Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 07:05 WIB
Surabaya
--°C

Mensos Gus Ipul Rencanakan Tiap Kabupaten/Kota Satu Sekolah Rakyat, Provinsi Minimal Dua

Menteri Sosial Ri Saifullah Yusuf (tengah) didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memimpin rakor di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (9/3) malam. (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN:  Upaya pemerintah meluncurkan program Sekolah Rakyat yang diprakarsai Presiden Prabowo Subianto dan dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) terus digaungkan dan diharapkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025-2026.

Bahkan, Minggu (9/3) malam, program penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang diperuntukan bagi rakyat kurang mampu ini dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Rakor yang dipimpin langsung oleh Menteri Sosial.Saifullah Yusuf ini dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Elesttianto Dardak, Sekdaprov Jatim, serta para bupati dan wali kota se-Jawa Timur.

Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat ini bukan sekadar program pendidikan, tetapi menjadi sebuah upaya untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian masyarakat miskin.

“Kami ini sudah telepon-teleponan dengan Bu Gubernur (Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa) sebelumnya, minta dukungan sekalivus berkoordinasi dalam rangka menerjemahkan arahan Presiden dalam menyelenggarakan Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul kepada wartawan usai memimpin rakor, Minggu (9/3) malam.

“Jadi kita memang ingin didukung oleh provinsi, kabupaten, dan kota yang memiliki sarana prasana yang bisa digunakan untuk memulai penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini,” sambung Gus Ipul, menegaskan.

Sekarang ini, menurut Gus Ipul, pihaknya sedang meneliti bersama Gubernur Khofifah, mana daerah atau aset-aset provinsi yang memungkinkan untuk bisa dijadikan  sebagai penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

“Jadi, nanti Bu Gubernur yang menentukan. Saya masih menunggu. Untuk itu, kita masih akan melakukan diskusi lagi dengan Bu Gubernur,” ujar Gus Ipul.

Sementara ini, lanjut Gus Ipul, pihaknya akan menggunakan aset Kemensos dulu. Sebab, Kemensos mempunyai sentra di seluruh Indonesia. Hanya Jawa Timur satu-satunya provinsi yang tidak punya.

“Karena dulu semua aset Kementerian Sosial sudah diserahkan  ke Provinsi Jatim. Saat zaman Gus Dur (mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid),” ungkapnya.

Namun, mungkin aset itu sekarang sudah tidak ada di Jawa Timur. Untuk itu, pihaknya akan melihat dan memeriksa terlebih dulu.

Kendati demikian, Gus Ipul mengucapkan terrima kasih kepada Gubernur Jatim Khofifah Indat Parawansa yang dinilai sangat memperhatikan program dari Presiden Prabowo Subianto terkait  penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini.

“Bahkan beliau cepat sekali bergerak. Baru dua hari lalu kita sampaikan, hari ini sudah ada koordinasi;” ujat Gus Ipul memuji gerak cepat yang dilakukan Gubernur Khofifah.

Untuk program penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Jatim, menurut Gus Ipul, pihaknya berkeinginan kalau bisa di setiap kabupaten kota ada satu sekolah. Sedang untuk provinsi sekurang-kurangnya ada dua  sampai lima sekolah. “Ini dalam rencana, bukan keinginan,” tegasnya.

Namun demikian, semua itu tergantung sarana dan prasarana yang ada. Tapi, kalau soal guru atau tenaga pengajar, menurut Gus Ipul semua sudah siap. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan mendukung. Termasuk  kurikulumnya yang saat ini sedang digodok dan dimatangkan. “Juga persipan lainnya, semua sedang berjalan;” pungkas Gus Ipul.

Sementara Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat M.Nuh yang mendampingi Gus Ipul  menjelaskan mengapa program ini diberi nama Sekolah Rakyat..”Karena sekolah ini memang diperuntukkan khusus bagi saudara-saudara kita.yang miskin,” katanya.

Selain itu,  pihaknya memang ingin mengajak anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat ini untuk dengan gentle mengakui bahwa dirinya memang miskin, tapi ingin maju. Tidak sembunyi-sembunyi. Namun demikian, anak miskin sekolah di umum juga tidak apa apa. Ini yang membedakan.

“Sehingga paling tidak anak anak yang sekolah di Sekolah Ralyat, kompetensi dasar sudah didapat, namun pembenahan dan pembentukan karakter diperluakan secara khusus untuk menumbuhkan self confidence anak anak,” ujar M.Nuh.

Untuk pembentukan karakter ini, lanjut dia, maka Presiden Prabowo menyediakan asrama bagi anak-anak yang menjadi siswa di Sekolah Rakyat.

“Sehingga pembentukan karakter self confidence-nya dapat, wawasannya dapat, sehingga dia tidak punya rasa minder,” tegas M.Nuh.

Dia yakin, kalau program ini berjalan mulai tahun ini, Insya Allah 20 tahun lagi akan melahirkan sarjana-sarjana yang luar biasa.

“Sekarang ini momentum yang tepat membangun Sekolah Rakyat dimulai dari Sekolah Dasar,” tandas M.Nuh. (Dwi Arifin)

.

Prabowo Bisa Memancing Revolusi

Oleh: M Rizal Fadillah

BANDUNG-KEMPALAN: Bukan berarti sengaja mendorong terjadinya perubahan cepat atau revolusi akan tetapi kebijakan dan gaya memimpin Prabowo sebagai Presiden dapat memancing terjadinya revolusi. Prabowo tidak mampu meraih simpati rakyat bahkan cenderung mengabaikan perasaan hati rakyat. Cepat atau lambat rakyat akan marah dan melakukan perlawanan sporadis bahkan serentak.

Harapan awal yang digantungkan telah mengecewakan dan membuat rakyat frustrasi. Prabowo bukan pemimpin kuat yang patut didukung tetapi lemah, berkepribadian ganda, dan bergaya politik elitis. Khas kelas  bangsawan. Tidak berpijak pada kekuatan rakyat melainkan berpihak kepentingan pejabat dan konglomerat. Jenderal omon yang sering mendahulukan emosi ketimbang intelegensi. 

Kerentanan kepemimpimpinan Prabowo potensial memancing pembangkangan rakyat dengan alasan, antara lain :

Pertama, ia melanjutkan rezim Jokowi. Paradigma melanjutkan justru menjadi blunder sebab Jokowi sejak awal hingga mengakhiri jabatan dinilai butut alias tak berprestasi. Warisan dosa Jokowi terlalu berat yang harus dipikul Prabowo. Sasaran serangan rakyat akan menjadi satu paket Wo and Wi.

Kedua, korupsi sudah kelewat batas. Dimanapun kekuasaan korup selalu menjadi alasan terjadinya pemberontakan rakyat. Liga korupsi dengan urutan Pertamina, PT Timah, BLBI, Duta Palma, PT TPPI, Asabri, Jiwasraya, Kemensos, Sawit CPO, Garuda Indonesia, BTS Kominfo, dan Bank Century. Tertinggi Pertamina 968,5 trilyun dan terendah Bank Century 7 trilyun. Ribuan trilyun uang negara habis dirampok.

Ketiga, kabinet pemerintahan Prabowo bukan hanya tidak bermutu, tetapi banyak Menteri yang bereputasi buruk bahkan culas dan korup. Sementara Prabowo “omon”  dan Gibran “bocil” hanya boneka tontonan kekonyolan. Jokowi masih membayangi kabinet Prabowo. Pertarungan terjadi antara Prabowo Gibran, Jokowi dan kongkomerat di satu sisi melawan rakyat dan berbagai elemen perlawanan di sisi lain.

Keempat, Aguan, Anthony Salim, Dato, Tommy Winata dan naga-naga lain sudah merasa kepanasan sehingga perlu berkumpul menyatukan kekuatan bertameng Prabowo. Semua sisi konglomerasi sedang disasar rakyat. Konsolidasi awal para taipan itu saat bersama Jokowi di IKN. Rakyat akan all out membela Garuda untuk menghancurkan Naga. Tidak ada waktu untuk menolong Prabowo yang tengah sesak nafas dililit Naga.

Kelima, kedaulatan hukum semakin hancur di bawah rezim Prabowo. KPK jadi mainan politik, Kejagung galak awal untuk melempem kemudian, Kepolisian membusuk akibat membela yang bayar. Hilang kepercayaan rakyat pada hukum.
Revolusi hukum dan politik merupakan satu kesatuan.

Gaya politik Prabowo yang tidak ajeg, banyak omong, dan kadang playing victim memancing rakyat berjuang untuk menentukan nasibnya sendiri. Perubahan parsial tidak menyelesaikan masalah. Cara mengelola negara Prabowo yang oligarkis dan tidak berbeda, bahkan lebih parah, dari Jokowi dapat memancing terjadinya revolusi.

Gerakan mahasiswa yang menuntut adili Jokowi hanya pemanasan dan akan bereskalasi bersama elemen gerakan rakyat lainnya. Semakin masa bodoh pemerintah pada aspirasi dan perasaan rakyat akan semakin terkondisikan iklim yang revolusioner.

Terlambat mengantisipasi maka “there is a point of no return”.
Revolusi itu menjadi jalan untuk meruntuhkan rezim oligarki. (MRF)

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 10 Maret 2025

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

Khofifah Respon Positif Rencana Peluncuran 70 Ribu Koperasi Desa Merah Putih

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merespon positif rencana peluncuran 70.000 Koperasi Desa Merah Putih se-Indonesia yang diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan kemiskinan di desa.

Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi Penguatan Ekonomi Desa bersama Bupati/Wali Kota se-Jatim dengan materi dari Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (9/3).

Rakor ini turut dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemprov Jatim.

Gubernur Khofifah mengatakan, rakor ini menjadi upaya Pemprov Jatim menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembentukan 70.000 Koperasi Desa Merah Putih pada Peringatan Hari Koperasi Nasional 12 Juli mendatang.

“Terkait Koperasi Desa, Bupati/Wali Kota mungkin sudah mulai ditemui oleh Kepala Desanya. Bagaimana sebetulnya detail program Kopdes, apalagi kalau desa itu sudah punya BUMDes dan koperasi. Kita perlu mencari format agar kehadiran Kopdes produktif,” ujarnya.

Menurut Khofifah, rencana 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih ini penting dan selaras dengan Asta Cita Presiden nomor dua, tiga dan enam. Ia menyebut program ini diproyeksikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di desa.

“Kopdes Merah Putih, bagaimana menjadikan desa sebagai ujung tombak pembangunan. Insyaallah di-launching pada 12 Juli 2025 bertepatan dengan Puncak Hari Koperasi Nasional ini bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan kemiskinan,” jelasnya.

Mengenai modelling Koperasi Desa Merah Putih, Khofifah menjelaskan, nantinya akan ada tiga skema. Pertama,  membangun koperasi baru, kedua mengembangkan koperasi yang sudah ada dengan rebranding , ketiga membangun dan mengembangkan koperasi yang sudah ada sebagai jaringan dari Bumdes atau lembaga lainnya di desa.

“Sebagai bagian dari program nasional, Pemprov Jatim akan terus memberikan dukungan penuh terhadap koperasi ini. Bismillah, kita ikhtiarkan ini semua bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” tegas Khofifah.

Selaras dengan Gubernur Khofifah, Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi menyampaikan bahwa gagasan Koperasi Desa Merah Putih merupakan arahan langsung Presiden untuk membantu rakyat yang diindikasi masih lemah ekonominya.

“Ini diharapkan akan menjawab permasalahan yang ada di desa khususnya menghadapi rantai distribusi pangan, keterbatasan permodalan, dan dominasi middle man yang menekan harga petani dan mengurangi biaya bagi konsumen,” kata Ahmad.

Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih ini berpeluang multifungsi, salah satunya pusat produksi dan distribusi diantaranya memperpendek  supply chain (rantai pasak), menekan harga ditingkat konsumen, meningkatkan harga ditingkat petani hingga menciptakan lapangan kerja.

Oleh karena itu, Ahmad juga menegaskan arahan Presiden dan Menteri Koperasi bahwa Kopdes Merah Putih harus berjalan, tidak boleh gagal dan harus didukung  semua pihak, terutama pemerintah daerah.

“Maka, kita berkoordinasi secara massif baik antar Kementerian/ Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam rangka pelaksanaan program penyelarasan, strategi percepatan, monitoring dan evaluasi,” terang dia.

Di akhir, Ahmad juga menjelaskan, prioritas pembentukan Kopdes dilakukan melalui pemetaan koperasi berdasarkan kondisi existing. Pertama, koperasi unit desa aktif (existing) sebanyak 4.088. Kedua, untuk koperasi unit desa non aktif sebanyak 4.615 dan akan dilakukan revitalisasi koperasi agar menjadi layak.

Selanjutnya, ketiga, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bertransformasi menjadi koperasi sebanyak 64.766. Terakhir, desa yang belum memiliki Koperasi Unit Desa (KUD). (Dwi Arifin)

Hari ini 4 Menteri Hadir di Grahadi, Paparkan Progam Percepatan di Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA-KEMPALAN: Hari ini, Minggu (9/3) empat menteri akan hadir di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Mereka sengaja hadir untuk memaparkan program yang perlu dilakukan percepatan di Jawa Timur.

“Untuk itu, saya minta hari Minggu, 9 Maret, semua Bupati dan Wali Kota se-Jatim untuk hadir di Grahadi. Inysa Allah kita akan membangun satu perencanaan secara detil tapi cepat. Dari program-program yang memang perlu dilakukan percepatan di Jawa Timur,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Hal ini disampaikan Gubernur Khofifah saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Serentak Ketua Dekranasda
Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Ruang Hayam Wuruk, Lantai 8, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Jumat (7/3).

Kebetulan, selain gubernur, wakil gubernur, sekda, dan para kepala OPD Pemprov Jatim,  acara ini juga dihadiri oleh sebagian besar bupati dan wali kota se-Jatim.

Pertemuan ini sangat penting. Apalagi, menurut berita statistik BNS Selasa lalu, se-Jawa ini sedang mengalami deflasi. Meski deflasi Jawa Timur paling ringan, paling rendah. Karena ada provinsi lain yang deflasinya paling dalam.

“Ketika kita melihat suasana seperti ini, maka upaya kita semua untuk melakukan inovative financing dengan melakukan berbagai ikhtiar. Agar pertumbuhan ekonomi kita tetap signifikan,” tuturnya.

Pada saat yang sama, lanjut Khofifah, IPM diharapkan akan naik karena yang kita dirikan adalah sekolah. Demikian pula rekrutmen tenaga kerja bisa dilakukan kalau ini bisa dubangun bersana-sama. “Sehingga perlu ada penjelasan detil dari Pak Mensos (Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf) pada hari Minggu (9/3) nanti,” ucapnya.

Selain itu,  dalam acara ini para bupatu akan mendengarkan apa yang menjadi program koperasi desa. Sebab, para bupati tentu sudah mendapatkan berbagai masukan, keluhan atau kekhawatiran dari para kepala desa. Karena di sana sudah ada BUMDes, sudah ada koperasi, lalu sekarang ada Koperasi Desa, lalu pendanaannya dari mana dan seterusnya.

Supaya terang, tidak galau berkepanjangan,  Mendes PDTT dan Menkop juga akan dihadirkan untuk memberikan pemaparan.
“Saya sudah menyampaikan seyogyanya tidak hanya di desa, tapi di kelurahan juga perlu koperasi, sehingga kita akan bersama-sama mendiskusikan itu,” kata Khofifah.

Kemudian, lanjut Khofifah, bagi daerah-daerah yang potensial ekspansi, mungkin akan banyak investor yang agak menghindar dari ring satu. Kalau dari ring satu, mereka akan agak menjauh sedikit ke Lamongan. Kalau dari Mojokerto akan ke Jombang, ke Nganjuk. Selain ke Pasuruan mereka akan ke Probolinggo. “Nah, untuk daerah-daerah yang potensial, investasi akan masuk ke sana,” jelasnya.

Karena itu, PR kita adalah RTDL (Rencana Detil Tata Ruang). Untuk itu,
Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia Nusron Wahid juga akan dihadirkan.

Untuk itu, Khofifah mohon izin kepada para para istri bupati atau wali kota yang suaminya hadir di acara tersebut untuk tidak mencari. Termasuk suami yang istrinya menjadi bupati atau wali kota. Pasalnya, ada hal yang harus kita tangkap dalam waktu cepat.

“Kepada teman-teman di Pemprov saya sudah sering kali menyampaikan, bahwa kalau kita bekerja ketas provinsi lain juga bekerja keras. Kita bekerja melompat, provinsi lain juga melompat. Kita bekerja cerdas provinsi lainpun bekerja cerdas,” terang Khofifah.

Lalu apa yang membedakan? Menurut Khofifah adalah kecepatan kita dalam menangkap peluang. “Maka kalau kita yang duluan menangkap peluang, Insya Allah ruang untuk melakukan improvement akan lebih luas dan lebih longggar,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Terima Kunjungan Konjen RRT, Gubernur Khofifah Bahas Berbagai Peluang Kerjasama

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya Mr. Xu Yong.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya Mr. Xu Yong, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (8/3).

Dalam kesempatan tersebut, Mr Xu Yong secara khusus menyampaikan Surat Ucapan Selamat dari Wali Kota Shanghai Mr. Ghong Zheng dan Wali Kota Tianjin Mr. Zhang Gong atas dilantiknya dirinya dan Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2025-2030.

Tidak hanya itu Mr Xu Yong juga menyampaikan selamat beribadah puasa pada Gubernur Khofifah dan seluruh masyarakat Jawa Timur.

Atas perhatian tersebut Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih terutama juga atas partisipasi aktif dan dukungan Konjen RRT di Surabaya dalam menjaga hubungan baik antara Jatim dan RRT.

“Terima kasih Mr Xu Yong yang telah mendukung dan menjaga hubungan baik antara Jatim dan RRT, serta ucapan yang diberikan pada kami begitu hangat yang sekaligus kami harapkan akan membawa kerjasama Jatim dan RRT ke depan lebih erat,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam pertemuan kali ini turut dibahas berbagai hal strategis terkait potensi kerjasama antara Provinsi Jatim dengan RRT, di antaranya teknologi peternakan, kesehatan dan sosial budaya.

Di sektor peternakan, Gubernur Khofifah berharap agar bisa dilakukan pertukaran teknologi terkait bibit sapi perah dengan hasil susu yang tinggi.

“Yang sangat strategis adalah teknologi peternakan yang dimiliki oleh pemerintah Tiongkok. Yaitu pakar teknologi yang bisa memberikan bibit sapi dengan susu yang tinggi,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, dengan fakta bahwa kebutuhan susu Jawa Timur, 65%-nya masih di impor, maka diperlukan upaya yang lebih advance untuk meningkatkan produksi dalam daerah.

“Hal ini juga sejalan dengan Quick-Win pertama dari Bapak Presiden Prabowo yaitu Makan Bergizi Gratis. Dimana, siswa diharapkan satu sampai dua kali seminggu bisa minum susu,” ujar Khofifah.

Selain peternakan, Gubernur Khofifah juga mempromosikan potensi perkebunan buah durian dan salak yang melimpah di wilayah Candipuro, Kab. Lumajang.

Sementara, di sektor kesehatan, Gubernur Khofifah berharap besar bisa bekerja sama untuk melakukan pembaruan teknologi kesehatan yang dimiliki oleh dua Rumah Sakit terbesar milik Pemprov Jatim, yaitu RSUD Dr. Soetomo di Surabaya dan RSUD Dr. Saiful Anwar di Kota Malang.

“RSUD Dr. Soetomo adalah RS terbesar di Indonesia, bahkan lebih besar dari RSUD Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Sehingga, kebutuhan alat kesehatan dengan kualitas tinggi di Jatim harapannya dilakukan kerjasama dengan Tiongkok,” kata Khofifah.

Lebih jauh, Gubernur Khofifah juga menyoroti kerjasama Sister Province antara Pemprov Jatim dengan Shanghai dan Tianjin di RRT. Bahkan, secara khusus, Gubernur Khofifah mengucapkan terima kasih atas kesempatan mendapat ucapan selamat resmi dari kedua pemerintahan pada periode kedua kepemimpinannya di Jawa Timur.

Di akhir, Gubernur Khofifah berharap agar kerjasama budaya dan sosial antar kedua wilayah bisa terus ditingkatkan. Seperti pengiriman pemuda berpengaruh untuk mendapatkan referensi langsung dari RRT.

“Mereka bisa memberikan pemahanan sosiologi bagi masyarakat Indonesia tentang keterbukaan masyarakat Tiongkok terhadap budaya lain khususnya muslim. Seperti banyak tersedianya restoran halal di sana,” pungkasnya.

Sementara itu, Konjen RRT untuk Surabaya Mr. Xu Yong mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun ke-75 terjalinnya hubungan diplomatik antara RRT-Indonesia.

“Kerjasama antar daerah merupakan hal yang penting untuk kerjasama bilateral RRT-Indonesia. Dan Jatim sebagai salah satu provinsi terbesar dan terkuat di Indonesia sangatlah disambut baik di RRT,” terangnya.

Oleh sebab itu, ia berharap agar Provinsi Jawa Timur dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai kelebihan sekaligus potensi tersendiri demi mendorong kerja sama antara Tiongkok dengan Jawa Timur. Jawa Timur, disebutnya telah sangat dikenal di RRT sebagai salah satu provinsi terkuat utamanya dalam hal pertumbuhan ekonomi dibandingkan provinsi lainnya.

“Kerjasama Tiongkok dan Jawa Timur diharap mampu menjadi yang terdepan di antara berbagai kerja sama daerah Tiongkok-Indonesia lainnya. Tidak hanya mempererat hubungan bilateral tetapi juga menyejahterakan rakyat kedua negara kita,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Konsul RRT di Surabaya Mr. Li Ziqian, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Prov. Jatim, Dinas Perkebunan Prov. Jatim, Dinas Peternakan Prov. Jatim dan Kepala Biro Adm. Pemerintahan dan Otonomi Daerah Prov. Jatim. (Dwi Arifin)

Terima Kunjungan Konjen RRT Di Surabaya, Gubernur Khofifah Bahas Peluang Kerjasama Sektor Peternakan, Kesehatan Hingga Sosial Budaya

SURABAYA– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, Mr. Xu Yong, di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Sabtu (8/3).

Dalam kesempatan tersebut, Mr Xu Yong secara khusus menyampaikan Surat Ucapan Selamat dari Walikota Shanghai Mr. Ghong Zheng dan Walikota Tianjin Mr. Zhang Gong atas dilantiknya dirinya dan Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2025-2030.

Tidak hanya itu Mr Xu Yong juga menyampaikan selamat beribadah puasa pada Gubernur Khofifah dan seluruh masyarakat Jawa Timur.

Atas perhatian tersebut Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih terutama juga atas partisipasi aktif dan dukungan Konjen RRT di Surabaya dalam menjaga hubungan baik antara Jatim dan RRT.

“Terima kasih Mr Xu Yong yang telah mendukung dan menjaga hubungan baik antara Jatim dan RRT, serta ucapan yang diberikan pada kami begitu hangat yang sekaligus kami harapkan akan membawa kerjasama Jatim dan RRT ke depan lebih erat,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam pertemuan kali ini turut dibahas berbagai hal strategis terkait potensi kerjasama antara Provinsi Jatim dengan RRT, diantaranya teknologi peternakan, kesehatan dan sosial budaya.

Di sektor peternakan, Gubernur Khofifah berharap agar bisa dilakukan pertukaran teknologi terkait bibit sapi perah dengan hasil susu yang tinggi.

“Yang sangat strategis adalah teknologi peternakan yang dimiliki oleh pemerintah Tiongkok. Yaitu pakar teknologi yang bisa memberikan bibit sapi dengan susu yang tinggi,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, dengan fakta bahwa kebutuhan susu Jawa Timur, 65% nya masih di impor, maka diperlukan upaya yang lebih advance untuk meningkatkan produksi dalam daerah.

“Hal ini juga sejalan dengan Quick-Win pertama dari Bapak Presiden Prabowo yaitu Makan Bergizi Gratis. Dimana, siswa diharapkan satu sampai dua kali seminggu bisa minum susu,” ujar Khofifah.

Selain peternakan, Gubernur Khofifah juga mempromosikan potensi perkebunan buah durian dan salak yang melimpah di wilayah Candipuro, Kab. Lumajang.

Sementara, di sektor kesehatan, Gubernur Khofifah berharap besar bisa bekerja sama untuk melakukan pembaruan teknologi kesehatan yang dimiliki oleh dua Rumah Sakit terbesar milik Pemprov Jatim, yaitu RSUD Dr. Soetomo di Surabaya dan RSUD Dr. Saiful Anwar di Kota Malang.

“RSUD Dr. Soetomo adalah RS terbesar di Indonesia, bahkan lebih besar dari RSUD Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Sehingga, kebutuhan alat kesehatan dengan kualitas tinggi di Jatim harapannya dilakukan kerjasama dengan Tiongkok,” kata Khofifah.

Lebih jauh, Gubernur Khofifah juga menyoroti kerjasama Sister Province antara Pemprov Jatim dengan Shanghai dan Tianjin di RRT. Bahkan, secara khusus, Gubernur Khofifah mengucapkan terima kasih atas kesempatan mendapat ucapan selamat resmi dari kedua pemerintahan pada periode kedua kepemimpinannya di Jawa Timur.

Di akhir, Gubernur Khofifah berharap agar kerjasama budaya dan sosial antar kedua wilayah bisa terus ditingkatkan. Seperti pengiriman pemuda berpengaruh untuk mendapatkan referensi langsung dari RRT.

“Mereka bisa memberikan pemahanan sosiologi bagi masyarakat Indonesia tentang keterbukaan masyarakat Tiongkok terhadap budaya lain khususnya muslim. Seperti banyak tersedianya restoran halal disana,” pungkasnya.

Sementara itu, Konjen RRT untuk Surabaya Mr. Xu Yong mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun ke-75 terjalinnya hubungan diplomatik antara RRT-Indonesia.

“Kerjasama antar daerah merupakan hal yang penting untuk kerjasama bilateral RRT-Indonesia. Dan Jatim sebagai salah satu provinsi terbesar dan terkuat di Indonesia sangatlah disambut baik di RRT,” terangnya.

Oleh sebab itu, ia berharap agar Provinsi Jawa Timur dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai kelebihan sekaligus potensi tersendiri demi mendorong kerja sama antara Tiongkok dengan Jawa Timur. Jawa Timur, disebutnya telah sangat dikenal di RRT sebagai salah satu provinsi terkuat utamanya dalam hal pertumbuhan ekonomi dibandingkan provinsi lainnya.

“Kerjasama Tiongkok dan Jawa Timur diharap mampu menjadi yang terdepan diantara berbagai kerja sama daerah Tiongkok-Indonesia lainnya. Tidak hanya mempererat hubungan bilateral tetapi juga menyejahterakan rakyat kedua negara kita,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Konsul RRT di Surabaya Mr. Li Ziqian, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Prov. Jatim, Dinas Perkebunan Prov. Jatim, Dinas Peternakan Prov. Jatim dan Kepala Biro Adm. Pemerintahan dan Otonomi Daerah Prov. Jatim.

Jalan Tasawuf KH. Syaiful Ulum Nawawi (12)

KEMPALAN : Dalam salah satu wawancara tertulis pada saat awal-awal saya mencoba menggali sosok yang dikagumi KH. Syaiful Ulum Nawawi selain menyebut orangtua-nya, beliau juga menyebut tiga sosok lain, yaitu Bung Karno, KH. Hasyim Asy’ari, dan Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid).

Tentang Bung Karno, KH. Syaiful Ulum Nawawi mengatakan bahwa siapapun –khususnya yang sudah dewasa dan berpendidikan minimal SLTP– InsyaAllah tahu dan mengenal sosok founding father ini — setidaknya secara literasi bahwa beliaulah tokoh yang berdiri di garis depan dalam perjuangan kemerdekaan modern di Abad XX untuk ikut membebaskan bangsa Indonesia dari kolonialisme khususnya cengkeraman penjajah Belanda dan Jepang.

Sedangkan KH. Hasyim Asy’ari disebut KH. Syaiful Ulum Nawawi adalah ulama agung pendiri NU (Nahdlatul Ulama) salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Adapun Gus Dur yang cucu dari KH. Hasyim Asy’ari ini, dikenal sebagai Bapak Bangsa dan Presiden ke-4 Republik Indonesia.

Nah, Gus Dur yang coba saya singgung sebagai salah satu penganjur tasawuf di Tanah Air, dengan tegas dibenarkan oleh beliau.

Lantas KH Syaiful Ulum Nawawi secara panjang lebar memaparkan ketasawufan Gus Dur.

“Ya, benar. K.H. Abdurrahman Wahid, yang lebih sering disebut sebagai Gus Dur, merupakan seorang ulama, cendekiawan, dan negarawan Indonesia yang juga dikenal sebagai penganjur tasawuf,” papar KH. Syaiful Ulum Nawawi dalam percakapan lanjutan beberapa hari setelah wawancara tertulis di atas.

Lebih lanjut disampaikan, Gus Dur memiliki minat yang mendalam dalam tasawuf dan sering membahas tentang pentingnya spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.

Gus Dur melihat tasawuf sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan memperdalam pemahaman tentang diri sendiri dan Tuhan. Beliau juga percaya bahwa tasawuf dapat membantu mengatasi konflik dan mempromosikan perdamaian, keharmonisan, dan toleransi.

Dalam berbagai kesempatan, tutur beliau, Gus Dur sering mengutip ajaran-ajaran tasawuf dari para sufi besar seperti Al-Ghazali, Ibn Arabi, dan Rumi. Beliau juga mengembangkan gagasan tentang ‘tasawuf sosial’ yang menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam kehidupan sosial dan politik.

Dalam konteks Indonesia, Gus Dur berperan penting dalam mempromosikan tasawuf sebagai bagian dari tradisi Islam yang kaya dan beragam. Beliau juga berusaha untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang tasawuf di kalangan umat Islam Indonesia.

*

Secara spesifik, KH. Syaiful Ulum Nawawi mencoba menukikkan ketasawufan Gus Dur dengan ciri-ciri sebagai berikut, yaitu ‘Tasawuf Sosial’ dimana Gus Dur menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam kehidupan sosial dan politik.

Lantas disebut KH. Syaiful Ulum tentang ‘Humanisme’, dimana Gus Dur percaya bahwa tasawuf harus memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan manusia.

Pada dimensi lain, Gus Dur menyebut ‘Pluralisme’, dimana Gus Dur mengajarkan bahwa tasawuf harus menghormati dan mengakui keberagaman agama, budaya, dan pandangan hidup.

Sedangkan pada sisi lain lagi, Gus Dur menyebut pentingnya ‘Kesadaran Spiritual’ dalam kehidupan sehari-hari.

Juga disebut, perlunya aspek ‘Pengembangan Diri’, dimana Gus Dur percaya bahwa tasawuf harus membantu individu mengembangkan diri mereka sendiri.

*

Adapun secara filosofis, ciri-ciri ketasawufan Gus Dur mencatat, antara lain kehadiran ‘Sinkretisme’: Gus Dur menggabungkan unsur-unsur tasawuf dengan filsafat dan agama lain.

Lantas Gus Dur menyebut ‘Holistik-isme’, beliau percaya bahwa tasawuf harus mempertimbangkan keseluruhan aspek kehidupan manusia.

Untuk hal-hal di atas, sebagaimana dinyatakan KH. Syaiful Ulum Nawawi, Gus Dur menyebut pentingnya kehadiran ‘Dialektika’, dimana Gus Dur menggunakan metode dialektika ini untuk memahami konsep-konsep tasawuf.

Ada hal lain yang tak kalah penting tentang ciri-ciri filosofis ketasawufan Gus Dur, yaitu diperlukannya ‘Kritik terhadap Dogmatisme’. Beliau mengkritik dogmatisme dan mempromosikan pemikiran kritis dalam tasawuf.

Sedangkan ciri-ciri lainnya yaitu perlunya ‘Praktik Spiritual’: Gus Dur menekankan pentingnya praktik spiritual seperti dzikir, doa, dan meditasi.

Hal senada KH. Syaiful Ulum Nawawi menyebut lebih lanjut, Gus Dur menganjurkan perlunya ‘Pengembangan Komunitas’, dimana beliau percaya bahwa tasawuf harus membantu mengembangkan komunitas yang harmonis dan solid.

Sedangkan pada sisi lain lagi, pentingnya ‘Pelayanan Sosial’ dimana Gus Dur mengajarkan bahwa tasawuf harus diwujudkan dalam pelayanan sosial dan kegiatan amal.

Sedangkan yang tak kalah penting lainnya adalah faktor ‘Pendidikan’. Beliau menekankan pentingnya pendidikan dalam mengembangkan kesadaran spiritual dan memahami tasawuf. (Amang Mawardi – Bersambung).

Arumi Bertekad Kembangkan Produk Kerajinan Jawa Timur Mendunia

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin. (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur Arumi Bachsin bertekad  untuk terus mengembangkan  kerajinan Jawa Timur agar semakin kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional.

Pernyataan ini disampaikan Arumi saat acara Pelantikan Serentak Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Ruang Hayam Wuruk, Lantai 8, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Jumat (7/3).

Acara ini dihadiri dan disaksikan langsung  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jawa Timur, serta sebagian besar Wali Kota dan Bupati se-Jawa Timur.

“Saya senang hari ini sebagian besar ketua Dekranasda Kabupaten dan Kota bisa dilantik serentak. Dan dihadiri langsung oleh Ibu pembina kita Ibu Gubernur, Pak Wakil Gubernur, Pak Sekda, dan beberapa kepala OPD yang terkait langsung dengan Dekranasda. Dan ini merupakan simbolis bahwa Dekranasda punya peran yang strategis untuk pemerintah daerah masing-masing,” kata Arumi Bachsin.

“Ini membuktikan bahwa Dekranasda mempunyai peran yang sangat strategis,” sambung istri Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak itu.

Menurut Arumi, seperti pesan dari Gubernur Khofifah selaku pembina Deskranasda Jatim dalam sambutanya, yaitu bagaimana Dekranasda bisa mengambil peluang-peluang yang ada. Sebab, setiap kabupaten kota itu punya kelebihan masing-masing yang kalau diinovasi serta diolah, pasti punya peluang dan membawa sesuatu.

Sementara Arumi sendiri. meminta dan menitik beratkan bagaimana kolaborasi. Pasalnya, menurut dia, Dekranasda Jawa Timur tidak mungkin akan maju dengan pesat kalau tidak ada kolaborasi dengan kabupaten/kota.
Karena itu, ia berharap setelah pelantikan ini Dekranasda bisa langsung bekerja. “Ibu pembina juga sudah mengatakan, kalau kerja kerja keras semua provinsi juga kerja keras, kerja  kerja cepat semuanya juga kerja cepat. Yang harus dibedakan adalah bagaimana kekompakan kita, bagaimana menangkap peluang, dan masing-masing harus punya inovasi,” terang dia.

Arumi berharap Dekranasda setiap tingkatan sampai kabupaten/kota punya semangat untuk bisa melakukan percepatan dalam bentuk aksi dan juga tindak lanjut produk.

Apalagi, lanjut Arumi, sudah ada brand-brand produk kerajinan Deskranasda Jatim yang mendunia. Sayangnya, hal ini belum banyak diketahui bahwa produk tersebut asalnya dari Jawa Timur. “Jadi sebenarnya sudah ada yang mendunia, minimal menasional. Sayangnya hal ini belum banyak yang mengetahui,” akunya.

Dia lantas memberi contoh desainer Diana Putri. Awalnya otodidak dengan membuat satu sampai dua baju, tapi sekarang desainnya sudah banyak dipakai di kancah internasional.
“Jadi sudah banyak desainer dan kerajinan kita yang mendunia,” tutur Arumi.

Untuk itu, pihaknya akan berupaya mengenalkan dan mengembangkan produk-produk berkualitas bagus yang selama ini belum punya akses, agar nantinya bisa membuka pasar sampai mendunia. “Itu harapan saya,” tegasnya.

Di sisi lain, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya berpesan pada para ketua  Dekranasda di Kabupaten/Kota di Jatim agar Dekranasda bisa menjadi supplier dapur-dapur sehat dari STPD yang ada untuk program makan bergizi gratis.

Menurut Khofifah, ini tidak hanga sekadar menambah income dari Dekranasda yang ada, tapi juga bisa memberi penguatan buat SDM ke depan melalui dedikasi dan partipasi yang dilakukan sebagai pimpinan atau anggota Deskranasda.

“Setiap dapur sehat itu standartnya melayani 3000 porsi sehari. Minimal 2500 porsi dan maksimal 4000 porsi sehari,” jelas Khofifah yang juga pembina Dekranasda Jatim.

Dia juga menyampaikan bahwa harga Rp10.000 per porsi makan bergizi gratis adalah harga yang dihitung dari bahan yang dibelanjakan, seperti telur, sayur, beras atau minyak goreng. Tetapi untuk proses memasaknya sudah lain hitungannya.

“Mereka yang memasak, lalu gasnya, serta mereka yang mencuci piring itu sudah beda komponennya. Sehingga harga Rp10.000 itu bukan harga mateng siap saji siap makan,” katanya.

Dalam posisi ini, Khofifah menyebut supplier menjadi penting. Bahkan, banyak yang bertanya kepadanya, kalau supply bagaimana. Mau cari beras, dari lumbung pangan, sayur dari Malang. Sehingga, Jatim punya banyak sumber untuk menyupplay dapur-dapur sehat.

“Ini uang. Kalau 1000 dapur sehat, maka dalam setahun uang beredar Rp1,5 triliun,” tutur Khofifah.

Salain itu, satu dapur sehat rata-rata membutuhkan 48 tenaga kerja baru. Sehingga, Khofifah meminta kepada para bupati dan wali kota untuk menangkap peluang ini. (Dwi Arifin)

Pemkot Surabaya Luncurkan Kalender Event 2025

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya terus berupaya meningkatkan daya tarik para wisatawan terhadap destinasi wisata di Kota Pahlawan. Sebab, Surabaya tidak hanya menjadi pusat bisnis dan industri, tetapi juga memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan pariwisata yang luar biasa.

Karena itu, Pemkot Surabaya meluncurkan Kalender Event 2025, di Lobby Lantai 2 Balai Kota Surabaya, Jumat (7/2). Kalender Event 2025 ini berisi berbagai agenda menarik selama satu tahun penuh. Agenda ini mencakup berbagai sektor, mulai dari seni dan budaya, olahraga, ekonomi kreatif, hingga kegiatan keagamaan dan sosial. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, beberapa event unggulan yang telah menjadi ikon Kota Surabaya akan kembali hadir dengan konsep yang lebih inovatif. Seperti Festival Rujak Uleg, Surabaya Vaganza, Parade Juang, serta berbagai event nasional dan internasional lainnya.

“Sebelumnya, saya berbicara dengan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), mereka was-was karena adanya efisiensi. Sehingga dengan diluncurkannya Kalender Event ini, harapannya bisa menarik wisatawan datang ke Surabaya untuk mendongkrak perekonomian,” kata Eri Cahyadi.

Selain berkolaborasi bersama perhotelan, Pemkot Surabaya juga telah menjalin kerjasama dengan biro perjalanan atau travel guna memudahkan akomodasi bagi para wisatawan menuju destinasi wisata.

“Travel juga ikut mempromosikan pariwisata Kota Surabaya kepada kota-kota lain. Karena Surabaya tidak hanya menghadirkan wisata alam dan heritage saja, sehingga bisa memikat daya tarik wisatawan datang ke Surabaya,” ujarnya.

Di sisi lain, pada sektor olahraga, Eri menyebut telah menggelar pertemuan dengan CEO Persebaya Azrul Ananda, Rabu (5/3) kemarin. Berdasarkan hasil diskusi, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya akan dipersiapkan menjadi sport tourism. Dengan demikian, GBT Surabaya tidak hanya sebagai tempat berolahraga saja, tetapi bisa menjadi salah satu tempat rekreasi.

“GBT Surabaya memiliki potensi menjadi sport tourism seperti stadion-stadion yang ada di Eropa, seperti stadion (kandang) Chelsea atau Madrid. Maka, bisa digunakan sebagai tempat wisata saat tidak ada pertandingan olahraga,” sebutnya.

Di samping itu, ia meminta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya untuk lebih aktif dalam menjajaki kerjasama dengan perhotelan, restoran, dan agen perjalanan dari berbagai daerah di Indonesia untuk menawarkan paket-paket wisata maupun beragam agenda yang ada di Kalender Event 2025. 

“Di dalam paket wisata dan Kalender Event kita bisa koneksikan dengan wisata lain yang ada di berbagai daerah, contoh Bromo atau Dieng. Nanti bisa bekerjasama dengan Kota Malang, Banyuwangi maupun yang lainnya. Dan mereka juga bisa bekerjasama dengan kita,” pintanya.

Tak hanya itu, biasanya, menjelang Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS), Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) untuk menggelar Surabaya Shopping Festival (SSF). Pada gelaran SFF terdapat potongan harga atau diskon besar-besaran dari berbagai barang kebutuhan yang ditawarkan di seluruh pusat perbelanjaan di Kota Pahlawan.

“Belanja dengan potongan harga, bisa disampaikan agar semua berpartisipasi menyemarakan ulang tahun Surabaya nanti. Sehingga ikut menggerakan pariwisata di sektor ekonomi,” terangnya.

Eri berharap, dengan resmi diluncurkannya Kalender Event 2025 dapat menarik kerjasama dengan berbagai daerah untuk menggerakkan pariwisata Kota Surabaya. Tentunya diharapkan bisa berdampak baik dalam sektor perekonomian. Baik UMKM, pusat perbelanjaan, perhotelan, restoran, hingga transportasi.

“Paling tidak, sebulan sekali, Disbudporapar Surabaya bisa bertemu dengan pihak yang berhubungan dengan pariwisata. Dukungan ini bisa membuat Kalender Event 2025 dikenal khalayak ramai, baik lokal maupun mancanegara. Bisa menguatkan ekonomi, serta menggerakan daya tarik pariwisata di Surabaya,” pungkasnya. 

Seperti diketahui, ragam agenda menarik di Kota Surabaya, dapat diakses melalui bit.ly/VideoKalvenSby2025. Masyarakat Kota Surabaya, maupun para wisatawan dari luar kota hingga mancanegara dapat berkunjung ke berbagai destinasi wisata, atau menyaksikan berbagai event yang akan berlangsung di Kota Surabaya. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.