Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 06:04 WIB
Surabaya
--°C

Guru Surabaya Diberi Pelatihan Pembelajaran Anti Kekerasan, AI, dan Coding

Kadispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) bakal melakukan peningkatan kompetensi guru di tahun 2025. Diantaranya, yakni memberikan pelatihan pembelajaran anti kekerasan hingga pelatihan Artificial Intelligence (AI) dan coding. 

Rencana ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh ketika paparan visi-misi inovasi pembangunan di ruang sidang wali kota, Sabtu, (8/3/2025). Yusuf mengatakan, pelatihan pembelajaran anti kekerasan ini akan dilakukan secara bertahap ke depannya. 

Yusuf menyebutkan, pelatihan ini adalah bagian dari strategi Dispendik Surabaya untuk mencegah adanya aksi kekerasan hingga bullying di lingkungan sekolah. Maka dari itu, dengan adanya pelatihan tersebut, guru akan mengetahui batas-batasan bentuk kekerasan verbal maupun secara fisik.

“Jadi nanti ada strategi bagaimana caranya agar tidak sampai terjadi kekerasan terhadap anak-anak. Nah, batasan-batasan itu nantinya juga harus disampaikan (oleh guru) kepada anak-anak,” kata Yusuf. 

Yusuf menerangkan, selain pelatihan anti kekerasan, Dispendik Surabaya juga akan menerapkan pembelajaran kebangsaan di sekolah. Tujuannya, yaitu untuk membentuk karakter anak menjadi lebih mandiri dan disiplin. 

“Sekolah kebangsaan nanti mudah-mudahan muatan lokalnya (Mulok) segera kita rumuskan soalnya sangat penting ya, bagaimana membentuk karakter anak-anak ini mempunyai jiwa-jiwa yang mandiri, loyal, dan nasionalisnya. Kalau anak itu karakternya bagus ya insyaallah yang lain-lainnya akan mengikuti,” terangnya. 

Sementara itu, Yusuf menjelaskan, pelatihan pembelajaran AI dan Coding untuk guru sudah berjalan. Bahkan, pembelajaran tersebut sudah sampai ke tenaga pendidik PAUD.

“Jadi pembelajaran ini sudah mulai kita kenalkan mulai PAUD, nah itu sudah kita siapkan simulasinya. Misalnya menggunakan cara enumerasi atau simulasi, kalau dahulu coding itu kan identik dengan programer untuk saat ini nggak bisa, karena kita bekerja perlu pengcodingan pengelompokan, misal dalam mengerjakan soal,” jelasnya. 

Rencananya, Yusuf menambahkan, pelatihan pembelajaran anti kekerasan dan pelatihan pembelajaran AI dan Coding, serta penerapan sekolah kebangsaan, akan melibatkan akademisi.

“Kalau rumusan-rumusannya nanti semua akan melibatkan akademisi, biar nanti gambaran kami bisa menyesuaikan kebutuhan guru,” tegasnya. (Dwi Arifin)

Jurnalis Pokja Grahadi Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim di KBS

Penyerahan santunan kepada anak yatim. (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Pada bulan Ramadan kali ini jurnalis Kelompok Kerja (Pokja) Grahadi kembali menggelar acara berbagi bersama anak Yatim. Acara yang diberi titel “Pokja Grahadi Berbagi Kebahagiaan Ngabuburit Bersama Anak Yatim” ini digelar di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Sabtu (8/3) sore.

Ketua Pokja Wartawan Grahadi Fatimatus Zahro mengatakan, kegiatan berbagi kebahagiaan bersama anak yatim ini merupakan ketiga kalinya yang digelar.

Pertama, dua tahun lalu digelar di BG Junction dengan mengajak anak yatim belanja pakaian. Kedua, tahun lalu di kediaman Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dan ketiga, tahun ini diselenggarakan di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

“Terima kasih buat rekan-rekan wartawan Pokja Grahadi yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk acara ini,” kata Ima, panggilan akrab Fatimatus Zahro.

Memberi makan jerapah.

Pada kesempatan ini Ima juga menyampaikan terima kasih kepada manajemen KBS. Pasalnya, berkat dukungan pihak KBS acara ngabuburit ini dapat terselenggara dengan sukses.

Menurut Ima, kali ini ada 50 anak yatim yang diundang. Mereka berasal dari empat panti asuhan yang berasal dari Surabaya dan Sidoarjo. Dua diantaranya adalah Panti Asuhan Riyadlus Sholihin Sidoarjo dan Panti Asuhan Ar-Roudho Surabaya.

Yang menarik, ngabuburit di ini memberikan pengalaman edukatif bagi para anak yatim yang diundang. Selain diajak berkeliling mengenal berbagai satwa dan memberi makan jerapah, mereka juga diajak menyaksikan atraksi satwa. Bahkan,  mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang kisah Nabi Sulaiman.

Jurnalis Pokja Grahadi foto bersama para anak yatim.

“Kami benar-benar bersyukur dan berterima kasih kepada rekan-rekan jurnalis Pokja Grahadi. Sebab ngabuburit di KBS ini memberikan banyak pengalaman sekaligus menambah wawasan bagi anak-anak dibanding diajak lnonton film di gedung bioskop,” kata M.Shofi, pendamping anak yatim dari Panti Asuhan Riyadlus Sholihin, Waru, Sidoarjo.

Sementara itu, Direktur Keuangan KBS Nahroni menyambut hangat kehadiran anak-anak yatim dan mengapresiasi inisiatif jurnalis Pokja Grahadi.

“Kami berterima kasih kepada teman teman Pokja Grahadi yang sudah mempercayakan KBS untuk berbagi bersama dengan adik adik. Semoga niat baik teman teman Pokja Grahadi menjadi pemberat amal baik pada yaumul hisab,” katanya.

Kegiatan ngabuburit ini diakhiri dengan pemberian santunan dan buka puasa bersama sekaligus sholat magrib berjamaah. (Dwi Arifin)

Setelah Dilantik Menjadi Ketua Hipmi PT Sidoarjo, Aldinda Fokus Memperluas Jaringan Pengusaha Muda di Perguruan Tinggi

SIDOARJO-KEMPALAN—Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Perguruan Tinggi (PT) Sidoarjo kini sudah resmi dipimpin nahkoda baru. Sosok pemimpin baru itu adalah Aldinda Rizaldyaji.

Kepengurusan Hipmi PT Sidoarjo yang dipimpin Aldinda itu sudah dilantik di Gedung Youth Center Disporapar Sidoarjo, Jumat petang (7/3). Dia menyebut visinya dalam setahun ke depan.

Yakni memperluas jaringan Hipmi di kampus-kampus yang ada di Sidoarjo. ’’Ke depan targetnya semua kampus se-Kabupaten Sidoarjo bisa terdirikan Hipmi perguruan tinggi,’’ kata Aldinda.

Saat ini, sudah ada enam Hipmi PT di Sidoarjo yang dilantik dengan jumlah 85 pengurus dan ratusan anggota. Keenam perguruan tinggi itu di antaranya: Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Universitas Maarif Hasyim Latief (Umaha), STIKES Anwar Medika, Sekolah Tinggi Agama Islam An-Najah Indonesia Mandiri (STAINIM), Politeknik Kelautan dan Perikanan, dan Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri, atau ITICM.

BACA JUGA: Lantik HIPMI, Gus Muhdlor Optimistis Sidoarjo ke Depan Akan Gemilang

Hipmi PT Sidoarjo, lanjut Aldinda, bakal melakukan pelatihan keadministrasian, dan menjalankan forum-forum bisnis dan kaderisasi yang ada, Setelah itu, akan dilanjut dengan pelatihan kewirausahaan yang juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder.

“Kemudian mentoring kewirausahaan. Jadi, mahasiswa akan didampingi sampai mereka mau building team, sampai mempunyai ide yang dapat dikembangkan,” tambah Aldinda.

Soekarno Dewa Saputra,S.Ip sebagai Ketua I Bidang OKK Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi Sidoarjo mengatakan, ke depan Hipmi PT Sidoarjo memang menargetkan penambahan Hipmi di kampus untuk memperluas semangat berwirausaha sejak masih mahasiswa.

“Kami berharap semangat berwirausaha itu bisa muncul sejak dini, dan dari situ harapannya jumlah pengusaha yang ada di Sidoarjo itu dapat semakin bertumbuh ke depannya,” tutur Soekarno.

Dia juga berpesan agar mahasiswa yang tergabung dalam Hipmi PT Sidoarjo bisa memanfaatkan kesempatan semaksimal mungkin untuk belajar. Selain bisnis juga bisa mengembangkan kemampuan leadership, komunikasi, dan Problem Solver.

“Tentunya pasti akan mendapat dukungan penuh dari rekan-rekan BPC Hipmi Sidoarjo, baik itu di-support dari sisi networking, secara kesempatan, dan sebagainya,” imbuhnya.  

Ketua BPC Hipmi Sidoarjo Muhamad Zakaria Dimas Pratama (kiri) dan Ketua Hipmi Perguran Tinggi (PT) Sidoarjo terpilih Aldinda Rizaldyaji saat pelantikan kepengurusan Hipmi PT Sidoarjo. (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Hipmi (BPC Hipmi) Sidoarjo Muhamad Zakaria Dimas Pratama, S.Kom berpesan ke para pengurus Hipmi PT supaya terus belajar dan menjalin relasi. 

“Gunakan Hipmi ini sebagai kawahcabdradimuka tempat kita dididik, dibina dan ditempat untuk belajar, berjejaring dan menyebarkan virus-virus kewirausahaan di seluruh perguruan tinggi di Sidoarjo. Banyak peluang kolaborasi yang akhirnya menjadi bisnis baru bagi rekan-rekan sekalian,” tegas Dimas. (YMP)

Barati Cup International Resmi Masuk Surabaya Event Calendar 2025

Jakarta– BARATI CUP INTERNATIONAL East Java 15-20 April 2025 adalah turnamen sepak bola terbesar dan paling spektakuler yang pada kesempatan ini dilaksanakan di Jawa Timur.  Turnamen yang akan diikuti oleh 112 tim, dari 14 provinsi di Indonesia dan peserta dari 7 Negara menjadi ajang prestisius bagi para talenta muda untuk merasakan atmosfer kompetisi tingkat internasional.

Turnamen ini akan berlangsung di stadion ternama di Jawa Timur, seperti Gelora Joko Samudro, Gelora Delta Sidoarjo, Lapangan ABC Gelora Bung Tomo, Lapangan Bogowonto, Lapangan THOR, dan Lapangan Jenggolo.

Ditambah adanya keunikan baru dalam turnamen, dengan menerapkan sistem penilaian Green Card (Kartu Hijau) sebagai indikator sportivitas dan fairplay, guna memberikan contoh bagi generasi muda untuk bertanding dengan saling menghormati dan penuh integritas.

Penerapan ini telah diperkenalkan pada turnamen Road To Barati Cup International – Inaspro Barati Challenge Tournament 2025 pada bulan Februari lalu dan mendapat sambutan yang positif dari para peserta.

Bagi para pemain dan tim, BARATI CUP INTERNATIONAL menjadi sebuah peluang besar untuk unjuk gigi, memperlihatkan kemampuan terbaik, dan sebagai jenjang menuju karier sepak bola profesional.

Masuk Kalender Event Surabaya

Barati Cup International secara resmi masuk ke dalam “Surabaya Event Calendar 2025”. Pada kesempatan hari Jumat 7 Maret 2025, Barati Mendunia diwakili oleh Direktur Bapak Krisna W. Marsis dan Sekjen Ibu Desty R. Nathalia, menghadiri undangan dari Walikota Surabaya, Bapak Eri Cahyadi pada acara Launching Surabaya Event Calendar 2025, bertempat di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur. (Photo Story)

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya, event ini akan jadi ajang luar biasa, siap membawa semangat dan energi positif ke Kota Pahlawan. Siap meriahkan Surabaya dengan aksi kelas dunia!

Tim Peserta Internasional

Barati Cup 2025 makin Istimewa dengan hadirnya klub-klub elite dan komunitas all star dari berbagai negara seperti Rayo Vallecano (Spanyol), Argentine Football Association Academy (Argentina), Avispa Fukuoka (Japan), Kashiwa Reysol (Japan), Kashima Antlers (Japan), dan Ventforet Kofu (Japan), FC Bengaluru (India), KV Sports (India), Community Football Club India – CFCI (India), KL Rovers (Malaysia), V 10 V – Victoria Institution (Malaysia) dan menyusul tim lainnya.

Turnamen ini diharapkan menghadirkan pengalaman baru dengan semangat sportivitas bagi para peserta usia U13–U15.  Lebih dari sekadar kompetisi, Barati Cup International menjadi ajang prestisius bagi para talenta muda untuk merasakan atmosfer kompetisi tingkat internasional serta berkesempatan pula menimba ilmu dari Coaching Clinic yang akan dipandu oleh klub-klub ternama dunia.

Pengundian Drawing Grup Tim Peserta

Dimulainya turnamen ini ditandai dengan pengundian (drawing) 112 tim sepak bola dari 14 provinsi di Indonesia dan peserta dari 7 negara yang dilaksanakan di Jakarta, Sabtu (8 Maret 2025), dan disiarkan secara Livestreaming pada chanel Youtube Barati Mendunia TV.

Proses ini memastikan pembagian grup yang proporsional guna menghadirkan pertandingan dengan pengalaman terbaik antara tim dari lokal dan internasional.

Pengundian Barati Cup International East Java 2025 dihadiri oleh Penasihat Strategi Kebijakan Menpora Hamdan Hamedan, didampingi oleh Kepala Turnamen Harry Rusmana, Koordinator Turnamen Mohamad Faisal, Kepala Program Global Barati Aditya Affasha, ditampilkan pula video sambutan dari Ketum PSSI Bapak Erick Thohir (dari Barati CUP tahun 2024) dan Brand Ambassador Barati Mendunia Evan Dimas .

Pak Harto, Prabowo, dan Para Taipan


Oleh: Dhimam Abror Djuraid

KEMPALAN: Presiden Prabowo Subianto mengundang para taipan ke Istana Merdeka. Berturut-turut selama dua hari, Kamis (6/3), dan Jumat (7/3). Para taipan yang diundang itu selama ini terkenal dengan sebutan ‘’Sembilan Naga’’.

Di antara mereka ada Sugianto Kusuma alias Aguan yang selama ini disebut-sebut sebagai kepala naga. Ada juga Anthony Salim, generasi kedua taipan Indonesia, pewaris kerajaan bisnis ayahnya yang legendaris Liem Sioe Liong. Dari kalangan pribumi ada Haji Isam yang diundang audisi di hari kedua.

Berbagai spekulasi bermunculan mengenai isi pertemuan itu. Kabar yang dirilis oleh Istana menyebutkan bahwa Presiden Prabowo menjelaskan berbagai program strategis nasional . Salah satunya adalah (apalagi, kalau bukan) program makan siang gratis.

Pola yang sama dilakukan oleh Jokowi di pengujung masa jabatannya. Jokowi mengundang para taipan itu ke IKN. Tujuannya merayu mereka supaya mau inves di IKN. Ternyata isi pertemuan itu dibocorkan oleh Aguan kepada Majalah Tempo. Muncul tudingan bahwa Jokowi melakukan politik ijon. Aguan dan kawan-kawan inves di IKN, dan sebagai imbalannya dia mendapat proyek PSN (Proyek Strategis Nasional).

Pertemuan Prabowo dengan para taipan adalah hal yang biasa. Di Amerika pun Presiden Donald Trump banyak mengandalkan para taipan untuk mendukung programnya. Salah satu pengusaha yang menjadi andalan Trump ialah Elon Musk, pemilik pabrik mobil listrik Tesla, perusahaan luar angkasa Spase X, dan pemilik X d/h Twitter.

Selama masa kampanye pilpres Elon Musk menjadi pendukung fanatik Trump. Ia mengerahkan semua jaringannya untuk memenangkan Trump. Musk juga menyumbangkan banyak uang untuk kemenangan Trump.

Setelah Trump menang, Elon Musk mendapat ganjaran besar. Ia berada di kursi VVIP saat pelantikan Trump menjadi presiden. Musk mendapat jabatan sangat penting di pemerintahan Trump. Ia ditugasi menjadi pelaksana program efisiensi di pemerintahan.

Di Indonesia hubungan pengusaha dengan politik sudah menjadi hal yang lumrah. Politik di Indonesia sangat high-cost, biaya tinggi. Tidak ada kontestasi politik yang tidak membutuhkan biaya tinggi. Karena itu para politisi selalu mencari ‘’dekengan’’ dana dari para pengusaha. Sebagai imbalannya para pengusaha itu akan mendapatkan proyek-proyek dari pemerintah.

Hubungan itu disebut sebagai ‘’klientelisme’’, hubungan patron-klien antara bandar dan politisi. Pola hubungan ini menjadikan demokrasi di Indonesia seperti barang dagangan. Edward Aspinall dan Ward Berenschot mengungkap praktik itu dalam buku ‘’Democracy for Sale’’ (2019). Praktik jual beli itu berlangsung dalam bentuk money politics, politik uang, dan vote buying, jual beli suara.

Di setiap kontestasi politik praktik jual beli itu sudah dianggap sebagai praktik yang lumrah. Serangan fajar menjadi kosa kata yang identik dengan jual beli suara. Istilah NPWP lebih dikenal sebagai idiom jual beli suara ketimbang istilah perpajakan.

Presiden Prabowo menghadapi persoalan anggaran yang pelik. Program makan siang gratis menjadi program hidup mati bagi Prabowo. Ia membutuhkan ratusan triliun untuk mendanai program itu. Prabowo membutuhkan bantuan para taipan untuk mendapatkan dana itu. Pola patron-klien sangat mungkin ditawarkan oleh Prabowo untuk bisa mendapatkan bantuan dari para taipan.

Para taipan China sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perjalanan sejarah Indonesia. Presiden Soeharto terkenal dengan hubungannya yang sangat lekat dengan Lim Sioe Liong. Kepada para taipan itulah Pak Harto menaruh harapan supaya ekonomi Indonesia bisa tumbuh cepat.

Pak Harto membesarkan para konglomerat itu dengan memberi mereka berbagai konsesi dan monopoli. Strategi pembangunan ekonomi Pak Harto bertumpu pada teori ‘’trickle down effect’’. Ketika kue pembangunan sudah sangat besar maka akan terjadi luberan ke bawah.

Karena itu Pak Harto membesarkan para konglomerat itu. Menjadikan mereka sebagai mesin pertumbuhan. Lalu pada saatnya luberan ke bawah akan membawa pertumbuhan ekonomi yang bisa menetes kepada rakyat.

Pak Harto memegang kontrol terhadap para taipan itu. Mereka boleh menjadi raja di bidang ekonomi. Tapi mereka tidak boleh cawe-cawe di bidang politik. Pak Harto mengontrol sepenuhnya aktivitas politik, dan tetap mengontrol aktivitas ekonomi para taipan itu.

Pola otoritarianisme ini dikecam. Tapi terbukti efektif dalam mewujudkan stabilitas. Di zaman sekarang, para taipan yang tajir melintir itu bisa mendirikan partai politik, atau membelinya.

Tidak sepenuhnya efek luberan ke bawah bisa berjalan secara alamiah. Logika modal dan kapital tidak pernah mengenal istilah berbagi. Akumulasi modal akan dengan sendirinya membawa kepada penumpukan yang semakin menggunung.

Pak Harto tahu akan hal itu. Pada awal 1990-an para taipan itu sudah menjadi raja konglomerat. Tapi tetesan ke bawah belum terasa. Pak Harto pun memanggil para taipan ke Tapos, peternakan sapi milik Pak Harto.

Dengan senyumnya yang khas Pak Harto meminta kepada para konglomerat itu untuk mengikhlaskan sebagian saham perusahaanya untuk dihibahkan kepada koperasi. Para taipan itu tahu pasti bahwa senyum Pak Harto itu senyum yang mematikan. The Smiling General itu tidak main-main dengan permintaannya.

Para taipan itu tahu Pak Harto bermain dengan simbol. Pak Harto sangat mungkin tidak membaca teori semiotika Roland Bartez. Tetapi Pak Harto tahu betul pentingnya simbol dalam politik. Mengundang para taipan itu ke Tapos adalah simbol. Tapos adalah peternakan sapi untuk diperas susunya, atau disembelih dagingnya. Dua hal itu bukan pilihan yang menarik bagi para taipan. Tapi mereka tidak punya pilihan.

Itulah Pak Harto. Itulah bedanya dengan Prabowo, mantan menantunya. Pak Harto tidak mengundang para taipan itu ke Istana, tapi ke peternakan. Pak Harto menjaga marwah Istana. Pak Harto memastikan Istana bersih dari politik dagang sapi.

Prabowo dengan bangga mengatakan banyak belajar kepada SBY dan Jokowi. Tapi, Prabowo lupa belajar kepada mertuanya. (DAD)

*Penulis: Ketua Dewan Pakar PWI Pusat, dan pengajar ilmu komunikasi Unitomo, Surabaya

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

Gubernur Khofifah Ajak Guru Terapkan Empat Konsep Pendidikan, Apa Saja?

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawamsa saat Safari Ramadan di SMKN 5 Surabaya, Jumat (7/3).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para guru agar menerapkan empat konsep pendidikan  kepada para muridnya. Keempat konsep tersebut antara lain tadris (pembelajaran), ta’lim (pengajaran), tarbiyah (pengasuhan), dan ta’dib (kesantunan).

“Empat konsep pendidikan tersebut seyogyanya ada di dalam semua guru dengan tujuan membentuk para murid yang berakhlakul karimah,” katanya saat Safari Ramadan Pendidikan Tahun 2025 / 1446 H Korwil III Dinas Pendidikan Provisi Jawa Timur di SMKN 5 Surabaya, Jumat (7/3) sore.

Menurut Khofifah, guru sebagai tenaga pendidik pasti mengajarkan proses ta’lim dan tadris melalui proses transfer of knowledge kepada murid-muridnya. Namun, ada proses tarbiyah atau proses pengasuhan yang tidak banyak dilakukan para guru. Artinya, para guru tak sekadar mengajar tetapi juga memberikan pengasuhan kepada anak didiknya.

Proses tarbiyah, lanjut Khofifah, mudah dilakukan jika diterapkan dalam boarding school karena ada kedisiplinan, kesantunan, kesederhanaan, ihtiram (saling hormat menghormati) yang telah diajarkan.

“Kalau di kelas terbatas, tetapi kalau di asrama proses itu memungkinkan,” ujarnya.

Kemudian proses ta’dib yakni pembinaan akhlak atau budi pekerti bisa diterapkan dan diamalkan secara lebih intens oleh mudarris (guru) kepada murid-muridnya. Sehingga tidak sekadar mengajar, mendidik dan mengasuh, tetapi juga mengajarkan adab sopan santun bagi para murid.

Khofifah meyakini semua guru berusaha untuk menerapkan keempat konsep pendidikan tersebut . Sebab, para guru dengan ikhlas ingin menyampaikan pesan kebaikan, mengajarkan kehidupan dan kebaikan kepada murid-muridnya.

“Ada janji keberkahan, kemuliaan dan pahala di dalam diri para guru,” ucapnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan bahwa Menteri Agama sedang menyiapkan kurikulum cinta. Kurikulum cinta mengajarkan antar sesama tidak saling membenci, melainkan harus saling memberi kasih, ketentraman, dan kedamaian.

Dalam hal ini, Khofifah meminta para guru merangkul sekaligus mencari formula bagi murid-murid yang cenderung melakukan tindakan kurang baik. Ia mencontohkan, ketika ada salah satu teman yang dianggap trouble maker karena dianggap sering membully teman-temannya dijauhi.

Proses itu, kata Khoffiah, tidak bisa diambil ranting dan cabangnya, tetapi dikuatkan dari  akarnya agar tumbuh baik dan subur.

“Akarnya cinta. Inilah kurikulum yang disiapkan Menteri Agama agar antar sesama membangun suasana kasih dan sayang dan jangan saling membenci serta mencederai,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Safari Ramadhan Pendidikan di SMKN 5 Surabaya, Gubernur Khofifah Ajak Guru Terapkan Empat Konsep Pendidikan

SURABAYA– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para guru agar menerapkan empat konsep pendidikan kepada para muridnya. Keempat konsep tersebut antara lain tadris (pembelajaran), ta’lim (pengajaran), tarbiyah (pengasuhan) dan ta’dib (kesantunan).

“Empat konsep pendidikan tersebut seyogyanya ada di dalam semua guru dengan tujuan membentuk para murid yang berakhlakul karimah,” ujarnya saat Safari Ramadhan Pendidikan Tahun 2025 / 1446 H Korwil III Dinas Pendidikan Provisi Jawa Timur di SMKN 5 Surabaya, Jumat (7/3) sore.

Menurut Khofifah, guru sebagai tenaga pendidik pasti mengajarkan proses ta’lim dan tadris melalui proses transfer of knowledge kepada murid-muridnya. Namun, ada proses tarbiyah atau proses pengasuhan yang tidak banyak dilakukan para guru. Artinya, para guru tak sekadar mengajar tetapi juga memberikan pengasuhan kepada anak didiknya.

Proses tarbiyah, lanjut Gubernur Khofifah, mudah dilakukan jika diterapkan dalam boarding school karena ada kedisiplinan, kesantunan, kesederhanaan, ihtiram (saling hormat menghormati) yang telah diajarkan.

“Kalau di kelas terbatas, tetapi kalau di asrama proses itu memungkinkan,” ujarnya.

Kemudian proses ta’dib yakni pembinaan akhlak atau budi pekerti bisa diterapkan dan diamalkan secara lebih intens oleh mudarris (guru) kepada murid-muridnya. Sehingga tidak sekadar mengajar, mendidik dan mengasuh, tetapi juga mengajarkan adab sopan santun bagi para murid.

Khofifah meyakini semua guru berusaha untuk menerapkan keempat konsep pendidikan tersebut . Sebab, para guru dengan ikhlas ingin menyampaikan pesan kebaikan, mengajarkan kehidupan dan kebaikan kepada murid-muridnya.

“Ada janji keberkahan, kemuliaan dan pahala di dalam diri para guru,” ucapnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan bahwa Menteri Agama sedang menyiapkan kurikulum cinta. Kurikulum cinta mengajarkan antar sesama tidak saling membenci, melainkan harus saling memberi kasih, ketentraman dan kedamaian.

Dalam hal ini, Khofifah meminta para guru merangkul sekaligus mencari formula bagi murid-murid yang cenderung melakukan tindakan kurang baik. Ia mencontohkan, ketika ada salah satu teman yang dianggap trouble maker karena dianggap sering membully teman-temannya dijauhi.

Proses itu, kata Khoffiah, tidak bisa diambil ranting dan cabangnya, tetapi dikuatkan dari akarnya agar tumbuh baik dan subur.

“Akarnya cinta. Inilah kurikulum yang disiapkan Menteri Agama agar antar sesama membangun suasana kasih dan sayang dan jangan saling membenci serta mencederai,” pungkasnya.

Resmikan DAM Boreng, Gubernur Khofifah: Upaya Pulihkan Produktivitas Pertanian, Wujudkan Ketahanan Pangan

KABUPATEN LUMAJANG– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan DAM Boreng yang terletak di Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang pada Kamis (6/3).

Untuk diketahui, Renovasi DAM Boreng tersebut menggunakan dana APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2024 senilai Rp13,1 miliar.

Khofifah mengatakan, tujuan renovasi DAM Boreng ini untuk memulihkan aliran air ke lahan pertanian di tiga desa terdampak. Sekaligus upaya memulihkan produktivitas pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kita resmikan DAM Boreng yang sudah langsung berfungsi. Kegiatan renovasi ini sangat penting bagi tiga daerah yang bergantung pada sistem irigasi untuk menunjang perekonomian lokal, terutama di sektor pertanian,” ujarnya.

Diresmikannya DAM Boreng membawa kabar baik bagi petani dan masyarakat sekitar. Sebab, sudah lebih dari 4 tahun petani tidak bisa bercocok tanam secara optimal. Penyebabnya, DAM Boreng jebol sehingga air dari Kali Asem yang merupakan sumber air daerah irigasi tidak bisa dibendung dan dialirkan melalui jaringan irigasi yang ada.

Padahal, kata Khofifah, bangunan utama daerah irigasi Boreng ini melayani area irigasi lahan seluas 306 hektare di tiga desa, yaitu Desa Boreng, Desa Blukon dan Kelurahan Rogotrunan.

“Situasi ini menimbulkan ancaman serius terhadap ketahanan pangan di wilayah tersebut, mengingat sebagian besar masyarakat setempat bergantung pada pertanian,” kata Khofifah.

Bahkan saat musim kemarau, lanjut Khofifah, tiga daerah ini mengalami kekeringan. Sehingga mengakibatkan gagal panen di area pertanian yang cukup luas bahkan sumurpun mengalami kekeringan.

“Akibat kerusakan ini, produktivitas pertanian menurun drastis dan petani mengalami kerugian besar karena tidak adanya aliran air untuk mengairi sawah mereka,” ungkap Khofifah.

Hal tersebut berimplikasi pada peranan Provinsi Jawa Timur yang merupakan lumbung pangan nasional dan sebagai provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia selama 5 tahun terakhir. Termasuk Kabupaten Lumajang yang memberikan kontribusi terhadap capaian tersebut.

Peran aktif Pemprov Jatim dalam proyek mencerminkan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam menangani masalah-masalah infrastuktur kritis, yang jika tidak segera diperbaiki dapat mengakibatkan kerugian lebih lanjut, khususnya bagi masyarakat Lumajang.

“DAM Boreng merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui kegiatan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air yang memadai,” tuturnya.

Khofifah berharap, Pemkab Lumajang memanfaatkan infrastruktur DAM Boreng sebaik-baiknya. Sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah, memberikan keuntungan bagi masyarakat khususnya petani dan meningkatkan produksi pertanian bagi daerah.

“Berfungsinya DAM Boreng menjadi infrastruktur penting, memperkuat ketahanan pangan serta memperkuat ketahanan air,” tandasnya.

Sementara itu, Warga Desa Blukon, Mulyadi (55), yang sehari-hari bekerja sebagai petani padi dan palawija mengungkapkan rasa bahagia sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemkab Lumajang yang membangun dan menyelesaikan DAM Boreng.

“DAM Boreng ibarat jantungnya petani Boreng dan Blukon. Sangat membantu sekaligus memperbaiki hasil panen petani,” tutupnya.

Komedian Djadi Galajapo Menulis Buku ke-8 “60 Fatwa Imam Besar Pelawak Indonesia”

KEMPALAN : Menandai ulang tahunnya ke-60, komedian yang juga dikenal sebagai pembawa acara, HM. Cheng Hoo Djadi Galajapo, menulis buku ke-8 : 60 Fatwa Imam Besar Pelawak Indonesia. Buku dengan tebal 80 halaman ini, diterbitkan oleh Penerbit Meja Tamu. Edisi pertama tertulis : Februari 2025.

Jarwo Kwat Ketua Umum PaSKI (Persatuan Seniman Komedi Indonesia) dalam pengantar buku ini antara lain menulis : Buku ini menarik, bukan hanya isi fatwanya, juga lantaran ditulis oleh seorang seniman komedi yang mungkin selama ini khalayak beranggapan seniman komedi hanya sebatas menghibur, tetapi Mas Djadi mampu mematahkan anggapan itu. Dengan karya bukunya, bisa serius menuangkan pemikirannya seperti halnya seorang imam besar.

Sementara HM. Cheng Hoo Djadi Galajapo yang dilahirkan pada 8 Maret 1965, menulis begini di kata pengantarnya : Buku ini saya hadirkan sebagai manifestasi bentuk tanggung-jawab moral seorang Pelawak (diakronimkannya ‘Penuntun Laku di Segala Waktu’) untuk ikut serta memayu hayuning bawono, yaitu memperindah kehidupan dengan menebar cinta, harmoni dan keindahan.

Juga untuk mewujudkan bumi surgawi, bumi damai bahagia, penuh cinta kasih tanpa diskriminasi.

Ada banyak “fatwa” dalam buku ini yang bernuansakan kalimat-kalimat tasawuf, di antaranya pada Fatwa 16 (halaman 21): Humor terbaik adalah yang memenuhi unsur HUMOR (Humanis, Moralis, dan Relijius); Fatwa 18 (halaman 23) : Diterima tidaknya ibadah ritual ditentukan oleh ibadah sosial (Awas jangan dibalik).

Juga Fatwa 35 (halaman 45) : Latihlah anak-anakmu untuk bermeditasi supaya memperoleh jiwa yang bening dan bersih.

Masih banyak “fatwa-fatwa” menarik lainnya, mungkin termasuk ini juga : Sebutan Gusti untuk Tuhan adalah hasil olah rasa yang super istimewa (Gusti = Guru Sejati = Bagus-e Ati) — Fatwa 43, halaman 57.

Peluncuran buku yang dicetak dengan hard cover ini berlangsung Jumat sore 7 Maret 2025 di RM. Pecel Bu Kus, Barata Jaya XX, ditandai dengan hujan deras sepanjang kurang lebih 3 jam. “InsyaAllah, ini tanda-tanda barokah,” ujar HM. Cheng Hoo Djadi Galajapo. (AM).

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.