Sabtu, 13 Juni 2026, pukul : 10:38 WIB
Surabaya
--°C

Menatap Merah Putih, Menatap Meutya Hafid

KEMPALAN: Apa yang bisa diingat ketika membaca nama ‘Meutya Hafid’ ? Tergantung seberapa usia seseorang? Lho, apa hubungan usia dengan sosok ini?

Bagi orang-orang yang berusia sekitar 50 – 70-an tahun, tentu peristiwa penyanderaan jurnalis Metro TV Meutya Hafid dan kameraman Budiyanto pada sekitar Mei 2005 oleh laskar Mujahidin, Irak, barangkali itulah kenangan yang terpatri kuat.

Pasca lulus dengan gelar Bachelor Engineering dari New South Wales University, Australia, Meutya diterima di Metro TV.

Bekerja di salah satu media televisi terbesar –sebagaimana saya kutip dari beberapa sumber– merupakan tantangan bagi ibu satu anak yang lahir pada 8 Mei 1978 ini.

Sebagai jurnalis baru, ia banyak mendapat penugasan sarat tekanan.

*

Namun, bagi sebagian generasi di bawah usia 50 tahun, boleh jadi sosok istri dari Noer Fajrieansyah itu lebih dikenal sebagai anggota DPR. Wanita energik yang juga bergelar Magister Ilmu Pemerintahan dari UI ini, pernah menjabat Ketua Komisi I DPR.

Dan, bagi segala usia –setidaknya yang amat paham literasi– sosok ini boleh jadi lebih dikenal sebagai Menteri Komunikasi dan Digital pada Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.

*

Nah, tentang kisah penyanderaan itu, ketika sedang mengisi bensin di sebuah SPBU pada salah satu lokasi sebelum menuju Baghdad, mobil yang ditumpangi 2 awak Metro TV ini didatangi sekelompok orang
bersenjata. Sesudah itu, posisi kemudi yang dipegang orang Irak itu diambil-alih sekawanan bersenjata tersebut. Mata kedua jurnalis ini lantas ditutupi sehelai kain, dan pucuk laras bedil ditempelkan pada leher mereka.

Setelah sekira 2 jam perjalanan, kendaraan roda empat tersebut berhenti. Kain penutup dibuka, maka terbentanglah padang pasir dengan sejumlah tenda. Di situ sudah ada beberapa orang bersenjata.

Sadarlah Meutya. Dan makin yakinlah bahwa mereka berdua memang diculik, disandera, yang setelah dikalkulasi waktunya, tercatat : 168 jam.

Saya membayangkan, jika Meutya tidak fasih berbahasa Inggris, mungkin masih lama ia dan Budiyanto disandera di salah satu negara Timur Tengah yang rawan konflik yang dulu bagian dari negeri-negeri Mesopotamia itu.

Pengalaman disandera saat meliput Pemilu Irak ini, lantas dituangkan dalam buku yang ditulisnya dalam judul ‘168 Jam dalam Sandera: Memoar Jurnalis yang disandera di Irak’.

*

Maka, ketika channel ‘LvR’ (Live Visual Radio) di YouTube melintas di beranda –di situ saya jumpai Meutya Hafid baca puisi– selanjutnya tergiringlah saya dengan tontonan berjudul ‘Merah Putih Meutya Hafid’ ini.

Dengan outfit atas merah dan bawah putih, Meutya menunjukkan kesungguhannya membacakan karya maestro sastra Sapardi Djoko Damono berjudul ‘Menatap Merah Putih’.

Sebagai jurnalis, host, intelektual yang mengindikasikan gigih menggenggam idealisme, Meutya paham betul bagaimana membacakan puisi heroik ini tanpa jatuh pada bombastisme.

Ia membacakan larik-larik puisi itu step by step dengan penekanan-penekanan pada elemen kata yang perlu didiksikan dan diuraikan kandungan maksud.

Tak ada teriakan sebagaimana umumnya puisi-puisi tentang kemerdekaan dibacakan. Tapi, Meutya menggantinya dengan suara lantang tanpa jatuh pada teriak yang seringkali menghadirkan serak itu. Bahkan saat Meutya jatuh pada bait : Menatap Merah Putih/Adalah perlawanan/Melawan angkara murka/Membinasakan penindas dari negeri tercinta Indonesia — dengan menghadirkan teknik stakato, Meutya menaikkan nada tidak dengan hentakan-hentakan garang, tapi dengan lembut tapi tegas.

Tentang ketegasan ini agaknya dilatarbelakangi oleh pengalaman sebagai jurnalis –apalagi pernah pada batas hidup dan mati saat disandera dulu– juga sebagai anggota legislatif, mengendap dalam alam bawah sadarnya.

Agaknya Meutya sadar betul bagaimana menginterpretasikan puisi Sapardi Djoko Damono itu yang sarat kandungan kontemplasi.

Konten berdurasi 2 menit 45 detik ini, tersaji dengan indah jauh dari gemerlap hedonisme.

Alhasil, channel yang dikelola M. Rohanudin ini saya anggap konsisten menghadirkan konten-konten berkualitas. (Amang Mawardi).

Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkot Surabaya Tunggu Rekom Kemendagri

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa rencana rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pihaknya telah mengusulkan rencana pengisian jabatan tersebut ke Kemendagri.

Hal ini disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi usai acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Gelanggang Olahraga (GOR) Pancasila Surabaya, Senin (28/4).

“Kita sudah mengusulkan ke Kemendagri, setelah itu tinggal menunggu rekomendasi dari Mendagri, dan pelantikan akan segera dilakukan,” kata Eri Cahyadi.

Terkait waktu pelantikan, Wali Kota Eri menjelaskan bahwa proses tersebut akan bergantung pada keluarnya rekomendasi dari Mendagri. Termasuk pula izin dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI.

“Meskipun ada surat edaran dari Mendagri yang memungkinkan pelantikan tanpa rekomendasi, namun Peraturan Pemerintah (PP) masih mengharuskan adanya rekomendasi. Saya tetap akan mengajukan izin ke Mendagri, termasuk ke BKN,” jelasnya.

Untuk itu, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini menegaskan bahwa pengumuman pelantikan pejabat baru masih menunggu proses dari Kemendagri.

“Jika rekomendasi Mendagri keluar besok, berarti pelantikan bisa segera dilakukan. Tinggal menunggu saja,” ungkapnya.

Di samping itu, Wali Kota Eri juga mengungkapkan bahwa rotasi dan mutasi pejabat ini akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan di pemerintahan.

“Setelah rekomendasi dari Mendagri turun, kami akan segera melaksanakan pelantikan. Jika ada posisi yang kosong, kami akan segera membuka lelang jabatan lagi,” tuturnya.

Wali Kota Eri berharap pengisian jabatan Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemkot Surabaya bisa segera selesai. Ia menargetkan pengumuman rotasi pejabat pada akhir April atau minggu depan. “Harapan saya, secepatnya, akhir April atau minggu depan sudah selesai,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Kasus Guru Banting Pemain Futsal, Wali Kota Eri Cahyadi: Akan Diberi Sanksi Terberat

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberi atensi khusus terkait kasus seorang guru yang membanting seorang pelajar saat kompetisi futsal di SMP Labschool Unesa 1 Surabaya. Dia telah memerintahkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk menangani permasalahan ini sampai tuntas dengan memberikan sanksi terberat untuk guru tersebut.

“Saya sudah instruksikan Dispendik dan Inspektorat Kota Surabaya untuk menjadikan kasus ini atensi khusus. Akan diberi sanksi terberat. Dan juga sudah ada laporan ke polisi,” tegas Wali Kota Eri, Selasa (29/4).

Menurut Wali Kota Eri, guru harus mecerminkan kasih sayang yang tulus dalam mendidik anak. Di lingkungan sekolah, guru adalah orang tua bagi anak-anak. Dia tidak menoleransi terhadap segala bentuk kekerasan.

“Ini soal keselamatan anak-anak kita, melindungi mereka dari ancaman bahaya di sekitarnya. Pelaku harus diberikan sanksi berat. Guru seharusnya digugu dan ditiru. Terima kasih kepada semua guru di Surabaya yang telah berkinerja baik. Yang melanggar ya harus disanksi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh memastikan bahwa pihaknya sudah turun langsung untuk memproses tindakan kekerasan tersebut. Pihaknya telah memanggil guru SDN Simolawang berinisial BAZ. Selain itu, BAZ juga sudah dijatuhi sanksi.

“Guru tersebut tidak boleh mengajar sampai proses pemeriksaan selesai dan sanksi ditetapkan. Hari ini, guru tersebut juga kembali kami panggil. Hasil pemeriksaan akan ditindaklanjuti Inspektorat,” beber Yusuf.

Terkait dengan proses hukum, lanjut Yusuf, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada polisi. Dia berharap apapun hasilnya nanti, bisa memberikan keadlian untuk semua pihak.

“Orang tua siswa sudah membuat laporan di Polrestabes Surabaya,” terangnya.

Yusuf berharap kejadian serupa jangan terulang kembali ke depannya. Turnamen olahraga seharusnya menjadi arena kompetisi yang menyenangkan bagi anak-anak. Bukan ajang yang justru mengancam keberadaan anak-anak untuk bermain memaksimalkan potensi mereka,” imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, BAI,  siswa MI Al Hidayah dibanting oleh pelatih futsal SDN Simolawang berinisial BAZ. BAZ juga berstatus guru di SD tersebut.

Peristiwa itu terjadi usai pertandingan futsal di SMP Labschool Unesa 1 Surabaya, Minggu (27/4). Akibat kejadian tersebut, BAI mengalami retak tulang ekor. (Dwi Arifin)

Antisipasi Pindah KK Jelang Zonasi, Dispendukcapil Surabaya Perketat Verifikasi  Adminduk

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Eddy Christijanto.


SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya mengambil langkah antisipatif terkait potensi perpindahan Kartu Keluarga (KK) menjelang dibukanya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur zonasi.

Langkah ini diambil untuk memastikan data kependudukan di Surabaya valid dan mencegah adanya praktik kecurangan terkait pendaftaran sekolah, khususnya melalui jalur zonasi.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Eddy Christijanto menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat proses verifikasi terhadap pengajuan pindah KK. Terlebih, apabila perpindahan KK hanya dilakukan untuk anak bukan satu keluarga.

“Kalau pindah KK satu keluarga, bersama anaknya, dan tempat tinggalnya jelas bukan tempat tidak resmi atau menumpang di KK orang lain, akan kita otorisasi,” kata Eddy, Selasa (29/4).

Eddy menjelaskan, apabila ada temuan terkait permindahan KK untuk anak saja maka pihaknya akan melakukan verifikasi ulang terkait keberadaannya di Kota Pahlawan dan siapa yang bertanggungjawab.“Jika hanya menumpang di KK orang lain, insya Allah tidak kita otorisasi,” tegasnya.

Mantan Kasatpol PP Kota Surabaya itu menggungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial terkait hal ini. Ia menekankan bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, domisili calon siswa didasarkan pada alamat yang tertera di KK, bukan lagi menggunakan surat keterangan domisili dari camat atau lurah.“Jadi untuk itu, kami melakukan verifikasi ketat terkait perpindahan KK di Kota Surabaya,” ucap Eddy.

Mengenai teknis otorisasi KK, Eddy menerangkan bahwa mekanisme yang berlaku tetap dijalankan. Pemohon menyerahkan surat pindah dari Dispendukcapil daerah asal ke Surabaya. Selanjutnya, akan dilakukan survei untuk memastikan keberadaan rumah yang bersangkutan dan tidak adanya masalah hukum terkait alamat tersebut.

“Tetapi, kalau anak pindah sekolah lalu ke sini menumpang orang lain dan tidak ada hubungan keluarga sama sekali akan kami tolak. Misalnya, dia ikut KK neneknya tapi namanya saja yang situ dan tempat tinggalnya masih di daerah asal tidak kami terima. Kami benar-benar melalukan verifikasi ketat untuk antisipasi numpang KK,” tandasnya.

Ia menambahkan, upaya verifikasi ini telah berjalan dan terus dilakukan oleh Dispendukcapil Kota Surabaya. “Kami berharap dengan Dengan pengetatan verifikasi ini, proses SPMB di Surabaya dapat berjalan lebih adil dan transparan,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Musrembang RPJMD 2025-2029, Gubernur Khofifah Pertajam Korelasi Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota di Jatim untuk menyusun program unggulan yang ‘nendang’ dengan tetap memiliki jahitan ketersambungan antara program pemerintah pusat Asta Cita dan program pemerintah provinsi Jatim Nawa Bhakti Satya Jilid 2.

Hal itu ditegaskan Khofifah saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) TAHUN 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Ballroom Hotel Shangri-La Hotel Surabaya, Selasa (29/4).

Acara ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Ketua DPRD Prov. Jatim, Menteri PPN/BAPPENAS RI, Menteri Pekerjaan Umum RI, Menteri Ekonomi Kreatif RI, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, dan Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan.

“Jadi nanti kami harapkan ada tiga matrix. Yang pertama adalah asta cita, kemudian kedua Nawa Bhakti Satya, dan yang ketiga adalah program Quickwin masing-masing kabupaten kota, supaya nyambung,” tegas Khofifah.

“Sehingga kami mohon bahwa apa yang menjadi pembahasan Musrenbang kali ini bisa semaksimal mungkin memberikan akselerasi seluruh program strategis terutama nyambungnya Asta Cita, Nawa Bhakti Satya, dan visi misi para Bupati Wali Kota di seluruh Jawa Timur,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa RPJMD Jawa Timur 2025-2029 disusun berdasarkan kerangka berpikir yang mengacu pada RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029 sebagai pedoman pembangunan nasional, serta RPJPD 2025-2045 sebagai arah pembangunan jangka panjang daerah.

Visi, misi, dan program kerja prioritas kepala daerah menjadi landasan utama dalam perencanaan ini, serta wajib diselaraskan dengan Asta Cita sebagai panduan strategis.

“Jawa Timur akan menjadi Gerbang Baru Nusantara serta mewujudkan tercapainya ‘Bersama Jawa Timur Maju Yang Adil, Makmur, Unggul, dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045’ yang sejalan dengan visi besar nasional ‘Indonesia Emas 2045’,” katanya.

RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2025-2029, lanjut dia, perlu diselaraskan dengan dokumen perencanaan pembangunan nasional. Keselarasan Visi Pusat dan Daerah dalam RPJPD 2025-2045 diwujudkan melalui Visi Nasional.

Visi RPJMD didukung 9 Mmisi yang disebut Nawa Bhakti Satya, yaknilo Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Akses, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Berkah Amanah, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari.

“Saya ingin kita bisa menemukan jahitan antara RPJMD, RKPD, ada Asta Cita dan program prioritas nasional, ada Nawa Bhakti Satya II. Tolong ini dirangkai dengan visi misi Bupati Wali Kota,” tegasnya.

Sebagai Gerbang Baru Nusantara, Khofifah menegaskan Jatim siap menjadi garda terdepan dalam melaksanakan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Oleh karena itu penyusunan program prioritas sebagai penjabaran Nawa Bhakti Satya berpedoman pada Asta Cita serta Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quickwin.

“Saya ingin mengajak semua melakukan penyelarasan Quickwin Nawa Bhakti Satya, ini yang saya minta Bupati dan Wali Kota menyinkronkan,” pintanya.

Sementara untuk program prioritas nasional pendirian Koperasi Desa Merah Putih, Pemprov Jatim bersama 38 Kabupaten/Kota telah siap melaksanakan pendirian koperasi desa merah putih di 8.494 desa dan kelurahan. Per hari ini, telah terbentuk 779 Koperasi Desa Merah Putih di 16 Kabupaten.

Khofifah menyebut program prioritas Jatim tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan, kolaborasi dan kerjasama semua pihak. Oleh sebab itu Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong-royong mewujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara, menuju Jawa Timur Maju, Berprestasi dan Sejahtera.

“Terima kasih semuanya, terima kasih partisipasi semuanya, intensitas pemikiran semuanya,” tutupnya.

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga menyerahkan Penghargaan Penganugerahan Perencanaan Kabupaten/Kota Terbaik Tahun 2025 kepada Kab. Sidoarjo, Kab. Trenggalek, Kab. Jombang sebagai Kabupaten terbaik. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Kota Malang, Kota Pasuruan, serta Kota Madiun sebagai kategori Kota terbaik.

Menteri PPN/BAPPENAS RI Rachmat Pambudy mengatakan, keberhasilan pembangunan nasional ditentukan oleh keberhasilan pembangunan daerah. Oleh sebab itu ia menyebut pemerintah pusat harus memberikan perhatian kepada pemerintah daerah utamanya kepada daerah yang hampir seluruh lini pembangunannya berkontribusi baik terhadap pembangunan nasional seperti Jawa Timur.

“Alhamdulillah Bu Khofifah bersama Wakil Gubernur bersama Ketua DPRD-nya sudah sepakat sejalan dengan pemerintah pusat sejalan dengan visi misi Bapak Presiden Prabowo Subianto,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Berita Acara Musrenbang RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 – 2029 dan Rancangan RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 oleh Gubernur Jawa Timur, Ketua DPRD Prov. Jatim, Sekjen Kemendagri, Deputi Bidang Kewilayahan BAPPENAS RI, Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu.

Penandatanganan tersebut juga dilakukan Bupati Blitar, Wali Kota Probolinggo, Perwakilan Akademis, Perwakilan Mahasisw, Forum Anak, Perwakilan Disabilitas, Perwakilan Organisasi Wanita, Perwakilan Organisasi Agama, Perwakilan Industri / Perusahaan dan Perwakilan Lembaga Internasional.

Nampak hadir pada Musrenbang RPJMD dan RKPD kali ini Forkopimda Jawa Timur, sejumlah Konsulat Jenderal Negara Sahabat, Kepala Instansi vertikal, Bupati Wali Kota se-Jawa Timur, para Pimpinan Perguruan Tinggi, Direktur BUMN/BUMD /Swasta di Jawa Timur, para Ketua DPRD Kab/Kota Se-Jatim, para Kepala Bappeda Kab/Kota Se-Jatim, para Pimpinan Ormas di Jawa Timur, Perwakilan Sesepuh Adat Osing, Banyuwangi, Sesepuh Adat Tengger, Probolinggo, dan Sesepuh Adat Samin, Bojonegoro. (Dwi Arifin)

Gubernur Khofifah Dinobatkan Sebagai Tokoh Ekonomi Regional dalam PWI Jatim Award 2025

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai Tokoh Ekonomi Regional. (Foto: Istimewa).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan PWI Jatim Award 2025 sebagai Tokoh Ekonomi Regional dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim kepada Gubernur Khofifah saat Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2025 dan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (28/4) malam.

Gubernur Khofifah dinilai PWI Jatim dapat terus menjaga konsistensi dan kepedulian yang tinggi dalam menciptakan ekosistem perekonomian antar daerah melalui program ‘Misi Dagang’.

Dalam sambutannya Khofifah menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh PWI Jatim. Menurutnya, penghargaan ini merupakan wujud apresiasi untuk seluruh pelaku ekonomi di Jatim yang selama ini telah berkontribusi dalam meningkatan perekonomian di Bumi Majapahit.

“Apresiasi dari PWI ini  sebenarnya apresiasi untuk seluruh pelaku dunia usaha dunia industri di Jawa Timur karena di dalam misi dagang merekalah yang punya peran besar,” ujar Khofifah.

Jatim, lanjut Khofifah, belum lama ini melakukan misi dagang ke Provinsi Maluku Utara dan Maluku. Menurutnya, animo masyarakat di wilayah tersebut sangat tinggi dalam menyambut program misi dagang Jatim.

Hal ini dibuktikan dengan transaksi ekonomi saat itu menembus angka Rp  460, 7 miliar di  Maluku dan Rp 568 miliar di  Maluku utara.

“Alhamdulillah, transaksi yang bisa kita capai adalah Rp568 miliar dalam misi dagang di Maluku Utara. Dan kemarin di Maluku kita melakukan misi dagang dan tercatat Rp460,7 miliar ,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyinggung terkait tema besar HPN ke-79. Menurutnya tema ‘Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa’ ini sangat stratrgis, selaras dengan program Presiden RI, Prabowo Subianto.

Oleh karenanya, Gubernur Khofifah mengajak seluruh insan pers, untuk terus mengawal program tersebut hingga semangat Indonesia mewujudkan swasembada pangan dapat tercapai. Salah satu yang diyakini bisa terwujud lebih cepat ialah swasembada beras dan  gula.

Secara data, kata Khofifah, untuk swasembada gula, rata-rata nasional satu hektare lahan menghasilkan 5 ton gula. Sementara di Jatim, satu hektare lahan telah menghasilkan 13 ton gula.

Guna meningkatkan produktivitas gula, dalam waktu dekat Insya Allah  akan melaunching program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani tebu. Rencananya peluncuran tersebut akan dilakukan di Bondowoso.

“Tahun 2025 ini Insya pAllah Indonesia akan Sembada gula. Dan kalau ingin mendorong swasembada pangan berikutnya adalah swasembada daging. Mungkin kita bisa lakukan 3 tahun lagi,” katanya.

Di akhir, Khofifah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini telah membantu mengedukasi masyarakat berkaitan dengan program-program pembangunan perekonomian masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh kawan PWI di Jawa Timur, kinerja dan sinergi yang luar biasa selama ini, karena semua informasi yang terdesiminasikan oleh seluruh insan media di Jatim. Teruslah membangun kolaborasi yang bisa membawa produktivitas bagi kita semua,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim mengapresiasi peran dan kinerja Gubernur Khofifah yang secara konsisten membangun Jatim dari hulu sampai hilir disegala sektor pembangunan.

“Ibu Gubernur dengan program misi dagangnya, berhasil membangun ekonomi regional secara bersamaan. Artinya Ibu Gubernur kita sudah menggarap lebih daripada separuh tugas presiden,” katanya.

Pria yang akrab disapa Pak Item itu juga mengajak insan pers di Jatim untuk selalu mengedukasi masyarakat melalui program-program yang telah digarap oleh Pemprov Jatim, mulai dari ekonomi, sosial hingga ketahanan pangan.

“Mohon teman-teman media, para pimpinan media tolong yang strategis seperti ini disampaikan kepada publik. Jangan hanya berita-berita yang viral saja, melainkan kebijakan dan kerja pemerintah itu yang perlu kita edukasikan kepada masyarakat,” pesannya

Pemerintah, kata Pak Item, merupakan rekan kerja wartawan atau pers. Setiap kebijakan pemerintah disampaikan kepada masyarakat melalui proses produksi jurnalistik.

Oleh karenanya, dia mengajak untuk semangat kolaborasi dan sinergitas bersama antara pemerintah dan pers harus terus dijaga dan ditingkatkan.

“Program-program pemerintah yang strategis itu perlu diinformasikan kepada masyarakat. Sehingga senergitas dengan pemerintah itu sangat penting. Jangan sampai tokoh nasional terlalu sibuk dengan bermedsos, sibuk dengan ngonten sehingga melupakan pesan-pesan strategis yang seharusnya diinfokan kepada masyarakat melalui media,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Polda Jatim Tangkap Tiga Pelaku Pembuat Video Hoax Gubernur Khofifah

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto (tengah).saat jumpa pers kasus video hoax Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Mapolda Jatim, Senin (28/4). (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Polda Jawa Timur menangkap tiga pelaku pembuat video hoax dengan cara manipulasi data (Deep Fake) terhadap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Ketiga pelaku yang ditangkap tersebut masing- masing berinisial AMP (32), AH (34), dan UP (24). Mereka merupakan warga asal Pangandaran, Jawa Barat.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan, kasus ini terungkap berawal dari laporan yang dierima pada 15 April 2025 lalu, terkait adanya penyebaran video manipulatif (Deep Fake) yang menampilkan pernyataan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Video tersebut diunggah melalui platform media sosial (TikTok) dan digunakan untuk menipu masyarakat dengan modus menawarkan program bantuan fiktif,” kata Irjen Pol Nanang Avianto dalam jumpa pers di Mapolda Jatim, Senin (28/4).

Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan bahwa modus para pelaku adalah dengan cara mengedit video resmi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kemudian memanipulasinya sehingga tampak seolah-olah Khofifah menawarkan program pembelian sepeda motor murah seharga Rp 500.000 untuk warga Jawa Timur.

Video tersebut kemudian disebarluaskan melalui akun TikTok, sehingga masyarakat yang tertarik diarahkan untuk menransfer sejumlah uang melalui rekening yang sudah disiapkan para pelaku.

“Selain memalsukan video Gubernur Jawa Timur, para pelaku juga membuat video serupa dengan menggunakan nama Gubernur Jawa Tengah  Moh Lutfi,  dan Gubernur Jawa Barat  Dedi Mulyadi untuk menjalankan modus penipuan yang sama,” jelas Irjen Pol Nanang.

Sementara itu, Dirresiber Polda Jatim Kombes Pol R. Bagoes Wibisono menjelaskan, dalam kasus ini pihaknya mengamankan tiga orang pelaku, yakni AMP (32), AH (34), dan UP (24).

Menurut Bagoes, dalam sindikat ini  ketiga pelaku memiliki peran masing-masing. AMP berperan membuat akun media sosial Tiktok serta mengedit video tiga gubernur menggunakan AI untuk diubah menjadi narasi bohong.

Sedangkan tersangka AH berperan mengunggah video yang dibuat AMP ke media sosial dan membuat rekening. Serta UP bertugas menjadi operator WhatsApp admin untuk membuat berita bohong dan tipu data kepada korban.

“Pelaku ini mengupload video tersebut melalui platform TikTok agar masyarakat yang menjadi korban percaya bahwa mereka dapat memperoleh kendaraan motor dengan harga murah,” ujarnya.

Jumlah korban dalam kasus penipuan ini diperkirakan mencapai 100 orang lebih yang tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Maluku Utara.

“Para pelaku sengaja menggunakan teknologi AI untuk mengedit video agar menyerupai suara dan gerak bibir asli dari kepala daerah. Hal ini untuk meyakinkan calon korban bahwa program bantuan tersebut benar-benar resmi,” terang Bagoes.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiga tersangka mengaku sudah melakukan aksi penipuan ini selama beberapa minggu terakhir, dengan target korban di berbagai daerah.

‘Saat ini kami masih mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain,” ujar Bagoes.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 35 jo pasal 51 ayat (1) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda Rp 12 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin menyampaikan pentingnya edukasi digital kepada masyarakat.

“Kita semua harus memberikan literasi kepada masyarakat bahwa teknologi yang kita gunakan adalah teknologi yang harus digunakan dengan cara yang benar dan dengan niat yang baik. Karena jika disalahgunakan, maka masyarakatlah yang akan mengalami kerugian di masa depan,” katanya.

Sherlita juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara lembaga pemerintah dan aparat kepolisian dalam menangani kejahatan siber.

“Kolaborasi dan kerja sama antara Kominfo dengan Polda Jatim akan terus kami lakukan, khususnya dalam menangani gangguan siber. Sebab, ke depan modus kejahatan seperti ini tentu akan semakin beragam dan kompleks,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Sherlita,  penanganannya membutuhkan kerja sama seluruh elemen, agar dapat ditangani lebih cepat dan lebih efektif.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menambahkan bahwa tindakan para pelaku tidak hanya mencoreng nama baik para kepala daerah, namun juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial dan tidak mudah percaya dengan informasi yang diterima di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

“Kami komitmen untuk terus mengawasi penyalahgunaan teknologi digital dan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari kejahatan siber,” tegas Irjen Pol Nanang Avianto. (Dwi Arifin)

Surabaya: Kota Metropolitan Layak Huni

Surabaya kembali menunjukkan komitmennya sebagai kota yang siap menghadapi masa depan. Terbaru, kota ini dipilih sebagai salah satu kota percontohan dalam proyek Sustainable Energy Transition for Indonesia (SETI), sebuah inisiatif kerja sama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia dan Pemerintah Jerman melalui Kementerian Federal Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim (BMWK) serta Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Rapat Perdana (Kick-Off) dan Acara Simbolis dimulainya Implementasi Proyek Sustainable Energy Transition for Indonesia (SETI) di Surabaya diadakan hari Rabu, 16 April 2025 kemarin. Proyek ini sebagai upaya pencapaian target Pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi menjadi 43,20% dengan dukungan internasional. Ini adalah langkah besar yang patut kita apresiasi bersama.

Penunjukan ini menunjukkan bahwa Surabaya dinilai memiliki potensi kuat untuk menjadi pelopor dalam transisi energi, khususnya di sektor industri dan bangunan. Sebagai kota metropolitan dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas tinggi, kebutuhan energi Surabaya sangat besar. Energi digunakan di mana-mana—di rumah, kantor, pabrik, sekolah, rumah sakit, hingga transportasi. Tanpa energi, aktivitas kota bisa lumpuh. Maka, memastikan ketersediaan energi yang cukup dan ramah lingkungan adalah kunci penting agar Surabaya bisa menjadi kota yang benar-benar layak huni.

Banyak survei internasional terkait kota layak huni, seperti Mercer Quality of Living Survey, Economist Intelligence Unit (EIU) global liveability ranking, dan Numbeo’s Quality of Life Ranking. Menurut Mercer’s Quality of Living, indikator kota layak huni meliputi keamanan, kesehatan, pendidikan, hingga transportasi. Memang energi tidak disebut secara langsung, namun faktanya, semua aspek itu tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa energi. Transportasi baik kendaraan roda empat atau roda dua membutuhkan bahan bakar baik bensin maupun solar. Rumah sakit butuh listrik untuk mengoperasikan banyak peralatan untuk perawatan pasien di unit gawat darurat, foto rontgen, hingga perawatan gigi. Keamanan butuh pencahayaan yang cukup dan sistem komunikasi yang andal untuk koordinasi jika ada kecurigaan terkait keamanan. Energi adalah pondasi dari semua hal tersebut.

Saat ini, sebagian besar energi kita masih bersumber dari bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi. Jika tidak dikelola dengan bijak, ini bisa memperburuk kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kemacetan di jalanan memperbesar penggunaan bahan bakar, terutama pada kendaraan konvensional berbahan bakar minyak (BBM). Ketika jalanan macet, mesin kendaraan tidak dapat dimatikan. Hal ini berakibat penggunaan bahan bakar dan emisi gas buang yang meursak lingkungan, tetapi kita tidak dapat melakukan perjalanan. Pemerintah kota Surabaya dapat menata lalu lintas agar tidak ada crossing yang menyebabkan kemacetan terutama di jam-jam padat. Jika kemacetan dapat dikurangi, maka penggunaan energi lebih rendah dan emisi gas buang dapat ditekan, udara menjadi lebih bersih, lingkungan lebih baik, dan waktu lebih efisien untuk bekerja.

Selain kemacetan, masalah air bersih perlu menjadi perhatian juga. Pemerintah kota bisa membuat kebijakan menggunakan air daur ulang untuk keperluan menyiram taman kota. Air daur ulang dapat berasal dari air buangan yang disaring dan diproses agar aman bagi tanaman, tanah, dan lingkungan hidup. Dengan menerapkan kebijakan seperti ini, maka taman-taman kota tetap terawat dengan baik dan ketersediaan air bersih untuk masa depan lebih terjamin.

Selain dua hal di atas, masih ada banyak hal yang dapat diperbaiki untuk membuat kota Surabaya menjadi kota metropolitan yang nyaman dihuni. Langkah Surabaya dengan proyek SETI untuk mulai mengatur persediaan energi bahkan mengembangkan penggunaan energi terbarukan adalah keputusan tepat. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi soal keberlangsungan hidup warga kota di masa depan.

Tentu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi dari masyarakat, pelaku usaha, hingga komunitas lokal sangat dibutuhkan. Kita semua bisa berkontribusi dengan mulai menghemat energi, menggunakan peralatan ramah lingkungan, atau mendukung kebijakan pemerintah dalam penggunaan energi bersih. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam pernyataannya menyebut, “Hanya ada satu kunci untuk memastikan keberhasilan transisi energi, yaitu kerja sama dan kemitraan. Publik, swasta, dan Badan Usaha Milik Negara harus memiliki andil dalam proyek ini.” Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan proyek SETI tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat.

Dengan langkah nyata ini, Surabaya punya peluang besar untuk menjadi kota metropolitan yang tidak hanya maju, tetapi juga sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Sebuah kota yang bukan hanya layak huni hari ini, tetapi juga untuk anak cucu kita kelak.

Ekadewi Anggraini Handoyo, dosen tetap di Prodi Teknik Mesin Universitas Kristen Petra

Jatim Retreat 2025 Ditutup, Gubernur Khofifah Komitmen Wujudkan Gerbang Baru Nusantara

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

BATU-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi menutup rangkaian Jatim Retreat 2025 yang berlangsung selama dua hari di Pusat Pendidikan (Pusdik) Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kota Batu, Minggu (27/4) sore.

Dalam penutupan tersebut, Khofifah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan birokrasi dan mempercepat langkah implementasi Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya menuju Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara dan mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.

Gubernur Khofifah mengapresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan narasumber. Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan mulai dari diskusi, refleksi, hingga tukar gagasan berlangsung penuh antusiasme dan semangat kebersamaan.

“Retreat ini menjadi momentum berharga untuk memperkokoh tekad bahwa Jawa Timur siap mendukung pelaksanaan Adta Cita selaras dengan Nawa Bhakti Satya untuk mewujudkan   Indonesia Emas 2045,” ujar Khofifah.

Khofifah juga mengingatkan pentingnya kesiapan birokrasi dalam menghadapi kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, AI harus dimanfaatkan secara bijak untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan, sekaligus mengantisipasi dampak etika, keamanan data, dan ketahanan sosial.

“Pemanfaatan AI harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kualitas pelayanan pemerintah,” tegas Khofifah.

Khofifah mengajak peserta membawa semangat retreat ke dalam kinerja nyata di masing-masing perangkat daerah, serta mengawal Nawa Bhakti Satya yang selaras dengan delapan misi Asta Cita. Karena sepanjang Jatim Retreat 2025, peserta menggali berbagai isu strategis, mulai dari SDM, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, pangan, hingga tata kelola pemerintahan.

“Jangan biarkan semangat dan hasil dari retreat ini menguap begitu saja. Jadikan momentum ini sebagai titik tolak untuk memperkuat gerakan perubahan danperbaikan tata kelola pemerintahan di seluruh lini,” katanya.

“Keberhasilan retreat ini tidak diukur dari seberapa aktif diskusi berlangsung, melainkan dari seberapa nyata aksi yang diwujudkan setelah kita kembali ke satuan kerja masing-masing,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Khofifah mengingatkan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk terus belajar mengupdate diri, serta terus meningkatkan seluruh produktivitas kita bukan hanya kinerja.

“Tetaplah membangun sinergi, kolaborasi. Karena Kerja-kerja kita sangat berpengaruh pada produktivitas,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Khofifah mengajak seluruh jajaran untuk terus berpegang pada nilai-nilai Nawa Bhakti Satya Jilid II, serta memperkuat semangat adaptif, responsif, dan pelayanan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Semoga seluruh ikhtiar ini senantiasa mendapatkan ridho Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Bobby Soemiarsono, turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan retreat. Ia menilai aspek substansi materi maupun teknis acara berjalan sangat baik.

“Tempat pelaksanaan retreat di Pusdik Arhanud sangat mendukung suasana untuk berdiskusi dan berkonsolidasi. Skema pelaksanaan tertata rapi dan sistematis, membuat seluruh rangkaian acara terasa efektif dan memuaskan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Agung Aries Paewai. Menurutnya, retreat ini memperkuat konsolidasi antarperangkat daerah dan meningkatkan kompetensi kepemimpinan.

“Selain mempererat kebersamaan, kami juga mendapatkan banyak penguatan dari narasumber berkualitas. Ini sangat penting untuk mendukung pencapaian Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya Cita Rosita Sigit Prakoeswa menilai Jatim Retreat 2025 sebagai momentum penting untuk memperkaya wawasan dan mempererat koordinasi di lingkungan Pemprov Jatim.

“Retreat ini luar biasa, melebihi ekspektasi. Tidak hanya membangun fisik, tapi juga membangun semangat dan memperkuat etika birokrasi,” tandasnya.

Ketiga peserta tersebut berharap agar ke depan kegiatan serupa dapat diperluas, bahkan melibatkan eselon III dan IV, sehingga semakin banyak ASN yang mendapatkan penguatan kapasitas dan pertukaran gagasan.

Sebagaimana diketahui retreat menghadirkan beberapa nara sumber antara lain Gubernur Lemhanas, Ketua KPK RI, LAN RI, BKN RI, Kementerian PAN RB, Kodam V Brawijaya serta Gubernur dan Wagub Jawa Timur. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.