Senin, 18 Mei 2026, pukul : 17:49 WIB
Surabaya
--°C

PLN Mobile Proliga 2025, Gresik Petrokimia Harap-harap Cemas Menunggu Tiket Final Four

PALEMBANG- KEMPALAN : Harap-harap Cemas menyelimuti tim putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia. Tim milik perusahaan penghasil pupuk ini nasibnya di tentukan tim lain untuk memastikan tiket ke final Four. yakni menunggu hasil laga Jakarta Livin’ Mandiri melawan Bandung bjb Tandamata pada laga Minggu 23 Februari besok di GOR Palembang Sport Center atau  PSCC.

Sejatinya Srikandi-srikandi Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia di laga penutupan putaran kedua berhasil meraih kemenangan sempurna atas Yogja Facon 3-0(25-18, 25-16 dan 25-20). Namun kemenangan sempurna ini belum cukup mengantarkan Gresik Petrokimia meraih tiket ke final four.

Dengan kemenangan tersebut,  Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia menggeser posisi Livin’ Mandiri di klasemen sementara. Kedua tim itu sama-sama mengoleksi enam kemenangan. Namun, Petrokimia memiliki poin 19 dan Livin’ 18.

Akan tetapi, nasib Petrokimia ke final four masih ditentukan Livin’ versus Bandung bjb, Minggu (23/2/2025).

Jika Livin’ memenangkan laga tersebut maka dipastikan klub milik bank nasional itu akan berlaga di babak final four yang akan mulai digelar 17 April 2025 mendatang di Kediri, Jawa Timur. Jika  kalah maka Gresik Petrokimia yang berhak lolos ke final four.

Pelatih Petrokimia, Ayub Hidayat mengaku bersyukur anak asuhnya mampu meraih tiga poin pada laga penutup bagi timnya itu. 

“Harapan kita tinggal besok (Minggu, 23/2/2025) antara Livin’ dan bjb. Kita hanya bisa menunggu dan berdoa kepada Allah agar Petrokimia lolos,” kata Ayub usai laga.

Menurutnya, Medi Yoku dkk. tampil kurang baik pada putaran awal. “Namun, di putaran kedua tampil cukup baik,” tambah Ayub.

Meski begitu, pelatih senior itu berharap bisa bersaing dengan tim-tim lainnya jika nanti lolos final four.

Kapten tim Petrokimia, Medi Yoku berharap hal yang sama dengan pelatihnya, Ayub Hidayat. “Kita berharap kepada Tuhan untuk lolos final four,” kata Medi kepada wartawan.

Sementara itu, pelatih Yogya Falcons, Marcos Sugiyama mengatakan tim asuhannya sudah menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

“Memang tim ini masih bayi. Materi pemain masih berusia muda-muda. Tapi perjalanan sudah lebih baik,” ujar pelatih asal Jepang itu.

Menurutnya, tim yang disiapkan menuju Kejuaraan Dunia U-21 di Jawa Timur, Agustus 2025 mendatang itu, saat ini sudah cukup baik. “Tapi di akhir-akhir set sering melakukan kesalahan sendiri,” tambahnya.

Sedang pemain asing Falcons, Sabina Altynbekova juga mengakui tim junior ini jika sudah lama terbentuk bisa lebih baik. “Kalau waktu lama, saya yakin bisa lebih baik,” ujar Sabina yang berniat liburan akan berkunjung ke Bali jika sudah tidak ikut Yogya Falcons.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Ketum dan Sekjen Partai Sebaiknya Tak Masuk Kabinet

KEMPALAN: Ada banyak ketum dan sekjen partai yang masuk di jajaran kabinet pemerintahan, di Indonesia hal ini biasa disebut sebagai bagi bagi kekuasaan, dan menjadi peristiwa lumrah

Dalam sistem demokrasi, pemisahan kekuasaan antara eksekutif dan legislatif menjadi prinsip mendasar yang harus dijaga.

Namun, di Indonesia, fenomena ketua umum (ketum) atau sekretaris jenderal (sekjen) partai politik yang merangkap jabatan sebagai menteri dalam kabinet pemerintahan sering terjadi.

Hal ini menimbulkan dilema: apakah rangkap jabatan ini menguntungkan atau justru merugikan demokrasi?

Salah satu kekhawatiran utama dari fenomena ini adalah berkurangnya independensi kader partai yang berada di parlemen.

Legislator dari partai yang ketumnya berada di pemerintahan bisa merasa “ewuh pakewuh” atau segan untuk mengkritisi kebijakan eksekutif.

Sebab, bagaimana mungkin mereka bersikap oposisi terhadap kebijakan yang dirancang oleh pemimpin tertinggi partai mereka sendiri?

Secara teori, parlemen memiliki fungsi check and balance terhadap pemerintah. Anggota legislatif, termasuk dari partai pendukung pemerintah, memiliki peran untuk mengawasi kebijakan eksekutif agar tetap berpihak kepada rakyat.

Namun, ketika ketum atau sekjen partai masuk ke dalam kabinet, fungsi pengawasan ini bisa melemah.
Menurut Dr. Burhanuddin Muhtadi, pengamat politik dari Indikator Politik Indonesia, kondisi ini menciptakan “loyalitas ganda” di tubuh partai politik.

“Di satu sisi, anggota parlemen harus menjalankan tugasnya sebagai pengawas eksekutif. Di sisi lain, mereka terikat oleh kedisiplinan partai yang dipimpin oleh menteri dalam pemerintahan,” ujarnya.

Burhanuddin menambahkan bahwa dalam banyak kasus, anggota parlemen dari partai penguasa cenderung enggan bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Mereka lebih memilih untuk mengamankan posisi politiknya agar tetap dalam barisan partai. “Situasi ini membuat oposisi melemah dan kritik dalam parlemen menjadi tidak efektif,” tambahnya.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Prof. Siti Zuhro, peneliti senior di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurutnya, keberadaan ketum atau sekjen partai dalam kabinet sering kali lebih banyak berorientasi pada kepentingan politik ketimbang profesionalisme.

“Seorang menteri yang juga pemimpin partai akan lebih cenderung menggunakan jabatannya untuk memperkuat posisi politiknya dan partainya ketimbang fokus pada kerja-kerja pemerintahan,” tegasnya.

Prof. Siti juga mengingatkan bahwa dalam sistem presidensial yang sehat, idealnya partai politik mendukung pemerintahan tanpa harus mendapatkan jatah kursi menteri, apalagi jika yang duduk dalam kabinet adalah ketua umum atau sekjen.

“Jika partai memang mendukung pemerintahan, maka cukup memberikan dukungan melalui kebijakan tanpa harus mendapatkan kursi eksekutif,” katanya.

Keberadaan ketum atau sekjen partai dalam kabinet juga bisa memunculkan masalah dalam tata kelola pemerintahan. Menteri yang memiliki kepentingan politik sering kali lebih fokus pada agenda politik partainya ketimbang menjalankan tugasnya sebagai pejabat negara.

Ini bisa mengarah pada kebijakan yang tidak selalu berorientasi pada kepentingan publik, tetapi lebih kepada kepentingan kelompok atau partai tertentu.

Selain itu, dalam konteks koalisi pemerintahan, posisi ketum partai sebagai menteri bisa mempersulit presiden dalam mengambil keputusan yang bebas dari tekanan politik.

Presiden bisa terkekang oleh kepentingan partai-partai koalisi, yang pada akhirnya mengurangi efektivitas kepemimpinan nasional.

Dalam beberapa kasus, keberadaan tokoh partai dalam kabinet justru memicu konflik kepentingan yang lebih besar. Mereka bisa menggunakan posisi mereka untuk mengamankan sumber daya politik dan ekonomi bagi partainya, yang pada akhirnya menciptakan oligarki politik.

Pemisahan Peran

Untuk menjaga demokrasi yang sehat, perlu ada pembatasan yang jelas antara peran partai politik dan pemerintahan. Salah satu solusinya adalah menerapkan aturan yang melarang ketua umum atau sekjen partai menduduki jabatan menteri dalam kabinet.

Beberapa negara telah menerapkan aturan serupa untuk menjaga keseimbangan politik. Misalnya, di beberapa negara dengan sistem parlementer, partai politik lebih cenderung menempatkan tokoh profesional di pemerintahan daripada figur partai yang dominan.

Ini bertujuan agar kebijakan yang diambil lebih berbasis pada kepentingan rakyat, bukan sekadar kepentingan partai.

Jika Indonesia ingin memperkuat demokrasi dan memperbaiki sistem pemerintahan, maka reformasi politik semacam ini perlu dipertimbangkan.

Partai politik seharusnya tetap menjadi pilar demokrasi tanpa harus menguasai eksekutif secara langsung melalui ketum atau sekjen mereka.

Rangkap jabatan antara ketua umum atau sekjen partai dan jabatan menteri dalam kabinet membawa lebih banyak dampak negatif dibandingkan manfaat.

Dengan membatasi peran mereka dalam pemerintahan, sistem demokrasi bisa berjalan lebih efektif, parlemen bisa menjalankan fungsi pengawasannya dengan lebih baik, dan kebijakan pemerintah bisa lebih fokus pada kepentingan publik, bukan sekadar kepentingan partai politik.

Apakah sebaiknya ketum dan sekjen partai tetap boleh masuk kabinet, atau sudah saatnya ada pemisahan yang lebih tegas, bagaimana menurut anda?
*

Oleh:  Bambang Eko M

Lilik Hendarwati Berjuang Untuk Rakyat

SURABAYA – KEMPALAN: Saat ini, Indonesia sedang menghadapi tantangan yang signifikan. Hal ini membangkitkan kepekaan sosial mahasiswa untuk bergerak dan menuntut perubahan. Salah satu tuntutan yang diajukan adalah pendidikan gratis untuk rakyat.

Ketua Fraksi Partai Keadilkan Sejahtera (PKS), Lilik Hendarwati, menanggapi tuntutan ini dengan mengatakan bahwa pendidikan gratis adalah cita-cita bersama seluruh komponen bangsa. Namun, secara anggaran, hal ini tidaklah cukup. Lilik menekankan bahwa realitisnya, program pendidikan gratis harus dihitung dampaknya untuk yang lainnya.

“Khususnya untuk Jawa Timur, perlu adanya penambahan pendapatan asli daerah agar bisa mewujudkan sekolah gratis,” kata Lilik. “Seperti halnya sekarang, yang harus diperjelas adalah bagaimana Perpres yang dulu tidak tepat, misal terkait pengelolaan 0-12 mil laut, harusnya menjadi kewenangan provinsi, bisa dikembalikan guna menambah PAD provinsi.”

Lilik menegaskan bahwa program pendidikan gratis harus tetap menjadi prioritas. “Dengan menghitung kemampuan daerah tentunya, program tersebut menambah kemampuan Jawa Timur berdaya menyejahterakan rakyatnya,” kata Lilik.

Tuntutan pendidikan gratis ini merupakan bagian dari gerakan reformasi yang sedang berlangsung di Indonesia. Gerakan ini bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dan mempromosikan keadilan sosial.

Dalam konteks ini, peran mahasiswa sangat penting dalam memperjuangkan hak-hak rakyat dan mempromosikan keadilan sosial. Mahasiswa harus terus bergerak dan menuntut perubahan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.(Moy)

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

Roller Coaster Prabowo

Membaca Prabowo bak mengikuti roller coaster berkelokan tajam, berkecepatan tinggi melawan gravitasi “Adili Jokowi” dengan “Hidup Jokowi”. Juga “ndasmu” di tengah basa basi santun yg tricky. Gatot, mengatakan mantan Danjen Kopassus itu menjalanlan operasi Sandhiyuda. Atau sedang berKuda Troja. Kang Rizal menyebutnya mitos. Dibesarkan dalam keluarga sekuler sosialis yang hidup lama di luar negeri, lalu kembali ke Indonesia untuk menjalani pendidikan militer, sulit untuk memahami spektrum pemikirannya di usianya yg 74 tahun. Dia sudah 2 kali kalah saat nyapres melawan Jokowi. Niscaya Prabowo belajar dari siasat Jokowi. Sejarah TNI menunjukkan pertarungan diam2 antara faksi hijau dan merah. Saat mertuanya dijatuhkan dan Habibie berkuasa, Prabowo segera disingkirkan oleh faksi merah di TNI. Gus Dur pun harus dijatuhkan, agar Megawati muncul, lalu UUD1945 karya ulama of the best minds diganti UUD2002. Saat Hasto ditahan KPK, kita mesti ingat Jokowi adalah mantan petugas PDIP. Ayo Cerdas Mikir, Rek !

Oleh: Daniel M Rosyid

Gubernur Khofifah Ajak Pramuka Lebih Produktif dan Kontributif

MAGELANG-KEMPALAN:  Hari Kepanduan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Februari.  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun mengajak pramuka lebih adaptif dengan perkembangan teknologi informasi saat ini dan lebih produktif serta lebih  kontributif kepada masyarakat sekitar.

“Saya mengajak seluruh generasi muda khususnya pramuka, untuk lebih adaptif , produktif, dan kontributif kepada masyarakat,” kata Khofifah di sela-sela agenda retreat di Magelang, Sabtu (22/2).

Ia menyampaikan, saat ini pramuka dan generasi muda harus adaptif dengan perkembangan digital dan teknologi informasi. Caranya bisa dilakukan dengan meningkatkan kompetensi dan literasi digital yang saat ini menjadi kebutuhan.

“Menguasai keterampilan teknologi, ini relevan dengan dunia kerja saat ini. Bisa dengan mengasah bakat dan kemampuan diri melalui fasilitas digital,” katanya.

Khofifah meminta agar  pramuka bergerak  lebih kontributif kepada masyarakat yang dapat dilakukan dengan terlibat pada proyek-proyek komunitas yang berkelanjutan dan inovatif. Seperti keterlibatan pada program-program pelestarian lingkungan.

“Kita berharap pramuka menjadi agen kebaikan yang aktif menyampaikan pesan-pesan positif melalui media sosial dan berperan lebih dalam pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Di sisi lain, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada pramuka di Jawa Timur yang turut serta berkontribusi bagi masyarakat. Di antaranya keterlibatan pramuka saat penanggulangan bencana, membantu mengurai kemacetan, dan distribusi program Makan Bergizi Gratis di Jember.

“Pramuka di Jawa Timur aktif dan terlibat di beberapa momen. Saat bencana mereka terlibat, dan beberapa momen lainnya pramuka juga ada. Kita berharap bisa diikuti  pramuka dari daerah yang lain,” ucapnya.

Selain itu Khofifah berharap pramuka dapat memperluas jaringan dengan komunitas yang lebih luas di berbagai bidang. Sehingga kontribusi pramuka juga semakin nampak dan terasa di masyarakat.

“Selamat Hari Kepanduan Sedunia. Semoga pramuka tetap konsisten terlibat di berbagai program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” harapnya.

Sebagai informasi, Hari Kepanduan Sedunia diperingati sebagai momentum untuk memperingati pendiri gerakan pramuka, Robert Baden-Powell. Gerakan kepanduan juga disebut dengan gerakan pramuka.(Dwi Arifin)

Peringatan Hari Kepanduan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Pramuka Lebih Produktif dan Kontributif

MAGELANG– Di peringatan Hari Kepanduan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Februari, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Pramuka lebih adaptif dengan perkembangan teknologi informasi saat ini dan lebih produktif serta lebih kontributif kepada masyarakat sekitar.

“Saya mengajak seluruh generasi muda khususnya Pramuka, untuk lebih adaptif , produktif dan kontributif kepada masyarakat,” kata Khofifah di sela-sela agenda retreat di Magelang, Sabtu (22/2).

Ia menyampaikan, saat ini Pramuka dan generasi muda harus adaptif dengan perkembangan digital dan teknologi informasi. Caranya bisa dilakukan dengan meningkatkan kompetensi dan literasi digital yang saat ini menjadi kebutuhan.

“Menguasai keterampilan teknologi, ini relevan dengan dunia kerja saat ini. Bisa dengan mengasah bakat dan kemampuan diri melalui fasilitas digital,” katanya.

Khofifah meminta agar Pramuka bergerak lebih kontributif kepada masyarakat yang dapat dilakukan dengan terlibat pada proyek-proyek komunitas yang berkelanjutan dan inovatif. Seperti keterlibatan pada program-program pelestarian lingkungan.

“Kita berharap Pramuka menjadi agen kebaikan yang aktif menyampaikan pesan-pesan positif melalui media sosial dan berperan lebih dalam pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Di sisi lain, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Pramuka di Jawa Timur yang turut serta berkontribusi bagi masyarakat. Diantaranya keterlibatan pramuka saat penanggulangan bencana, membantu mengurai kemacetan, dan distribusi program Makan Bergizi Gratis di Jember.

“Pramuka di Jawa Timur aktif dan terlibat di beberapa momen. Saat bencana mereka terlibat, dan beberapa momen lainnya pramuka juga ada. Kita berharap bisa diikuti Pramuka dari daerah yang lain,” ucapnya.

Selain itu Khofifah berharap Pramuka dapat memperluas jaringan dengan komunitas yang lebih luas di berbagai bidang. Sehingga kontribusi Pramuka juga semakin nampak dan terasa di masyarakat.

“Selamat Hari Kepanduan Sedunia. Semoga Pramuka tetap konsisten terlibat di berbagai program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” harapnya.

Sebagai informasi, Hari Kepanduan Sedunia diperingati sebagai momentum untuk memperingati pendiri gerakan Pramuka, Robert Baden-Powell. Gerakan kepanduan juga disebut dengan gerakan Pramuka.(*)

Larangan Ikut Retreat, Check Sound” Mega Vs Prabowo

“Di tengah arus perubahan zaman, politik yang stagnan dan mengagungkan kultus individu akan menyeret negeri ini ke dalam keterpurukan.”


Politik sejatinya adalah seni mengelola perbedaan dalam harmoni, merajut kepentingan bersama demi kesejahteraan rakyat, menyusun strategi untuk meraih cita-cita secara beradab. Namun jika kekuasaan berubah menjadi panggung ego dan kesewenang- wenangan, demokrasi akan cedera.

Sejarah negeri ini telah berkali-kali mencatat bagaimana keangkuhan politik menjauhkan pemimpin dari amanah rakyat. Kini ironi itu kembali hadir dalam bentuk keputusan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang melarang kepala daerah dari partainya mengikuti program retreat nasional di Akademi Militer Magelang yang diampu Presiden Prabowo Subianto.

Retreat ini bukan sekadar pertemuan seremonial namun upaya kolektif untuk menyamakan persepsi dan membangun keselarasan dalam membangun negeri. Dalam forum ini kepala daerah diharapkan dapat berkoordinasi secara efektif demi kepentingan nasional, bukan sekadar kepentingan sempit partai. Tetapi Mega dengan sikap otoriternya memilih untuk menciptakan sekat-sekat kepartaian yang justru berbahaya bagi kepentingan rakyat. Pelarangan pada kader banteng mengikuti pembekalan bisz diartikan sebagai “check sound” Mega melawan Presiden Prabowo.

Pelaksanaan retreat bersandar pada Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memerintahkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan pelatihan kepada para kepala daerah yang baru terpilih. Selain itu, UU Pemerintahan Daerah memerintahkan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) untuk memberikan diklat kepada para kepala daerah terpilih.6676

AROGANSI KEKUASAAN

Kepemimpinan adalah panggilan untuk merajut kebersamaan bukan ajang mempertontonkan arogansi. Retreat bagi kepala daerah bukan sekadar seremonial, tetapi upaya menyelaraskan visi dan langkah dalam membangun negeri. Namun, larangan yang dikeluarkan Megawati justru menjadi simbol politik partisan yang mengedepankan loyalitas buta di atas kepentingan bangsa. Ini bukan sekadar intervensi tetapi sebuah bentuk sabotase terhadap komitmen kolektif dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan inklusif.

Rakyat telah memberikan kepercayaan kepada pemimpin daerah untuk bekerja demi kesejahteraan mereka. Namun bagaimana amanah itu bisa dilaksanakan jika para kepala daerah dihalangi untuk berpartisipasi dalam forum strategis yang bertujuan meningkatkan koordinasi dan sinergi antar pemimpin? Apa yang diputuskan Mega tak ubahnya rantai yang mengikat kebebasan berpikir dan bertindak demi kepentingan bangsa. Ini bukan sekadar tindakan politik melainkan pengkhianatan terhadap demokrasi.

Arogansi kekuasaan semacam ini mengingatkan kita pada kisah-kisah kelam sejarah, di mana pemimpin merasa diri sebagai pemilik tunggal kebenaran, menutup telinga terhadap aspirasi dan menganggap partai sebagai warisan pribadi. Kekuasaan yang didasari pada pemujaan terhadap figur bukan ide dan gagasan hanya akan membawa politik ke dalam kegelapan.

Jangan sampai bangsa ini kembali ke zaman feodal, di mana kekuasaan diwariskan seperti harta pusaka, dan loyalitas kepada individu lebih penting daripada kepentingan rakyat. Demokrasi bukanlah panggung sandiwara satu orang, melainkan ruang bagi dialog dan kebijaksanaan kolektif. Jika elite politik terus mempertontonkan sikap jumawa dan menutup pintu diskusi, maka bukan tak mungkin kepercayaan rakyat terhadap sistem politik semakin luntur.

RAKYAT HANYA KEDOK

Bangsa ini dibangun di atas fondasi semangat gotong royong, bukan diktum perintah satu orang. Kita perlu mengingat kembali ajaran Bung Karno bahwa politik adalah alat perjuangan untuk rakyat bukan alat mempertahankan dominasi kelompok tertentu. Jika keputusan yang diambil justru merugikan rakyat dan menghambat pembangunan maka sudah saatnya kita bertanya, siapa sebenarnya yang mereka layani? Kekuasaan yang tak berpihak pada rakyat hanyalah kedok bagi kepentingan pribadi dan oligarki politik.

Di tengah arus perubahan zaman, politik yang stagnan dan mengagungkan kultus individu akan menyeret negeri ini ke dalam keterpurukan. Pemimpin sejati tidak takut pada dialog, tidak alergi terhadap kritik dan tidak menutup pintu bagi kebersamaan. Mereka yang merasa besar dengan menindas kebebasan berpikir sejatinya adalah pemimpin kerdil yang hanya hidup dalam ilusi kejayaan masa lalu.

Sejarah akan mencatat dan rakyat akan menilai. Jangan biarkan arogansi segelintir elite mencederai harapan bangsa ini. Indonesia tidak butuh politik yang memperbudak tetapi kepemimpinan yang mengayomi. Demokrasi bukanlah warisan yang bisa dipermainkan sesuka hati melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Jika keangkuhan terus berkuasa, kita hanya akan menjadi bangsa yang terperangkap dalam penyesalan.

Oleh:
Rokimdakas
Wartawan & Penulis
Surabaya 22 Februari 2025

Khofifah Indar Parawansa Terpilih sebagai Presidium HIMPUNI Peridoe 2025-2028

Makassar– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi terpilih sebagai salah satu anggota Presidium Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI). Pemilihan ini berlangsung dalam Sidang Umum Majelis Umum III HIMPUNI yang diadakan di Makassar, Jum’at (21/2/25).

Khofifah yang saat ini sedang mengikuti Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang menyampaikan persetujuannya melalui utusan IKA UNAIR yang hadir Noer Sidiq dan menyampaikan terima kasih atas amanah barunya sebagai Presidium Himpuni.

“Suatu kehormatan bagi saya dan IKA Unair dapat diberi amanah dan kepercayaan untuk memimpin secara presidium organisasi HIMPUNI, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Sidang Umum Majelis Umum,” ujarnya melalui pesan singkat WA.

Khofifah juga berharap HIMPUNI kedepan dapat lebih manfaat dan berperan aktif, berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“Mohon doanya semoga HIMPUNI kedepan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan mampu berperan aktif, berkontribusi dalam pemikiran maupun aksi untuk mendukung pembangunan negeri menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Selain Khofifah, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, juga terpilih dan akan menjabat sebagai Koordinator Presidium HIMPUNI. Dalam pernyataannya, Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa HIMPUNI memiliki lebih dari 10 juta anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia menekankan pentingnya peran organisasi ini dalam mendorong percepatan pembangunan nasional melalui berbagai inisiatif strategis. 

HIMPUNI, yang merupakan wadah bagi 51 organisasi alumni perguruan tinggi negeri, berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai sektor. Dengan terpilihnya Khofifah dan Amran Sulaiman dalam kepemimpinan HIMPUNI, diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan alumni perguruan tinggi negeri dapat semakin erat, guna mewujudkan percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Sidang Umum Majelis Umum HIMPUNI kali ini dihadiri oleh 41 perwakilan dari berbagai organisasi alumni. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang. 

Sebagai informasi, HIMPUNI telah lama berperan aktif dalam berbagai program pembangunan nasional. Dengan kepemimpinan yang baru, organisasi ini diharapkan dapat semakin berkontribusi dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi, dan sosial, demi kemajuan Indonesia.

Berikut daftar presidium HIMPUNI 2025-2028:

  1. IKA Unhas : Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian
  2. ⁠IKA Unair : Khofifah Indar Parawansa : Gubernur Jawa Timur
  3. ⁠IKA UB Moh Fatah : Sekjen PU
  4. KA Unsoed : Abdul Kholiq : Anggota DPD RI
  5. IKA UNRI : Wan Muhammad Hasyim : Pengusaha
  6. UPI : Enggartiasto Lukita : Pengusaha
  7. IKA UNILA Irjen Pol Prof Dr Rudi Heryanto: Mantan Kapolda Banten
  8. ILUNI : Didit Ratam : Pengusaha
  9. IKA Halu Oleo : Prof Dr Andi bahrun M.Sc Agric, Rektor Universitas Sulawesi Tenggara

Demo di DPRD Jatim Diwarnai Penyiraman Air Oleh Demonstran Kepada Anggota Dewan

SURABAYA – KEMPALAN: Arek Gerak (Gerakan Rakyat) yang hari ini, Jum’at (21/02) melaksanakan demo di gedung DPRD Jatim diwarnai dengan orasi, teatrikal serta penyiraman air mineral oleh demonstran kepada salah satu anggota dewan yang menemui mereka.

Demo hari ini dilaksanakan tepat setelah sholat Jum’at, mundur beberapa jam dari jadwal yang ditentukan. Peserta demo berasal dari berbagai lapisan masyarakat dan daerah. Mereka mendapat pengawalan penuh dari anggota kepolisian yang berjaga dari pagi hingga sore hari.

Nampak demonstran tetap semangat meskipun dibawah terik matahari

Jumlah peserta demo yang nampak hadir sekitar 300 sampai 800 orang dengan menggunakan baju/kaus warna hitam. Sedangkan dari pihak aparat kepolisian dari Brimob sampai Polantas juga diterjunkan dalam jumah yang cukup banyak untuk mengawal kegiatan demo Jumat ini.

Salah seorang peserta demo yang bernama Matthew ketika diwawancarai kempalan mengatakan, “Tujuan yang pertama adalah saya sebagai mahasiswa justru merasa sakit hati plus kecewa dengan kebijakan presiden Prabowo yang dimana menyangkut efisiensi dan Danantara yang bagi saya tidaklah masuk akal. Tujuan dari demo ini adalah pada dasarnya untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat di Surabaya juga di seluruh Indonesia”.

Teatrikal peserta demo

Ketika ditanyakan mengenai sudah diterimanya surat tuntutan mahasiswa oleh Mensesneg (Prasetyo Hadi) dan rekan-rekan mahasiswa memberi tenggang waktu hingga 2 hari apakah belum cukup, Matthew mengatakan, “Mengingat Saya sudah tidak memiliki kepercayaan lagi terhadap pemerintahan, saya tidak percaya sama sekali”. Ketika disinggung dengan maraknya tulisan “Adili Jokowi”, dia mengatakan, “Saya setuju akan hal itu karena pertama, sosok Jokowi adalah sosok muka dua”.

Berikut lampiran Kajian Substansi Tuntutan #IndonesiaGelap

Pendahuluan
Gerakan #IndonesiaGelap lahir sebagai respon terhadap kebijakan yang merugikan rakyat dan melemahkan demokrasi. berikut adalah kajian substantif yang menjelaskan urgensi tuntutan aksi disertai data, dampak sosial ekonomi, serta rekomendasi kebijakan.

Sahkan undang-undang pro rakyat. RUU masyarakat adat

Latar belakang: konflik agraria dan kriminalisasi akibat belum adanya payung hukum yang kuat. Dampak: 1,6 juta hektar tanah adat berkonflik dengan korporasi (AMAN). Rekomendasi: mendesak DPR segera mengesahkan RUU ini

Demonstran sebagian besar mahasiswa, duduk tertib melihat teatrikal dan mendengarkan orasi dari para orator

RUU perampasan aset

Latar belakang: kesulitan menyita aset koruptor menyebabkan kerugian 200 Triliun Rupiah (ICW) Dampak: negara kehilangan potensi pemulihan aset. Rekomendasi: mendorong regulasi pemulihan aset demi kepentingan rakyat

Salah seorang anggota dewan yang nampak menemui demonstran

RUU perlindungan pekerja rumah tangga (PRT)

Latar belakang: 4,2 juta pekerja PRT tidak memiliki perlindungan hukum (ILO). Dampak: rentan eksploitasi dan kekerasan. Rekomendasi: mendesak pengesahan UU untuk perlindungan legal PRT

Tolak undang-undang anti rakyat
Revisi UU TNI dan Polri Latar belakang: potensi perluasan peran TNI-Polri di ranah sipil. Dampak: meningkatkan represi dan melemahkan demokras. Rekomendasi: penguatan reformasi sektor keamanan tanpa perluasan peran militer

Salah seorang peserta demo dengan tulisan sindiran di kausnya

Revisi UU Minerba dan kejaksaan Latar belakang: menguntungkan oligarki tambang, melemahkan independensi hukum. Dampak: eksploitasi SDA dan berkurangnya independensi kejaksaan. Rekomendasi: menolak revisi yang pro oligarki, corong regulasi yang berpihak pada rakyat

Evaluasi kebijakan yang merugikan rakyat

Efisiensi anggaran dan kabinet gemuk

Latar belakang: pemborosan anggaran akibat kabinet gemuk. Dampak: pemangkasan anggaran pendidikan, kesehatan, infrastruktur. Rekomendasi: evaluasi INPRES No. 1 tahun 2025 dan alokasi ulang anggaran

Pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG)

Latar belakang: masalah distribusi pengawasan, dan kualitas makanan. Dampak: 30% makanan tidak layak konsumsi. Rekomendasi: audit menyeluruh, skema distribusi yang lebih baik atau pembatalan program.

Batalkan kebijakan yang membahayakan demokrasi
Multifungsi TNI- Polri

Latar belakang: Bertentangan dengan reformasi demokrasi. Dampak: potensi pelanggaran HAM meningkat (SETARA Institute). Rekomendasi: tolak kebijakan ini, perkuat supremasi hukum

Senyum Kasatlantas Herdiawan yang mengatur lalu lintas kendaraan agar tidak macet di depan gedung DPRD Jatim

INPRES No. 1/2025 APBN untuk IKN, MBG, Danantara

Latar belakang: pembebanan APBN untuk proyek non- prioritas. Dampak: defisit anggaran 150 triliun dalam 10 tahun. Rekomendasi: hentikan alokasi APBN untuk proyek non-mendasar, prioritaskan pendidikan dan kesehatan

Ketua dan anggota ormas Pemuda Pancasila juga nampak hadir ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan kebersihan bersama anggota yang lain (tidak ikut berfoto)

Kesimpulan

Tuntutan aksi #IndonesiaGelap didasarkan pada kajian data dan fakta yang kuat. Kami mendesak pemerintah dan DPR untuk segera bertindak demi kepentingan rakyat, bukan oligarki. Masyarakat sipil akan terus mengawal dan memastikan demokrasi tetap berada di jalur yang benar.

Arek Gerak & Aliansi Masyarakat Sipil Surabaya & Jawa Timur

Kami adalah
gabungan berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap masa depan kebijakan publik yang transparan dan adil untuk masyarakat luas.

Demonstrasi sebelum resmi selesai tadi sempat terhenti ketika tiba-tiba hujan turun cukup deras, namun sebagian massa tetap bertahan melakukan orasi di depan DPRD Jatim. Banyak masyarakat yang menilai maraknya demo di mana-mana disebabkan karena Prabowo dianggap membuat kebijakan yang kurang tepat dan tidak berani bersikap tegas terhadap Jokowi, padahal masyarakat banyak yang menuntut agar Jokowi diadili dan menteri-menteri yang dianggap pro Jokowi di reshuffle. (Izzat)

Editor: Nur Izzati Anwar

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.