SIDOARJO – Selain menyoroti harga kedelai, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) juga memberikan perhatian terhadap sumber energi yang digunakan pelaku industri tahu di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, penggunaan energi yang lebih bersih perlu didorong guna menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Saat mengunjungi sentra industri tahu di Desa Tropodo, BHS menemukan masih terdapat pelaku usaha yang menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar produksi. Bahkan, sebagian di antaranya masih memanfaatkan limbah plastik untuk memenuhi kebutuhan energi dalam proses pengolahan tahu.
Menurut BHS, penggunaan plastik sebagai bahan bakar memiliki risiko yang cukup besar terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pembakaran plastik berpotensi menghasilkan emisi berbahaya yang dapat mencemari udara di sekitar kawasan produksi.
Ia menilai kondisi tersebut perlu segera mendapatkan solusi karena aktivitas industri tahu merupakan kegiatan ekonomi yang berlangsung setiap hari dan berada dekat dengan permukiman warga. Apabila tidak ditangani dengan baik, penggunaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan dapat menimbulkan dampak jangka panjang.
“Kalau menggunakan plastik tentu membahayakan lingkungan dan masyarakat karena berpotensi menghasilkan mikroplastik. Karena itu, saya mendorong agar industri tahu beralih menggunakan gas yang lebih bersih dan efisien,” kata BHS.
Menurutnya, penggunaan gas sebagai sumber energi dapat menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan kayu bakar maupun limbah plastik. Selain menghasilkan emisi yang lebih rendah, penggunaan gas juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses produksi.
BHS menegaskan bahwa keberlanjutan industri kecil dan menengah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas lingkungan. Oleh sebab itu, pelaku usaha memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar dapat beralih ke sumber energi yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Ia berharap kebutuhan energi bagi industri tahu di Sidoarjo dapat menjadi perhatian bersama sehingga para perajin tidak lagi bergantung pada bahan bakar yang berpotensi menimbulkan pencemaran.
Menurut BHS, upaya tersebut tidak hanya akan memberikan manfaat bagi para pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang terdampak langsung oleh aktivitas produksi sehari-hari.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi