Senin, 18 Mei 2026, pukul : 18:40 WIB
Surabaya
--°C

Jalan Rusak di Jember Dikeluhkan Warga, Gubernur Khofifah Instruksikan Dinas PU Bina Marga Jatim Kebut Perbaikan dalam Tiga Bulan

MAGELANG– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tetap berkoordinasi dengan jajaran Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna menyelesaikan berbagai persoalan mendesak di tengah kegiatan retreat di Magelang.

Salah satunya, mengatasi masalah kerusakan Jalan Provinsi di daerah Puger, Kabupaten Jember, yang ramai dikeluhkan masyarakat.

Sebelumnya, warga sekitar mengeluhkan kondisi jalan di Puger yang statusnya adalah Jalan Provinsi. Jalan sepanjang 46 km di sana diketahui mengalami kerusakan yang cukup parah akibat banyak dilintasi kendaraan industri bermuatan berat.

Menjawab keluhan tersebut, Gubernur Khofifah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur (DPUBM Jatim) untuk segera melakukan perbaikan. Saya meminta Pak Wagub Emil Elestianto Dardak mengkordinasikan langsung selama saya mengikuti retreat di Magelang.

“Pemprov Jatim akan meningkatkan kualitas jalan Balung-Kasian-Puger menjadi rigid beton sepanjang 2 km. Kemudian PT Imasco Asiatic juga akan membantu membenahi rigid beton sepanjang 500 m menyambung ke arah selatan melanjutkan pengerjaan oleh DPUBM menuju arah pabrik,” ujar Gubernur Khofifah.

Proyek peningkatan jalan yang dilakukan oleh DPUBM Jatim tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran senilai Rp30 miliar. DPUBM Jatim juga sudah tanda tangan kontrak per 20 Februari 2025 dan sedang persiapan pelaksanaan.

“Sedangkan untuk sisa jalan yang tidak dibetonisasi, kami sudah menginstruksikan DPUBM Jatim untuk melakukan kegiatan rekonstruksi pada jalan yang rusak strukturnya dan penambalan pada lubang-lubang di jalan,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, untuk proses penambalan lubang yang saat ini terjadi, ditargetkan akan selesai dikerjakan dengan penanganan rekonstruksi sebelum lebaran 2025. Namun dikarenakan selama proses perbaikan tidak dimungkinkan untuk menutup arus lalu lintas. Sehingga diperkirakan akan muncul lubang baru selama proses perbaikan jalan.

Apabila memperhitungkan adanya lubang baru dalam proses perbaikan jalan ini maka setidaknya dalam waktu 3-4 bulan ke depan Jalan Provinsi tersebut diharapkan bisa bebas dari lubang.

“Proses perbaikan akan kita kebut, sehingga warga bisa segera merasakan kenyamanan dan keamanan berkendara di sana,” tandasnya.

Jalan Rusak di Jember Dikeluhkan Warga, Khofifah Instruksikan Dinas PU Bina Marga Kebut Perbaikan

MAGELANG-KEMPALAN: Meskipun sibuk mengikuti kegiatan retreat di Akmil Magelang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tetap mimikirkan warganya. Dia tetap berkoordinasi dengan jajaran Perangkat Daerah Pemprov Jatim guna menyelesaikan berbagai persoalan yang mendesak untuk dituntaskan.

Termasuk mengatasi masalah kerusakan Jalan Provinsi di daerah Puger, Kabupaten Jember, yang ramai dikeluhkan warga, khususnya para pengguna jalan. Jalan sepanjang 46 km itu diketahui mengalami kerusakan cukup parah akibat banyak dilintasi kendaraan industri bermuatan berat.

Menjawab keluhan tersebut, Khofifah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur (DPUBM Jatim) untuk segera melakukan perbaikan. “Saya meminta Pak Wagub Emil Elestianto Dardak mengkordinasikan langsung selama saya mengikuti retreat di Magelang,” ujarnya.

“Pemprov Jatim akan meningkatkan kualitas jalan Balung-Kasian-Puger menjadi rigid beton sepanjang 2 km. Kemudian PT Imasco Asiatic juga akan membantu membenahi rigid beton sepanjang 500 m menyambung ke arah selatan melanjutkan pengerjaan oleh DPUBM menuju arah pabrik,” lanjutnya.

Proyek peningkatan jalan yang dilakukan oleh DPUBM Jatim tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran senilai Rp30 miliar. DPUBM Jatim juga sudah tanda tangan kontrak per 20 Februari 2025 dan sedang persiapan pelaksanaan.

“Sedangkan untuk sisa jalan yang tidak dibetonisasi, kami sudah menginstruksikan DPUBM Jatim untuk melakukan kegiatan rekonstruksi pada jalan yang rusak strukturnya dan penambalan pada lubang-lubang di jalan,” tandasnya.

Khofifah menambahkan, untuk proses penambalan lubang yang saat ini terjadi, ditargetkan akan selesai dikerjakan dengan penanganan rekonstruksi sebelum lebaran 2025. Namun dikarenakan selama proses perbaikan tidak dimungkinkan untuk menutup arus lalu lintas. Sehingga diperkirakan akan muncul lubang baru selama proses perbaikan jalan.

Apabila memperhitungkan adanya lubang baru dalam proses perbaikan jalan ini, maka setidaknya dalam waktu 3-4 bulan ke depan jalan provinsi tersebut diharapkan bisa bebas dari lubang.

“Proses perbaikan akan kita kebut, sehingga warga bisa segera merasakan kenyamanan dan keamanan berkendara di sana,” tegasnya. (Dwi Arifin)

Jangan jadi Korban Kebebasan

Republik Indonesia terus bergerak meniti arus zaman yang deras membawa serta harapan dan tantangan. Setiap zaman menuntut perbaikan bukan sekadar nostalgia akan kejayaan masa lalu. Dunia berubah dengan cepat, teknologi melesat, informasi berhamburan, perilaku manusia kian beragam. Semua ini menuntut kesiapan berpikir yang segar, terbuka dan adaptif. Hindari pemikiran yang tertutup dan konservatif.

Namun di tengah laju perubahan banyak yang mengatasnamakan kebebasan. Kebebasan yang semestinya mencerahkan justru sering menjadi ajang pembodohan. Di layar televisi di medsos, mereka yang digadang-gadang sebagai cendekia justru meracuni publik dengan opini sesat.

HASRAT SETAN

Kritik dilempar tanpa landasan seperti panah yang dilontarkan tanpa sasaran. Setiap kebijakan dihujat, setiap keputusan dicemooh, seolah kebenaran hanya milik mereka. Tapi apakah mereka menawarkan solusi? Tidak. Yang ada hanyalah narasi picik, penuh amarah yang dirasuki hasrat setan.

Masyarakat yang jernih nuraninya bertanya, mengapa para elite politik lebih sibuk merawat kepentingannya sendiri? Mengapa mereka tega mengorbankan ketentraman demi ambisi bisnisnya yang terganggu? Mengapa akademisi yang seharusnya menjadi penjaga moral bangsa malah melacurkan diri dalam permainan politik kekuasaan? Intelektualitas sepatutnya menjadi cahaya bukan api yang membakar negeri sendiri.

AROGANSI POLITIK

Kita sedang menyaksikan pertunjukan memalukan dari para pemimpin yang kehilangan arah. Mereka jumawa, merasa negeri ini milik nenek moyangnya. Ketika ada kader partai yang terbukti korup dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka justru menyerukan perlawanan. Inilah wajah arogansi politik yang menjijikkan. Sebuah kebiadaban yang mencederai adab berpolitik.

Di tengah hingar-bingar kebebasan ini, kita perlu kembali pada nilai-nilai Pancasila. Kebebasan tanpa tanggung jawab hanya akan melahirkan kehancuran. Persatuan harus tetap dijaga. Jangan sampai kita terpecah oleh tipu daya kata-kata manis oleh hoaks yang merajalela.
Kita harus sadar bahwa yang menyatukan bangsa ini bukan sekadar kebiasaan berbagi tanah, melainkan modal sosial yang terjalin dalam keberagaman.

Jika kita terus bertikai memupuk kebencian satu sama lain maka Indonesia hanya akan menjadi cerita yang dikisahkan di buku sejarah. Bangsa ini bisa kembali tercerai-berai menjadi suku-suku kecil, tak lebih dari sekumpulan manusia yang kehilangan identitasnya.

Sejarah telah mencatat betapa banyak negara besar yang akhirnya terpecah belah dan kesulitan membangun kembali karakteristik kebangsaan mereka. Beberapa negara di Timur Tengah yang terus menerus merawat pertikaian akhirnya hancur lebur. Kita bisa melihat dampak dari Arab Spring di mana negara-negara adidaya menjalankan proxy war dengan memanfaatkan isu agama kemudian menghancurkan negara-negara yang sejatinya mewarisi kebudayaan purba. Bangsa-bangsa ini kehilangan stabilitas dan jatuh ke dalam kehancuran tanpa ada pemulihan yang nyata.

Para elite Indonesia tentu mengetaui peristiwa-peristiwa tersebut dan dampaknya. Namun, karena pikiran mereka picik dan rakus, mereka justru melacurkan diri untuk memperoleh keuntungan pribadi. Mereka menyebarkan narasi sesat, menghasut publik agar tidak mempercayai pemerintah, demi memastikan kepentingan bisnis bandarnya tetap berjaya. Jika kita tidak berhati-hati, kita akan terjebak dalam skenario yang sama—mewariskan kehancuran kepada anak cucu kita.

MENOLAK MATAHARI

Kita harus belajar dari sejarah bukan hanya mengagungkan masa lalu. Banyak yang terjebak dalam pemikiran bahwa masa lalu selalu lebih baik tanpa mau membuka mata pada realita masa depan. Pemikiran seperti ini ibarat menolak melihat matahari di pagi hari hanya karena merindukan cahaya senja. Lalu kita pun terperangkap dalam kebingungan, terlambat menyadari dan akhirnya hanya bisa menyesal. Persis seperti kisah Nabi Adam yang menyesal setelah terusir dari surga. Sebuah penyesalan yang datang terlambat.

Kita tidak ingin mewariskan tanah air yang porak-poranda kepada anak cucu. Kita tidak ingin menjadi generasi yang hanya bisa mengeluh tanpa memberi solusi. Tugas kita adalah menjaga negeri ini dengan penuh kesadaran, merawatnya dengan kebijaksanaan dan mengarungi dengan kecerdasan.

Jangan sampai kebebasan justru menjerumuskan kita ke dalam jurang kehancuran. Kini saatnya untuk belajar, membaca fenomena serta memahami zaman agar kita tidak menjadi korban dari kebebasan yang kita elu-elukan sendiri.

Rokimdakas
Wartawan & Penulis
23 Februari 2025

PP Pelti Jadikan Pengprov Pelti Jatim Jadi Pilot Projeck Pembinaan Cabor Tenis

SURABAYA-KEMPALAN : Tiga kali berturut turut atau selama 12 tahun menjadi juara umum pada pesta olahraga multi event Pekan Olahraga Nasional (PON ) menjadikan PP Pelti mengapresiasi Pengprov Pelti Jatim sebagai percontohan pembinaan Cabor Tenis.

 Nurdin Halid selaku Ketua PP Pelti menyampaikan Jatim bakal dijadikan proyek percontohan oleh PP Pelti, untuk pengembangan tenis Indonesia yang lebih modern. Baik dari sisi organisasi dan juga prestasi.

Penegasan tersebut, diungkapkan Ketua Umum PP Pelti, Nurdin Halid dalam sambutannya di pengukuhan Pengprov Pelti Jatim 2025-2029 di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Minggu (23/2/2025).

“Insya Allah Jatim akan dijadikan pusat pengembangan tenis Indonesia dengan dukungan sport since di Unesa,” ujar Nurdin Halid.

Ia menegaskan, Jatim sangat pantas sebagai tempat pengemabngan tenes Indonesia. Ini dibuktikan di setap pelaksanaan PON, Jatim selalu keluar juara umum. Bahkan di dua yakni PON XX 2021 Papua dan PON XXII Aceh Sumut 2024  kontingen Jatim menyapu bersih medali emas. Jatim punya banyak atlet-atlet kelas nasional.

“KONI Jatim juga cukup peduli dalam pembinaan dan pengangkatan prestasi, juga ikut membiayai atlet nasional yang ada di luar negeri. Ini kepedulian KONI Jatim untuk angkat prestasi dunia,” kata Nurdin Halid.

Mantan Ketua  umum PSSI ini menambahkan, petenis Aldina yang berasal dari Jatim kini menemati ranking 30 dunia. Ia punya kesempatan tampil di olimpiade jika ada pasangan asa Indonesia yang berkualitas.
“Mudah-mudahan bisa, kami akan cari dan pembinaan atlet lain juga harus bagus,: terang Nurdin Halid.

Pria yang juga anggota DPR RI ini menambahkan, Jatim juga punya fasilitas pendukung pengembangan tenis modern dengan dukungan sport since. Unesa punya sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas sport since yang memadai.

“Kami sudah tinjau fasilitasnya di Unesa dan cukup bagus. Harapan kedepan ada stadion tenis di Unesa, dan Insya Allah bisa menggelar Indonesia Open dan pemain-pemain dunia sebelum ke Melbourn Australia, harapannya lebih dulu datang ke Surabaya,” ucap Nurdin Halid.

Jika sudah ada stadion tenis, lanjut Nurdin Halid, PP Pelti ingin menggulirkan kompetisi atau Liga Tenis Profesional. Ini harus dengan dukungan kompetisi di Kelompok Umur (KU), mulai KU-14 tahun, KU-16 dan KU -18.

“Persiapan (Liga Profesional) sudah 80 persen, saya punya niat baik untuk memperbaiki PP Pelti dan memutar Liga Profesional. Selain Liga Profesional, kedepan juga perlu adanya kompetisi tenis komunitas,” tandas Nurdin Halid.

Kemudian, Ketua Pengprov Pelti Jatim, Ismed Johar menyampaikan, dirinya bersama pengurus sudah bertekad memberi pengabdian terbaik dalam organisasi ini. Roda organisasi akan dijalankan secara maksimal dan pembinaan menuju prestasi atlet terbaik.

“Program dari pusat, provinsi kabupaten dan kota bisa berjalan selaras. Dan komunikasi Provinsi ke Kabupaten dan Kota bisa terjalin baik,” ujar Ismed.

Pria yang menjadi pengurus Kadin Jatim ini berharap, dirinya dan pengurus bisa menghidupkan Pengprov Pelti Jatim, bukan mencari kehidupan di organisasi.

Saat ditanya, Jatim akan jadi proyek percontohan tenis Indonesia, Ismed menyambut dengan antusias dan siap memberi dukungan. Pengprov Pelti Jatim siap menjalanan kebijakan dari Keta Umum PP Pelti Nurdin Halid.

Selain itu, Ketua KONI Jatim, M Nabil mengatakan, pengurus Pelti Jatim harus mulai menyiapkan regenerasi atlet tenis. Karena atlet-atlet senior yang menjadi tulang punggung di PON dengan raihan juara umum tidak memiliki pelapis yang kualitasnya sepadan.

“Pembinaan dan regenerasi atlet tenis Jatim harus disiapkan, karena atlet-atlet yang meraih juara umum di PON, usianya sudah tidak muda lagi. Atlet di bawahnya belum muncul, ini harus disiapkan,” saran Nabil.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Jalan Tasawuf KH. Syaiful Ulum Nawawi (8)

KEMPALAN :Dalam wawancara ke-2 tanggal 12 Februari 2025 dibahas juga tentang “kisah” seorang nenek yang ketahuan mencuri kakao, sebagaimana diposting di medsos.

Oleh perusahaan pemilik perkebunan kakao tersebut, nenek yang mencuri tadi diserahkan ke polisi yang akhirnya diproses hingga ke meja hijau, dimaksudkan sebagai pelajaran untuk mencegah agar tidak terjadi peristiwa serupa di masa yang akan datang.

Jaksa menuntut 1 tahun penjara dengan denda pengganti sebesar dua setengah juta.

Jika nenek tadi tak bisa membayar denda, maka dihukum masuk penjara selama setahun.

Setelah melalui proses persidangan, hakim tadi menyatakan begini : Hukum tetap hukum. Yang bersalah tetap dinyatakan bersalah.

Selanjutnya hakim tadi membuka toganya dan meletakkan uangnya ‘sejuta’ di toga tersebut seraya mengatakan, “semua yang hadir di persidangan ini didenda per orang ‘lima puluh ribu’. Karena membiarkan nenek ini miskin dengan anaknya yang sakit dan cucunya kelaparan.”

Toga tadi lantas beredar di ruang sidang yang dipenuhi pengunjung. Setelah dihitung, terkumpul uang ‘empat juta’. Yang ‘dua setengah juta’ diserahkan sebagai denda pengganti kurungan, sedangkan yang ‘satu setengah juta’ diberikan ke nenek miskin itu untuk dibawa pulang.

Uang terkumpul ‘empat juta’ itu termasuk denda ‘lima puluh ribu’ dari manager perusahaan perkebunan kakao yang hadir di persidangan.

Bagaimana reaksi KH. Syaiful Ulum Nawawi?

Begini kurang lebih narasi jawaban beliau :

Pada konteks peristiwa di atas, nenek tadi tetap divonis bersalah. Dalam hukum positif –kalau ada orang melakukan tindakan kriminalitas A, maka hukumannya B– minimal sekian waktu masuk penjara dan maksimal sekian waktu dijebloskan. Atau dengan denda pengganti.

Pada dasarnya hakim hukum positif itu punya wilayah kuasa yang tak bisa dicampuri oleh siapapun. Makanya kalau kita ingat pelajaran di sekolah dulu, ada disebut bahwa negara itu memiliki tiga pilar, yaitu : eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Hakim merupakan bagian dari unsur yudikatif, punya wewenang mutlak untuk memutus perkara berdasarkan pasal-pasal yang teruji dan tersusun dalam KUHAP.

“Tapi,” kata KH. Syaiful Ulum Nawawi, “Hakim itu juga manusia. Dan hakim pengadilan tadi punya ‘rasa’ bahwa nenek tersebut mencuri kakao karena terpaksa, disebabkan kemiskinannya.”

Dalam hal-hal tertentu, bisa saja ‘logika’ dan ‘rasa’ : “bertemu”. Sekali lagi: dalam hal-hal tertentu.

Hakim yang bijak bisa “mempertemukan” tanpa mengorbankan fakta hukum.

Itulah, boleh jadi ada hakim yang secara sadar atau tidak, melakoni jalan tasawuf dalam memutus perkara dengan landasan : welas asih.

*

Pengadilan meja hijau adalah domain logika. Ranah “rupa”. Bukan wilayah tasawuf. Kalau tasawuf, sebagaimana beberapa kali saya sampaikan adalah wilayah “rasa”. Ada yang bilang, ‘logika’ dan “rasa” tidak bisa ketemu. Dalam konteks tertentu tidak demikian.

Memang benar jika ‘salah’ dan ‘benar’ itu perkara “rupa”. Sedangkan ‘kaya’, ‘kurang kaya’ atau ‘miskin’, itu wilayah “rasa”.

Nah, pencuri miskin yang mencuri karena kelaparan, muara keadilannya acapkali belok ke : wilayah “rasa”. Tentu saja itu berlaku bagi hakim yang betul-betul paham keadilan berdasarkan prinsip welas asih. Beda lagi putusannya kalau hakim paham betul bahwa peristiwa pencurian terjadi manakala berkaitan dengan perbuatan mencuri yang sudah jadi kebiasaan, sudah jadi kultur — profesional.

Apakah orang semacam hakim yang mengadili mbah pencuri kakao tadi pernah belajar ke seseorang semacam guru yang Sufi? Bisa iya, bisa tidak. Yang namanya guru itu bisa saja perwujudan personal, atau bisa jadi berupa guru kehidupan. Kedua guru ini tugasnya membukakan pintu untuk ‘menungso’ ketemu karo sing ‘gawe urip menungso’.

Makanya di sini ada semacam proses, kenapa kalau ada sebutan murid –orang yang sedang mencari sesuatu– lalu muncul sosok mursyid. Sang pencerah. Sang pengarah.

Mursyid memberitahu jalan pengembaraan. Nah, ada istilah dalam dunia tasawuf bahwa guru tugasnya “membuka pintu”. Murid dipersilakan memulai perjalanannya lewat pintu yang dibukakan tadi.

Atau secara filosofis, begini: guru tugasnya membuka pintu yang menghubungkan perjalanan manusia menuju Tuhannya.

Bagaimana caranya?

Sang murid diberi kesempatan berjalan. Proses itu diistilahkan perjalanan kehidupan mencari kesejatian diri berdasarkan prinsip kasih sayang. Prinsip welas asih.

*

Cekak aos, berkaitan dengan hukum dan hakim, adakah yang benar-benar adil ?

Kalau secara ekstrem tidak ada, kecuali sing gawe urip : Allah SWT.

Kalau mendekati seadil-adilnya : ada.

Karena apa? Peradilan hukum positif itu berdasarkan fakta. Istilahnya : fakta hukum. Tetapi yang namanya kesalahan, kekhilafan, itu kan ada prosedurnya untuk dihakimi. Kenapa sampai mencuri?

Karena itu seorang hakim ketika memutus perkara, sebaiknya melihat dari sisi “rasa” juga, kenapa seseorang berbuat salah dengan melakukan kriminalitas.

Di balik itu, bisa saja ada orang tobat jika berhadapan dengan hakim yang welas asih.

Allah itu Maha Tahu dan Maha Berkehendak. Cara Allah itu macam-macam untuk menjadikan orang tobat. Maka ada yang dimasukkan ke perkara dosa dulu.

Kan podo karo ngene, lho kok aku nglakoni duso. Kok aku diputus salah?” Baru kemudian orang itu menyadari kesalahannya. Kalau sudah kejeblos, maka sadarlah dia.

Sebetulnya agama itu sudah memberi warning melalui ayat-ayat ‘perintah’ dan ‘larangan’. Kalau orang-orang mengamini dan mematuhi ayat-ayat itu, tidak akan masuk bui.

*

Dari paparan panjang lebar di atas, di situ kita bisa melihat bahwa sesungguhnya hukum positif itu bukan satu-satunya yang bikin entitas : lokal, regional, bahkan nasional — menjadi aman tenteram. Jangan lupa dengan peran welas asih. (Amang Mawardi – Bersambung).

Jatim Sumbang 11 Event Festival di KEN  2025, Terbanyak Se-Indonesia

MAGELANG-KEMPALAN: Jawa Timur meloloskan 11 event festival di seleksi Karisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2025. Perolehan ini merupakan yang terbanyak di antara provinsi lainnya di Indonesia.

Adapun kesebelas event festival Jatim yang masuk KEN 2025 yaitu Ngawi Batik Fashion, Festival Nasional Reog Ponorogo dan Grebeg Suro, Festival Musik Tong-Tong Sumenep, Segoro Topeng Kaliwungu Lumajang.

Selain itu juga Festival Ronthek Pacitan, Eksotika Bromo, Banyuwangi Ethno Carnival, Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tong Tong Night Market Malang, Festival Rujak Uleg Surabaya, dan Jember Fashion Carnaval.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawana bersyukur dan bangga atas pencapaian prestisius ini. Pasalnya, KEN merupakan program Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai pengakuan  dan mempromosikan event-event unggulan yang memiliki daya tarik wisata yang luar biasa.

“Alhamdulillah sebelas event pariwisata daerah dari provinsi Jawa Timur telah berhasil lolos seleksi Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025. Ini adalah prestasi yang harus kita syukuri,” ujar Khofifah di sela-sela kegiatannya mengikuti retreat di Magelang, Minggu (23/2).

“Kita berhasil bersaing dengan provinsi lain dan memang betul pada tahun 2025 ini adalah tiga tahun berturut-turut kita dapat terbanyak,” imbuhnya bangga.

Sebagaimana diketahui, setiap tahunnya, Kementerian Pariwisata melakukan kurasi pada ratusan event daerah sehingga terpilih 110 event festival daerah dari 38 provinsi di Indonesia. Mulai ragam budaya, kekayaan seni, musik, euforia karnaval hingga jelajah kuliner. Kurasi dilakukan secara ketat berdasarkan kualitas dan dampaknya terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Khofifah menyebut, pada tahun 2023 dan 2024 Jatim berhasil menyumbang 8 event festival dan merupakan capaian tertinggi dibandingkan provinsi lainnya.

Lebih lanjut pada tahun 2025, Khofifah mengatakan, angka tersebut meningkat. Bahkan Jatim menyentuh angka terbanyak, yakni 11 event festival daerah.

“Tahun ini kita bersaing dengan Jawa Tengah dengan 8 event, disusul Sumatera Barat yang menyumbang 9 event festival, dan Jatim terbanyak se-Indonesia yaitu 11 event. Keren,” jelasnya antusias.

Tidak hanya itu. Terpilihnya sebelas event festival wisata dari Jawa Timur ini merupakan bukti nyata bahwa Jatim terus berkembang dan memberikan kontribusi besar terhadap industri pariwisata Indonesia.

Dan dengan lolosnya 11 event ini juga bisa menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga pada akhirnya akan mendorong dan menggerakkan ekonomi daerah.

“Pariwisata Jatim juga melesat yang terbukti dari kunjungan wisatawan ke Jatim pada tahun 2024. Dimana terdapat 218,7 juta perjalanan wisatawan nusantara dan 322 ribu kunjungan wisman menunjukkan tren positif pariwisata Jatim,” ungkapnya.

“Bahkan tahun 2024 jadi tahun dengan kunjungan wisman tertinggi dalam lima tahun. Oleh karena itu, kita optimis lewat event festival daerah bisa meningkatkan sektor pariwisata, memberikan dampak ekonomi yang signifikan di Jatim, dan membawa pariwisata Jatim makin mendunia,” tuturnya.

Khofifah juga memastikan bahwa prestasi ini semakin memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Salah satunya, dengan masuknya Jember Fashion Carnaval dalam Top 10 KEN Tahun 2025.

“Jatim juga punya Jember Fashion Carnaval yang mendunia bahkan dikukuhkan sebagai salah satu karnaval mode terbesar di Indonesia dan dunia,” sambungnya.

“Jember Fashion Carnaval juga berhasil masuk dalam Top 10 KEN. Ini adalah prestasi luar biasa dimana event daerah bisa menjadi event nasional bahkan internasional yang memikat pengunjung tiap tahunnya,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, Jember Fashion Carnaval memiliki daya tarik unik yang tidak hanya menonjolkan desain busana, tetapi juga menggabungkan elemen seni, budaya, dan pariwisata.

Senada dengan Gubernur Khofifah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari juga mengaku bangga atas pencapaian Jawa Timur dalam ajang KEN tahun 2025 ini.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Event-event yang terpilih memiliki potensi luar biasa untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Evy.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan event-event ini agar bisa terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta mempromosikan Jawa Timur sebagai destinasi wisata yang kaya akan budaya dan keindahan alam,” tambahnya.

Dengan terpilihnya sebelas event ini, lanjut Evy, para wisatawan dapat menikmati beragam acara yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga kekayaan budaya dan tradisi yang menggugah. (Dwi Arifin)

Jelang Bulan PRB, SRPB Jatim Gelar Rapat Koordinasi

Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto saat membuka rakor SRPB Jatim, Sabtu (22/2).

SURABAYA-KEMPALAN: Menjelang pelaksanaan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Oktober nanti, Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur menggelar rapat koordinasi (rakor). Apalagi, pelaksanaan bulan PRB nanti akan dipusatkan di Jawa Timur. Rakor SRPB Jatim dihelat pada Sabtu-Minggu, 22-23 Februari 2025.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto menitipkan pesan kepada SRPB Jatim untuk melaksanakan dua agenda penting jelang peringatan bulan PRB. Kedua agenda tersebut adalah bersih-bersih sungai dan penanaman pohon.

Hal ini dilatarbelakangi dengan hancurnya alam akibat eksploitasi yang berlebihan. ”Dulu di suatu daerah tidak ada longsor, sekarang ada. Dulu tidak ada banjir, sekarang banjir,” ujarnya.

“Saya minta tolong buat agenda ke depan untuk pengurangan risiko bencana. Saya minta SRPB Jatim terus melakukan edukasi pemahaman kebencanaan,” ungkap Gatot Soebroto yang  membuka rakor ini, Sabtu (22/2). 

Dua agenda tersebut dilatarbelakangi oleh kian masifnya bencana hidrometeorologi di Jawa Timur.  “Semoga semakin banyak yang diajak untuk menjaga lingkungan. Terima kasih kepada SRPB Jatim yang telah menjaga Jawa Timur untuk aman dan lestari,” katanya.

Sementara, Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (Kabid PK) BPBD Jatim Dadang Iqwandy mengatakan, rakor SRPB Jatim kali ini memang dipercepat karena untuk menyatukan gerak menuju peringatan bulan PRB.

“Dengan dua kegiatan bersih-bersih sungai dan tanam pohon ini bisa diturunkan SRPB Jatim ke kabupaten dan kota. Kami titip itu karena bencana hidrometeorologi cukup banyak di Jatim,” jelas Dadang Iqwandy.

Menurut pria yang baru menimba ilmu kebencanaan di Jepang ini, dengan warna beragam dari organisasi mitra SRPB Jatim ini, ia yakin bisa bersatu padu dalam menanggulangi bencana.

Rakor dengan tema “Menguatkan Sinergi, Membangun Ketangguhan Menuju Bulan PRB 2025” ini menghadirkan beberapa narasumber. Di antaranya adalah Dian Harmuningsih yang memberikan materi Pengelolaan Data Bagi Organisasi Relawan Kebencanaan.

Sedangkan materi Urgensi Kehumasan bagi Organisasi Relawan Kebencanaan dibawakan Rizki Daniarto. Pada malam harinya dilanjutkan dengan  hasil kesepakatan rakor 2024 dan pembahasan program kerja 2025 oleh Koordinator SRPB Jatim Rachmad Subekti Kimiawan. Dilanjutkan keesokan harinya dengan materi Psycological First Aid oleh Dini Prastyo Wijayanti dan Peran Relawan dalam Fase Kebencanaan (Pra, Saat, dan Pasca) oleh Yeka Kusumajaya.

Hadir dalam rakor ini perwakilan dari Kantor Basarnas Surabaya, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda – Sidoarjo, dan FPRB Jatim. Kegiatan ini jug mendapatkan dukungan dari Rumah Zakat, Nurul Hayat, dan Joss Peduli. (Dwi Arifin)

Gairahkan Olahraga Tinju, Pemkot-Puri Promotion Gelar “Surabaya Big Fight”

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya bersama Puri Promotion, Ofisial Ring dari Komisi Tinju Indonesia (KTI) menggelar kejuaraan tinju bertitel “Surabaya Big Fight” di Surabaya Expo Centre (SBEC), Sabtu, (22/2). Di kejuaraan ini para petinju profesional memperebutkan Sabuk Emas Wali Kota Surabaya dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan, Pemkot Surabaya memberikan fasilitas tempat untuk pertandingan tinju kelas profesional ini di SBEC.

Hidayat menyebut, dengan digelarnya pertandingan tersebut, secara tidak langsung akan menghidupkan kembali semangat olahraga tinju di Surabaya. 

“Kita hidupkan kembali (tinju) diawali dengan kegiatan yang digelar pada malam ini. Kalau animo masyarakat bagus, ya akan kita gelar setiap tahun,” kata Hidayat. 

Hidayat menjelaskan, digelarnya pertandingan tinju ini bukan hanya sekadar menjadi kegiatan tahunan, akan tetapi juga bisa menjadi salah satu cara untuk mencari bibit petinju muda berprestasi asal Surabaya. “Tentunya juga sebagai ajang untuk mencari bibit muda, agar Surabaya juga bisa mengikuti tinju profesional,” jelasnya. 

Sementara itu, Promotor pertandingan tinju “Surabaya Big Fight” Didi Bambang Susianto mengatakan, tujuan digelarnya event tinju pada malam ini adalah sebagai sarana edukasi untuk menampung bakat anak muda Surabaya. Selain itu, Didi menyebutkan, event ini juga sebagai wadah untuk mengurangi adanya aksi perkelahian di kalangan anak muda. 

“Tujuannya mengedukasi ya, kan sekarang banyak perkelahian anak remaja di luar, maka dari itu ini kita kasih wadahnya. Dan kita juga ingin membina generasi muda ini menjadi generasi yang berprestasi,” kata Didi. 

Promotor yang lekat dengan sapaan Didi BS itu menyebutkan, pertandingan ini digelar bersama Pemkot serta jajaran Forkopimda Surabaya. Dalam pertandingan tersebut, ada 10 partai di kelas amatir dan 8 partai di kelas profesional. 

“Dari delapan partai itu memperebutkan sabuk forkopimda, yang pertama memperebutkan sabuk emas Wali Kota Surabaya, yang kedua sabuk emas Kapolrestabes Surabaya, ketiga sabuk emas Dandim Surabaya, keempat sabuk emas Kajari Surabaya, dan kelima sabuk emas PT KAI Daop 8 Surabaya,” sebut Didi. 

Didi berharap pertandingan tinju seperti ini bisa digelar dua sampai tiga kali setiap tahun di Surabaya. Karena menurutnya, dengan adanya pertandingan tinju seperti ini akan semakin banyak atlet tinju berprestasi ke depannya. 

Selain itu, menurut Didi, ketika pertandingan tinju ini digelar secara rutin, maka akan sebanyak lagi yang akan tertarik untuk mengikuti cabang olahraga ini. “Terbukti di mana-mana sekarang mulai banyak sasana-sasana tinju baru, walaupun dasarnya hanya suka, tapi paling tidak tinju sudah mulai semakin banyak digemari,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Jatim Sumbang 11 Event Festival di KEN Tahun 2025, Gubernur Khofifah: Alhamdulillah, Terbanyak Se-Indonesia!

MAGELANG-Sebanyak 11 Event Festival Jawa Timur lolos seleksi Karisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2025. Hasil perolehan Jawa Timur ini merupakan yang terbanyak diantara provinsi lainnya di Indonesia.

Adapun kesebelas event festival Jatim yang masuk KEN 2025 yaitu Ngawi Batik Fashion, Festival Nasional Reog Ponorogo dan Grebeg Suro, Festival Musik Tong-Tong Sumenep, Segoro Topeng Kaliwungu Lumajang.

Selain itu juga Festival Ronthek Pacitan, Eksotika Bromo, Banyuwangi Ethno Carnival, Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tong Tong Night Market Malang, Festival Rujak Uleg Surabaya dan Jember Fashion Carnaval.

Gubernur Khofifah mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian prestisius ini. Terlebih, KEN merupakan program Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai pengakuan dan mempromosikan event-event unggulan yang memiliki daya tarik wisata yang luar biasa.

“Alhamdulillah sebelas event pariwisata daerah dari provinsi Jawa Timur telah berhasil lolos seleksi Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025. Ini adalah prestasi yang harus kita syukuri,” ujar Khofifah di sela-sela kegiatannya mengikuti Retreat di Magelang, Minggu (23/2).

“Kita berhasil bersaing dengan provinsi lain dan memang betul pada tahun 2025 ini adalah 3 tahun berturut-turut kita dapat terbanyak,” imbuhnya bangga.

Sebagaimana diketahui, setiap tahunnya, Kementerian Pariwisata melakukan kurasi pada ratusan event daerah sehingga terpilih 110 event festival daerah dari 38 provinsi di Indonesia. Mulai ragam budaya, kekayaan seni, musik, euforia karnaval hingga jelajah kuliner. Kurasi dilakukan secara ketat berdasarkan kualitas dan dampaknya terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Khofifah menyebut, pada tahun 2023 dan 2024 Jatim berhasil menyumbang 8 event festival dan merupakan capaian tertinggi dibandingkan provinsi lainnya.

Lebih lanjut pada tahun 2025, Khofifah mengatakan, angka tersebut meningkat bahkan Jatim menyentuh angka terbanyak yakni 11 event festival daerah.

“Tahun ini kita bersaing dengan Jawa Tengah dengan 8 event, disusul Sumatera Barat yang menyumbang 9 event festival, dan Jatim terbanyak se Indonesia yaitu 11 event. Keren,” jelasnya antusias.

Tidak hanya itu, terpilihnya sebelas event festival wisata dari Jawa Timur ini merupakan bukti nyata bahwa Jatim terus berkembang dan memberikan kontribusi besar terhadap industri pariwisata Indonesia.

Dan dengan lolosnya 11 event ini juga bisa menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga pada akhirnya akan mendorong dan menggerakkan ekonomi daerah.

“Pariwisata Jatim juga melesat yang terbukti dari kunjungan wisatawan ke Jatim pada tahun 2024. Dimana terdapat 218,7 juta perjalanan wisatawan nusantara dan 322 ribu kunjungan wisman menunjukkan tren positif pariwisata Jatim,” ungkapnya.

“Bahkan tahun 2024 jadi tahun dengan kunjungan wisman tertinggi dalam 5 tahun. Oleh karena itu, kita optimis lewat event festival daerah bisa meningkatkan sektor pariwisata, memberikan dampak ekonomi yang signifikan di Jatim, dan membawa pariwisata Jatim makin mendunia,” tuturnya.

Khofifah juga memastikan bahwa prestasi ini semakin memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Salah satunya, dengan masuknya Jember Fashion Carnaval dalam Top 10 KEN Tahun 2025.

“Jatim juga punya Jember Fashion Carnaval yang mendunia bahkan dikukuhkan sebagai salah satu karnaval mode terbesar di Indonesia dan dunia,” sambungnya.

“Jember Fashion Carnaval juga berhasil masuk dalam Top 10 KEN. Ini adalah prestasi luar biasa dimana event daerah bisa menjadi event nasional bahkan internasional yang memikat pengunjung tiap tahunnya,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, Jember Fashion Carnaval memiliki daya tarik unik yang tidak hanya menonjolkan desain busana, tetapi juga menggabungkan elemen seni, budaya, dan pariwisata.

Senada dengan Gubernur Khofifah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari juga mengaku bangga atas pencapaian Jawa Timur dalam ajang KEN tahun 2025 ini.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Event-event yang terpilih memiliki potensi luar biasa untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Evy.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan event-event ini agar bisa terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta mempromosikan Jawa Timur sebagai destinasi wisata yang kaya akan budaya dan keindahan alam,” tambahnya.

Dengan terpilihnya sebelas event ini, lanjut Evy, para wisatawan dapat menikmati beragam acara yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga kekayaan budaya dan tradisi yang menggugah.

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.