Sabtu, 13 Juni 2026, pukul : 09:39 WIB
Surabaya
--°C

Monolog Gibran dan Role Play Jokowi

KEMPALAN: Seniman yang paling jago bermonolog ialah Butet Kertaredjasa. Salah satu karya monolognya yang paling fenomenal adalah ketika memparodikan suara Pak Harto dan B.J Habibie. Karya mobolog Butet itu menjadi salah satu fenomena monumental pada masa peralihan pemerintahan otoriter Pak Harto ke era pemerintahan regformasi.

Beberapa hari belakangan ini lansap politik Indonesia sedang heboh mengenai karya monolog. Bukan oleh Butet tapi oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka. Nama terakhir ini tidak dikenal sebagai seniman, tapi sebagai politisi.

Apakah Gibran sedang mengambil alih peran Butet? Mungkin saja. Tapi monolog Gibran adalah monolog politik. Ia berbicara mengenai bonus demografi dan keberhasilan timnas Indonesia U-17 masuk putaran Piala Dunia.

Kalau pertunjukan monolog Butet selalu sold out, pertunjukan monolog Gibran bisa dibilang tidak laku. Butet sering mendapat aplaus meriah, Gibran ditinggalkan penonton. Salah satu indikatornya adalah reaksi dislike terhadap unggahan monolog Gibran yang mencapai 131 ribu. Jumlah ini lebih besar dari jumlah yang memberi like sebesar 91 ribu.

Ini bisa menjadi indikasi Gibran tidak disukai publik. Utamanya publik intertet alias netizen. Memang belum ada survei yang mengukur tingkat kesukaan publik kepada Gibran. Kalau saja ada surveri serius terhadap kesukaan dan ketidaksukaan terhadap Gibran bisa saja hasilnya berbalik 180 derajat.

Survei gorengan mudah sekali dibuat. Terutama oleh lembaga survei bayaran ‘’simatupang’’, siang malam tunggu panggilan. Setiap saat stand by menerima pesanan.

Ingat, dulu di masa kampanye pilpres sebuah survei yang dilakukan oleh pengusaha survei Mohammad Qodari menunjukkan bahwa Gibran ialah calon wapres yang paling jenius. Entah bagaimana rasionalisasi temuan ini. Katanya metodologinya sudah akurat. Tapi kalau hasilnya mengerikan, maka publik hanya bisa pasrah.

Kemudian muncul isu matahari kembar karena banyak menteri sowan ke Solo ketika Prabowo sedang berada di luar negeri. Jokowi bahkan pamer di media sosial fotonya menerima sejumlah peserta sespim Polri. Banyak yang mengecam sikap Jokowi yang pamer acara itu. Jokowi dianggap mengalami post power syndrome. Sudah pensiun tapi masih berlagak presiden.

Jokowi sedang bermain role play. Istilah ini dipakai di media sosial seperti TikTok sebagai permainan yang dilakukan secara virtual dengan menirukan idola dalam segi sikap, cara bicara, hingga detail aktivitas keseharian.

Roleplay berarti mengambil peran karakter fiksi, selebriti, atau bahkan tokoh sejarah dan mengungkapkan diri melalui video pendek. Pengguna TikTok yang terlibat dalam permainan ini biasanya menciptakan konten yang mencerminkan karakter yang diperankan, termasuk dialog, tindakan, dan penampilan yang sesuai.

Jokowi tidak sedang bermain TikTok. Ia bermain roleplay politik, membayangkan dirinya masih menjadi presiden. Roleplayer lainnya adalah sejumlah menteri yang rajin menyambanginya ke Solo. Bahkan di antara mereka terang-terangan menyebut Jokowi sebagai bos.

Sebutan bos kepada Jokowi memunculkan reaksi luas dari beberapa kalangan. Ada yang menganggap bahwa hal itu menjadi indikasi adanya matahari kembar di perpolitikan Indonesia. Matahari satu ialah Prabowo di Jakarta, matahari dua Jokowi di Solo.

Bahlil Lahadalia sudah lebih dulu menyebut Jokowi sebagai Raja Jawa dan mengingatkan supaya jangan main-main dengan barang ini. Kata Bahlil, barang ini mengerikan.
Sebutan kepada Jokowi semakin lengkap. Dulu ada yang menyebutnya sebagai Pak Lurah. Sebutan ini mengacu kepada peran Jokowi sebagai semacam ‘’godfather’’ dalam politik Indonesia.

Sebutan itu menjadi kode politik yang merujuk kepada Jokowi. Sebutan Pak Lurah berkaitan dengan dukungan Jokowi terhadap anak dan menantunya dalam kontestasi pilpres dan pilgub 2024.

Jokowi memainkan peran-peran itu dengan sangat baik. Ia bisa berperan sebagai Pak Lurah. Ia juga bisa berperan sebagai Raja Jawa. Sekarang ia berperan sebagai ‘’The Boss’’. Peran-peran itu merupakan simbol-simbol kekuasaan. Peran-peran itu muncul dalam interaksi dalam proses kekuasaan.

Dalam perspektif interkasionisme simbolik, Jokowi memainkan perannya sesuai dengan apa yang dipersepsikan orang-orang di sekitarnya terhadap dirinya. Jokowi bertindak sebagai Pak Lurah karena memang ada orang-orang yang berperan sebagai anak buah lurah. Ada yang bermain sebagai carik, ada yang menempatkan dirinya sebagai bayan. Ada yang bertindak sebagai kamituwa, dan seterusnya.

Jokowi memainkan peran simbolik sebagai Raja Jawa karena dia mengidentifikasikan kekuasaannya sebagai seorang raja. Dalam tradisi Jawa seorang raja memperoleh kekuasaannya melalui wahyu atau pulung. Hanya orang-orang pilihan yang bisa mendapatkan wahyu kedaton yang bisa menjadikan seseorang menjadi raja.

Peran simbolik Jokowi sebagai Raja Jawa menjadi lengkap karena ada patih yang mendampinginya. Pemegang peran patih ini bisa Luhut Binsar Panjaitan, atau Pratikno, atau para confidante, orang-orang kepercayaan. Para menteri menjadi pelengkap peran simbolik Jokowi sebagai Raja Jawa.

Dalam tradisi keraton Jawa seorang raja mempunyai abdi dalem yang menjadi pesuruh dan sekaligus menjadi penghibur sang raja. Jokowi dikelilingi oleh para buzzer yang bertindak sebagai abdi dalem, yang selalu siap menyanjung dan memuji sang raja. Sang Raja juga punya abdi dalem yang sangat setia seperti Bahlil Lahadalia. Lengkap sudah peran interaksionisme simbolik yang dimainkan di Istana Negara.

Sekarang Jokowi bermain sebagai bos yang masih berkuasa. Anak buahnya dengan sukarela datang kepada si bos dan meminta petunjuk dan nasihatnya.

Bos baru dan bos lama masih dalam suasana bulan madu. Tapi, bos baru terlihat terus melakukan konsolidasi kekuasaan. Pada saatnya nanti bos baru pasti tidak mau lagi ada bos yang menjadi pesaingnya.

Pada saatnya ia akan bertindak, sehingga bos baru menjadi ‘’the real and the only boss’’.

(*) Dhimam Abror Djuraid

Pemkot Surabaya Gelar Simulasi Tanggap Bencana di RS Eka Candrarini

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya menggelar simulasi tanggap penanganan bencana  kebakaran, gempa bumi, hingga cuaca ekstrem di Rumah Sakit (RS) Eka Candrarini, Sabtu (26/4). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Peringatan Risiko Bencana (PRB) tahun 2025.

Kegiatan simulasi dimulai dengan bunyi sirine tanda bencana. Puluhan karyawan dan tenaga kesehatan RS Eka Candrarini dengan sigap melakukan evakuasi sesuai protokol yang berlaku.Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya segera melakukan aksi penyelamatan dengan memprioritaskan korban berdasarkan tingkat kegawatdaruratan (triase).

Selain BPBD, simulasi ini juga melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB).

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji yang turut menyaksikan jalannya simulasi, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting dilakukan di rumah sakit karena rumah sakit merupakan garda terdepan dalam penanganan korban bencana.

“Kenapa simulasi di RS, karena RS adalah garda terdepan bencana apapun. Korban bencana akan selalu dilarikan ke RS sehingga hal ini penting untuk dilakukan,” ujar Armuji.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Surabaya Agus Heby Djuniantoro mengatakan, HRB yang diperingati setiap tanggal 26 April sejak tahun 2017 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) wajib dilaksanakan oleh seluruh pemerintah daerah sebagai persiapan menghadapi kondisi kritis kebencanaan.

“Sebelumnya kami sudah melakukan simulasi di tiga RS milik Pemkot Surabaya dan hanya di sini (RS Eka Candrarini) yang belum sehingga dilakukan hari ini. RS merupakan tempat umum yang penting mengetahui bagaimana prosedur penyelamatan kebencanaan,” kata Heby.

Heby menjelaskan, simulasi ini bertujuan untuk menunjukkan kesiapsiagaan Kota Pahlawan dalam menghadapi berbagai jenis bencana, baik alam, non-alam, maupun sosial. Adapun simulasi yang dilakukan hari ini meliputi gempa bumi, kebakaran, cuaca ekstrem, dan kegagalan teknologi limbah B3.

“Ini menunjukan kepada masyarakat bahwa Kota Surabaya sudah siap dalam menanggani berbagai bencana, baik bencana alam, non alam hingga bencana sosial,” kata Heby.

Dalam momentum ini, pihaknya menghimbau masyarakat untuk selalu siap siaga dalam menghadapi potensi bencana. BPBD Kota Surabaya juga terus berupaya melakukan sosialisasi kebencanaan kepada warga dengan target setiap kelurahan memiliki Tim Tangguh Bencana.

“Kami berharap nantinya, setiap kelurahan  memiliki struktur dan pemahaman tugas masing-masing ketika terjadi bencana,” harapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Eka Candrarini, drg. Bisukma Kurniawati mengapresiasi, simulasi yang dilakukan BPBD sebagai kesiapsiagaan menghadapi bencana. Menurutnya, penting bagi setiap petugas RS memiliki pengetahuan mitigasi bencana.

“Kalau RS yang sudah terakreditasi memang sudah memiliki tim K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) yang siap siaga menghadapi bencana, termasuk penanganan limbah B3. Simulasi ini sebagai latihan bagi kami agar selalu siap siaga,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Khofifah Bersama Kepala BKN Komitmen Tingkatkan Talenta dan Kompetensi ASN Pemprov Jatim

BATU-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia (RI), Prof. Zudan Arif Fakrulloh kompak berkomitmen meningkatkan talenta dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jatim.

Hal ini diharapakan dapat mewujudkan transformasi ASN untuk mengakselerasi tercapainya Nawa Bhakti Satya dengan sembilan misi yang bersinergi dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat Jatim Retreat 2025 yang berlangsung di Pusat Pendidikan (Pusdik) Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kota Batu, Minggu (27/4).

Dalam forum Jatim Retreat 2025 ini, baik Gubernur Khofifah maupun Kepala BKN RI sepakat bahwa penguatan kapasitas ASN merupakan investasi strategis untuk membangun Indonesia Emas 2045, dimulai dari daerah-daerah yang siap dengan SDM unggul seperti Jawa Timur.

Jatim Retreat 2025 menjadi ruang refleksi sekaligus akselerasi, di mana ASN Jawa Timur diajak memperkuat komitmen, memperbaharui kompetensi, serta meneguhkan integritas dan profesionalismenya untuk mewujudkan cita-cita pembangunan nasional.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa ASN merupakan aktor kunci dalam mewujudkan reformasi birokrasi serta dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, adaptif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

“ASN Jawa Timur adalah garda terdepan perubahan. Mereka harus memiliki mindset pembelajar, siap berinovasi, dan berorientasi pada pelayanan,” ujarnya.

“Nawa Bhakti Satya sebagai wujud pengabdian Jawa Timur harus disinergikan dengan semangat Asta Cita nasional, yaitu pemerintahan yang bersih, efektif, dan melayani,” tegas Khofifah menambahkan.

Khofifah pun mengingatkan, di era disrupsi digital, ASN tidak cukup hanya cerdas teknis, tetapi juga harus profesional, cakap digital, adaptif terhadap perubahan global, dan peka terhadap dinamika sosial masyarakat.

“ASN kita harus cakap teknologi, cepat beradaptasi, dan tetap memegang teguh nilai integritas. Mereka adalah wajah negara di mata rakyat,” kata Khofifah.

Senada, Kepala BKN RI Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan bahwa reformasi birokrasi saat ini menuntut ASN untuk lebih produktif, berdaya saing, serta mampu berkolaborasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya sistem merit dalam setiap tahapan pengelolaan SDM ASN, mulai dari rekrutmen, pengembangan karier, hingga promosi jabatan.

“ASN zaman sekarang tidak cukup hanya hadir dan bekerja. Mereka harus menunjukkan kinerja, produktif, inovasi, dan integritas,” tegasnya.

“ASN yang berintegritas akan menghasilkan pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya,” lanjut Zudan.

Zudan menambahkan bahwa BKN telah menyiapkan sejumlah kebijakan akseleratif untuk penguatan kompetensi ASN. Termasuk pengembangan talent pool, peningkatan literasi digital ASN, hingga sistem manajemen kinerja berbasis teknologi.

“Reformasi ASN bukan hanya soal struktur, tetapi perubahan perilaku kerja dan budaya melayani. ASN harus adaptif, kolaboratif, dan siap dengan tantangan masa depan,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Jelang Bulan PRB dan Sewindu SRB Jatim,  Gelar Penanaman Bibit Pohon dan AINR

MALANG-KEMPALAN: Dalam rangka memperingati bulan Pengurangani Risiko Bencana (PRB) dan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh setiap tanggal 26 April, Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur mengadakan beberapa kegiatan dalam satu acara.

Kegiatan yang juga untuk memperingati Sewindu SRPB Jatim ini diadakan di Merkusi Camping Ground Lembah Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Acara ini diadakan pada Minggu (27/4).

Beberapa kegiatan tersebut di antaranya adalah Arisan llmu Nol Rupiah (AINR) Edisi 61 dengan tema Merawat Alam Bagian dari Mitigasi Bencana dengan pemateri Fitri Harianto (Cak Ndan), ketua Bantuan Sosial Komunikasi Masyarakat (Baskomas) Malang Raya yang juga founder Alamku Hijau.

“Setelah itu, karena masih dalam suasana Syawal, maka diadakan acara halal bihalal dengan seluruh peserta yang hadir,” ungkap Koordinator SRPB Jatim Rachmad Subekti Kimiawan, Minggu (27/4). 

Menurut Wawan, panggilan akrab Rachmad Subekti Kimiawan, kegiatan ini  juga menjelang peringatan bulan PRB yang jatuh pada bulan Oktober 2025 mendatang. “Kebetulan Jawa Timur menjadi tuan rumahnya, dan kami, SRPB Jatim, siap untuk menyambut dan memeriahkan acara ini sehingga berjalan sukses dan lancar,” jelas Wawan.

Wawan juga berpesan kepada para relawan untuk ikut mendaftarkan kegiatan-kegiatan organisasinya terutama dalam peringatan bulan PRB. “Kami juga berterima kasih kepada seluruh pendukung kegiatan ini. Selain itu, pohon-pohon yang ditanam ada nama-nama organisasinya sehingga bisa diketahui dan dirawat mereka,” katanya.

Menurut Wawan, beberapa kegiatan mendatang adalah beranjang sana menggelar peningkatan kapasitas relawan ke Magetan dan Tuban. Selain itu, di bulan Agustus menyelenggarakan Training of Facilitator (ToF) dan menawarkan para anggota mitra organisasi untuk ikut serta.

Kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman sekitar 100 bibit pohon oleh peserta AINR. Penanaman ini dilakukan di sekitar lokasi Lembah Merkusi Camping Ground yang juga dekat dengan Pos Pendakian Batu Tulis, Gunung Kawi.  Setelah penanaman pohon dilanjutkan dengan ramah tamah dengan seluruh peserta.

Sedangkan Fitri Harianto yang menjadi pemateri AINR Edisi 61 ini mengungkapkan betapa pentingnya konservasi untuk menjaga alam. “Peranan manusia sangat besar dalam menjaga alam. Longsor di Cangar beberapa waktu lalu  juga tak lepas dari peranan manusia,” jelasnya.

Menurutnya, merawat bumi dengan kelimpahan alam, sangat penting bagi generasi selanjutnya. “Siapa yang jamin 20 tahun mendatang air masih melimpah. Apakah cadangan air masih seperti saat ini?. Ini akan jadi masalah besar jika tidak ada mitigasi yang besar dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sekitar 90 orang hadir dalam kegiatan Sewindu SRPB Jatim ini. Acara ini juga mendapat dukungan dari Dompet Dhuafa (DD), Nurul Hayat (NH), Lembaga Manajemen Infaq (LMI), BPBD Jawa Timur, Baskomas Malang Raya, Poltekkes Kerta Cendekia Sidoarjo, Merkusi Camping Ground Lembah Precet, dan Tunas Adventure.(Dwi Arifin)

Pengprov FOPI Jatim dan Peserta Beri Apresiasi Tinggi Tournament Anniversary 6th Petanque New Kampret 2025

GRESIK -KEMPALAN : Gelaran Tournament Anniversary 6th New Kampret Petanque 2025 dalam rangka ulang tahun klub Petanque New Kampret dan ultah Ketua umum FOPI Nur Hasan serta Owner New Kampret Petanque klub Nur Salsabila Reza Pandada Putra mendapat apresiasi dari peserta tournament. 

Tim Maloe asal Tanggerang Selatan yang di pimpin wakil ketua FOPI Tangsel Cahyo P mengaku puas dengan pelaksanaan Tournament dalam rangka anniversary 6th New Kampret Petanque klub dan ultah ketua umum FOPI cak Hasan plus Owner Nur Salsabila Reza Pandada Putra.

Cahyo P selaku pribadi maupun organisasi mengapresiasi apa yang di lakukan oleh New Kampret Petanque klub. Pasalnya untuk menggelar sebuah Tournament kalas nasional seperti ini tidaklah mudah apalagi pesertanya hampir dari seluruh Indonesia. 

” Ya saya harus akui kalau New Kampret Petanque klub tidak hanya sekedar klub biasa tapi luar biasa. Terbukti hasil dari Tournament tersebut sudah banyaknya menghasilkan atlet atlet top Indonesia,” ujar Cahyo, wakil Ketua umum FOPI Tanggerang Selatan. 

Terkait pelaksanaan, Cahyo yang juga pemerhati sekaligus penggerak cabor Petanque di Tangsel sedikit memberi catatan kepada panitia. Yakni lebih inten dan di tingkatkan hadiah dan pelayanannya.

Apresiasi tinggi juga di sampaikan FOPI Denpasar Bali. FOPI Bali dalam tournamet ini mengirimkan 22 atlet dengan mengikuti semua nomor perlombaan. Hasilnya mereka mampu membawa pulang satu gelar juara bergengsi yakni nomor single open atas nama Made Sumardika Putra.

Sementara itu Pengprov FOPI Jatim juga tak ketinggalan memberi apresiasi tinggi kepada New Kampret Petanque klub. Sekum FOPI Jatim Abdul Hafidz yang datang menyaksikan langsung plus menyerahkan medali kepada para pemenang mengatakan FOPI Jatim sangat beruntung mempunyai anggota seperti New Kampret Petanque klub. Sebab dengan adanya New Kampret Petanque klub, FOPI Jatim tidak kesulitan mencari pemain atau mencetak atlet Petanque. 

“Ya dengan adanya event seperti anniversary 6th New Kampret Petanque klub ini FOPI Jatim banyak mempunyai pilihan dalam memilih atlet yang di siapkan untuk mengikuti kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional,” ucap Hafidz di sela-sela UPP anniversary 6th New Kampret Petanque klub.

Lebih lanjut Hafidz juga menjelaskan kalau tournament New Kampret Petanque klub ini sudah menjadi dan di jadikan kalender FOPI Jatim dan FOPI pusat.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Hasil Lengkap Anniversary 6th New Kampret Petanque Tournament 2025

GRESIK-KEMPALAN: 

Tournament bergengsi Anniversary 6th New Kampret Petanque dalam rangka ultah Klub New Kampret Petanque, Owner New Kampret Nur Salsabila Reza Pandada Putra dan ultah Ketua umum FOPI Cak Hasan mempertandingkan atau melombakan tiga nomor, yakni nomor single open, double open dan triple open berlangsung selama tiga hari dari 25 April hingga 27 April di lapangan Petanque New Kampret kawasan Hulaan Menganti Gresik.

Di nomor bergengsi single open sebanyak 64 atlet ikut ambil bagian. Untuk nomor ini juara di raih atlet asal Denpasar Bali Made Sumardika Putra. Di final Atlet andalan Denpasar Bali ini mengalahkan wakil dari Tasikmalaya, Jabar Iqbal Fauzy. Atlet andalan Jabar ini harus puas dengan posisi kedua sekaligus meraih medali perak. Posisi tiga bersama di tempati atlet andalan Kalbar Ahmad Rosadi dan wakil Sulawesi Selatan atau Sparta 2 Muhammad Irfan. Di sektor tunggal Jatim yang menurunkan atlet puslatda hanya mampu bertahan hingga babak delapan besar atau perempat final.

Kemudian di nomor double open yang di ikuti 68 pasangan atlet-atlet Jatim berjaya. Nomor double open pasangan Muhammad Asa Kurniawan- Bagas Syarif Hidayat tampil kompak, di final pasangan yang menamakan duo kripik ini mengalahkan DL petanque 1 pasangan Dian Pratama Putra- Irpan Riadi. Pasangan Irpan dan Dian harus puas di posisi kedua. Sementara di posisi tiga bersama di tempati pasangan Fandi Ahmad-Lukmanul Khakim (Jombenk) dan pasangan Doni Hariyanto-Ahmad Hassan(DL petanque 2)

Sementara di nomor bergengsi triple open yang di ikuti 50 tim juara di raih oleh trio Haha-hahi Muhammad Asa Kurniawan, Bagas Syarif Hidayat dan Deco. Trio Jatim ini di final mengalahkan trio gado-gado Tangsel, Tasikmalaya dan Banten, Cahyo P, Pumareka dan Azhar dengan skor meyakinkan 13-0. Trio yang menamakan Maleo ini harus puas di posisi kedua. Sedangkan posisi tiga bersama nomor triple open di raih tim triple Unesa 1 ( Raka, Khosyim dan Mas Peng) serta trio Mayangkara 3 Pasuruan(Doni Yanuar, Arief Wahindra, Dhony Wahyu Krisbiantoro)

Para pemenang 1,2 dan 3 masing- masing nomor mendapatkan uang pembinaan, medali dan sertifikat.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Daftar Pemenang New Kampret Petanque Anniversary 6th Tournament 2025

Single open

1. Made Sumardika Putra (Bali)

2. Iqbal Fauzy (Tasikmalaya)

3. Ahmad Rosadi ( Kalbar)

3. M Irpan(Sparta 2 Sulsel)

Doble open 

1.M Asa Kurniawan-Bagas Syarif Hidayat(Duo Kripik Jatim)

2. DL Petanque 1( Dian Pratama Putra- Irpan Riadi Jatim)

3. Jombenk(Fandi Ahmad-Lukmanul Khakim)

3. DL Petanque 2(Doni Hariyanto-Ahmad Hassan)

Triple open 

1.Haha-hihi Jatim ( M Asa Kurniawan, Bagas Syarif Hidayat, Deco.)

2. Maleo Tangsel ( Cahyo P, Puma Reka, Azhar)

3.Unesa 1 Jatim (Raka, Kosyim, Mas Peng)

3. Mayangkara 3 Pasuruan (Doni Yanuar, M Arief Wahindra, Dhoni Wahyu Krisbiantoro)

Kebebasan Pers Terancam oleh Intervensi TNI di Kampus

Oleh: Muhammad Ja’Far Raihan Alfath (Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)

KEMPALAN – Intervensi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap aktivitas pers mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, mengundang keprihatinan serius dari perspektif hukum tata negara dan kebebasan sipil. Klaim adanya intimidasi berbentuk permintaan penghapusan berita (take down) disertai ancaman menggunakan instrumen Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengindikasikan pergeseran fungsi Leviathan pada konsepsi negara yang dibayangkan Thomas Hobbes, yakni dari pelindung kebebasan menjadi instrumen represi.

Leviathan (1651), Hobbes melalui Leviathan-nya mengajukan gagasan bahwa untuk menghindari kondisi “bellum omnium contra omnes“, rakyat menyerahkan sebagian hak alamiahnya kepada kekuasaan berdaulat (sovereign) demi keamanan. Namun, kedaulatan tersebut, menurut Hobbes, harus menjamin ordre publique tanpa menindas kebebasan yang dijamin dalam kontrak sosial. Leviathan tidak boleh menjadi makhluk tiranik yang melahap hak individu secara sewenang-wenang. Kontekstualisasi konsep tersebut dalam negara hukum Indonesia mengandaikan bahwa seluruh organ negara, termasuk TNI, tunduk pada prinsip supremasi hukum dan penghormatan terhadap kebebasan berekspresi sebagaimana dijamin dalam Pasal 28E UUD NRI 1945 serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tindakan seorang personel TNI yang menghubungi pers mahasiswa secara personal dengan permintaan take down berita, apalagi dengan menyertakan ancaman penggunaan UU ITE, merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) yang mengancam kebebasan sipil. Ini memperlihatkan gejala overreach dari Leviathan yang mestinya bersifat protektif menjadi predator terhadap kebebasan akademik dan kebebasan pers. Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip non-intervensi militer dalam urusan sipil yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Pasal 7 UU TNI menegaskan bahwa tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dibatasi pada membantu tugas pemerintahan dan harus tunduk pada otoritas sipil. Intervensi tanpa otorisasi dalam aktivitas sipil, apalagi berbentuk intimidasi, jelas merupakan pelanggaran terhadap prinsip subordinasi militer terhadap kekuasaan sipil.

Selain itu, penggunaan ancaman UU ITE terhadap pers mahasiswa merupakan bentuk kriminalisasi ekspresi jurnalistik yang bertentangan dengan semangat Pasal 4 Ayat (2) UU Pers, yang secara tegas melarang segala bentuk pencegahan atau pelarangan penyiaran informasi. Argumentasi bahwa pemberitaan tersebut “merugikan nama baik” bukanlah justifikasi yang sah untuk mengintervensi ruang redaksi, melainkan harus diselesaikan melalui mekanisme hak jawab atau koreksi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UU Pers.

Kehadiran anggota TNI dalam diskusi bertema militerisme di lingkungan akademik, apalagi disertai tindakan intimidatif, memperlihatkan kemunduran dalam penghormatan terhadap academic freedom yakni suatu prinsip dalam masyarakat demokratis. Kebebasan akademik adalah landasan kritis untuk menjaga rasionalitas publik dan menghindarkan dominasi narasi tunggal yang sering menjadi alat legitimasi kekuasaan represif.

Melalui teori Hobbesian, tindakan intimidatif aparat ini mengingatkan kita pada “penyakit” Leviathan yang keluar dari batas sosial kontraktualnya, yang mana melindungi rakyat bukan lagi menjadi tujuan, melainkan mempertahankan citra dan kuasa institusional. Bila tidak segera dikoreksi melalui mekanisme akuntabilitas hukum, fenomena ini dapat menjadi preseden berbahaya yang mengikis kepercayaan publik terhadap supremasi hukum dan demokrasi konstitusional.

Oleh karena itu, untuk menjaga marwah negara hukum, diperlukan tindakan tegas, baik dalam bentuk pemeriksaan internal terhadap oknum TNI yang bersangkutan maupun pembentukan mekanisme perlindungan yang lebih kuat terhadap kebebasan akademik dan kebebasan pers, khususnya di lingkungan kampus. Negara, sebagai Leviathan modern, harus kembali pada rel-nya sebagai penjaga, bukan pengancam kebebasan warga negara. (*)

Halal Bihalal Bani Basyariah, Gus A’am Wacanakan Halaqoh Kebangsaan Nasional

SURABAYA-KEMPALAN: Sekitar 200 orang anggota Bani Basyariah mengadakan acara halal bihalal di Surabaya, Sabtu (26/4). Mereka datang dari berbagai kota di Jawa Timur seperti Nganjuk, Madiun, Malang, Mojokerto, dan beberapa kota lainnya.

Hadir dalam acara itu beberapa tokoh ulama, profesional, dan akademisi. Dari kalangan ulama hadir K.H Agus Solahul Aam alias Gus A’am cucu pendiri NU (Nahdlatul Ulama) K.H Wahab Chasbullah. Hadir juga K.H Tontowi Jauhari dari Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan, yang sekaligus memberikan pidato hikmah halal bihalal. Hadir juga K.H Ali Musyafak Basyar dari Nganjuk.

Hadir juga K.H Masrukhan dari Pesantren Darul Hikam Mojokerto, dan K.H Wahid Zen Basyaiban dari Pesantren Sidoresmo Surabaya. Dari kalangan akademisi hadir Prof. Dr. Aguk Zuhdi Affandi gurubesar teknologi kelautan ITS (Institut Teknologi 10 Nopember) Surabaya. Ada juga Prof. Dr Farid Ma’ruf dari Unej Jember. Dari kalangan tokoh jurnalis hadir Dhimam Abror Djuraid.

Acara diselenggarakan di Perumahan Pondok Chandra, Sidoarjo di kediaman Hj Sri Hastutik alias Mbak Tut, kakak kandung dari Prof. Muhadjir Effendi, mantan Menko PMK. Mbak Tut ialah istri almarhum H. Anshari Thoyib tokoh pers nasional yang pernah menjadi ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jatim, dan anggota Komnas HAM.

Prof. Muhadjir tidak bisa hadir dalam acara karena sedang ada acara diluar Jawa. Kehadirannya diwakili oleh Ny. Wida Muhadjir Effendi bersama putranya. Tuan rumah Mbak Tut menyatakan bahagia atas kehadiran keluarga besar Bani Basyariah. ‘’Saya tidak bisa melukiskan dengan kata-katanya,’’ ujar Mbak Tut menahan tangis.

Ketua Panitia K.H Moch. Badrin Tholchah mengatakan persiapan acara ini cukup mendadak. Beberapa hari sebelumnya ia bersilaturrahim ke Mbak Tut dan mengutarakan niat untuk mengadakan halal bihalal. Gayung bersambut, Mbak Tut mempersilakan kediamannya dipakai sebagai tempat acara.

Acara berlangsung khidmat. Setelah Kiai Tontowi memberikan ceramah halal bihalal, Gus A’am membacakan doa penutup. Acara kemudian dilanjut dengan ramah tamah dan bincang santai. Dalam kesempatan itu Gus A’am melontarkan gagasan perlunya diadakan halaqoh nasional Bani Basyariah.

Hal itu didasarkan pada pertimbangan bahwa kondisi bangsa Indonesia sekarang tengah membutuhkan sumbangsing pemikiran dari segenap komponen bangsa. ‘’Bani Basyariah mempunyai anggota tokoh-tokoh nasional dari berbagai macam disiplin, mulai dari kiai sampai akademisi. Karena itu kami terpanggil untuk memberikan sumbangsih pemikiran,’’ kata Gus A’am.

Wacana itu langsung disambut oleh Kiai Tontowi. Jika acara itu membutuhkan lokasi yang besar maka Pesantren Temboro bisa menjadi lokasi yang ideal. Selain acara halaqoh, Bani Basyariah juga berencana mengadakan acara haul akbar. Waktu pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan Pesantren Temboro, karena tahun ini rencananya akan ada pertemuan akbar di Pesantren Temboro yang dihadiri jamaah dari seluruh dunia. (dad)

Ratusan Atlet dari Berbagai Daerah di Indonesia Ikuti  Anniversary 6th New Kampret Petanque Tournament 2025

GRESIK-KEMPALAN : Sukses menggelar Tournament Petanque Ramadan Cup 2025 beberapa waktu lalu tak membuat klub Petanque New  Kampret berhenti berkreasi. Justru sebaliknya  di usianya yang kini genap 6 tahun klub New Kampret terus menggelar berbagai event. Yang terbaru adalah event yang sangat special.Yakni Anniversary 6th New Kampret Petanque Tournament.

Dalam tournamet ini mempertandingkan tiga nomor yakni singgle, double dan triple. Tak heran jika atlet Petanque top Indonesia antusias mengikuti kejuaraan New Kampret Petanque tournament dalam rangka ulang tahunnya Ketua umum FOPI cak Hasan dan juga owner new Kampret, Nur Salsabila Pandada Putra yang di gelar sejak tanggal 25-27 April 2025 di lapangan Petanque New Kampret di kawasan Hulaan Menganti Gresik.

Tak tanggung-tanggung ada 64 atlet mengikuti nomor Single, 68 tim nomor double dan 50 tim nomor Triple.

Nur Salsabila Pandada Putra atau akrab di sapa Abil selaku owner klub New Kampret Petanque mengatakan ini merupakan bentuk kepedulian kami memberikan wadah dan apresiasi kepada para atlet Petanque di Indonesia khusus di Jatim. Apalagi cabor Petanque sekarang sudah menjadi cabor primadona bagi masyarakat. 

“Alhamdulillah sejak berdiri 6 tahun lalu klub New Kampret Petanque sudah memberikan sumbangsih pada dunia olahraga di Indonesia khususnya di Jatim,” terang 

Abil.

Dalam catatan New Kampret banyak atlet binaanya banyak yang membela Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan juga Jatim. 

Tidak hanya itu saja beberapa atlet juga ada yang membela Indonesia di ajang Internasional.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.