan Sehat Bersama Wartawan’.

Di acara ini, Salwa mengaku datang bersama-temannya. “Saya sama teman-teman, bapak ibu tidak ikut,” kata gadis kecil berambut panjang itu saat ditanya Lutfil Hakim yang berdiri di sampingnya.

Sembari menitikkan air mata, Salwa mengaku, sejak awal ingin dapat hadiah. “Saya ingin dapat hadiah, kulkas ini mau saya bikin jualan es,” ujarnya membuat suasana riuh pengundian berubah hening sejenak.

Panitia ‘Jalan Sehat Bersama Wartawan’ menyediakan ratusan hadiah persembahan para kolega PWI Jatim dengan hadiah utama umroh gratis dari CHATour Travel.

Tercatat dari Pj. Sekprov Jatim Bobby Soemiarsono, Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, Dinas Infokom Pemprov Jatim, Kejati Jatim, Bank Jatim, BRI, PT Petrogas Jatim Utama, PT Pos Indonesia, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, PT Panca Wira Usaha Jatim, PT Jatim Grha Utama Jatim, Sarung Al Hijaz, PT Pelindo Regional III, PT Dharma Lautan Utama, dan seluruh perusahaan media di Jatim. (Dwi Arifin)

Kritik Mahasiswa UNESA Terhadap Permenpora Nomor 14 Tahun 2024: Potensi Ganggu Pembinaan Olahraga dan Risiko Pembekuan Indonesia oleh IOC

SURABAYAKEMPALAN : Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga dalam Lingkup Olahraga Prestasi terus menuai kritik tajam dari berbagai stakeholder olahraga.

 Kebijakan ini dinilai memiliki potensi merugikan pembinaan olahraga prestasi di Indonesia, bahkan bisa berisiko mengarah pada pembekuan Indonesia oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Mahasiswa Pascasarjana (S2) Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turut mengkritisi kebijakan ini melalui kajian akademis.

 Para mahasiswa melibatkan pakar, dosen, dan KONI Jawa Timur sebagai sumber penguat argumen.

Juru bicara peneliti, M. Noval Bagaskara, menyebutkan bahwa dalam kajian awal, perumusan Permenpora tidak transparan dan tidak didukung oleh naskah akademis yang memadai.

 Hal ini menyebabkan banyaknya poin dalam peraturan yang bertentangan dengan Piagam Olimpiade (Olympic Charter), yang mengedepankan netralitas politik dan otonomi dalam pengelolaan organisasi olahraga.

Noval juga menekankan, “Dampak dari Permenpora ini akan membatasi tugas KONI dan cabang olahraga.

“Pembinaan prestasi atlet di Indonesia bisa terganggu, bahkan berpotensi menurunkan prestasi atlet kita.” 

Dia menambahkan bahwa jika intervensi pemerintah semakin dalam, Indonesia bisa menghadapi pembekuan oleh IOC, seperti yang pernah dialami PSSI oleh FIFA.

Beberapa pasal dalam Permenpora yang menjadi sorotan adalah:

– Pasal 10 Ayat (2): Menyatakan bahwa forum tertinggi organisasi olahraga harus diselenggarakan setelah mendapatkan rekomendasi dari kementerian, padahal sebelumnya cukup dengan persetujuan mayoritas anggota.

-Pasal 16 Ayat (4) dan (5): Mengatur rekrutmen tenaga profesional dan kompensasi gaji yang berasal dari pendanaan organisasi di luar APBN/APBD.

-Pasal 21 Ayat (2): Menyatakan bahwa menteri dapat memberikan rekomendasi untuk membatalkan persetujuan perubahan dalam kepengurusan organisasi yang tidak mendapat rekomendasi kementerian.

-Pasal 28 Ayat (1): Mengizinkan menteri membentuk tim transisi jika sengketa menghambat proses pembinaan olahragawan.

Kritik-kritik ini mengarah pada ketidakselarasan dengan prinsip independensi organisasi olahraga, yang seharusnya bebas dari campur tangan pemerintah. 

Untuk itu, Noval dan rekan-rekannya mengusulkan agar Permenpora ini dicabut sementara, lalu direvisi dengan melibatkan dialog terbuka antara pemerintah dan stakeholder olahraga untuk menciptakan peraturan yang lebih konstruktif bagi kemajuan olahraga di Indonesia.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Usai Pelantikan, Wali Kota Eri dan Wawali Armuji Langsung Ikuti Retret di Magelang

Wali Kota dan Wawali Kofa Surabaya Eri Cahyadi-Armuji saat akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Gedung Kemendagri, Jakarta, Minggu (16/2).

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya terpilih Eri Cahyadi – Armuji menjalani pemeriksaan kesehatan di Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI), Jakarta, Minggu (16/2).

Kedatangan Wali Kota Eri Cahyadi bersama Wakil Wali Kota Armuji itu disambut hangat oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto.

Pemeriksaan kesehatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan, sebelum pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024 yang akan dilaksanakan pada 20 Februari 2025.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan ini menjadi bagian persiapan pembekalan atau retret, di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, 21-28 Februari 2025. 

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, Wali Kota Eri mengatakan bahwa medical check up yang dilakukannya bersama Wawali Armuji berjalan lancar. 

“Alhamdulillah, tes kesehatan lancar, mohon doa semua agenda terlaksana dengan baik,” kata Wali Kota Eri, Senin (17/2).

Ia mengaku, sehari sebelum kedatangannya ke Gedung Kemendagri RI, ia bersama Wawali Armuji telah melakukan medical check up di RSUD Dr. Soewandhie Kota Surabaya, dan dinyatakan normal serta sehat.

“Ketika sampai di Jakarta, sebelum pemeriksaan kesehatan, kita makan sate dan macam-macam. Waktu di cek kolesterolnya mencapai 210, padahal saat check up di Rumah Sakit Soewandi hanya 170, lalu tensi juga naik,” ungkapnya.

Menurut Eri, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan naiknya kadar kolesterol dan tensi darah dalam tubuhnya. Yakni, mengkonsumsi makanan tinggi lemak, serta kurangnya istirahat. Sebab, ia bersama Wawali Armuji menyiapkan sejumlah perlengkapan pendukung untuk pelantikan kepala daerah hingga dini hari, dan baru beristirahat pada pukul 03.00 WIB.

“Karena kita kurang tidur juga. Tetapi ini menjadi pengalaman saya bersama Cak Ji (Armuji), di mana seluruh kepala daerah berkumpul untuk dilantik langsung oleh Bapak Presiden RI Prabowo Subianto,” imbuhnya. 

Sebab, saat periode pertama terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi – Armuji dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pada 26 Februari 2021.

“Dilantik langsung oleh Bapak Presiden rasanya pasti berbeda. Setelah dilantik, semua kepala daerah akan langsung berangkat ke Magelang untuk retret,” terangnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan jadwal kegiatan, semua kepala daerah akan mengikuti gladi kotor upacara pelantikan, pada 18 Februari 2025. Dan, gladi bersih upacara pelantikan, pada 19 Februari 2025.

“Tanggal 20 Februari 2025 pelantikan, dan tanggal 21 Februari 2025 retret bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia,” jelasnya.
“Tanggal 20 Februari 2025 pelantikan, dan tanggal 21 Februari 2025 retret bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia,” jelasnya.

Meski begitu,  Wali Kota Eri menyatakan kesiapannya dalam mengikuti retret. Bagi Wali Kota Eri, pembekalan bagi kepala daerah ini menjadi instrumen konsolidasi paradigma dan program pembangunan se-Indonesia sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi saya dan Cak Ji. Pertama, kami dilantik langsung oleh Bapak Presiden, dan kedua kami bisa bertukar pikiran dengan semua kepala daerah untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia, khususnya Kota Surabaya,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Wali Kota Eri meminta doa restu seluruh warga Kota Pahlawan dalam menjalankan tugas-tugasnya untuk memimpin Kota Surabaya selama lima tahun ke depan.

“Mohon doa restunya semua warga Surabaya, semoga saya dan Cak Ji diberikan kelancaran dalam menjalan tugas, mulai pelantikan, retret, hingga memimpin Surabaya ke depan,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Dua Taman di Kota Surabaya Resmi Bersertifikat SNI

SURABAYA-KEMPALAN: Taman Flora dan Taman Cahaya Kota Surabaya resmi bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) 9169 : 2023 Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). Hal tersebut sebagai bukti komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk terus mengembangkan berbagai fasilitas dan lingkungan ramah anak.

Penetapan ini berdasarkan sertifikat yang diterbitkan oleh PT Global Inspeksi Sertifikasi untuk kedua taman tersebut kepada Pemkot Surabaya dalam hal Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Myrna Augusta Aditya Dewi mengatakan bahwa dua taman yang mendapatkan sertifikat SNI itu merupakan yang pertama di Indonesia.

“Kota Surabaya termasuk yang pertama kali mendapatkan SNI untuk RBRA se-Indonesia. Awalnya kami mengajukan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI, lalu dari sana disarankan untuk mendaftarkan SNI,” ujar Myrna, Senin (17/2).

Myrna menjelaskan, pelaksanaan penilaian dilakukan sejak Oktober 2024 dengan terlebih dahulu menyelesaikan tahapan administrasi hingga peninjauan lapangan. Dalam hal ini, DLH melakukan berbagai upaya untuk memenuhi standart SNI taman RBRA.

Adapun kriteria penilaian, di antaranya aspek kenyamanan, keamanan, ruang bermain hingga aspek managemen yang sedang dijalankan. Serta, fasilitas taman harus bisa digunakan secara gratis oleh masyarakat.

“Jadi tidak ada sudut tajam pada tempat bermain, tidak boleh ada fasilitas berkarat, area bermain juga harus menggunakan rumput sintesis dan tidak boleh berpasir. Hal lain yang menjadi nilai lebih bagi dua taman tersebut adalah memiliki permainan tradisional,” paparnya.

Ia menerangkan, sertifikat SNI RBRA menegaskan bahwa tempat atau ruang bermain di Kota Surabaya dirancang untuk mengakomodasi kegiatan anak bermain dengan aman dan nyaman dan
terlindungi dari bahaya.

“Dengan sertifikat ini menegaskan bahwa taman bisa diakses oleh anak-anak dan dianggap tidak berbahaya. Karena sudah aman, apapun fasilitasnya seperti plaza, ruang bermain maupun lapanganya sudah menyesuaikan standar kenyaman dan keamanan dari lembaga sertifikasi,” jelasnya.

Sertifikat SNI yang diterima Kota Surabaya kali ini, semakin menegaskan posisi sebagai Kota Layak Anak. Sebelumnya, dua taman diatas juga sudah ditetapkan sebagai RBRA tersandar oleh Kemen
PPPA.

“Jadi kalau berbicara taman yang dianggap fasilitas diperuntukan untuk anak harus ada pengakuan dan penilaian. Dengan ini Kota Surabaya masuk Kota Layak Anak di fasilitasnya, termasuk taman bermain. Maka dari itu, sertifikat adalah pengakuan apa yang disebut ramah anak, sudah ada kriteria bakunya,” ungkap Myrna.

Myrna menambahkan, ke depan pihaknya menargerkan pada setiap tahunya ada penambahan taman yang mendapatkan sertifikasi SNI dan memenuhi kriteria. Sehingga, akan semakin banyak fasilitas di
Kota Pahlawan yang ramah anak.

“Ini menjadi nilai lebih bagi kami dengan meningkatkan fasilitas lainnya. Standar yang diterapkan akan menjadi jaminan keamanan dan kenyamanan pada masyarakat. Harapannya semakin banyak fasilitas lain memiliki standar tersebut,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Perkuat Mitigasi Bencana, BPBD Jatim Tanam Ribuan Pohon Bareng Stakeholder Kabupaten/Kota

Tenaga Ahli BPBD Jatim Bige Agus Wahyuon saat menanam bibit pohon untuk perkuat mitigasi bencana.

SURABAYA-KEMPALAN: Sebagai upaya pencegahan dan mitigasi bencana di sejumlah wilayah di Jawa Timur, dalam beberapa waktu ini, BPBD Jatim telah melakukan aksi revegetasi dan penanaman pohon di sejumlah lokasi rawan bencana.

Sedikitnya, 3.500 bibit pohon telah ditanam Tim BPBD dengan berkolaborasi bareng stakeholder kabupaten/kota dan relawan di sejumlah tempat.

Di antaranya di Kawasan Hutan Lindung Kelurahan Oro-Oro Ombo Kota Batu, kawasan hutan Desa Rengel Kec. Rengel Kabupaten Tuban, dan di Dukuh Guyangan Desa Tugurejo, Kec. Slahung Kabupaten Ponorogo.

Khusus di Ponorogo, aksi penanaman pohon yang berlangsung pekan lalu, dihadiri Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Ponorogo bersama sejumlah Kepala OPD dan Kalaksa BPBD setempat, Masun.

Hadir pula Tenaga Ahli BPBD Jatim Bige Agus Wahyuono, Kepala Desa Tugurejo dan perwakilan sejumlah relawan.

Adapun jenis bibit yg ditanam meliputi, 500 bibit alpukat, 500 bibit jambu air, 500 bibit durian, dan 500 bibit kelengkeng.

“Kami berharap agar bibit yg sudah ditanam ini bisa dirawat semaksimal mungkin, sehingga dapat berdampak, baik bagi kelestarian lingkungan maupun bagi produktivitas desa,” ujar Bupati Sugiri Sancoko usai melakukan penanaman pohon.

Terpisah, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto usai memimpin apel di kantornya, Senin (17/2), mengapresiasi upaya revegetasi yang dilakukan Tim BPBD Jatim bareng para relawan dan Tim Kabupaten/Kota di sejumlah area rawan bencana.

Baginya, aksi tandur-tandur ini merupakan aksi nyata yang sangat penting sebagai upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana di masa-masa mendatang.

Sebab, sepanjang tahun ini, banyak kejadian bencana yang diakibatkan oleh maraknya alih fungsi lahan, dari  pohon tegakan penyanggah hujan menjadi lahan pertanian.

Plt. Kabid PK BPBD Jatim Dadang Iqwandy menambahkan, untuk tahun ini pihaknya menargetkan penanaman 10 ribu bibit pohon di sejumlah daerah rawan bencana.

Bibit pohon yang dipilih pun merupakan bibit tanaman produktif, agar selain berfungsi mencegah longsor dan banjir, hasilnya juga bisa bermanfaat secara ekonomis bagi masyarakat sekitar.

“Prinsipnya, jika kita jaga alam. Maka, alam yang akan jaga kita,” ujar Kalaksa Gatot Soebroto. (Dwi Arifin)

Jelang Pelantikan, Khofifah Ziarah ke Makam Suami dan Orang Tua

Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa saat ziarah ke makam suami di makam umum kawasan Wonocolo, Senin (17/2).

SURABAYA-KEMPALAN: Jelang pelantikan, Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa ziarah ke makam suami dan orang tua di makam umum kawasan Wonocolo, Senin (17/2).

Bersama keluarga, Khofifah ziarah ke makam keluarga sebagai tawasul yang ia lakukan jelang pelantikan pada Kamis (20/2) mendatang.

Suasana khusyuk pun terbangun ketika Khofifah mengirimkan doa untuk suami, dan kedua orang tua. Usai mengirim doa, Khofifah juga memimpin tabur bunga di pusara makam. Tak hanya itu, seusai berkirim doa, Khofifah juga berbagi sembako pada 150 warga tak mampu di sekitar makam.

“Ini merupakan tradisi yang hampir selalu kami lakukan. Insya Allah kami, saya dan Mas Emil, akan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim untuk periode kedua pada Kamis  tanggal 20 Februari mendatang di Jakarta,” kata Khofifah.

Khofifah juga berbagi sembako pada warga tak mampu di sekitar makam.

Pihaknya menjelaskan, pelantikan akan dilakukan di Jakarta oleh Presiden Prabowo Subianto. Setelah pelantikan, rencana para kepala daerah akan mengikuti orientasi melalui kegiatan retreat selama satu pekan di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Sebelumnya Khofifah bersama Emil juga telah menjalani tes kesehatan di Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Khofifah dan Emil dinyatakan dalam kondisi sehat untuk menjalani rangkaian pelantikan.

“Jelang pelantikan ini, kami bertawasul untuk memohon restu suami dan juga orang tua yang sudah lebih dahulu berpulang. Dengan harapan semua dilancarkan oleh Allah SWT,” ujar Khofifah.

Begitu juga dengan berbagi sembako pada warga tak mampu. Pihaknya menyebutkan bahwa sebagaimana hadist Rasulullah SWT, sedekah memiliki sangat banyak hikmah. Salah satunya membuka pintu kemudahan Allah untuk segala urusan.

“Berbagi sembako ini sebagai sedekah ibaratnya mengetuk pintu langit dengan harapan Allah akan mempermudah urusan kita dan apa yang kita lakukan ke depan membawa berkah, menambah kebaikan bagi warga masyarakat Jawa Timur,” pungkas Khofifah. (Dwi Arifin)

Aktivasi IKD Jadi Modus Penipuan, Pemkab Sidoarjo Ingatkan Masyarakat Untuk Waspada

SIDOARJO-KEMPALAN : Modus penipuan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) belakangan ini marak terjadi. Oknum penipu melancarkan aksi jahatnya melalui pesan WhatsApp, telepon maupun SMS. 

Hal itu juga terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Oknum penipu mengatasnamakan Dinas Kependudukan  dan  Pencatatan  Sipil (Disdukcapil) Kabupaten  Sidoarjo untuk menawarkan pelayanan aktivitasi IKD. 

Korban yang dihubungi diminta menyerahkan data pribadinya untuk dibantu melakukan aktivitasi IKD. Namun data pribadi korban digunakan oknum penipu untuk tindak kejahatan. 

“Atas maraknya kejahatan tersebut Pemkab Sidoarjo mengeluarkan surat himbauan waspada penipuan di Kabupaten Sidoarjo,” kata Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati, Senin (17/2/2025). 

Dalam surat tersebut Pemkab Sidoarjo mengingatkan masyarakat Sidoarjo untuk berhati-hati. Masyarakat diminta waspada jika dihubungi seseorang yang menawarkan bantuan melakukan aktivitasi IKD. 

“Jangan percaya meski oknum penipu tersebut mengatasnamakan Disdukcapil  Kabupaten  Sidoarjo,” pesan Sekda. 

Surat tersebut ditujukan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidoarjo, Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Sidoarjo, Direktur Badan Layanan Umum Daerah se-Kabupaten Sidoarjo serta Direktur Badan Usaha Milik Daerah se-Kabupaten Sidoarjo dan Kepala desa atau Lurah se- Kabupaten Sidoarjo. 

Surat yang dikeluarkan tanggal 13 Februari 2025 kemarin diharapkan tersampaikan juga kepada masyarakat luas.

Dalam surat yang ditandatangani Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati itu menginformasikan untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap modus penipuan tersebut. 

Disampaikan beberapa informasi agar tidak menjadi korban penipuan aktivasi IKD. Yang pertama Disdukcapil  Kabupaten  Sidoarjo  tidak  pernah menghubungi terlebih dahulu untuk menawarkan pelayanan atau meminta data pribadi  melalui  pesan  WhatsApp,  telepon,  atau  SMS.  

Setiap  layanan  yang diberikan hanya dapat diakses oleh masyarakat secara langsung di kantor Disdukcapil Sidoarjo atau melalui saluran resmi yang sudah ditentukan. 

Kedua aktivasi IKD hanya dilakukan oleh petugas Disdukcapil Kabupaten Sidoarjo. Proses aktivasi IKD sendiri dilakukan secara offline, bukan melalui media online, telepon, video  call,  dan  share  screen.  Ditegaskan bahwa tidak  ada  layanan  aktivasi  IKD  yang  dilakukan melalui WhatsApp atau SMS.

Diinformasikan juga bahwa pengaktivasian IKD hanya dapat dilakukan di Kantor Disdukcapil Sidoarjo Jalan Sultan Agung Sidoarjo, Mall Pelayanan Publik/MPP Lingkar Timur, Mini Mall Pelayanan Publik Kecamatan Sukodono serta kantor kecamatan setempat. 

Semua pelayanan yang diberikan oleh Disdukcapil Kabupaten Sidoarjo bersifat gratis. Jika  ada  pihak  yang   menghubungi  dan  mengaku  sebagai  petugas  Disdukcapil Kabupaten Sidoarjo agar segera melaporkan kepada Disdukcapil Kabupaten Sidoarjo atau pihak Desa/Kelurahan, pihak Kecamatan maupun Kepolisian setempat untuk ditindaklanjuti. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Hasil Tes Kesehatan Baik, Subandi – Mimik Siap Ikuti Pelantikan dan Retret di Magelang

SIDOARJO-KEMPALAN :  Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo terpilih Subandi – Mimik Idayana telah menjalani tes kesehatan, Pada Minggu (16/2) Tes kesehatan pasangan kepala daerah terpilih itu dilakukan menjelang persiapan pelantikan para kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih se-Indonesia pada 20 Februari di Istana Negara Jakarta. 

Kepada media, Subandi mengaku bersyukur karena proses tes kesehatan semuanya berjalan baik dan lancara. Dia dan Mimik Idayana pun siap menjalani pelantikan. 

“Alhamdulillah semua lancar dan hasilnya juga baik semua,” kata Subandi yang didampingi Mimik Idayana. 

Setelah pelantikan di Istana Negara, Bupati dan Wabup Sidoarjo juga akan menjalani retret ke Magelang bersama para kepala daerah lainnya.

Di sana, mereka akan menjalani orientasi, pembekalan, dan pelatihan untuk pemimpin daerah. Bersama kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah dari seluruh Indonesia, mereka akan banyak menerima materi. 

Ditanya tentang kebijakan presiden dalam hal efisiensi, Plt Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan dirinya patuh dan siap melaksanakan Inpres 1 Tahun 2025 yang memerintahkan efisiensi anggaran. 

Mimik Idayana saat menjalani pemeriksaan kesehatan

Program-program Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan juga didukung seperti perintah dalam Inpres nomor 2 Tahun 2025.

“Kami sebagai kepala daerah Sidoarjo, selalu mendukung program Pak Presiden. Menjalankan semua perintah dan kebijakan yang diambil untuk bangsa Indonesia,” ujar Subandi. 

Dalam kesempatan yang sama, Subandi juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD Sidoarjo. Sebab, komunikasi antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Sidoarjo dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo berjalan lancar. Baik eksekutif maupun legislatif sepakat melaksanakan efisiensi anggaran. 

“TAPD dan Banggar telah berkomunikasi untuk melakukan pembahasan. Yang pasti, anggaran untuk kegiatan seremonial yang tidak efisien sudah tidak ada lagi di Sidoarjo,” tandasnya. 

Selain efisiensi anggaran terhadap kegiatan seremonial, lanjut Subandi, TAPD dan Banggar juga menyepakati pengurangan anggaran perjalanan dinas (perdin). Efisiensi anggaran perdin dilakukan 50 persen seperti perintah Inpres 1 Tahun 2025.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.