Arumi Bertekad Kembangkan Produk Kerajinan Jawa Timur Mendunia

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur Arumi Bachsin bertekad untuk terus mengembangkan kerajinan Jawa Timur agar semakin kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional.
Pernyataan ini disampaikan Arumi saat acara Pelantikan Serentak Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Ruang Hayam Wuruk, Lantai 8, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Jumat (7/3).
Acara ini dihadiri dan disaksikan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jawa Timur, serta sebagian besar Wali Kota dan Bupati se-Jawa Timur.
“Saya senang hari ini sebagian besar ketua Dekranasda Kabupaten dan Kota bisa dilantik serentak. Dan dihadiri langsung oleh Ibu pembina kita Ibu Gubernur, Pak Wakil Gubernur, Pak Sekda, dan beberapa kepala OPD yang terkait langsung dengan Dekranasda. Dan ini merupakan simbolis bahwa Dekranasda punya peran yang strategis untuk pemerintah daerah masing-masing,” kata Arumi Bachsin.
“Ini membuktikan bahwa Dekranasda mempunyai peran yang sangat strategis,” sambung istri Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak itu.
Menurut Arumi, seperti pesan dari Gubernur Khofifah selaku pembina Deskranasda Jatim dalam sambutanya, yaitu bagaimana Dekranasda bisa mengambil peluang-peluang yang ada. Sebab, setiap kabupaten kota itu punya kelebihan masing-masing yang kalau diinovasi serta diolah, pasti punya peluang dan membawa sesuatu.
Sementara Arumi sendiri. meminta dan menitik beratkan bagaimana kolaborasi. Pasalnya, menurut dia, Dekranasda Jawa Timur tidak mungkin akan maju dengan pesat kalau tidak ada kolaborasi dengan kabupaten/kota.
Karena itu, ia berharap setelah pelantikan ini Dekranasda bisa langsung bekerja. “Ibu pembina juga sudah mengatakan, kalau kerja kerja keras semua provinsi juga kerja keras, kerja kerja cepat semuanya juga kerja cepat. Yang harus dibedakan adalah bagaimana kekompakan kita, bagaimana menangkap peluang, dan masing-masing harus punya inovasi,” terang dia.
Arumi berharap Dekranasda setiap tingkatan sampai kabupaten/kota punya semangat untuk bisa melakukan percepatan dalam bentuk aksi dan juga tindak lanjut produk.
Apalagi, lanjut Arumi, sudah ada brand-brand produk kerajinan Deskranasda Jatim yang mendunia. Sayangnya, hal ini belum banyak diketahui bahwa produk tersebut asalnya dari Jawa Timur. “Jadi sebenarnya sudah ada yang mendunia, minimal menasional. Sayangnya hal ini belum banyak yang mengetahui,” akunya.
Dia lantas memberi contoh desainer Diana Putri. Awalnya otodidak dengan membuat satu sampai dua baju, tapi sekarang desainnya sudah banyak dipakai di kancah internasional.
“Jadi sudah banyak desainer dan kerajinan kita yang mendunia,” tutur Arumi.
Untuk itu, pihaknya akan berupaya mengenalkan dan mengembangkan produk-produk berkualitas bagus yang selama ini belum punya akses, agar nantinya bisa membuka pasar sampai mendunia. “Itu harapan saya,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya berpesan pada para ketua Dekranasda di Kabupaten/Kota di Jatim agar Dekranasda bisa menjadi supplier dapur-dapur sehat dari STPD yang ada untuk program makan bergizi gratis.
Menurut Khofifah, ini tidak hanga sekadar menambah income dari Dekranasda yang ada, tapi juga bisa memberi penguatan buat SDM ke depan melalui dedikasi dan partipasi yang dilakukan sebagai pimpinan atau anggota Deskranasda.
“Setiap dapur sehat itu standartnya melayani 3000 porsi sehari. Minimal 2500 porsi dan maksimal 4000 porsi sehari,” jelas Khofifah yang juga pembina Dekranasda Jatim.
Dia juga menyampaikan bahwa harga Rp10.000 per porsi makan bergizi gratis adalah harga yang dihitung dari bahan yang dibelanjakan, seperti telur, sayur, beras atau minyak goreng. Tetapi untuk proses memasaknya sudah lain hitungannya.
“Mereka yang memasak, lalu gasnya, serta mereka yang mencuci piring itu sudah beda komponennya. Sehingga harga Rp10.000 itu bukan harga mateng siap saji siap makan,” katanya.
Dalam posisi ini, Khofifah menyebut supplier menjadi penting. Bahkan, banyak yang bertanya kepadanya, kalau supply bagaimana. Mau cari beras, dari lumbung pangan, sayur dari Malang. Sehingga, Jatim punya banyak sumber untuk menyupplay dapur-dapur sehat.
“Ini uang. Kalau 1000 dapur sehat, maka dalam setahun uang beredar Rp1,5 triliun,” tutur Khofifah.
Salain itu, satu dapur sehat rata-rata membutuhkan 48 tenaga kerja baru. Sehingga, Khofifah meminta kepada para bupati dan wali kota untuk menangkap peluang ini. (Dwi Arifin)
