Sabtu, 13 Juni 2026, pukul : 08:33 WIB
Surabaya
--°C

Jatim Provinsi Pertama Gelar Retreat Kepala Perangkat Daerah, Diikuti 72 Peserta

BATU-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Jatim Retreat 2025 untuk 72 pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Sabtu (26/4).

Diselenggarakan dua hari penuh di Pusat Pendidikan (Pusdik) Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD di Kota Batu, Jatim menjadi provinsi pertama yang menggelar retreat sebagaimana digelar pemerintah pusat di pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Tak hanya itu, retreat ini sekaligus langkah strategis dalam Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Menuju Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara.

Gubernur Khofifah menegaskan, retreat ini bukan sekadar agenda pertemuan, melainkan ruang strategis untuk memperkuat orkestrasi pembangunan lintas perangkat daerah. Yang salah satunya ikut mengawal program pemerintah pusat.

Dimana setiap pemimpin birokrasi diharapkan mampu memainkan perannya layaknya konduktor dalam orkestra, menyatukan semua instrumen untuk menghasilkan harmoni pelayanan publik yang berkualitas.

“Retreat ini adalah ruang penyatuan frekuensi, ruang pembentukan daya tahan mental dan fisik, serta ruang untuk merekatkan kembali semangat pengabdian kita. Kepemimpinan yang kuat lahir dari kebersamaan visi dan ketangguhan jiwa,” ujar Khofifah.

Selaras dengan hal tersebut, Jawa Timur terus mendorong peningkatan daya saing melalui sembilan prioritas pembangunan dalam Nawa Bhakti Satya, yang bersinergi dengan Asta Cita dan pendekatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win.

Adapun kesembilan bhakti yang terdapat pada Nawa Bhakti Satya meliputi: Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Akses, Jatim Berkah-Amanah, Jatim Agro, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari.

“Banyak narasumber yang mengutip dan menyampaikan terkait Asta Cita. Melalui retreat ini, maka dapat membreakdown lebih detail supaya masing-masing perangkat daerah bisa paham Asta Cita dengan Nawa Bhakti Satya,” jelasnya.

Khofifah juga menekankan bahwa seluruh ASN perlu menjadikan prioritas ini sebagai panduan utama dalam perumusan kebijakan dan pelaksanaan program di lapangan.

“Penyesuaian dan adaptasi harus terus dilakukan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Jatim. Baru kemudian dilakukan sinergi dan kolaborasi. Selain itu setiap rupiah dari APBD harus berdampak langsung ke masyarakat. Harus nyata, terukur, dan menjawab kebutuhan riil warga,” tegasnya.

Dalam suasana penuh kebersamaan, Khofifah turut menyampaikan capaian dan arah pembangunan Jawa Timur ke depan. Salah satunya adalah penguatan peran Jatim sebagai simpul konektivitas nasional, yakni Gerbang Baru Nusantara yang ditopang oleh 7 bandara, 37 pelabuhan, 12 ruas tol, dan 12 kawasan industri aktif. Posisi strategis ini menjadikan Jatim sebagai penggerak utama roda ekonomi dan logistik di kawasan timur Indonesia.

Jawa Timur juga memiliki peran penting dalam 4 aspek utama Gerbang Baru Nusantara..Pertama, Jawa Timur sebagai pusat perdagangan dan logistik domestik, yang menghubungkan pulau Jawa dengan wilayah timur Indonesia melalui gerbang perhubungan laut, termasuk Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Probolinggo, Pelabuhan Jangkar, serta pelabuhan-pelabuhan lainnya yang dikelola oleh pemerintah maupun pihak swasta seperti Pelabuhan Terpadu Kawasan Industri.

Kedua, Jawa Timur sebagai gerbang perdagangan dan logistik internasional, dengan memperkuat kegiatan ekspor-impor untuk wilayah regional ASEAN dan pasar internasional yang lebih luas. Ketiga, Mitra pengembangan industri dan jasa, dengan memperkuat rantai nilai (value chain) industri, melalui pengembangan produk turunan yang memungkinkan produk olahan dari wilayah timur Indonesia menjadi bahan baku industri turunan di Jawa Timur yang mengandalkan kawasan industri modern.

Dan keempat, mitra hubungan antar warga (people-to-people), dengan pengembangan konektivitas inter-moda (udara, laut, dan darat) untuk memperkuat arus perjalanan warga, baik untuk pekerja, pelaku usaha, maupun wisatawan.

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga mengingatkan kembali bahwa sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk menjalankan pembangunan daerah yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan. Hal tersebut dijalankan melalui visi pembangunan Jawa Timur untuk lima tahun ke depan, yaitu “Bersama Jawa Timur Maju Yang Adil, Makmur, Unggul dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Visi ini merupakan perwujudan dukungan dari Visi pembangunan Nasional yang tertuang dalam Visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” dengan 8 misi yang tertuang dalam Asta Cita.

Ia juga menekankan pentingnya birokrasi yang mampu bekerja lintas sektor dan lintas batas. Kolaborasi, kecepatan pengambilan keputusan, serta ketepatan pelaksanaan program menjadi kunci utama dalam mewujudkan transformasi pemerintahan yang efektif dan inklusif.

Lebih lanjut, Khofifah memaparkan capaian strategis kinerja Jawa Timur. Pertumbuhan ekonomi mencapai 4,93% (c-to-c) pada 2024, berkontribusi 14,39% terhadap PDB Indonesia dan 25,23% terhadap PDRB Pulau Jawa. Sementara itu, tingkat inflasi pada Maret 2025 tercatat sebesar 0,77% (y-on-y) dan 1,44% (m-to-m), lebih rendah dari rata-rata nasional yang mencapai 1,65%. Hal ini mencerminkan kinerja kolektif yang solid di tengah dinamika global dan nasional.

Dalam forum retreat ini pula, para peserta diajak merefleksikan kembali peran mereka sebagai pemimpin perubahan. Mereka dituntut tidak hanya menjadi manajer, tetapi juga inovator dan inspirator yang menumbuhkan budaya kerja unggul di lingkungan birokrasi.

Retreat ini juga menjadi ruang untuk membangun keteladanan dan memperkuat integritas. Nilai-nilai kepemimpinan berbasis pengabdian, loyalitas terhadap negara, serta semangat kolektif untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik menjadi fondasi utama.

Khofifah menyampaikan harapannya agar forum ini dapat melahirkan berbagai gagasan baru, rekomendasi kebijakan yang solutif, dan strategi pelayanan publik yang lebih inovatif.

“Jadikan forum ini sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, bertukar pikiran, serta menyamakan langkah demi terwujudnya pemerintahan yang melayani dan hadir di tengah masyarakat,” pesannya.

Sebagai penutup, Khofifah mengajak seluruh pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Pemprov Jatim untuk menyatukan semangat, menyelaraskan langkah, dan menyongsong masa depan Jawa Timur dengan optimisme dan kesungguhan.

“Kita sedang membuka Gerbang Baru Nusantara dari Jawa Timur. Mari kita isi ruang ini dengan pengabdian terbaik untuk rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, Jatim Retreat 2025 adalah program strategis untuk pengembangan kompetensi ASN di Jatim

“Ini momentum penting untuk memperkuat kapasitas, soliditas, dan arah kepemimpinan birokrasi, dengan tujuan membentuk kesamaan visi, meningkatkan daya adaptasi, dan menumbuhkan semangat kolektif dalam mengakselerasi transformasi pemerintahan yang responsif dan berdampak,” jelasnya.

Selama pelaksanaannya, peserta retreat tidak hanya digembleng secara fisik dan mental melalui berbagai kegiatan lapangan khas militer, tetapi juga dibekali wawasan kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan dari para narasumber lintas instansi.

Narasumber yang dihadirkan diantaranya dari Pusdik Arhanud, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Lembaga Administrasi Negara (LAN RI), Kementerian PAN-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kodam V/Brawijaya.

Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur juga turut memberikan penguatan strategis terkait arah pembangunan daerah dan transformasi birokrasi yang adaptif terhadap tantangan zaman. Materi ini dirancang untuk memperkuat kapasitas intelektual, karakter, dan integritas kepemimpinan ASN di lingkungan Pemprov Jatim.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Gubernur Lemhannas RI, Wakil Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Danpussenarhanud, Danpusdik Arhanud, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, Kepala Biro Hukum, Kepegawaian dan Humas IPDN. (Dwi Arifin)

HIPMI Sidoarjo Menjajaki Potensi Bisnis Lintas Negara dalam Kunjungannya ke Vietnam dan Hong Kong

HO CHI MINH CITY-KEMPALAN: BPC HIPMI Sidoarjo menunjukkan langkah progresif mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya menggelar Business Trip International ke kota Ho Chi Minh City, Vietnam.

Dalam agenda yang digelar antara 20—26 April itu, HIPMI Sidoarjo memperluas konektivitas bisnis lintas negara untuk membuka akses pasar, kolaborasi dan wawasan komprehensif terkait ekonomi global, serta memperluas jejaring internasional.

BACA JUGA: Menggali Potensi Kolaborasi Bisnis Antar Pengusaha Muda dalam Sidoarjo Economic Forum

Ini sebagai komitmen nyata HIPMI Sidoarjo menjawab tantangan globalisasi dan mendukung visi pemerintah mencetak pengusaha muda yang tangguh, adaptif, dan bisa menjalin kemitraan strategis. Baik di level nasional, atau internasional.

Dalam business trip kali ini, mereka mengikuti agenda pameran dagang berskala internasional. Yaitu Global Sourcing Fair Vietnam yang digelar pada 24-26 April 2025 di Saigon Exhibition and Convention Center (SECC).

Pameran ini menjadi ajang yang mempertemukan ribuan pembeli dan penyuplai berbagai sektor. Mulai dari fashion, elektronik, home & gifts, printing & packaging, serta inovasi industri terkini.

Selain itu, juga mencakup sesi business matching. Yaitu mengunjungi UMKM dan kawasan industri serta eksplorasi ke pasar lokal. Bendahara Umum BPC HIPMI Sidoarjo Yusuf Dhiyauddin Robbani menyebut ini sebagai momen yang berharga bagi anggota di HIPMI untuk memperluas sayap usahanya ke pasar luar negeri.

“Lewat business trip ini, kami ingin mengajak pelaku usaha muda Sidoarjo bisa open minded untuk keluar dari zona nyaman, dan melihat langsung dinamika di pasar global dan belajar secara langsung pada Negara yang dengan pertumbuhan ekonominya pesat, Vietnam adalah titik strategis perdagangan Asia,’’ ucap Dhiyak, sapaan akrabnya.

‘’Kami berharap anggota HIPMI bisa pulang dengan peluang bisnis baru, koneksi internasional, dan inspirasi atau ide segar untuk mengembangkan usaha mereka ke level berikutnya,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana itu.

Kunjungan resmi ke KJRI di Ho Chi Minh City jadi agenda penting. Termasuk saat pertemuan dengan Konsul Jenderal RI Agustaviano Sofjan. Agustaviano menyebut, pada saat ini penting untuk belajar pertumbuhan ekonomi dari Vietnam.

Sebab negara tersebut jadi negara ASEAN yang perkiraan pertumbuhan ekonomi tertinggi tahun ini. Laporan HSBC pada Oktober 2024 menyebut, pertumbuhan ekonomi di Vietnam diperkirakan tumbuh sekitar 6,5 persen. Indonesia masih 5,3 persen.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Vietnam, berhasil menarik banyak investor dan memperkuat sektor industrinya. ’’Vietnam sudah menunjukkan konsistensi dalam reformasi ekonomi dapat mendorong kemajuan industri lokal,’’ sebut Agustaviano.

’’Saya berharap pelaku usaha muda dari Sidoarjo dapat fokus dan menciptakan sirkular bisnis, mengedepankan Trustability Business, menangkap pelajaran berharga dari ekosistem bisnis di sini, serta menjajaki potensi kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang,” imbuhnya.

Setelah dari Vietnam, business trip ini akan berlanjut mengikuti Kegiatan HKTDC (Hong Kong Trade Development Council) di Hong Kong. Kali ini, fokusnya ke penjajakan peluang kerja sama dengan pelaku industri kreatif, teknologi, serta penguatan jejaring distribusi dan logistik regional.

Ketua Umum HIPMI Sidoarjo Zakaria Dimas berharap seluruh pelaku usaha yang di Sidoarjo, khususnya para pengusaha muda, bisa memanfaatkan peluang ini, dan akan jadi langkah awal menghadapi tantangan pasar modal.

Seperti wawasan ekonomi yang bisa kami pelajari dan dapatkan secara langsung di Negara Vietnam, Menurutnya, ada tiga faktor yang melandasi pesatnya pertumbuhan ekonomi Vietnam.

Faktor pertama, yakni foreign direct investment (FDI) yang berkualitas. Kedua, komitmen Vietnam menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) untuk memastikan investasi tidak berdampak negatif terhadap lingkungan.

Ketiga, Vietnam juga berusaha maksimal untuk mengintegrasikan negara mereka dengan dunia internasional, dan mengembangkan iklim investasi yang baik. Tidak lupa juga, Vietnam selalu berusaha menyediakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan selalu menekankan High Technology dalam setiap langkah nyatanya.

Yang terpenting, Vietnam juga memerhatikan secara seksama bagian riset dan pengembangan(R&D). Mereka tidak segan meminta negara yang hendak berinvestasi di sana, agar mau membuka bagian riset dan pengembangan di Vietnam.

’’Dengan adanya R&D ini, nantinya akan membuka pintu untuk engineer, anak-anak muda, dan mahasiswa pintar di Vietnam, untuk masuk ke sana dan berkolaborasi dengan ahli-ahli dari luar negeri,” tutur Dimas.

Makanya, HIPMI Sidoarjo berkomitmen sebagai Partisipan Mitra Pembangunan Daerah mengajak seluruh pelaku Usaha Muda di Sidoarjo untuk tidak ragu melangkah dan berani membuka diri terhadap peluang pasar global.

’’Mari kita bersama-sama membawa nama baik Sidoarjo ke kancah global dan menunjukkan bahwa produk-produk kita mampu bersaing di pasar dunia,” tegas Dimas. (YMP)

Pameran Lukisan, Wening Menyajikan Tafsir Tarot

KEMPALAN: Tiap pelukis sering dihinggapi kegelisahan dalam mencari idiometik yang spesifik. Tanpa adanya simbol yang khas, karya perupa tidak akan mengesankan. Impresif merupakan faktor penting sebagai karakteristik atas suatu lukisan.

Salah seorang perupa yang merasa gembira telah menemukan idiometik yang sesuai dengan obsesinya adalah Wening Hesti Nawa Ruci. Penemuan simbol karyanya bersumber dari kartu tarot yang ditafsir atas suatu masalah.

TAFSIR TAROT
Wening yang kesehariannya mengajar senirupa di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memiliki ketrampilan membaca tarot. Tidak sedikit klien yang meminta bantuannya untuk membacakan guratan hidupnya. Dari beragam problem yang ditangani Wening memperoleh bahan tafsir untuk divisualkan. Pamerannya bertajuk “Dunia Dalam Kartu”.

“Klien saya terdiri dari kaum millenial dan Gen Z. Tema yang diajukan seputar asmara, ada juga masalah perselingkuhan,” tutur Wening saat ditemui di Galeri Filadelvia, Ruko Taman Puspa Raya D-09 Citraland Surabaya.

Wening tengah menyiapkan pameran tunggal perdana. Karyanya bersumber dari penafsiran tarot. Pembukaannya berlangsung pada hari Sabtu, 26 April 2025, malam.

Karya Wening diolah secara digital, masing-masing tema dicetak sebanyak lima kali. Pola ini memberi kesempatan bagi yang berminat mengoleksi.

Pameran bertajuk “Dunia Dalam Kartu” berlangsung hingga 10 Mei 2025 untuk umum, dibuka pukul 10.00.

SEJARAH TAROT
Kartu tarot pertama kali muncul di Eropa sekitar abad ke-15, khususnya di Italia dan Prancis. Awalnya tarot bukan untuk meramal melainkan permainan kartu bangsawan yang disebut trionfi atau tarocchi. Baru pada abad ke-18, tarot mulai dikaitkan dengan okultisme atau mempercayai kekuatan gaib dan supernatural. Perkembangan budaya visual di Eropa abad pertengahan memungkinkan pencetakan gambar simbolik.

Pada perkembangannya kartu tarot digunakan oleh banyak orang sebagai alat bantu untuk memahami diri sendiri, karakter, potensi, dan dinamika kehidupan. Tidak selalu bersifat “meramal nasib” secara fatalistik tapi lebih ke refleksi simbolis dari situasi yang sedang dialami seseorang.

Dulu keberadaan dukun atau paranormal dibutuhkan oleh masyarakat untuk memperoleh solusi alternatif atas masalah yang dihadapi. Namun pergeseran budaya mengantarkan Gen Z tidak lagi membutuhkan dukun tapi pembaca tarot. Fenomena tersebut yang membuat tarot populer.

Oleh :
Rokimdakas
Wartawan & Penulis
Jumat, 25 April 2025

Buka Simposium IMMawati, Khofifah Ungkap Peran Perempuan Aktor Utama Pengawal Arah Bangsa

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Simposium Nasional IMMawati bertema “Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya” yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (25/4) malam.

Diikuti ratusan kader dari berbagai daerah di Indonesia, kegiatan ini secara khusus diinisiasi oleh IMMawati yang merupakan bagian dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). IMMawati fokus pada pengembangan kapasitas dan peran aktif kader perempuan dalam transformasi sosial dan dakwah berbasis nilai Islam dan Muhammadiyah.

Khofifah mengapresiasi IMMawati sebagai wadah strategis dalam memperkuat suara dan kiprah perempuan intelektual muda, baik di ranah intelektual, sosial, maupun kemasyarakatan.

“Perempuan bukan sekadar objek pembangunan, tetapi aktor utama dalam menentukan arah bangsa,” tegas Khofifah.

Ia menambahkan tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya” bukan sekadar slogan, tetapi mencerminkan realitas yang mulai tampak, khususnya di Jawa Timur.

“Kita menyaksikan peran perempuan yang semakin menonjol di bidang ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga politik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memberikan pesan khusus kepada seluruh kader IMM dan IMMawati agar terus mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.

Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kekuatan  kepemimpinan  yang visioner dan kolaboratif, serta mampu menyelesaikan masalah (problem solving) dengan solusi yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Jadilah pemimpin yang tidak hanya responsif, tapi juga solutif. Setiap tantangan yang kalian hadapi harus dijawab dengan rencana yang matang dan berdampak luas bagi masyarakat,” pesannya.

“Jika memang ada kebijakan penting yang harus diambil meskipun itu ekstrem, kalau itu memang melahirkan kebaikan maka pilihan-pilihan ekstrem pun, itu juga patut dipilih,” imbuhnya.

Tak hanya menyampaikan pesan, Khofifah juga memaparkan capaian Jawa Timur dalam kesetaraan gender. Berdasarkan data BPS, Indeks Kesenjangan Gender (IKG) Jawa Timur tahun 2023 turun signifikan menjadi 0,423 dari 0,440 di tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan kemajuan di bidang kesehatan reproduksi, partisipasi politik, dan ekonomi.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jawa Timur tahun 2024 tercatat sebesar 92,19 persen, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 92,15 persen. Capaian ini menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi terbaik dalam menjamin akses perempuan terhadap pendidikan, kesehatan, dan partisipasi ekonomi.

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik, tapi bukti bahwa ketika perempuan diberi ruang, mereka tidak hanya tumbuh, tetapi juga memimpin,” tandasnya.

Khofifah juga menjabarkan langkah konkret Pemprov Jawa Timur dalam memperkuat posisi perempuan melalui program prioritas yang ada di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK). Di antaranya, program ‘Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak melalui Percepatan Pembentukan UPTD PPA di seluruh kabupaten/kota’.

Lalu juga ada program ‘Peningkatan IPG melalui Program Pemberdayaan Perempuan di Sektor UMKM, pertanian, industri kreatif, ekonomi digital, dan pendidikan vokasional’. Kemudian juga program ‘Perlindungan Perempuan dan Anak yang lebih terarah, Kolaboratif, dan Responsif terhadap Dinamika Sosial’.

Di kesempatan itu pula, dirinya juga mengapresiasi penyelenggaraan simposium ini yang bertepatan dengan bulan peringatan Hari Kartini. Menurutnya, semangat Kartini harus dihidupkan melalui aksi nyata, bukan hanya peringatan simbolik.

“IMMawati adalah Kartini masa kini bukan hanya bicara emansipasi, tetapi juga tentang kepemimpinan, pendidikan, dan transformasi sosial,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Khofifah mendorong perempuan muda, khususnya IMMawati, untuk terus berperan sebagai agen perubahan.

“Selamat datang di Jawa Timur, bumi Majapahit yang akan memberi referensi kenusantaraan yang akan menjadikan kita Indonesia lahir bathin. Selamat bersimposium semuanya, mudah-mudahan bisa melahirkan gagasan cemerlang dan produktif yang bisa menjadi tapakan sejarah IMMawati untuk lebih melejit lagi, ” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid IMMawati DPP IMM Sumarni menyampaikan rasa terima kasih dan kekagumannya terhadap Gubernur Khofifah sebagai gubernur perempuan pertama di Jawa Timur dan sebagai pemimpin perempuan yang memberikan inspirasi bagi perempuan-perempuan muda di Indonesia, khususnya perempuan IMMawati.

“Saya pribadi selaku perempuan muda yang lahir dari pelosok Sulawesi Barat sangat bangga bisa ada di panggung yang sama dengan Ibu Gubernur Khofifah, salah satu sosok pemimpin perempuan terbaik di Indonesia,” ungkapnya

“Semoga spirit kepemimpinan ini bisa menguatkan pemberdayaan perempuan khususnya IMMawati. Terima kasih banyak Ibu Gubernur Khofifah  yang telah memfasilitasi dan membersamai dalam kegiatan simposium nasional IMMawati,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara ini antara lain anggota Komisi A DPRD Jatim Husnul Aqib, jajaran kepala OPD Pemprov Jatim, Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Aisyah, Bendahara Umum DPP IMM Firdaus Suudi, Bendahara PW Muhammadiyah Jatim Zainul Muslimin, Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur Devi Kurniawan, Kabid IMMawati DPD IMM Jatim Nur Fairuz Faizatul, serta perwakilan Forum Keluarga Alumni (Fokal) IMM Choirul Anam. (Dwi Arifin)

Fasilitas Olahraga Djarum di Kudus Siap Digunakan sebagai Venue PON Bela Diri I/2025 Jakarta – Kudus

KUDUS-KEMPALAN : Tahun ini menjadi tahun penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri pertama dalam sejarah, yang diselenggarakan di Jakarta dan Kudus pada Kuartal IV 2025.

PON Bela Diri diselenggarakan guna menambah kompetisi nasional bagi atlet yang digelar setiap 2 tahun. Adapun PON yang akan datang, yakni PON XXII/2028 NTT-NTB, fokus pada cabang olahraga Olimpiade dan beberapa tambahan, sehingga perlu kompetisi seperti PON Bela Diri untuk mewadahi cabang olahraga yang tidak tampil pada PON. 

“PON XXII/2028 fokus pada Olympic Sport, oleh karena itu nanti kita mencoba jumlahnya (cabang olahraga) dikurangi, 32 cabang olahraga maksimal. Itu dengan pertimbangan, beberapa cabang olahraga Olimpiade, cabang olahraga yang kita punya potensi dapat medali, yakni yang kita selalu mendapatkan hasil baik di Asian Games maupun di SEA Games, dan yang ketiga kita memberikan kesempatan pada tuan rumah untuk mengusulkan dua cabang olahraga,” terang Marciano.

Selain PON Bela Diri, KONI Pusat juga menyelenggarakan, Pekan Olahraga Nasional Pantai (Indonesia Beach Games/ibg), Pekan Olahraga Nasional Indoor (Indonesia Indoor Games) dan PON Remaja (Indonesia Youth Games).

Dalam rangka mempersiapkan PON Bela Diri I/2025, Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman meninjau beberapa fasilitas olahraga milik PT.Djarum di Kabupaten Kudus.

Ketum KONI Pusat disambut hangat oleh pimpinan PT.Djarum, yakni COO Victor Rachmat Hartono, Program Director Djarum Foundation Bakti Olahraga Yoppy Rosimin, Head of Event and Sponsorship Djarum Budi Tjahjono. Tak ketinggalan hadir juga Bupati Kudus Dr. Ars. Sam’ani Intakoris. 

“KONI Pusat mengambil inisiatif dan saya bersyukur, berterima kasih kepada Pak Viktor dan teman-teman dari Djarum yang menyambut baik usulan kami untuk kita menyelenggarakan PON Bela Diri,” tegas Marciano. 

Pertama dikunjungi adalah GOR Djarum Kaliputu Kudus, kemudian GOR Jati, terakhir Supersoccer Arena (SSA). Ketum KONI Pusat mengapresiasi kualitas fasilitas olahraga yang dimiliki Djarum. Tak hanya itu, fasilitas olahraga milik Djarum juga dimanfaatkan dengan baik untuk membina atlet, khususnya usia dini, mulai dari bulu tangkis, sepak bola, dan panahan. 

Rencana awal PON Bela Diri I/2025, Kudus menjadi tempat penyelenggaraan Gulat, Ju Jitsu, Judo, Karate, Silat, Sambo, Kempo, Taekwondo, Tarung Derajat. 

“Semuanya siap digunakan, sehingga saya optimis bahwa Pekan Olahraga Nasional Bela Diri dengan dukungan yang luar biasa dari Pak Viktor dan teman-teman Djarum, Insya Allah akan berjalan baik berprestasi dan membanggakan,” sambungnya.

Kolaborasi dengan swasta menjadi motivasi bahwa olahraga dapat berjalan dengan melibatkan lebih banyak pihak.

“Ini merupakan PON Bela Diri pertama yang memang KONI merencanakan berkolaborasi dengan pihak ketiga, jadi pada PON Bela Diri ini tidak ada dana pemerintah,” tegas Marciano yang didampingi Waketum I KONI Pusat Mayjen TNI Purn Dr.Suwarno, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Puang Samsudin, Sekjen Drs.Tb.Lukman Djajadikusuma, MEMOS, Wakabid Media dan Humas Tirto Prima Putra, Wakabid Usaha Ryan Ghozali.

Bupati Kudus menyambut baik penyelenggaraan PON Bela Diri I/2025 dengan harapan memberikan dampak perekonomian. 

“(Kudus) sangat senang, bahagia dan menyampaikan rasa syukur, KONI  Pusat untuk memperhatikan Kudus termasuk Djarum Foundation,” ujar Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang mendampingi di GOR Kaliputu. 

Bupati Kudus berharap penyelenggaraan PON Bela Diri I/2025 berdampak pada pariwisata, mulai dari kuliner, hingga destinasi wisata. Kudus memiliki wisata religi seperti Sunan Muria & Sunan Kudus, selain itu ada juga beberapa museum yang perlu dikunjungi.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Sudah Lolos ke Porprov, Futsal Putra Surabaya Tetap Bertekad Kalahkan Pasuruan

Pelatih futsal putra Kota Surabaya Valentino Ferdinand (berdiri tengah kiri) memberi pengarahan kepada anak asuhnya.

PASURUAN-KEMPALAN: Mekipun sudah memastikan  lolos ke Porprov Jatim 2025, futsal putra Surabaya bertekad mengalahkan Kabupaten Pasuruan dalam laga terakhir Grup D Pra Porprov Jatim 2025 di King Futsal Kota Pasuruan, Sabtu (26/4) hari ini.

Kepastian lolosnya Surabaya ke Porprov Jatim 2025, setelah di pertandingan ketiga, Surabaya memetik kemenangan 3-0 atas Kabupaten Bangkalan, Kamis (24/4). Dua laga sebelumnya Surabaya menang 1-0 atas Lumajang dan melibas Sampang 4-1.

Tambahan raihan tiga poin itu membuat Surabaya mengantongi sembilan poin, hasil sapu bersih kemenangan di tiga pertandingan. Sukses itu sekaligus memastikan Surabaya sebagai juara Grup D.

Menghadapi Bangkalan, Surabaya memiliki peluang pertama saat laga memasuki menit 3. Bola tendangan Sulaiman Riski dari dalam circle melambung.

Surabaya terus menekan. Begitu kehilangan bola langsung pressing atas. Sebaliknya Bangkalan menunggu. Merapatkan pertahanan.

Tekanan bertubi-tubi Surabaya menemui kebuntuan. Tim asuhan Valentino Ferdinand membuka keunggulan menit 10 dari set piece kick in yang diteruskan Satrio Fikri Saputro dengan backheel menjebol gawang Bangkalan.

Berselang satu menit Surabaya menggandakan keungulan. Bola tendangan Fadyla Hanafi ditepis kiper Bangkalan. Bola memantul langsung disambar Mochammad Arizhal Firdhaus dengan tendangan keras menggetarkan jala Bangkalan.

Tertinggal dua gol, Bangkalan memiliki peluang menit 14 dari counter attack. Bola sodoran Hildan Febriansyah ke Viqo Rizkillahi Ramadhan tinggal berhadapan dengan kiper Surabaya Calvin Fabian Saputro. Gerak cepat dilakukan Calvin. Maju menutup ruang tembak Viqo. Bola kena badan Calvin dan gagal melahirkan gol.

Di babak kedua Bangkalan nyaris menipiskan ketinggalan menit 27. Naufal Rizky Aditya Putra memenangi duel perebutan bola dengan pemain Surabaya di jantung pertahanan Surabaya.

Naufal mendribel bola hingga masuk circle dan tinggal berhadapan dengan kiper Calvin. Bola kena Calvin, sehingga gawang Surabaya kembali selamat dari kebobolan.

Surabaya juga memiliki peluang emas menit 32. Bola umpan jauh yang dilepas Sulaiman dikontrol Muhammad Rafli di jantung pertahanan Bangkalan dengan cermat.

Rafli tinggal berhadapan dengan kiper Bangkalan. Bola tendangan Rafli mengenai kaki kiper Bangkalan Beni Yur Rahman dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Upaya Surabaya menambah gol baru terwujud saat pertandingan menyisakan waktu satu menit 57 detik lewat tendangan keras Mochammad Arizhal Firdhaus dari dalam circle. Skor 3-0 bertahan hingga laga berakhir.

Pelatih Kota Surabaya, Valentino Ferdinand mengaku bersyukur timnya lolos ke Porprov Jatim 2025. “Ini sesuai target dari awal, yakni memenangkan pertandingan dan khususnya target lolos ke Porprov Jatim,” ujar pelatih yang akrab disapa Tino ini, Jumat (25/4).

Tino mengatakan, menghadapi Bangkalan, timnya diinstruksikan tampil sabar dan waspada. Menurutnya, Bangkalan memiliki fighting spirit dan daya juang tinggi. “Kami minta anak-anak agar hati-hati. Jangan sampai kita jadi korban ketiga comeback Bangkalan,” ujarnya.

Pada laga sebelumnya, Bangkalan menuai kemenangan lewat comeback saat melawan Sampang. Di babak pertama Bangkalan tertinggal 1-3 dan akhirnya meraih kemenangan 5-4.

Saat menghadapi Kabupaten Pasuruan sempat tertinggal 2-4 dan menutup pertandingan dengan hasil imbang 4-4. “Kami beruntung memiliki tim pelatih untuk analisa pertandingan-pertandingan sebelumnya,” urainya.

Sementara itu Manajer Tim Kota Surabaya Ervin Lyn mengatakan patut mensyukuri hasil positif ini, Surabaya lolos ke Porprov Jatim 2025.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras pemain, pelatih dan juga dukungan dari pengurus futsal Kota Surabaya (Afkot) dan semua pihak yang mensuport kita dari KONI ataupun Dispora, sehingga tim ini bisa berbuat lebih baik lagi dengan mempersiapkan diri untuk Porprov 2025 nanti,” ucapnya.

Menghadapi Kabupaten Pasuruan, Sabtu (26/4) hari ini, Tino tetap berharap agar anak asuhannya bisa memetik kemenangan.

Menurut Tino, kemenangan dalam laga terakhir ini penting untuk meraih hasil sempurna dan memastikan Surabaya sebagai juara Grup D dengan predikat tak terkalahkan.

“Tapi kami tidak mau menganggap remeh Pasuruan. Sebab sebagai tuan rumah, Pasuruan tentu juga punya motivasi tinggi untuk menang. Jadi, kami tetap harus waspada,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Peringati Hari Kartini 2025, IKWI Jatim Gelar Lomba Merangkai Bunga Kebun dan Baca Puisi

Ibu-ibu IKWi Jatim saat mengjkuti lomba merangkai bunga dalam rangka memperingati Hari Kartini 2025 di Gedung Sekretariat PWI Jatim, Jumat (25/4).

SURABAYA-KEMPALAN: Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jawa Timur menggelar acara Peringatan Hari Kartini 2025 di Gedung Sekretariat PWI Jatim, Jl Taman Apsari 15-17 Surabaya, Jumat (25/4).

Adapun kegiatan ini meliputi lomba merangkai bunga kebun, pembacaan surat Kartini, dan pembacaan puisi-puisi bertemakan Kartini, kesetaraan dan pemberdayaan perempuan yang diikuti oleh ibu-ibu IKWI.

“Kegiatan ini hanya untuk meningkatkan soliditas, kekeluargaan dan silaturahmi agar keluarga besar wartawan semakin erat, dan mendorong woman empowerment,” Ketua IKWI Jawa Timur, Endang Suprapti, Jumat (25/4).

Pengurus PWI Jatim Joko Tetuko (kiri) menyerahkan hadiah kepada juara.

Endang menjelaskan bahwa tidak ada alasan khusus untuk melombakan merangkai bunga ini selain hanya untuk mengapresiasi kemampuan ibu-ibu IKWI dalam berkarya. “Ini kan kegiatan sehari-hari yang dilakukan ibu-ibu di rumah, kemudian dibawa ke sini. Sesederhana itu,” tutur Endang.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim Lutfil Hakim mengatakan, memperingati Hari Kartini bukan sekadar perayaan semata, tapi bagaimana membangun semangat pemberdayaan wanita.

“Saya kir aini perlu keterlibatan seluruh stakeholder media, keluarga besar pers, termasuk para istri jurnalis,” katanya.

Selain itu, menurut Lutfil, yang tak kalah penting adalah spirit Kartini itu bisa terus kita gelorakan dan menjadi gerakan, yang kemudian membuat wanita itu lebih berdaya, lebih dihormati. “Saya kira dari unsur pers harus menjadi backbone dari spirit tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Pak Item ini.

Lutfil juga berpesan agar acara-acara seperti ini hanya seremonial semata, tapi yang harus menjadi penekanan dari peringatan tersebut adalah spirit yang diusung Kartini.

“Ini tentang bagaimana memperlakukan wanita, bagaimana kita menempatkan perempuan karena kita terlahir dari perempuan,” jelas Lutfil.

DPRD Surabaya Siap Fasilitasi

Sementara itu, salah satu juri merangkai bunga sekaligus anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i menyatakan siap memfasilitasi bakat terpendam anggota IKWI Jatim.

“Komisi D DPRD Surabaya, yang kebetulan saya ada di komisi ini, bermitra dengan Dinas Ketenaga Kerjaan. Saya bisa minta mereka untuk memberikan pelatihan bagaimana merangkai bunga yang memiliki nilai komersial. Sehingga ke depan bukan sekadar hobi, tapi bisa menjadi komoditi yang bisa menghasilkan uang,” ujar Imam.

Bukan hanya itu, Imam menyebutkan bahwa Komisi D juga bermitra dengan Komite Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Bukan untuk KDRT-nya, tapi di PPA ini ada banyak program pemberdayaan perempuan yang bisa dikerjasamakan,” terangnya.

Bagi Imam, saat ini keluarga jurnalis harus berdaya karena ia tahu betapa sulitnya kehidupan dunia media, khususnya untuk mendapatkan uang melalui iklan. “Karena itu, ibu-ibu IKWI harus berdaya untuk membantu suami-suaminya,” pungkas Imam. (Dwi Arifin)

Luar Biasa! Pemkot Surabaya Raih Opini WTP ke-13 Berturut-turut dari BPK

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya.Eri Cahyadi mengumumkan bahwa Kota Pahlawan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2024. Raihan ini merupakan yang ke-13 kalinya secara berturut-turut.

Dengan diraihnya WTP ke-13 secara berturut-turut ini menjadi bukti komitmen Pemkot Surabaya dalam pengelolaan keuangan daerah yang baik dan transparan, serta diharapkan dapat terus dipertahankan demi kesejahteraan masyarakat Surabaya.

“Alhamdulillah kemarin kita diberikan hasil pemeriksaan laporan keuangan Pemkot Surabaya dari BPK, Alhamdulillah kita mendapatkan WTP kembali. Berarti ini WTP yang ke-13 kali berturut-turut,” kata Wali Kota Eri, Jumat (25/4).

Menurutnya, diraihnya opini WTP ini menunjukkan bahwa sinergi antara Pemkot Surabaya dan DPRD telah berjalan sesuai dengan aspirasi masyarakat. Pemanfaatan anggaran yang transparan dan tepat sasaran dinilai telah memberikan manfaat yang signifikan bagi warga Surabaya.

“Hal ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Pemkot Surabaya dan DPRD itu sudah sesuai dengan keinginan masyarakat, sudah kita gunakan untuk masyarakat sehingga di tahun depan bisa lebih bermanfaat lagi untuk masyarakat,” jelas Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini.

Karena itu, ia berharap capaian ini semakin memperkuat komitmen Pemkot Surabaya dalam menyajikan laporan pertanggungjawaban yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Semoga ini menjadi penguat kita, bagaimana kita bisa memberikan laporan pertanggungjawaban yang akuntabel, yang bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Satpol PP Surabaya Rakor dengan Pengusaha Panti Pijat, Ada Apa?

SURABAYA-KEMPALAN: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan para pemilik usaha panti pijat dan spa yang beroperasi di Kota Surabaya. Rakor yang berlangsung selama dua hari ini, dimulai pada 24-25 April 2025, bertempat di Kantor Satpol PP Kota Surabaya.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya M. Fikser menjelaskan bahwa rakor ini merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memberikan pembinaan kepada para pemilik usaha panti pijat, batra tusuk jari, batra refleksi, dan spa yang beroperasi di wilayah Kota Pahlawan.

“Melalui kegiatan ini, Pemkot Surabaya bertujuan untuk memberikan pembinaan serta menyamakan pemahaman kepada para pemilik usaha terkait peraturan dan kebijakan yang berlaku untuk usaha panti pijat,” jelas Fikser, Jumat (25/4).

Fikser menerangkan, seluruh Perangkat Daerah (PD) terkait, baik dari Pemkot Surabaya maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, memaparkan materi mengenai perizinan usaha dalam rakor tersebut.

“Kami menyampaikan materi terkait izin usaha. Pasalnya, saat kami melakukan pengawasan Rumah Hiburan Umum (RHU), masih banyak ditemukan pelaku usaha yang tidak memiliki izin atau izin usahanya tidak sesuai,” terangnya.

Melalui rakor ini, Fikser berharap para pelaku usaha dapat menjalankan bisnis mereka sesuai dengan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku di masyarakat.

“Kami berharap mereka dapat turut serta menjaga ketentraman dan ketertiban umum di Kota Surabaya dengan selalu mematuhi aturan dan norma yang berlaku,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, para pelaku usaha panti pijat juga diimbau untuk memasang tulisan atau spanduk yang secara jelas menginformasikan larangan praktik asusila maupun prostitusi di tempat usaha mereka.

“Kami juga menegaskan agar tidak menerima pengunjung di bawah usia 18 tahun, serta melarang membawa narkoba dan minuman beralkohol ke dalam tempat usaha,” tegasnya.

Fikser berharap bahwa rakor ini dapat membangun sinergitas yang baik antara Pemkot  Surabaya dan seluruh pelaku usaha panti pijat di kota ini.

“Kami memahami bahwa layanan pijat merupakan kebutuhan bagi sebagian masyarakat, sehingga operasional panti pijat tidak kami larang. Kendati demikian, kami menekankan pentingnya kepatuhan para pelaku usaha terhadap peraturan yang berlaku,” pungkasnya. 

Sebagaimana diketahui, selain mengundang para pemilik usaha panti pijat, rakor ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai dinas terkait. Diantaranya adalah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan (DPRKPP), Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar), Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Selain itu juga hadir Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Bagian Hukum dan Kerjasama, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.